Porsi jumbo, harga rembo. Soto Ayam Mak Breng Malang

Pagi masbro..

Kali ini, saia mau berbagi hasil hunting beberapa waktu lalu. Sebenarnya, di Malang nih, surga kuliner beneran deh. Mulai jenis makanan, hingga porsi dan harganya. Sebenarnya, sudah tahu lama, ada beberapa titik kuliner yang punya porsi jumbo dan harga merakyat, tapi yah, gegara waktu yang gak memungkinkan, kadang susah mau nelurusuri. Yang ini, kebetulan pas merapat daerah situ karena kerjaan, yaitu sekitar Blimbing, tepatnya Jalan Simpang Borobudur.

Ada sebuah warung kecil sederhana, namun bisa dibilang lejen nih. Warung berkelir kuning ini, sederhana tanpa nama beratap seng, pengelolanya ibu-ibu yang lumayan sepuh, disapanya ‘mak’. Saia belum sempat tanya spesifik namanya, yang jelas, kalau di kalangan warga, kadang menyebut Mak Breng :mrgreen: Kalau mahasiswa WIdyagama dan sekitarnya, pasti paham deh warung kuning ini. Nih foto warungnya, nyomot dari gugel meps

Di warung ini, hanya ada 2 Continue reading

Kuliner, kenapa sih daging sapi jarang diolah goreng? Ini jawabannya

Pagi masbro..

Artikel ringan menjelang weekend kali ini bertema kuliner. Tapi nggak bahas makan dimana di Malang, tetapi sebuah pertanyaan sederhana. Kenapa, jarang ketemu olahan daging sapi yang digoreng ya? Kalau daging ayam, bebek, ikan, udang, cumi dan lainnya kan banyak banget diolah dengan digoreng. Sebenarnya, bukan nggak ada, memang jarang daging sapi melalui proses olahan digoreng.

Kalau jawaban sederhana, karena tekstur daging sapi yang rada beda. Trus juga, kalau digoreng, si daging sapi menyusut banyak alias mengkerut. Alhasil, porsinya mengecil deh, rugi bandar 😆

Usut punya usut, ada penjelasan ilmiah dari pakar nih. Ada info bagus dari medsos nih.

Daging, sebenarnya adalah otot dari hewan/binatang..otot ini terdiri dari bundelan serat-serat otot yang nama ilmiahnya myofibril. Sel-sel otot ini, dibentuk oleh zat yang dinamakan protein. Tuh, kenal kan istilah protein?? 😆

Ada 2 protein penting dalam sel otot, yaitu myosin dan actin. Dua protein ini, ternyata beda reaksi kalau kena panas. Myosin, kalo kena panas di kisaran 40-50 derajat , bakal menyusut dan kekuatannya berkurang. Alhasil, daging, secara fisik, ukurannya akan mengkerut/mengecil dan teksturnya melunak alias empuk. Lha kalau dipanasi terus, hingga ke angka 70 derajat, protein satunya yaitu actin, yang bereaksi sama, mengkerut. Actin ini, saat mengkerut, akan diikuti oleh serat lain. Akibatnya, daging seolah diperas, cairan akan meembes keluar dari daging. Tekstur daung justru berbalik, yaitu jadi alot dan ulet. Bila perlakuan suhu tinggi dilanjutkan, protein ini ngak lagi mengkerut, tapi mulai putus strukturnya. Nah, daging jadi empuk lagi deh..alias sudah ambyar serat-seratnya

Balik ke penggorengan. Saat daging sapi digoreng, minyak kan pasti panas tuh. Seenggaknya, mencapai 170 derajat celcius. Saat daging mentah dimasukan, temperaturnya akan melejit ke angka 70-80 derajat. Hasilnya, actin mengkerut, daging juga sama menyusut, cairan keluar dan menguap kena rendam minyak mendidih.  Daging jadi keras dan garing.

Lha kalu diterusin suhu tinggi, kan bisa empuk lagi tuh? Nggak juga, kalo kelamaan digoreng, efeknya ya daging berubah warna coklat kehitaman dan terus mengering. Ujungnya, gosong deh 😆

Rada beda dengan daging ayam, bebek, ikan dan lainnya. Meski sama, protein myosin dan actin terimbas panas serta mengkerut, tapi karena beda struktur seratnya dengan daging sapi, itu bundelan seratnya sudah putus dan hancur duluan saat kena suhu tinggi penggorengan. Makanya, nggak terlalu menyusut ukurannya, tekstur jadi empuk.

Nah, nambah pengetahuan kan, tentang seputar kuliner. Ngak hanya sekedar makan gorengan, hehehehe.

Semoga berguna

Orem-orem Pak Tik, aseli Malang

Pagi masbro..

Kuliner kali ini, adalah salah satu menu tradisional khas Malang. Bila biasanya analogi kuliner khas Malang adalah bakso, yang ini beda. Mungkin banyak juga yang ngak begitu paham makanan satu ini. Yaitu orem-orem

Makanan berbahan dasar tempe ini, bisa dibilang menu merakyat. Murah – meriah – enak – banyak. Klop kan?? Dengan bahan utama irisan tempe , yang dibumbui dengan kuah santan nan gurih. Disajikan dengan irisan ketupat atau lontong, alias disiramkan diatasnya.

Salah satu warung orem-orem di Malang yang termasuk legendaris ada di bilangan sentra otomotif Comboran. Dahulu sih Continue reading

Menikmati Baxo Serdadu

Pagi masbro..

Artikel kuliner bulan ramadhan, mohon tahan iman yak. Makanya sengaja diposting sore menjelang malam :mrgreen: Lagi-lagi tentang daging bulat, alias olahan daging menjadi bulatan-bulatan nan lezat. apalagi kalau bukan bakso

Di Malang, memang terkenal dengan baksonya. Tapi harap dicatet, kalau mau nyari bakso Malang, yakin susah. Justru bakso dengan label beraneka ragam dengan gampang ditemui. Salah satunya, yang baru saja beberapa saat dirilis, berlabel Baxo Serdadu. Ingat ya, pake huruf “X” di kata bakso-nya

Berlokasi di akses wisatawan, yaitu kompleks pertokoan dan oleh-oleh di wilayah Karanglo. Menempati ruko di sisi kiri jalan, yang pastinya dilewati wisatawan dari den ke Batu, merupakan trik mujarab mengenalkan bakso ini. Nggak ada tendensi ke militer dan sejenisnya, meski labelnya serdadu. Ternyata, ini adalah Continue reading

Rawon Brintik, salah satu kuliner lejen di Malang

Pagi masbro..

Kuliner dengan menu Rawon, merupakan salah satu makanan khas Jawa Timur. Pasti sudah pada paham dengan menu masakan berkuah hitam ini kan? Di Malang, ada beberapa tempat makan yang punya sajian khas rawon, yang cukup melegenda. Salah satunya adalah Rawon Brintik ini

Unik namanya? Nah, ada ceritanya nih. Ini pun gara-gara saia pas makan bareng keluarga disitu, penasaran juga sama namanya. Ternyata, Continue reading

Bakso bakar murmer, nyempil nih di pojokan Malang

Pagi masbro..

Artikel kuliner kali ini, bertema bakso. Yups, makanan yang mayoritas berbentuk bulatan ini, bisa dibilang makanan sangat populer, apalagi di Malang. Beragam olahan , bentuk hingga rasa bakso bisa ditemukan di Malang. Salah satunya, bakso bakar

Banyak banget merk, eh, judul bakso bakar di Malang. Menyajikan olahan bakso yang ditusuk lantas dibakar diatas api arang, dan disajikan dengan saus kacang. Nah, yang saia jumpai kali ini masih mirip juga. Saat melipir lewat jalur alternatif karena macet luar biasa di proyek underpass Karanglo bareng si bleki, ketemu dengan warung bakso bakar ini.

Berlokasi di jalan alternatif Arjosari, Malang yang merupakan jalur kampung, menghubungkan Singosari dengan Arjosari dan bisa juga menuju Pakis. Jalur kampung ini lumayan nyaman, sudah aspal mulus. Pas di sebuah tikungan, ketemu warung bakso bakar ini.

Berdesain Continue reading

Mencicipi Soto Betawi Djayakarta di Malang

Pagi masbro..

Duh, sudah lama banget yak gak pernah posting artikel kuliner? Hehehehe, padahal benernya ya masih sering nyicipin beberapa makanan, terutama pas ngelayap dan mbolang. Kali ini, nyicip Soto khas Betawi yang berjumpa di Malang. Malah, lokasinya nggak jauh dari tempat kerjaan.

Judulnya, Soto Betawi Djayakarta. Nama Djayakarta atau Jayakarta,kalau menelisik dari buku sejarah dan wikipedia,  adalah nama lama dari Jakarta pada perubahan dari nama sebelumnya yaitu Sunda Kelapa, sebelum menjadi Jakarta. Nama ini diberikan oleh pasukan pimpinan Fatahillah dari Kesultanan Demak bagi Sunda Kelapa setelah mengusir tentara Portugis dari pelabuhan itu pada tahun 1527. Supaya makin kental nuansa Betawi, empunya kedai makan ini memberi nama tempatnya dengan Djayakarta. Berlokasi di Jl B.S. Riadi, atau dikenal dengan daerah Oro-oro Dowo di kota Malang, menempati semacam bangunan ruko yang berdempetan dengan toko bahan kue yang sering banget disambangi nyonya. Makanya, mampir kesitu, hehehehe

Ada beberapa menu Continue reading

Kuliner jalanan harga spektakuler di Malang

Pagi masbro..

Sudah lama banget nih gak nulis kuliner alias makanan. Saia tuh, pas riding, entah itu dolan / main atau pas wira-wiri kerja, sering banget dan hampir bisa dipastikan , ketemu yang  namanya kuliner jalanan. Di Malang nih, makanan jalanan bejibun banget. Mulai yang kelas berat hingga kelas bulu, eh, maksudnya yang ringan-ringan.

Pas cuaca sering hujan dan mendung kayak bulan ini nih, cocoknya nyari makanan yang rada hangat mendekati panas. Adalah mi pangsit, atau kalau di Malang, sering disebut cwi mie.

Saat ngider ke salah satu teman kerja di wilayah selatan kota Malang, ketemu pedagang pangsit mie keliling, yang setia mendorong gerobaknya. Masih muda orangnya, saia salut mau konsen dan fokus berwirausaha. Jos pokoknya mah… Yang jadi menarik perhatian, adalah tulisan di gerobaknya, yang mengundang saia berhenti dan mencegat. Yaitu dengan  banderol Continue reading

Warung Mbak Sri, warung masakan Jawa yang enyakk

Kuliner kali ini, adalah salah satu lokasi favorit saia dan keluarga. Semisal ada acara ke area utara Malang, entah ke Pasuruan, Mojokerto atau Surabaya, pulangnya bila perut masih minta diisi, solusinya adalah warung ini. Selain lokasinya yang strategis, persis di pinggir jalan raya poros Surabaya – Malang, menu masakan Jawa disini cocok dengan lidah. Mirip-mirip masakan rumahan

Nama warungnya adalah Warung Mbak Sri. Entah, berkali-kali makan disini, belum pernah ketemu nih dengan pemilik yang namanya Mbak Sri ini, hehehehe. Lokasi warung ini, di sebelah timur jalan raya Surabaya arah ke Malang. Tepatnya sih, setelah kebun raya Purwodadi Pasuruan.

Konsepnya sangat biasa, nggak menganut jaman now yang konsep tempat makannya kekinian. Cukup sebuah ruang luas, dengan setelan meja kursi pengunjung, dan sisi belakang tempat menyiapkan makanan. Luas, kalau diisi penuh, bisa menampung sekitar 50an tamu. Kursi dan meja pun standar dan terkesan natural biasa, berbahan kayu.

Langsung saja yuk, inti menu-nya. Menu Continue reading

Arbanat. Ada yang masih kenal jajanan jadul ini?

Pagi masbro..

Ini salah satu cerita yang saia peroleh saat riding ke salah satu daerah pinggiran Malang. Nggak jauh-jauh kok mainnya, takut mau main jauh, ntar ada yang nyulik, hehehehehe. Ceritanya, pas riding sama si bleki NCB150R, dan menelusuri jalan di pelosok sebuah desa di kabupaten Malang. Saat hendak istirahat sejenak di sebuah gubuk, persisnya sih semacam gubuk tanpa dinding di pertigaan jalan desa, eh, ndilalah kok ada penampakan seseorang yang sedang istirahat juga.

Didekatnya, tergeletak Continue reading