Kepingin strobo dan TOA murah? Sekarang saatnya

Pagi masbro..

‘Wabah’ penggunaan lampu strobo, lampu rotator dan kawan-kawannya termasuk sirine TOA dan sebangsanya, memang masih marak. Jadi miris juga nih, kenapa masih ada yang banyak pakai meskipun tahu bahwa itu bukan peruntukkannya??

Nah, pihak kepolisian , lama-lama risih juga rupanya. Berkali-kali dihimbau bahkan juga dilakukan razia serta tindakan tilang, ternyata masih banyak pengguna secara ilegal barang aksesoris tersebut. Nggak hanya sepeda motor, mobil alias R4 pun banyak yang memakai. Entah kegunaannya buat apa, biar terlihat gagah saat minta jalan barangkali? Padahal gampang mah kalau minta jalan, minta aja pengawalan dari kepolisian secara resmi, mungkin yang takut kena macet saat konvoi dan touring. Kepingin jalan-jalan tanpa kena macet plus ‘gagah’ itu mah. Capee deeech.

Continue reading

Advertisements

Rambu-rambu unik, bikin tersenyum pagi-pagi

Pagi masbro..

Rambu-rambu, alias papan petunjuk-penanda-peringatan di jalan, sudah jamak kita jumpai. Gimana nggak, lha wong kita tiap hari melewati jalan raya, disitu kan terpasang beraneka ragam rambu jalan. Mulai petunjuk arah, larangan parkir, larangan belok dan sebagainya.

Secara garis besar, rambu lalu lintas dibagi dalam 4 golongan. Yaitu rambu peringatan, rambu petunjuk, rambu perintah dan rambu larangan. Continue reading

SIM TNI, ya hanya berlaku saat mengemudikan kendaraan militer

Pagi masbro..

Pagi habis ngantar anak sekolah, seperti biasa, ngobrol dengan beberapa orang tua siswa. Nah, salah satunya, ada pati (perwira tinggi) TNI nih. Kadang-kadang si bapak emang ngantar sendiri anaknya, sesekali aja kalo pas luang. Kalau nggak, ya sopirnya yang antar. Nah, ternyata ngobrol santai nambah wawasan juga. Berawal soal razia polisi di jalan, saia nanya ke bapaknya. Gitu itu, kalau pas bawa mobil sendiri, pernah dihentikan juga kah? Senyum si bapak, ‘Ya iya mas, sebagai warga yang baik, ya kudu sesuai peraturan lah. Kelengkapan saia ada semua kok, SIM STNK” Lalu beliau menunjukkan SIM komplit A & C . Kalau pas bawa mobil dinas militer, aman mas, gak pernah dihentikan.”

Saia balas jawab , “Iya tuh pak, polisi keder duluan kalo nyetop nopol militer”  Hahahaha..nggak gitu sih Continue reading

Merasakan langsung Kompetisi Safety Riding bersama MPM

Di artikel lalu, sudah saia ceritakan tentang gelaran perdana di tanah air, kompetisi safety riding untuk blogger. Ya baru di Jawa Timur ini, ada even macam ini. Belum pernah ada sebelumnya, kecuali khusus instruktur safety riding. Yah, semoga menginspirasi yang lain untuk bisa mengakomodir. Eh, malah curcol. Kali ini, saia akan berbagi detail tentang impresi, haiyah…rasanya praktek langsung dan lanjut berlomba dengan kawan-kawan blogger Jatim.

Ada 3 kategori yang dinilai, yaitu Braking, Slalom serta Plank Riding. Dalam masing-masing kategori, banyak Continue reading

Kompetisi Safety Riding Pertama spesial blogger dihelat di Jatim

Pagi masbro..

Safety Riding, alias cara berkendara dengan aman, sudah menjadi hal yang biasa kita dengar saat ngobrol maupun browsing dan jalan-jalan di dunia maya. Meski memang sebagian sudah kita terapkan saat berkendara sehari-hari. Contoh gampangnya, tiap hari riding dengan motor saat beraktifitas, sudah pakai helm SNI kan? Pasti jawabannya iyes..apalagi helm SNI sekarang sudah macam-macam model, corak dan desainnya. Nggak melulu hitam dan bentuknya biasa banget. Nah, PT MPM selaku distributor utama Honda di Jawa Timur dan NTT, Sabtu lalu, 23 September 2017 menggelar sebuah kompetisi safety riding. Jaringan MPM ini memang berkomitmen dan getol untuk mengkampanyekan berkendara aman di jalan, termasuk idiom dan tagline #cariaman bareng Honda.

Bertempat di MPM Learning Center, disingkat MPM-LC Sidoarjo, sebagai tahap awal gelaran kompetisi safety riding ini, terkumpul 12 blogger dari Jawa Timur, termasuk saia 😆 Kok blogger aja sih? Continue reading

Hoax, tilang berdasar rekaman CCTV pada bus Transjakarta

Pagi masbro..

Kemajuan teknologi, memang tak terhindarkan. Sudah tahu kan yang namanya kamera CCTV, alias kamera pemantau yang berbasis close circuit television? Kamera pemantau kondisi sekitar yang bisa merekam kejadian apapun selama masih dalam jangkauan lensanya.  Akhir pekan lalu, sempat heboh di medsos dan dunia maya, tentang penampakan kamera alias CCTV pada bagian belakang bus TransJakarta. Kamera ini, disebut-sebut oleh pengguna medsos, merupakan salah satu alat bukti tilang yang dipakai Polri untuk menindak kendaraan pribadi yang menerobos jalur khusus busway itu.

Di sebuah medsos, bahkan si akun menceritakan kalau rekannya, ‘dikenakan’ denda tilang gara-gara ketahuan menerobos jalur busway. Memang sih, menerobos jalur busway itu merupakan sebuah pelanggaran lalu lintas, dan sudah pada tempatnya kalau dikenakan tindakan tilang oleh pihak kepolisian. Nah, dalam skrinsyut berikut, diberikan keterangan kalau bukti pelanggaran menerobos jalur khusus busway tersebut adalah rekaman CCTV.

Diceritakan, kalau kamera CCTV yang merekam ‘aksi’ pelanggaran tersebut terpasang pada bagian belakang bus Transjakarta, selaku pengguna sah jalur busway. Nah, benarkah kabar ini?

Secara tegas, Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, menyebut pihaknya belum menerapkan penegakan hukum berlalu lintas dengan sarana rekaman kamera CCTV, terkait dengan berita adanya kamera CCTV pada bus Transjakarta. “Pemberlakuan sarana (kamera) CCTV untuk sarana penegakan hukum di wilayah hukum Polda Metro Jaya belum dilaksanakan sampai saat ini,” kata Budiyanto.  Nah lho…

Memang, bisa dan dimungkinkan prosedur tilang seperti itu, karena alat bukti rekaman video sudah lebih dari cukup sebagai bukti. Apalagi, di Surabaya, pihak berwenang juga telah melakukan ujicoba semacam itu meski sementara ini masih berupa surat himbauan dan teguran saja kepada pengguna jalan yang tertangkap basah dengan kamera CCTV melakukan pelanggaran. Tapi yang jelas, masih butuh proses, sistem yang mumpuni beserta peralatan pendukung dong, jadi ya memang masih membutuhkan waktu.

Sementara itu, pihak dari Transjakarta sendiri juga membantah tentang fungsi kamera CCTV di bagian belakang bus mereka. Staf Humas PT Transjakarta, Wibowo menjelaskan memang benar pihaknya memasang unit kamera CCTV di bagian belakang bus mereka.Tetapi, fungsinya sampai saat ini bukan untuk merekam aktivitas pelanggar yang menerobos jalur bus tersebut. “(Kamera) CCTV memang ada, namun sampai saat ini hanya untuk merekam kejadian, belum sampai pada tahap seperti informasi yang beredar itu,” kata Wibowo. Kejadian yang dimaksud adalah kejadian yang berkaitan dengan operasional layanan bus Transjakarta, Misal nih, sebagai contoh, ada kejadian kecelakaan si busway Transjakarta ditabrak dari belakang. Nah, bakalan terekam kan itu kejadiannya, jadi bisa diusut dengan alat bukti yang kuat. CCTV tersebut tersambung langsung dengan pusat operasional alias dengan kantor perusahaan Transjakarta.

Nah, sudah jelas kan? Pencerahan dan klarifikasi dari 2 pihak nih, kepolisian dan oeprator Transjakarta selaku pemilik kendaraan. Jadi, bila beredar berita macam ini, sudah bisa dipastikan kalau itu adalah berita yang tidak benar alias HOAX. Yuk, kita perangi bersama .. Semoga berguna dan tetap berkendara dengan aman ya masbro serta mbaksis

HOAX red Rubber Stamp over a white background.

 

Sepele, tapi bisa berefek celaka

Siang masbro..

Artikel yang rada kesiangan, karena ‘terinspirasi’ alias mengambil hikmah kejadian tadi pagi. Seperti biasa, rutin, sambil berangkat  kerja, saia antar anak yang sulung berangkat ke sekolah yang kebetulan di area Lawang, Malang. Setelahnya, baru deh balik arah ke kota Malang. Usai si thole masuk, dan saia sempat ngobrol-ngobrol dengan beberapa orang tua murid seprofesi ANJAS (ANtar Jemput Anak Sekolah) :mrgreen: saia pamitan lanjut ke tempat kerja. Lokasi sekolah memang rada masuk, nggak di tepi jalan raya utama Malang – Surabaya. Melaju beriringan si bleki dengan Supra X 100 seorang bapak di sebelah kanan saia, dari arah barat mendekati persimpangan / pertigaan dengan jalan raya, otomatis mengurangi kecepatan, siap-siap berhenti menunggu lalin sepi, mau menyeberang jalan.

Lha kok ujug-ujug, mak bedunduk, tiba-tiba sebuah Jupiter Z dengan keranjang dagangan di samping kanan-kiri belakangnya, dari arah selatan, jalannya menyerong ke kiri, ke arah saia dan bapak Supra X. Reflek saia mengerem keras sambil menekan klakson, memberi tanda pada pengendara Jupiter yang sempat saia lihat sekilas, justru sedang menoleh ke kanan, nggak fokus ke depan.

Walhasil, begitu pengendara Jupiter itu sadar, tumbukan ringan sudah terjadi. Ban depan bleki mengenai sokbreker depan Jupiter dari sisi kiri, dan nahasnya, keranjang muatan juga terhantam Supra di samping kanan saia. Syukurlah, karena kondisi jalan pelan, dekat persimpangan, efek fatal tidak terjadi. Nggak ada yang jatuh maupun luka. Jupiter terguling miring ke kanan, tertahan keranjang muatan sebelah kanan. Si bapak Supra misuh-misuh gak karuan ke pengendara Jupiter, kaget jelas. Saia pun demikian. Sambil meminggirkan bleki, saia ajak si bapak Supra minggir pula. Lalu kami membantu meminggirkan Jupiter berkeranjang itu juga.

gambar ilustrasi

Masih dengan emosi, bapak Supra masih ngomel-ngomel. Lalu saia tanya si pengendara Jupiter, ngapain jalan meleng, motor belok kiri kok sampeyan malah nengok ke kanan? Sambil masih rada bingung, pemuda itu menjawab, kalau mau putar balik di pertigaan itu. Makanya nengok kanan , melihat kondisi belakang. Kebetulan, di simpang tiga itu, memang ada rambu tidak boleh putar balik, makanya dia mensiasati dengan belok kiri dulu, baru menyeberang.

Yah pelajaran juga buat saia dan semua, bahwa memastikan kondisi belakang memang penting. Lirik spion juga wajib. Tapi, jangan sampai lengah, justru keadaan depan dan samping malah lalai tak terpantau, bisa jadi sumber malapetaka. Disyukuri, kami semua selamat, motor pun gak ada yang lecet. Mungkin bisa jadi kondisi berbeda jika semua melaju kencang dan nggak hati-hati.

Last, hati-hati dan awas dengan keadaan sekitar saat berkendara memang sangat diperlukan. Masa lalu (baca : kondisi belakang) memang perlu dilihat, tapi cukup sekilas saja. Ayo move on :mrgreen: Tetap berkendara dengan aman dan hati-hati ya masbro..

Video rekaman CCTV, petugas ingatkan pengendara melanggar yang terpantau lewat CCTV

Sore masbro..

Teknologi terus berkembang, dan tujuannya adalah mempermudah dan membuat nyaman. Termasuk juga meningkatkan keselamatan saat berkendara di jalan raya. Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Surabaya telah merilis sistem anyar berbasis teknologi pada CCTV. Sistem ini, membuat lebih ringkas penyampaian tilang (bukti pelanggaran) pada pengguna jalan yang melanggar.

pic : motorrio

pic : motorrio

Pengendara yang terpantau melanggar saat di lampu merah/TL, akan terekam nomor polisi kendaraannya oleh CCTV yang terpasang di area tersebut. Canggih ya, otomatis akan menzoom pada nopol, sehingga akan terbaca oleh sistem. Selanjutnya, surat tilang, akan dikirim langsung pada alamat yang sesuai dengan nopol tersebut.

Sebagai ujicoba, hanya diberikan semacam peringatan sebagai pengganti tilang. Mungkin sambil menunggu kesiapan semau pendukung ujicoba, sehingga pengendara hanya diingatkan. Baru saja saia mendapat kiriman video dari kawan-kawan , tentang rekaman CCTV di daerah Bandung kalau nggak salah. dalam rekaman tersebut, sistem yang serupa di Surabaya, juga diaplikasi. Hanya saja, ada perbedaan. Dalam rekaman ini, petugas yang memantau langsung monitor pada CCTV, langsung menegur pengendara yang melanggar. Simak deh video berikut

Sistemnya, mikrofon pada ruang pengendali, terhubung dengan kamera CCTV berikut speaker di lokasi kejadian. Jadi, petugas bisa berinteraksi langsung dengan pengendara meskipun hanya 1 arah, tidak bisa sebaliknya. Wah, asyik nih…

Sangat bisa jadi, ‘penindakan’ macam ini berpengaruh pada psikologis pengendara. Hayoo, apa nggak malu saat berhenti di traffic light, dari corong pengeras suara , sampeyan dingatkan di hadapan banyak orang? “Hei…pengendara motor matik warna putih, nopol XXXX , memakai helm itu, yang dibonceng gak pake helm!! Diturunkan saja, biar naik angkot” Hehehehehe…Yakin, sumpah, selain kaget, malu dan tengsin lah, diingatkan pake pengeras suara di jalanan. Hihihihih…sumpah, saia sendiri juga sempat ketawa  melihat ekspresi bingung si cewek yang naik skutik dan boncengernya gak pake helm itu.

Semoga saja nih, aplikasi macam ini berkembang dan diterapkan di semua daerah di Indonesia. Bisa menurunkan angka pelanggaran lalu lintas, sekaligus menekan angka kecelakaan juga. Kalau tahap awal, cukup peringatan saja. Kalau masih bandel, baru deh tilang dikirimkan. Masih bandel juga? Hajar aja deh, hehehehee..

Semoga berguna

Touring wisata Suzuki GSX, eksplorasi wisata Sulawesi

Pagi masbro..

Yang namanya kegiatan naik motor, sambil menikmati pemandangan alam yang dilintasi, apalagi dengan tujuan tempat wisata, pasti nyusss banget. Biasa disebut touring , meski kadang-kadang, kalo saia pribadi sih, tujuan nggak begitu penting, hehehe. Not the destination, but the journey kalo bahasa sononya :mrgreen:  Pabrikan berlogo ‘S’ , Suzuki, melalui Main Dealer Suzuki Motor Wilayah Sulawesi, PT Sinar Galesong Mandiri (PT.SGM) ,pada 18 – 20 Agustus 2017 lalu, menggelar kegiatan touring wisata, masih dalam rangka peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72.

Bertajuk ‘Touring Wisata Suzuki GSX-150’ , acara ini diramaikan oleh ratusan bikers Suzuki dengan tunggangan GSX masing-masing. Pemilik GSX, entah itu komunitas maupun perorangan, hingga awak media, turut meramaikan kegiatan ini. Dibagi dalam 2 etape terpisah, touring wisata ini berusaha untuk lebih mengeksplorasi daerah tujuan wisata di Sulawesi. Etape 1, mengambil rute start dari kota Makassar menuju Pantai Marina yang terletak di kabupaten Bantaeng.  Selanjutnya, keesokan harinya, dilanjutkan dengan etape 2 yaitu start dari Kab Bantaeng menuju Pantai Bira Bulukumba. Mantap..

Nggak hanya melulu wisata, dalam kegiatan ini, juga terselip misi sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Yaitu, antara lain, dengan bantuan bibit tanaman kepada pengelola wisata. Asyiknya, PT Suzuki Indomobil Sales juga mendukung penuh acara ini. Bahkan, beberapa petinggi SIS juga tutur hadir dalam acara ini. Yup, ajang ini sekaligus sebagai pembuktian, bahwa motor Suzuki GSX series, merupakan motor sport tangguh, yang mampu diajak kemanapun dengan berbagai kondisi, sekaligus merupakan upaya Suzuki untuk lebih dekat kepada masyarakat. Buktinya, varian DOHC 150cc Suzuki ini, cukup sukses menarik minat masyarakat, di tengah gempuran berbagi merk di kelas 150cc. Sukses Suzuki

Apa sih SWDKLLJ pada slip Pajak Kendaraan Bermotor?

Pagi masbro..

Sudah menjadi kewajiban, pemilik kendaraan bermotor di berbagai negara, termasuk di Indonesia untuk membayar pajak kendaraannya masing-masing setiap tahun. Pajak kendaraan bermotor, atau PKB, merupakan pajak yang harus dibayarkan pemilik kendaraan bermotor kepada negara atas kepemilikannya. Nah, saat pembayaran PKB tahunan, kan pasti tuh, kita dikasih eh, diberikan bukti pembayaran berupa slip yang dicetak? Yang kayak gini nih..

Urutan keterangan di sisi kanan nominal pembayaran ada beberapa macam. Ada BBNKB, yaitu Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, biasanya tertera saat pertama kali bayar pajak untuk kendaraan bermotor baru. Kemudian ada PKB, yaitu Pajak Kendaraan Bermotor yang berisi nominal pajak yang telah dibayarkan. Baris di bawahnya, ada singkatan SWDKLLJ. Nah lho, apaan tuh??

Continue reading