Braket ekstra di buritan motor

Sore masbro..

Pagi-pagi riding berangkat kerja, seperti biasa, lumayan padat lalu lintas kota Malang hari ini. Di sela antrian lampu merah di pertigaan Jl Ciliwung, mata yang pecicilan ini, nemu pemandangan unik. Seperti biasa, nggak jauh jauh dari motor pokoknya :mrgreen:

Motor Honda Verza keluaran sekitar tahun 2014 berwarna putih ini, sekilas tak ada modifikasi yang berarti. Striping, stiker dan lain sebagainya, standar saja, masih bawaan pabrik. Yang nunggang, juga biasa saja. Simak deh penampakannya berikut.

extra-braket2Braket dari besi ulir itu, dibuat di bagian belakang motor. Mulai dari belakang stoplamp sampai belakang sepatbor. Dibuat membentuk semacam kotak bujursangkar/persegi, dengan sisi alas lebih rapat jerujinya. Sementara, bagian atas, diikatkan pada dudukan behel belakang, yang telah digusur. Bagian bawah, sebagai penguat disambungkan ke bagian footstep belakang.Masih ada besi penguat tambahan, yang dilas diagonal dari ujung atas si braket ke footstep.

extra-braket1Yang jadi tanda tanya, itu braket besi, dibuat mengangkut apa ya? Barang, belanjaan atau apa? Sedikit rada unik, sebab, motor yang biasanya pakai braket untuk barang, selain dibelakang, yaitu mengganti posisi behel, paling juga ada di sisi kanan-kiri belakang, layaknya sidebox/sidebag. Kadang, dipakai tukang antar galon air mineral. Lha ini, rada gak lazim posisinya, hehehe.

 

Ciput di 50.000 km lebih (1) , pemakaian oli mesin

Tak terasa, Honda CB150R Streetfire saia, alias Old CB, sudah melewati 50 ribu lebih odometernya.limapuluhribuKalau usia sih, baru kisaran 3,5 tahunan, karena ini merupakan OCB gen 1, yaitu keluaran Desember 2012, hanya surat-surat, karena bertepatan akhir tahun yang mepet, akhirnya selesai per Januari 2013.

ciputgresBanyak yang ingin saia catat sebenarnya. Mulai pemakaian BBM, performa hingga pelumas. Sekedar informasi, motor saia ini masih standart aja kok, gak ada modifikasi berat. Cuma sekedar ganti filter udara Ferrox, gearset SSS, ganti kampas kopling Kawahara dan ganti roda pakai velg ruji/jari-jari plus ban lebih besar.

Pelumas dulu aja ya.. Awalnya, Continue reading

Motor misterius

Singkat saja nih masbro. Saia ketemu sama motor ini di tepi jalan, depan tempat kerja. Modelnya sih naked, dengan sasis tubular dikelir gold, sewarna dengan velg. Mesin? Gede nih, kayaknya kubikasi diatas 250 cc, multi silinder kalau sekilas saia lihat. Mau disamperin, eeh, keburu ditunggangi sama empunya. Kaki tapak lebar, monoshock, aplikasi setang fatbar mirip punya Yamaha Byson serta spidometer yang sekilas mirip punya Yamaha New Vixion. Hmm…

misteroYang bikin tambah unik, karena pemilik menempelkan stiker “mocin” di tangki. Hehehehe…nyleneh kan? Kalau bukan moge rada lama, bisa jadi beneran mocin 😆 Ada yang tahu, motor apaan ini? :mrgreen:

Modifikasi Kawasaki Z250 kaki bengkak

Modifikasi lagi yukk…..kali ini, yang menjadi ‘korban’ adalah versi naked dari Kawasaki Ninja 250. Apalagi kalau bukan Kawasaki Z250.

Kawasaki_Z250_L_1Si naked bermata bengis ini, sejatinya, versi standar sudah ganteng kok. Namun, masih kurang memuaskan empunya. Akhirnya, dikontaklah salah satu gerai modifikasi di bilangan Bekasi yang bertitel Arkha Motor. Belum kenal? Coba tengok artikel saia terdahulu disini.

Nah, ini bengkel modifikasi, tergolong spesialis kaki-kaki Continue reading

Hasil akhir Final Honda Modif Contest 2016

Masbro dan mbaksis, pasti gak asing dengan istilah kontes modifikasi. Yaitu, acara yang digelar untuk ajang duel, sejauh mana hasil modifikasi sepeda motor mampu memikat juri dan pengunjung. Nah, ada salah satu ajang kontes modifikasi, yang biasa disapa HMC, yaitu Honda Modif Contest. Tahun 2016 ini, HMC digelar selama beberapa seri, berkeliling di 15 kota di Indonesia, untuk mencari pemenang regional. Yaitu antara lain di Bandung, Solo, Makassar, Banjarmasin, Pekanbaru, Denpasar dan Surabaya serta  beberapa kota lainnya.

hmc2016Ajang final sendiri, digelar di Jakarta, 18 September 2016 lalu. Bertempat di salah satu mall, yaitu La Piazza, daerah Kelapa Gading kalau gak salah ingat. Pernah kerja disitu soalnya, hehehehe. Jakarta menjadi kota ke-15 dan  kota terakhir penyelenggaraan HMC tahun ini. Modifikasi yang hadir disini merupakan motor terbaik di setiap 14 kota, alias kota yang disambangi HMC regional, seperti Pekanbaru, Lampung, Balik Papan, Banjarmasin, Manado, Makasar Denpasar, Mataram, Bandung, Cirebon, Solo, Tangsel, Surabaya, dan Malang.

Totalnya, ada 14 kelas yang dilombakan. Antara lain Matic Stock/Bolt On, Scoopy Stock/Bolt On, Matic Advance, Continue reading

Adaptor footstep Honda CB150R

Selamat pagi masbro, semangat pagi.

Kali ini, saia mau bahas salah satu part modifikasi yang bisa dipasang di motor sport alias motor laki. Peninggi footstep. Walah, apaan lagi ini. Aksesori ini, merupakan adaptor, alias disambungkan dengan footstep standar. Sebagai contoh, pada Honda CB150R, biasa disebut OCB. Part berbentuk lempengan logan ini, sangat mudah pemasangannya. Cukup melepas footstep standar terlebih dahulu. Kemudian pasang adaptor pada dudukan footstep di sasis/rangka motor.  Setelah itu, baru pasang kembali footstep standar, ke plat adaptor tadi.

foot5 Fungsinya apa sih? Sebenarnya, hampir sama dengan footstep model racing, alias underbone. Yaitu, merubah posisi kaki sehingga lebih mundur dan lebih tinggi daripada posisi footstep standar. Berasa lebih racy gitu posisi ridingnya. Cocoknya sih, diimbangi dengan pemakaian setang racing model jepit/clip-on, sehingga posisi riding lebih menunduk sementara posisi kaki lebih mundur dan tinggi. Hasilnya, seperti ini di motor NCB150R

foot3Posisi kaki mundur dan lebih tinggi, merupakan antisipasi agar saat menikung super miring/rebah, tidak kepentok aspal :mrgreen:. Yang kena aspal duluan adalah bagian lutut yang sudah diproteksi knee protector. Nah, paham kan? Hehehehehe…

foot2Berapaan sih, adaptor ini. Kalau di lapak-lapak online, dijual berkisar IDR 200.000an. Yah, sedikit lebih murah daripada footstep model underbone sih. Soal pilihan, kembali ke pengguna juga. Selera beda-beda. Oke, semoga berguna…

foot4gambar : hosticus

Lebih dekat Ambulance R3 Happy

Bingung ya sama judulnya? Nggak usah bingung masbro. R3 itu,maksudnya bukan R3 mobil, tapi motor roda 3. Yups, kali ini, bahas motor niaga produksi Happy Motor, Malang. Di artikel lalu, sudah sempat saia singgung tentang varian motor niaga ini. Pabrikan Happy, memang menyiapkan beberapa model motor niaga. Versi standar pabrik, hanya dibekali dengan bak terbuka. Untuk basis motornya, ada 2 macam. Sepeda motor dengan mesin tegak alias sport, berkubikasi 200 cc. Mesin motor sport ini dengan bentuk layaknya motor laki, yaitu sokbreker depan panjang, serta tangki didepan. Sementara jenis lain, bermesin persis bebek. Tanpa kopling manual, dengan 4 percepatan.Desain bodi, sekilas mirip motor matik, karena tidak ada tangki di depan. Mesin berkapasitas 125 cc, dengan karburator.

happybak

Kembali ke topik, membahas ambulance. Motor roda 3 ini, mengambil basis Continue reading

Modifikasi si macan berkaki kekar, Tiger 2000

Lama kayaknya nih ya masbro, gak nulis artikel modifikasi. Yuk, panasin mesin. Kali ini, modifikasi motor touring keluaran AHM, yang melegenda banget, tapi bukan Legenda C100. Honda Tiger 2000. Memang sih, setelah versi revo, ini motor penjelajah sudah discontinue alias tidak lagi diproduksi AHM. Nggak tahu, lama amat menelurkan generasi penerus Tiger. Padahal, gosip dan bocoran sudah lama santer, yang mau naik cc mesin-lah, yang gangti model-lah, yang ini-itu, tapi sama sekali tak ada realisasi 😉

tigerrevoLah, malah ngegosip. Balik maning. Tiger Revo keluaran 2007. Hmm, tampilan awal, sebenarnya sudah lumayan. Bodi kekar dan desain meruncing, mesin 200 cc yang bandel, lumayan berubah tampilan dari gen Tiger sebelumnya, yang masih rada-rada biasa aja. Karena Continue reading

Modifikasi Honda GL 100 hingga 3 versi

Artikel modifikasi kali ini, merupakan modifikasi oleh sedulur saia sendiri. Kenal akrab sejak SMP hingga kuliah di salah satu PTS di Malang. Kegemaran beliau akan otomotif, terutama sepeda motor, sudah berlakon sejak masih SMA, yaah, kisaran tahun 1990-an. Waktu itu, yang sudah membawa sepeda motor sendiri ke sekolah, waduh, jan TOP tenan pokoke. Saia sendiri, cuma bisa kepengen, hehehehe. Apa daya, lha belum punya. Jangankan motor, SIM aja juga nggak punya. Eeh, malah curcol, maaf ya masbro.

Kembali ke topik. Motor bro Rony ini, awalnya Honda CB 100. Modifikasi standar, karena aliran jaman dulu nggak ada yang aneh-aneh. Sekedar sedikit bikin ceper, cat bodi dan gosok area logam dengan batu hijau supaya kinclong. Trend banget waktu itu, hehehehe… Seiring waktu, terus berganti. Kini, tahun berganti, demikian tunggangan. Sudah beroda 4, maklum, karena sudah berkeluarga dan dikaruniai sepasang putra-putri.

Obyek modifikasi, kini beralih ke Honda GL 100, lansiran tahun 1991. Berplat area Kalimantan, KT, yang menurut cerita owner, merupakan hibah dari kakak iparnya semasa kuliah di Malang. Maklum, motor lawas. Mau dijual di Malang, malah bikin pedih karena harga jual hancur dengan plat nopol luar pulau. Mau dikirim balik ke Borneo, busyet, mahal di ongkos kirim masbro, hehehehe…akhirnya, dimodifikasi aja.

seperti ini kira-kira tampang asli Honda GL100 keluaran 1991

seperti ini kira-kira tampang asli Honda GL100 keluaran 1991, gambar : google

Buat Continue reading

Buzzer, piranti jadul yang fungsional

Masbro…

Sudah bukan rahasia lagi. Dengan semakin membludaknya pengguna sepeda motor, makin bervariatif juga penggunanya. Jika dulu, mayoritas adalah orang dewasa berjenis kelamin laki-laki, kini, semakin berkembang. Tua-muda, bahkan anak-anak, laki-laki maupun perempuan, sangat mudah kita jumpai di jalanan, dengan sepeda motor masing-masing. Roda jaman memang berputar masbro…kemajuan tak terhindarkan.

buzzer padatSayangnya, dengan semakin membludaknya pengguna sepeda motor, tidak diimbangi dengan penguasaan kendaraan berikut perilaku berkendara di jalan. Saia juga manusia biasa, kadang seringkali alpa sehingga tidak sempurna. Hanya, seringkali ketemu di jalan, kebetulan nih, maaf sebelumnya, banyak pengguna R2 khususnya perempuan, entah kenapa seringkali abai dengan kendaraannya sendiri. Contoh paling banyak ditemui, tidak memfungsikan spion, entah saat hendak menyalip/berbelok, dan lupa (atau bagaimana) mematikan sein setelah berbelok. Jadi , Continue reading