Mie Ayam pak Doel Dewandaru, maknyuss

Pagi masbro..

Yuk kuliner lagi. Masih berkutat dengan mie nih, salah satu makanan favorit saia. Apalagi yang namanya mie ayam, begh..maklum, biasa di jalan. Makanan ini paling gampang dijumpai, murah enak pula. Favorit banget makanya.

Kali ini, yang saia sambangi adalah salah satu mie ayam terkenal di Malang. Berjudul ‘mie ayam pak Doel’.  Coba deh searching di medsos, bakal nemu banyak review asik tentang kedai satu ini.  Nggak hanya mie ayam sih sebenarnya, karena di kedai ini juga menyediakan bakso Solo. Yups, kedai yang terletak di kawasan jalan Dewandaru ini memang menyediakan mie dan bakso dengan beberapa varian.

Kedai di Jl Dewandaru ini menempati sebuah tempat di deretan ruko berlantai 2, dan merupakan cabang dari ‘mie ayam pak Doel’  di   Jl Semanggi Timur yang merupakan kedai induknya. Karena pas kebetulan lewat sini saja, mampirlah saia ke Dewandaru. Menu yang tersedia adalah mie ayam biasa, mie ayam bakso dan bakso Solo. Ada juga pelengkap yang bisa dipilih adalah varian pelengkap mie ayamnya. Yups, ada tambahan telur, ceker, sayap dan kepala ayam yang sudah tersedia di dalam wadah di meja.

Saia pesan mie ayam bakso dan ternyata, layanannya asli cepet banget. Duduk menunggu sebentar sambil menyeruput es teh, sudah nongol semangkuk mie ayam bakso. Asap mengepul tipis dari gulungan mie putih kekuningan yang dihiasi warna hijau rebusan sayur sawi. Di tepinya, siraman daging ayam yang berbumbu kecoklatan serta masih ditambah taburan bawang goreng. Sebagai pelengkap, 2 butir bakso menambah penuhnya suasana mangkuk.

Nggak pake lama, segera bersiap menyantap, mengingat waktu makan siang sudah lama terlewati. Seperti biasa, supaya afdol, guyuran saus sambal dan sedikit sambal kudu melengkapi sensasi mie ayam ini.

Hmm..pas nih, rebusan mie-nya nggak kelewat matang sesuai kesukaan saia. Kalau kematangan, mie kelewat empuk, bahasa Jawanya ‘mblothong’. Sensasi kenyalnya jadi hilang, termasuk selera makannya jadi menurun. Aduk-aduk supaya campuran bumbu dan minyak dibagian bawah mangkuk tercampur rata. Sruput….Rasa kenyal mie-nya berpadu dengan tumisan daging ayam yang empuk dan menonjol banget citarasa manisnya. Mengingatkan citarasa makanan khas Solo dsk yang memang dominan manis. Cocok kan sama slogan, eh, judul warungnya yang mencolek nama Solo. Coba gigit bakso-nya, kenyal diluar dan empuk didalam. Nggak ada rasa serat karena jenis baksonya halus, bukan bakso urat.

Tak terasa, hanya butuh waktu beberapa menit saja untuk mengosongkan isi mangkuk mie ini. Tandas, disusul penutup minum es teh. Rasa kenyang menghampiri dan jadi malas berdiri, hehehehe. Siyap-siyap bayar, menuju ke mas-nya yang stand by di dekat gerobak. Semangkuk mie ayam bakso dibanderol IDR 10.500 saja, sementara es teh IDR 2.500. Total jenderal bayar IDR 13.000 untuk makan siang kali ini.

Untuk harga lainnya, bakso Solo dibanderol IDR 6.000, mie ayam biasa IDR 5.500 sementara pelengkapnya seperti telur, sayap, ceker dan kepala berkisar IDR 500 hingga IDR 2.000 saja. Murmer kan? Langsung ambil sendiri dan hitung ya..

Semoga berguna dan semoga kepingin

 

 

Advertisements

Rawon Kereng Karangploso

Pagi masbro..

Kuliner, alias makan-makan, biasanya agenda wajib saat jalan bareng keluarga. Entah itu sekedar ngebakso di pinggir jalan, atau apalah yang ditemui di jalan, dan kiranya aman untuk dimakan 😆 Nah, kali ini menu yang diserbu adalah Rawon.

Rawon, merupakan salah satu menu makanan khas Jawa Timur, dan salah satu menu favorit junior saia, sampe si kecil yang masih usia 2 tahunan. Gampangnya, ini adalah semacam semur daging dengan bumbu hitam dari kluwek. Kluwek itu apaan? Ini merupakan salah satu buah khas endemik Indonesia. Selain punya rasa khas, dari kluwek ini menghasilkan warna hitam yang membuat ciri khusus pada rawon.

Pulang dari main air di salah satu wisata di kota Batu, melalui jalur alternatif di Karangploso, ketemu dengan warung bernama unik ini. Warung Rawon Kereng. Kalau dari nama, bahasa Continue reading

Sego Goreng Resek, Ngalam kuliner

Menu nasi goreng, atau dalam bahasa Jawa ‘sego goreng’ , memang sudah jamak banget ditemui. Mulai tukang nasi goreng keliling, bahkan hingga resto ternama dan hotel berbintang, pasti menyediakan menu ini. Kali ini, saia mau ngajakin masbro dan mbaksis nyobain yang namanya Sego Goreng Resek, alias nasi goreng resek. Sebenarnya, ini nasi goreng sudah lama banget ada di Malang, saia sudah tak terhitung, menikmati rasanya yang maknyuss. Sayangnya, baru sempat kepikiran buat artikel ya tadi malam, pas habis beli, hehehehe.

pic : youtube

Resek, jangan dihubungkan dengan ‘resek=reseh’ dalam kamus bahasa anak muda itu. ‘Resek” dalam bahasa Jawa khas Malangan, artinya, maaf nih, kumpulan beberapa barang tak terpakai. Ditumpuk-tumpuk dan bercampur, alias sampah. Nah, idiom nasi goreng resek, gara-gara wujud alias tampilan khasnya hampir mirip dengan tumpukan resek. Berbagai bahan dicampur dan dimasak. Nah…penasaran kan? Continue reading

Mantapnya Pangsit Mie Pak Ri…porsi jumbo sodara-sodara

Pagi masbro..

Kuliner di kota Malang, memang nggak ada habisnya. Mulai makanan ringan, sedengan hingga makanan berat. Malah banyak yang unik, makanan ringan tapi bisa mengenyangkan. Walah…apaan tuh? :mrgreen: Salah satunya, makanan khas Malang, yang berbasis mi. Lebih dikenal dengan Pangsit Mie atau Cwi Mie di Malang. Kebetulan juga, merupakan salah satu makanan favorit saia nih, hehehehe.

Kali ini, saia menyambangi sebuah kedai pangsit mi di kawasan Jl Wilis. Jl Wilis ini, kini terkenal sebagai sentranya pasar buku di kota Malang, sejak digusurnya pasar buku murah area Jl Splendid. Nah, di selatan pasar buku Wilis ini, ada beberapa deretan warung dan kedai. Salah satunya, adalah Pangsit Mie Pak Ri.

Kedai pangsit mie ini, Continue reading

Pangsit Mi Pak Sulin Malang, gobyos

Pagi masbro..

Sudah lama nih gak nulis kuliner yak…mumpung akhir pekan, yuks. Pangsit mi, kalo di Malang, seringkali juga disebut cwi mi, merupakan salah satu makanan favorit saia. Warung pangsit mi yang saia tulis kali ini, sebenarnya warung lawas, jadul. Berdiri sejak sekitar awal tahun 1980an. Nah, lumayan eksis kan?

Saia kenal kali pertama dengan warung ini dan hidangannya, sekitar awal tahun 2005, karena diajak teman kerja kesitu. menempati sebuah bangunan sederhana yang ada di daerah Jl Tanimbar Malang. Dominasi bangunan lawas, meja dan kursi kayu, perpaduan dengan bapak penjualnya yang juga sudah agak sepuh. Pak Sulin namanya. Menyajikan pangsit mi biasa dan istimewa, yang punya perbedaan pada tambahan toppingnya. Ada tambahan rempelo ati goreng khusus untuk pangsit mie spesial. Continue reading

Fla Hotplate, tempat makan yang nyaman, enak, murah

Pagi masbro..

Hot plate, hmm..apaan sih? Beberapa kali makan di tempat yang ada giniannya, tapi nggak ngeh sama definisi atau istilah hot plate ini. Kalau penjelasan beberapa kawan yang paham soal resto dan sejenisnya, hot plate merupakan cara penyajian makanan supaya tetap panas hingga ke meja konsumen. Biasanya, media yang dipakai adalah sejenis plat besi tebal dengan ceruk/lubang di tengahnya sebagai wadah makanan. Yah, mirip-mirip bentuk piring/mangkuk tapi terbuat dari logam. Penyajiannya, si hot plate ini sebelum dipakai untuk menyajikan makanan, perlu dipanaskan dulu, entah di oven atau api selama beberapa menit hingga panas betul. Barulah makanan diletakkan didalamnya.

Nah, pas libur beberapa hari lalu, pulang dari “wisata murmer” di Pasar Burung Splendid, iseng saia sekeluarga belok ke sebuah warung makan. Judulnya Fla Hotplate. Continue reading

Bakso Swalayan Pak Jenggot Singosari

Sore menjelang malam masbro, kuliner lagi yuks..mumpung weekend 😆

Kali ini, bakso. Siapa yang gak kenal makanan satu ini, beragam versi olahan daging ini sukses membanjiri dunia kuliner tanah air. Bisa sebagai makanan utama, bisa juga sebagai jajanan. Nah, bakso yang saia bahas kali ini, sebenarnya sih nggak aneh-aneh versinya. Bakso standar saja.

Macamnya, Continue reading

Mencicipi Soto Banjar di Kedai Soto Banjar, Malang

Pagi masbro, kuliner lagi yuks…

Sebenarnya, asal mula ketemu tempat makan ini nggak sengaja. Pas sedang cari perkakas listrik di sekitar Jl Terusan Ijen, lha kok nemu depot resik di depan eks Pasar Bareng, Klojen Malang. Pas jadwal makan siang nih, mau balik mampir makan dulu. Lumayan lega tempat makan ini, yang saia suka bersih banget. Pengelolanya, warga keturunan, 2 ibu-ibu yang ngakunya sih dari Kalimantan juga. Skip..lihat daftar menu, jelas yang tersedia adalah Soto Banjar. Kebetulan, di Malang saia belum pernah nyicip Soto ini, ndeso ya? Biarin, hehehehe

otos1 Continue reading

Puthu Lanang, jajanan lawas legendaris Malang

Kuliner lagi masbro…kali ini, tipis-tipis saja, gak usah yang berat-berat. Cemilan, tapi hanya dijumpai kala malam menjelang, dan sang surya mulai larut dalam kesendiriannya di peraduan. Halaah… :mrgreen:

Camilan, eh, jajanan kali ini tergolong jajan pasar. Tradisional sekali, dan asli, mengingatkan pada jaman saia masih kecil, yah, era tahun 80an. Widih…tua banget ya saia? 😆 😆 Dulu kala, jajan pasar seperti yang bakal saia ulas, gampang sekali dijumpai. Enak, murah, kenyang dan sehat, hehehe. Nah, soal tempat jualan jajanan ini, sebenarnya sudah tergolong uzur masbro. Puthu Lanang, demikian judulnya. putu-lanang

Jangan membayangkan, Continue reading

Soto angkringan Boyolali, syedepp

Pagi masbro. Kuliner lagi yuk, sudah lama nih gak nulis artikel makanan:lol: Kali ini, makanan bernama soto. Ini merupakan salah satu favorit saia dan keluarga. Gampang ditemukan saat perjalanan dan relatif aman, buat orang dewasa ataupun anak kecil, termasuk junior saia yg kecil, baru berusia 15 bulan.

Warung soto ini baru berdiri sekitar dua-tiga bulan yang lalu. Berada di tepi jalan nan ramai oleh lalu lalang mahasiswa, yaitu di Jl Sumbersari Malang. Dikelola oleh bapak, yang aseli Boyolali-Jateng. Bedanya apa nih, dengan soto yang lain? Yang jelas, sesuai judul, yaitu soto dengan model angkringan, khas Boyolali :mrgreen:

soto1Oke, langsung saja pesan soto daging plus minuman standar, es teh. Continue reading