Pagi masbro..
Cairan rem, atau biasa disebut masyarakat sebagai minyak rem, sejatinya dan aslinya, adalah cairan khusus sebagai fluida hidrolis pada sistem pengereman. Makanya sebenarnya kurang pas disebut minyak, karena dia bukan minyak π , tapi komponen berbasis glikol-eter yang nama teknisnya dalah brake fluid
Minyak rem ini, berfungsi meneruskan tekanan dari tuas atau pedal rem ke sistem pengereman pada roda. Saat tuas rem ditekan, maka si minyak rem ini akan mengalami tekanan dan tersalurkan hingga menggerakkan piston kaliper. Berlanjut hingga kampas menekan cakram dan memperlambat laju sepeda motor
Nah, seiring pemakaian, kualitas minyak rem dapat menurun. Penyebabnya antara lain karena minyak rem memiliki sifat mudah menyerap uap air dari udara. Alhasil, kelamaan, kandungan air ini membuat kinerjanya tidak lagi optimal.Akibatnya, kemampuan minyak rem dalam menghantarkan tekanan jadi berkurang. Pengereman pun bisa terasa kurang pakem bahkan rem terasa seperti kosong atau blong. Ngeri kan…
Selain itu, campuran air di dalam minyak rem juga dapat memicu karat pada komponen sistem pengereman. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak pada menurunnya performa rem secara keseluruhan dan berisiko mengganggu keselamatan
Continue reading









