Adaptor footstep Honda CB150R

Selamat pagi masbro, semangat pagi.

Kali ini, saia mau bahas salah satu part modifikasi yang bisa dipasang di motor sport alias motor laki. Peninggi footstep. Walah, apaan lagi ini. Aksesori ini, merupakan adaptor, alias disambungkan dengan footstep standar. Sebagai contoh, pada Honda CB150R, biasa disebut OCB. Part berbentuk lempengan logan ini, sangat mudah pemasangannya. Cukup melepas footstep standar terlebih dahulu. Kemudian pasang adaptor pada dudukan footstep di sasis/rangka motor.  Setelah itu, baru pasang kembali footstep standar, ke plat adaptor tadi.

foot5 Fungsinya apa sih? Sebenarnya, hampir sama dengan footstep model racing, alias underbone. Yaitu, merubah posisi kaki sehingga lebih mundur dan lebih tinggi daripada posisi footstep standar. Berasa lebih racy gitu posisi ridingnya. Cocoknya sih, diimbangi dengan pemakaian setang racing model jepit/clip-on, sehingga posisi riding lebih menunduk sementara posisi kaki lebih mundur dan tinggi. Hasilnya, seperti ini di motor NCB150R

foot3Posisi kaki mundur dan lebih tinggi, merupakan antisipasi agar saat menikung super miring/rebah, tidak kepentok aspal :mrgreen:. Yang kena aspal duluan adalah bagian lutut yang sudah diproteksi knee protector. Nah, paham kan? Hehehehehe…

foot2Berapaan sih, adaptor ini. Kalau di lapak-lapak online, dijual berkisar IDR 200.000an. Yah, sedikit lebih murah daripada footstep model underbone sih. Soal pilihan, kembali ke pengguna juga. Selera beda-beda. Oke, semoga berguna…

foot4gambar : hosticus

Pasang ban tubeless di velg CW non tubeless

Beberapa hari yang lalu, disambati adik saia. Ngeluh kalo Honda Blade-nya, sering banget kempes, jadi gak enak buat wira-wiri kerja. Emang sih, standart abis. Gak ada cerita modifikasi apapun 😆 Ukuran ban bawaan depan 70/90-17 sedangkan ban belakang 80/90-17. Belum pernah diapa-apain sejak beli 2011 lalu. Nah, akhirnya tuh Blade ditinggal di rumah, dia kerja pakai Vario nyonyah. Rencana, mau saia ganti sekalian ban depan-belakang si Blade ini, mau diperbesar ukurannya. Memang sih, untuk ukuran aman memperbesar ukuran ban, maksimal adalah 2 step/tingkat diatas sebelumnya. Nah, ini pingin saia maksimalkan aja, hehehe

bladeTiba-tiba Continue reading

Kedatangan tamu dari Jogja

Seminggu yang lalu, saia kedatangan tamu dari Jogja. Bro Vincent dan Richard. Dikawal bro Andik dari Blitar, yang memportal dua biker Jogja itu di daerah Batu. Awalnya, sehari sebelumnya, Vincent mengabarkan kalau dia dan seorang rekannya dalam perjalanan menuju Malang. Karena faktor sinyal, akhirnya sempat miskomunikasi. Eh, tahu-tahu, pas lagi rapat (ciee, kayak orang penting aja 😆 ) dikabari teman kantor, kalo ditunggu “geng motor” di kantor. :mrgreen: Ternyata, ini to yang dimaksud geng tadi sama teman saia 😆

turingMaklum, dengan safety gear lengkap masih terpasang, masuk tempat kerja saia, emang rada gak lazim, hehehehehe… :mrgreen:

Skip–skip–skip, langsung terlibat obrolan seru, maklum, nyambung banget soal motor, hehehehe. Berhubung sudah masuk jam makan siang, saia culik ketiganya ke tempat makan, sambil istirahat, sambil ngobrol. Vincent, salah satu member Hosticus (Honda Streetfire on Kaskus), geber Honda CB150R, lengkap peralatan lenong, eeh, top box dan sidebag. Sementara Richard, mengendarai Pulsar 135 LS. Ngobrol panjang lebar, mereka menempuh Jogja – Malang kisaran 8 jam perjalanan. Maklum, bukan speedholic, plus agenda turing mereka memang santai dan bertema liburan.

touring2Puas berkeliling kota Batu, mampir ke Malang, ketemuan saia, mereka berencana langsung cabut alias balik ke Jogja. Akhirnya, persis jam 2 siang, 2 rider ini pamitan pulang, melalui jalur Selatan–Batu – Kediri yang juga menjadi jalur berangkat. Pengen lewat yang dingin dan gak macet katanya 😆

touring3Dan akhirnya, malam hari sekitar jam 9 an, mengabarkan, kalo keduanya sudah sampai Jogja, lancar tanpa kendala. Oke, terima kasih kunjungannya..semoga lain waktu, saia diberi kelonggaran waktu untuk berkunjung balik :mrgreen:

 

 

Harga rantai orisinal Honda CB150R

Ada beberapa pertanyaan dari pengunjung blog ecek-ecek yang kesasar mampir ke sini :mrgreen: Yang ditanya, soal rantai dan gir, alias gearset ori Honda CB150R. Berhubung saia pake non ori, yaitu SSS, makanya belum sempat saia jawab. Nah, berikut jawabannya. Gearset Honda CB150R, dijual tidak dalam paket CMIIW, tapi terpisah. Rantai sendiri, demikian juga gir depan dan gir belakang.

Dari katalog resmi AHM untuk CB150R streetfire, diperoleh gambar berikut

harga gir belakang

Diatas adalah harga resmi untuk gir belakang CB150R, yaitu IDR 144.000. Gir atau sproket belakang berukuran 45 mata.

harga gir depan ori cibiYang ini, adalah harga gir/sproket depan CB150R, berukuran 15, dengan banderol IDR 40.000

harga rantai ori cibi

Nah, kalo yang diatas ini, adalah harga rantainya. Yaitu IDR 277.000. Bila ditotal semuanya, mulai gir depan-belakang berikut rantai, total belanja adalah IDR 461.000. Lumayan? Lumayan murah ato malah lumayan mahal? Relatif sih kalo saia bilang. Dengan usia pemakaian, di ciput punya saia pribadi lho ya, bukan yang lain, masih wajarlah. Usia pemakaian,kisaran 2 tahunan, dengan catatan, ada penggantian rantai punya Satria saat pemakaian sekitar 1 tahun. Sebagai informasi saja, sudah jamak ditemui kalo girset si cibi, sering banget kenceng-kendor, cepat molor/kendur dan berisik. Kurang tahu juga penyebabnya, meski sudah dirawat berkala. Makanya, saia mencoba paket rantai aftermarket alias non orisinal sebagai alternatif. Mau dicoba, seberapa tahan dibanding ori, karena yang saia pakai adalah versi Heavy Duty.

Demikian informasi singkat, semoga berguna untuk yang mencari info soal gearset orisinal Honda CB150R.

 

 

 

 

Honda Old CB150R supermoto jangkung

Pagi masbro, apa kabar??

Dunia modifikasi, memang tiada habisnya. Kreatifitas tiap orang, berbeda-beda. Kembali bahas modifikasi Honda CB150R gen awal, yah, kita panggil OCB aja ya?? Bro satu ini, panggil aja Herdi. Berdomisili di Jakarta. Awalnya, pingin tunggangan yang jangkung, supaya lebih enak nerjang lubang dan banjir di Jakarta katanya. Berbekal Honda OCB lansiran 2013, langsung berkutat di roda.

jagur1

Continue reading

Pemilik Honda (Old) CB150R tidak perlu kuciwa..ada variasi khusus lho

Sebelum AHM meluncurkan All New CB150R, untuk gen awal CB150R, kita sebut saja OCB, memang sudah ada aksesoris resmi pabrikan. Ada tankpad dan cover engine/undercowl. Nah, di NCB, pabrikan juga mengeluarkan aksesoris resmi, seperti tankpad, cover radiator, cover crankcase, fender eliminator dan lain-lain.

gambar : motohits

gambar : iwb.com

Tentunya, aksesoris lain yang bukan resmi pabrikan juga mulai ada, meski tidak banyak, karena NCB juga termasuk motor baru. Nah, untuk pemilik OCB, meski produk “rada” lawas, salah satu keunggulannya, aksesoris, meski bukan resmi pabrikan alias aftermarket, banyak banget. Mulai cover engine berbagai model, sepatbor, undertail, hingga kondom tangki.

Nah, sekarang, ada produk minimalis, yang PNP ke OCB, dan juga terjangkau. Apaan tuh? Continue reading

Review gear set SSS heavy duty di Honda CB150R

Maret 2015 lalu, saia pasang gearset baru untuk ciput, CB150R saia. Sejak itu, tiap kali mau bikin review, kok ya ada aja halangan. Kalau nggak lupa, malah males 😆

Berlalu 8 bulan pemakaian, gimana coba reviewnya? Hemm, menurut saia pribadi, ini gearset memang secara kualitas diatas ori-nya CMIIW. Semenjak pasang, terhitung baru 2-3 kali, kalo nggak salah ingat, setel rantai. Lah kalo gearset bawaan, seminggu sekali gak disetel, udah kendur gak karuan. Saat itu, usia pakai gearset ori, baru setahunan mungkin. Dengan pemakaian dalam kota, sesekali luar kota. Jadi, stop and go lebih banyak dialami. Sebelumnya, sempat pake rantai Suzuki Satria FU, eh, kendor-kenceng juga.

rante

OOT, balik ke topik. Acara setel ketegangan rantai, Continue reading

CB150R oblak di komstir?? Akhirnya, kena juga…

Masuk umur 2 tahun lebih dikit dan 30 ribu lebih di odometer, gejala komstir aus mulai terasa di kemudi cb150 saia ini. Setiap kena jalan gak rata, bahkan di jalan halus pun, kala direm dan sokbreker depan main, terasa sedikit oblak/kocak dan ada bunyi cetak-cetok. Handling sih rada terganggu, yang jelas gak nyaman aja pas sok depan main meredam guncangan.

komstir-oblak-the-survey-okpict : alonrider 😉
Kalo disetel kenceng, ilang Continue reading

Modif CB150R Spoke Wheel alias ruji alias jari-jari

Sekitar akhir tahun 2013, si ciput saia rubah sedikit kaki-kakinya, roda saia “downgrade” ke spoke, alias jari-jari. Lah, kenapa??
Niat awal, pingin tampilan supermoto, jadi pake velg jari-jari, ban agak gedean, plus sepatbor depan supermoto. Seiring berjalan waktu dan duit :mrgreen: , itu sepatbor depan gak kebeli-beli…padahal velg udah, ban juga udah. Karena saia pengen-nya make punya dtracker150, sementara barangnya langka, alias kudu inden di kawasaki.
Sementara sepatbor depan belom kebeli, eh, musim berganti…datanglah musim hujan. semakin galau deh,maklum kalo nantinya jadi pake sepatbor tinggi itu, kebayang muncratan air dari roda depan, hahahahaha..wong sepatbor standar cb150r aja kalo gak dipakein kepet, muncratnya kemana-mana..
xrlf
Balik ke topik…untuk modifikasi roda menjadi jari-jari alias SW, hampir semua saia kerjakan sendiri, mulai belanja sampe pemasangan…kecuali pas mbubut en ngebor, nah, itu yang gak bisa dan gak punya alatnya..
Detilnya, saia mulai dari tromol depan ya. Continue reading