Impresi Harian Suzuki GSX-R 150 (2) , Tes Jalan

Melanjutkan impresi harian Suzuki GSX-R 150, lanjut ke pemakaian harian. Ya aktifitas rutin harian saja, plus saia sempatkan jajal ke luar kota, ke kabupaten sebelah, hehehehe.

Motor berfairing-model sport-setang jepit, konsekuensi jelas, kudu merubah kebiasaan riding. Harian, saia nunggang motor naked, si Ciput Honda CB150R gen 1. Dengan setang tegak yang saia tambah raiser, posisi riding jadi tegak nyaman. Begitu ketemu GSX-R 150, merunduk habis 😆 Mirip situasi saat jajal Honda CBR250RR. Coba-coba posisi dulu, sampai ketemu yang nyaman. Maklum, TB 183 ini, memang rada gimana, hehehehe. Ketemu pe-we, dengan membungkukkan badan mendekati tangki, tangan rada menekuk. Pokoknya, jangan sampai deh, bertumpu pada tangan. Selain gak enak, berat badan yang bertumpu pada pergelangan dan sekitarnya, pasti bikin pegal, sampe bisa kram segala.

Siap berkendara, putar kunci, eh, tuas berbentuk bundar unik di ujung depan tangki. Ingat ya, posisi remote keyless GSX-R 150 kudu dekat, kisaran 1,5 meter. Kalau lebih, nggak bakal diputar-putar itu tuas. Makanya, wajib dikantongi remote-nya. Untuk mengaktifkan, cukup tekan tuas. Bakal ada bunyi klik dari relay, diikuti lampu indikator berwarna biru menyala. Tinggal pilih, mau kunci setang putar ke kiri, atau mau menyalakan motor putar ke kanan. Lanjutkan dengan tekan tombol start. Fitur easy start betul-betul berfungsi. Menyalakan mesin nggak sampai sedetik, setengah detik kayaknya, pokok gampang banget nyala. Monggo disimak video singkatnya

Ketinggian jok pengendara, sangat bersahabat dengan postur kebanyakan orang Indonesia. Yah, 160-170an gitu. Makanya, kalau di saia yang punya tinggi 180cm lebih, kaki jelas napak sempurna, sisa malahan, sedikit nekuk :mrgreen:

Tangki, yang notabene mungil bila dibanding kompetitor sport fairing 150cc, menyumbang efek ringkas. Demikian pula fairing nya, nggak kegedean, makin simpel. Model fairing kembali nggak pasaran. Bila umumnya bermodel lancip meruncing, ini nggak. Ada lekuknya dinamis yang enak dipandang. Jadinya, nggak kelewat garang karena tajam dan justru itu yang membuat nggak bosan dipandang.

Posisi kaki saat riding, memang lumayan mundur, persis saudaranya GSX-S 150, beda pada tuas persneling saja. Lanjut…Mengarungi lalu lintas Malang yang makin lama makin padat, saia sedikit kagok. Agak kurang lincah, karena, untuk nyelip-nyelip di antrian kemacetan, terkendala lebar spion. Setang masuk sih, tapi, spion yang rasanya lebar, membuat berpikir ulang kalau mau masuk sela 2 mobil. Ini barangkali yang membuat beberapa rekan pengguna motor berfairing sering melipat spionnya. Seiring pemakaian, akhirnya terbiasa juga, hehehehe.

Ada lagi, saat terjebak kemacetan alias motor tidak bergerak dengan kondisi mesin menyala, terasa hawa panas di seputar kaki. Ternyata, panas mesin yang memang terkurung oleh fairing, tidak kena angin, walhasil keluar melalui sela-sela sirip fairing , terasa deh di kaki. Meski sudah didukung radiator gede, panas mesin yang menganut kompresi tinggi, memang lumayan. Nggak hanya Suzuki GSX-R 150 saja, motor berfairing lain yang pernah saia coba juga mengalami hal yang sama. Begitu lepas macet, bisa melaju , hilang deh itu efek panas ke kaki. Yang jelas, indikator overheat pada panel dasbor nggak pernah sampai menyala.

Sempat saia jajal dengan rute agak melenceng ke luar kota malam hari. Wih, sorotan headlamp LED-nya terang meski di jalan yang masih ada penerangan lampu jalan. Coba disimak gambar berikut.

Kalau ketemu tempat gelap total, kira-kira kayak gini sorotan lampu depan Suzuki GSX-R 150. Mantap kan? Kayaknya, sebelas-duabelas sama si naked GSX-S 150 ya? Iya, kan headlamp-nya sama.

Untuk berkendara jarak menengah, di bawah 100 km, lumayan masih nyaman. Kalau jarak jauh, belum coba sih, meski secara pribadi, lebih pilih naked saia, lebih nyaman.  Yang jelas, mesin DOHC overbore ini enak banget di RPM tinggi, hehehehe. Ups…next artikel yak…. Semoga berguna

 

 

 

Advertisements

2 comments on “Impresi Harian Suzuki GSX-R 150 (2) , Tes Jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s