Buzzer, piranti jadul yang fungsional

Masbro…

Sudah bukan rahasia lagi. Dengan semakin membludaknya pengguna sepeda motor, makin bervariatif juga penggunanya. Jika dulu, mayoritas adalah orang dewasa berjenis kelamin laki-laki, kini, semakin berkembang. Tua-muda, bahkan anak-anak, laki-laki maupun perempuan, sangat mudah kita jumpai di jalanan, dengan sepeda motor masing-masing. Roda jaman memang berputar masbro…kemajuan tak terhindarkan.

buzzer padatSayangnya, dengan semakin membludaknya pengguna sepeda motor, tidak diimbangi dengan penguasaan kendaraan berikut perilaku berkendara di jalan. Saia juga manusia biasa, kadang seringkali alpa sehingga tidak sempurna. Hanya, seringkali ketemu di jalan, kebetulan nih, maaf sebelumnya, banyak pengguna R2 khususnya perempuan, entah kenapa seringkali abai dengan kendaraannya sendiri. Contoh paling banyak ditemui, tidak memfungsikan spion, entah saat hendak menyalip/berbelok, dan lupa (atau bagaimana) mematikan sein setelah berbelok. Jadi , setelah belok kiri, sein kiri masih berkedip sementara sudah berkendara di jalur lurus. Yang bingung dan kelabakan, ya jelas pengendara di belakangnya, bingung, mau kemana sih arah motor didepan??

Kemarin sore, saia alami (lagi), kejadian yang sama. Mau  saia salip, si matic sein kanan berkedip. Akhirnya, ngintil di belakang, mungkin siap-siap mau belok kanan sang lady biker. Walah, sampe ratusan meter berlalu, ternyata posisinya tetap lurus, gak ada tanda-tanda mau belok. Wasyembb tenan to?

buzzer ibuMungkin, sedikit beda kalau sang pengendara pakai Bajaj Pulsar. Itu tuh, yang sudah dilengkapi pemutus sein otomatis, saat setang sudah tidak berbelok. Mirip-mirip yang ada di mobil kan? Sayang, produsen motor se-tanah air, tidak ada yang aplikasi piranti serupa. Mahal? Hmmm…relatif 😆 padahal, ya sederhana saja sistemnya, cuma pemutus saja. Sebenarnya, ada sih, alternatif murahnya. Aktifkan saja fitur buzzer, yang jaman dulu, terpasang pada generasi bebek lawas, seperti Honda C-70 dan teman-temannya. Piranti berbunyi “tiiit…tiiit…tiit” berbentuk silinder kecil ini,biasanya terpasang di belakang sayap/dek.

buzzer c70Nah, jaman sekarang pun sangat mudah dijumpai di toko suku cadang ataupun aksesoris. Bentuk buzzer masa kini, sedikit berbeda. Lebih kecil dan lebih simpel, meski fungsi tetap sama. Harganya juga murah meriah, kisaran IDR 15.000 saja.

buzzer moder2Pemasangan sangat mudah, cukup disambungkan ke kabel sein saja. Pokok intinya, saat lampu sein menyala, buzzer ini juga mendapat pasokan daya sehingga berbunyi. Penempatan, juga sesukanya, lha wong kecil, nyempil di beberapa bagian body motor saja mudah. Aman, menjadi pengingat kalau lampu sein belum dimatikan, cocok nih sama yang pelupa, hehehe..

buzzer moder1Bahkan, ternyata dan ternyata, ada yang tidak pakai repot dan ribet. Jenis baru buzzer, sudah menjadi satu dengan flasher sein, alias lebih ringkas. Cara pasangnya malah lebih gampang, tidak perlu sambung kabel segala. Cukup cabut flasher sein bawaan, ganti dengan flasher plus buzzer ini. Kayak gini penampakan bentuknya..

buzzer flasher1Harganya? Sama, murah meriah juga, hanya kisaran IDR 25.000. Mantap kan??

Semoga berguna, salam “tiiittt…tiiiit…tiiiittt”

 

Advertisements

4 comments on “Buzzer, piranti jadul yang fungsional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s