Impresi Harian Suzuki GSX-R 150 (4) : Kesimpulan

Usai menjadikan Suzuki GSX-R 150 sebagai kendaraan harian selama beberapa waktu, dan sudah ada beberapa poin yang saia ulas dalam artikel sebelumnya, tibalah saatnya kesimpulan. Ada beberapa hal yang bisa saia tarik jadi kesimpulan selepas menikmati sport fairing 150cc keluaran Suzuki ini.

Beberapa catatan pribadi saia antara lain tentang panas mesin kala terjebak macet. Hawa panas terasa lumayan menyengat kaki , saat posisi motor diam kena macet. Salah satu penyebabnya, panas mesin terjebak dalam fairing, tidak kena tiupan angin sebagaimana saat motor berjalan. Alhasil, hawa panas mengumpul di dalam fairing dan keluar melalui sela-sela/sirip fairing di dekat kaki. Tetapi, begitu motor sudah bisa jalan, meski rada pelan, panas yang terasa di kaki berangsur menghilang. Apalagi kalau jalanan lancar macam keluar kota, nggak bakal merasakan ‘sensasi’ panas mesin.

Mirip dengan saudaranya, GSX-S 150, posisi standar samping masih sama, yaitu susah diakses :mrgreen: Ya karena posisi tonjolan untuk diungkit rada nyempil, kecil dan berada di antara footstep dan tuas persneling. Mungkin, bila posisinya bisa diubah ke belakang footstep depan, bisa lebih mudah dijangkau, plus rada diperbesar ukuran tonjolannya.

Posisi berkendara, khas motorsport…merunduk, menunduk. Yah, resiko posisi setang underyoke. Bagi yang punya ukuran badan mirip-mirip kayak saia, diatas 180 cm, kudu coba-coba beberapa posisi riding supaya nemu yang pas. Misalpun nggak pas, setidaknya mendekati nyaman. Posisi tangan jangan sampai lurus, kudu nekuk supaya beban tidak bertumpu pada tangan saja..bisa pegal area pergelangan.

Untuk performa mesin, 150cc DOHC keluaran Suzuki ini nggak perlu diragukan lagi. Dominan di putaran atas memang, khasnya mesin overbore yang diameter pistonnya lebih gede daripada panjang langkahnya, serta nafas mesin panjang. Bahkan, hingga limiter di kisaran 13.000 rpm, mesin nggak ngoyo, sepertinya rileks saja dibejek gas di rpm tinggi. Malah, saat saia jajal naikkan mesin dynotest, keluar hasil yang lumayan mengagetkan. 16,7 HP , lebih tinggi 1 HP dari GSX-S 150. Embuh, apa ada kesalahan saat test atau gimana, diulang pun hasilnya sama. Biarlah menjadi misteri :mrgreen:

Dengan performa demikian, kencang memang ini motor. Gigi 3 saja, mentok bisa lebih dari 100 kpj, sudah cukup memberikan gambaran awal. Kalau mau tes topspeed, biarlah para ahlinya yang jajal. Sudah banyak kok di youtube, hehehehe. Namun, untuk konsumsi BBM, terbilang hemat kalau menurut saia pribadi. Bila ada yang merasa boros, dipertimbangkanlah dengan output yang dihasilkan. Pasti deh, hitungannya jatuh irit :mrgreen:  Angka 39 kpl untuk motor DOHC 150cc, termasuk irit menurut saia, dengan beragam mode riding.

Kiranya, itu beberapa hal yang sempat saia jadikan kesimpulan selama jajal secara harian Suzuki GSX-R 150 . Secara khusus, saia ucapkan terima kasih pada Suzuki SMG Motor Malang, yang telah menyediakan motor testride untuk saia bejek-bejek selama beberapa hari. Semoga berguna

 

Advertisements

4 comments on “Impresi Harian Suzuki GSX-R 150 (4) : Kesimpulan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s