Pembelian sepeda motor, memang biasanya dibarengi berbagai bonus biasanya. Yang paling sering, ya jelas perlengkapan berkendara, yaitu jaket serta helm. Meskipun, ada juga yang menambahkan bonus lain, yang kadang nggak berhubungan sama sekali dengan permotoran 😆 Kayak dulu, pas nebus Honda CB150R Ciput saia, selain standar berupa helm dan jaket, dapat juga hadiah yang nggak nyambung tapi manfaat juga sih. Yaitu perangkat penyimpan beras Pas deh, wong emang gak punya.
Nah, di bulan Juli lalu, ada promo khusus dari Honda. Bonus sih sebetulnya, yaitu berupa knalpot racing khusus untuk pembelian All New Honda CBR250RR. Berngaran R9, itu knalpot yang diperuntukkan bagi pembeli CBR250RR bulan ini. Ingat, khusus bulan Juli lho ya, jadi buat yang belum ya monggo, sambangi dealer Wing Honda terdekat.
Eh, malah melenceng.. Ngomong-ngomong, ada yang penasaran nggak, gimana tampang knalpot R9 berbasis Zeta series untuk baby RR ini? Kemarin, pas ke bengkel resmi di MPM Basra Malang, kok ya pas nemu sebiji Honda CBR250RR sedang dipasang knalpot ini. Continue reading →
Sudah kenal belum yang namanya olah raga paralayang? Kalau belum, yuk sama-sama cari tahu Paralayang merupakan salah satu cabang dalam olah raga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki. Sumber : wikipedia. Olah raga ini sendiri menginduk pada FASI (Federasi Aero Sport Indonesia). Pokok-e, olah raga udara gitu masbro..dengan memanfaatkan angin/udara.
Nah, kawan saia semasa SMA, yang kebetulan masih berdomisili di Malang nih, menekuni olahraga ini secara serius. Namanya, kita kenalkan saja, Taufiq Muchsin. Sudah banyak dikenal di kejuaraan paralayang nusantara, atlet nih ceritanya dari kota Batu. Berawal dari hobi, yang terus ditekuni, dan alhasil, jadi profesi. Top markotop deh.. Malah, beberapa kali digandeng acara ngetop salah satu TV swasta, itu lho, My Trip My Adventure.
Nah, baru-baru ini, sam Taufiq ini membuat heboh paralayang di Batu. Bukan karena penampilan uniknya, itu sih bawaan 😆 Memang, pemuda satu ini supel dan kocak abis. Hebohnya, karena melakukan aksi nggak lazim. Yaitu, beraksi paralayang dengan menunggang motor, Kawasaki KLX150. Wedyan kan??
Aksi ini dilakukan beberapa waktu lalu di lokasi Paralayang Gunung Banyak, kota Batu Jawa Timur. Dengan bermodalkan beraneka macam harness dan tali pengaman, serta helm dan kamera action tentunya, jadilah aksi unik menantang bahaya ini. Sam Taufiq, dengan sengaja merekam aksinya ini.
Terbang di ketinggian, dengan mengandalkan tiupan angin ke parasut, memang sesuatu banget. Memacu adrenalin. Masih ditambah tantangan dengan menaiki sepeda motor. Walhasil, tegang juga nonton videonya nih… Start sih, lancar, wuzz….terbang dengan mulus. Begitu juga saat melayang-layang di atas udara kota Batu. Nah, saia ngeri saat turunnya. Terbayang, landing dengan kaki saja, kadang para penerjun atau atlet paralayang kadang masih miss, masih ada celah meleset. Lha ini, ditambah masih duduk di jok KLX. Waduuhh…
Tapi, syukurlah, landing juga dengan aman tanpa kendala apapun. Terbilang mulus malahan. Simak deh video terlampir. Begitu menyentuh tanah, langsung deh digas tuh KLX, menghindari ribetnya tali dan parasut.
Ajib memang masbro Taufiq ini…saia acung 2 jempol tangan dan 2 jempol kaki. Keberanian, serta kemampuannya memang ajib. Salut rek..semoga terus sukses yo. Dan semoga, saia bisa keturutan memenuhi ajakan beliau, diajak tandem paralayang. Hehehehe…
Usai menjadikan Suzuki GSX-R 150 sebagai kendaraan harian selama beberapa waktu, dan sudah ada beberapa poin yang saia ulas dalam artikel sebelumnya, tibalah saatnya kesimpulan. Ada beberapa hal yang bisa saia tarik jadi kesimpulan selepas menikmati sport fairing 150cc keluaran Suzuki ini.
Minggu 16 Juli 2017, berbarengan dengan gelaran Honda Modif Contest Seri 4 di Kenjeran Park Surabaya, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) kembali menggelar edukasi berkendara pada masyarakat. Kali ini, medianya adalah edukasi balap. Ingat, balap…makanya, dilakukan di arena tersendiri, nggak di jalanan umum.
Menggandeng komunitas pemilik dan pecinta CBR di Jawa Timur, edukasi balap ini nggak monoton dikemas dalam sebuah pelatihan saja. Tema ‘Joy of Total Control’Â dialirkan dalam penyampaian materi yang asyik dan mengena, tapi tetap berujung pada keselamatan berkendara di lintasan.
Diawali dengan materi berupa teori balap, dan safety riding disampaikan oleh pemateri yang kompeten. Nggak main-main, materi balap disampaikan langsung oleh Gerry Salim, pembalap Astra Honda Racing Team yang hingga saat ini masih menjadi pemuncak klasemen di ARRC 2017 dengan Honda CBR250RR. Berikutnya, Fendrik Alam, yang pembalap sekaligus instruktur safety riding juga memberikan banyak hal dan informasi seputar balap dan keselamatan berkendara. Dari 2 sumber inilah, peserta mendapatkan teori dan teknik-teknik balap seperti speeding, cornering, serta braking saat sedang memacu tunggangan di lintasan.
Usai mendapatkan teori, saatnya turun langsung ke lintasan. Para peserta dengan tunggangan masing-masing yaotu Honda CBR150R dan CBR250RR diberikan kesempatan mempraktekkan langsung teori yang sudah didapat sebelumnya di aspal lintasan Kenjeran Park. Tentunya, dengan menggunakan perlengkapan berkendara yang aman lho ya.
Beberapa peserta menyatakan, sangat puas dan mengapresiasi edukasi balap ini. Meski begitu, teori dan skill yang telah diperoleh, tidak serta merta secara membabibuta akan selalu dipergunakan di jalan raya. Nah, ini baru mantap. Sesuai porsinya ya masbro, kalau mau balap, ada lintasan khusus. Kalau di jalan raya, kemampuan pengendalian motor, terutama motor sport serta safety riding yang lebih banyak diterapkan. Cari aman masbro dan mbaksis..
Sembari ngajak jalan-jalan Suzuki GSX-R 150, unit testride dari Suzuki SMG Singosari, pasnya ya sambil merasakan dan mengeksplorasi mesinnya. Secara garis besar sih, mesin sejenis dengan versi naked-nya, yaitu Suzuki GSX-S 150. Nggak ada perbedaan sama sekali. Nah, yang jadi beda, absennya fairing pada Suzuki GSX-S 150, juga berpengaruh pada berat badan, eh berat motor. Selisih 1 kg, lebih berat GSX-R 150.
Hari Minggu lalu, lobby dan beberapa bagian gedung MPM Malang, mendadak dipenuhi anak-anak. Walah, ada apa nih? Nggak ada jadwal demo deh kayaknya, apalagi mana ada demonstrasi otomotif
Ternyata dan ternyata, puluhan bocah berbagai usia, dominasi usia TK dan SD sedang mengikuti lomba mewarna yang digelar oleh MPM Basuki Rahmat Malang. Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh persis pada hari Minggu 23 Juli 2017. Bertempat di MPM Malang Jl Basuki Rahmat 71-73 Malang, puluhan peserta antusias mengikuti lomba mewarna ini.
Modifikasi motor, memang beragam banget alirannya. Bergaya sport-balap, klimis, ala turing dan lain sebagainya. Nah, yang sempat marak salah satunya adalah aliran supermoto. Ciri fisiknya yang paling kentara, adalah dimensi motor yang lebih jangkung alias lebih tinggi dari standar. Tujuannya sih, supaya ketika dibawa turing atau perjalanan jauh, ketemu medan yang kurang bersahabat, misal nggak rata-lubang, bisa dilewati lebih mudah.
Awalnya, gaya ini kebanyakan digunakan oleh motor sport alias motor laki. Seperti Honda Tiger-CB150R-Verza-Megapro, Yamaha Vixion-Scorpio, Suzuki Thunder hingga Kawasaki Ninja. Memang simpel sih, tinggal meninggikan sokbreker depan belakang, tambahkan aksesoris sepatbor depan model supermoto/trail/cross, pasang box tambahan. Beres. Motor tambah tinggi dan gagah. Yang jelas, biasanya ban berganti model dua alam atau bisa juga ban aspal saja.
Belakangan, nggak hanya motorsport, gaya supermoto juga merambah motor lain. Bebek alias cub juga mengalami modifikasi serupa..walhasil, banyak berkeliaran bebek jangkung deh. Waktu berjalan, kini varian skuter matic, skutik, juga terimbas model ini. Nggak hanya skutik rada bongsor macam Honda Vario, skutik imut seperti Honda BeAT juga tak luput dari aliran ini. Coba tengok deh tampilan Honda BeAT yang saia jepret saat melintas di kawasan Karanglo-Malang ini.
Melanjutkan impresi harian Suzuki GSX-R 150, lanjut ke pemakaian harian. Ya aktifitas rutin harian saja, plus saia sempatkan jajal ke luar kota, ke kabupaten sebelah, hehehehe.
Motor berfairing-model sport-setang jepit, konsekuensi jelas, kudu merubah kebiasaan riding. Harian, s Continue reading →
Gelaran otomotif nasional berngaran GIIAS, yaitu Gaikindo Indonesia International Auto Show 2017, akan kembali dihelat di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang, pada 10 – 20 Agustus 2017 mendatang. Even ini, diikuti oleh seluruh pabrikan otomotif di Indonesia yang bernaung di bawah Gaikindo, alias Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia. Baik roda 4 maupun roda 2. Nah, biasanya nih, sekaligus dipakai untuk ajang launching produk anyar beberapa pabrikan, termasuk sesi jajal menjajal.
Honda, melalui PT AHM, telah secara resmi mengumumkan keikutsertaan mereka dalam GIIAS 2017. Membuka booth sepeda motor, AHM menghadirkan juga beberapa jajaran motor gedenya, selain tentunya produk reguler yang biasa kita jumpai. Motor premium Honda yang siap disaksikan di GIIAS 2017 antara lain Honda CRF1000L Africa Twin dan Honda CRF250RALLY . Tak ketinggalan, Honda CBX500, Honda Rebel 500 serta supersport nya Honda CBR1000RR. Widih..
Nggak hanya dipamerkan, beberapa bigbike Honda ini juga boleh dicoba lho. Pengunjung, tentunya nggak bakalan puas kalo hanya lihat-lihat, serta foto-foto plus mendengarkan penjelasan dari mbak-mbak yang cantik (baca:SPG). Makanya, disediakan pula motor yang siap dijajal, alias ditestride di area khusus saat pameran berlangsung. memang nggak semua sih, karena yang bisa dijajal nunggang hanya Honda CRF250 Rally, Honda All New CBR250RR serta si Honda CBX500. Wah, asyik juga nih. Kapan lagi bisa jajal moge Honda?
Makanya, yang ingin memperoleh informasi terbaru otomotif nasional, monggo sambangi GIIAS 2017 Agustus mendatang, dan siapkan nyali, menjajal bigbike Honda di booth pameran ini yak. Yah, moga aja ada yang khilaf, ngajak admin aselimalang.com ini main kesono ya…hehehehehe
Era mesin 2 tak, memang makin lama makin meredup, meskipun sebenarnya, pamor mesin nguueng nan spontan ini masih luar biasa. Nah, kali ini, saia sedikit share modifikasi di sebuah kontes, yang mengambil basis mesin , eh, motor bermesin 2 tak keluaran Yamaha, yaitu Yamaha RD 350. Belum pernah dengar dan tahu? Nih penampakan standar alias orisinal si 2 tak 2 silinder keluaran Yamaha era tahun 1970an. Persisnya sih, diproduksi antara tahun 1973 – 1975.
Berkapasitas silinder 347 cc, 2 silinder, sistem percepatan sudah pakai 6 tingkat, dan bahan bakar dipasok 2 karburator yang berjejer rapi. Dengan tampilan klasiknya, tergolong dahsyat ini motor, karena topspeed mencapai 170 kpj. Edan tenan..tahun 70an lho. Nah, di tangan modifikator tanah air, tampilan Continue reading →