Bakso krikil Singosari, nah lho…

 

Judulnya rada serem ya? Masak iya baksonya sekeras batu kerikil? Atau malah dicampur kerikil? Hehehehehe…nggak lah masbro, itu cuma istilah lokal, untuk menamai penampakan bakso ini. Dulu banget, sekitar 10 tahun yang lalu lebih, sudah ada warung bakso bertitel sama, didaerah yang sama juga. Nggak tahu, sekarang masih ada atau nggak, soalnya saia lupa lokasi persisnya, hehehe, maaf :mrgreen:

Nah, kalo warung ini, lokasinya di Jl Tumapel, Singosari-Malang. Bertempat tepat di pinggir jalan, sebelah barat lapangan Tumapel. Jadi arahnya, ke desa Klampok, Singosari. Dengan tenda terpal sederhana, warung kecil semi permanen ini, rutin buka mulai siang hingga dagangan habis.

P_20151114_155908

Menunya? Ya Bakso Krikil itu ๐Ÿ˜† Sebutan “krikil” untuk menyebut bakso yang dibuat dalam ukuran kecil-kecil, hampir mirip cilok. Yang jelas, telaten saat membuatnya, kata ibu penjual sambil senyum.

Saia pesan seporsi bakso campur. Weleh…minimalis nih porsinya, kalo buat saia ๐Ÿ˜† Semangkuk bakso krikil campur berisi sekitar 10 biji bakso krikil (kalau nggak salah hitung), kemudian sebiji bakso kasar berukuran sedikit lebih besar, siomay basah/kukus, siomay goreng, tahu dan bihun. Karena sepintas merasa porsinya tergolong kecil, saia mencomot sebuah lontong. Lontong disiapkan dalam sebuah baki, pembeli tinggal ambil sendiri, baru deh nanti dihitung semua.

P_20151114_160019Soal rasa, biasa saja menurut saia. Karena, menurut saia, daya tarik yang utama adalah ukuran baksonya :mrgreen: Yang jelas, aroma asap, karena proses memasak menggunakan arang/kayu khas pedesaan, melekat di baksonya. Jadi ya..gimana gitu, beda lah dengan bakso lain di perkotaan. Skip–skip, segera tandas semangkuk bakso krikil plus lontong. Saatnya membayar. Selembar sepuluhribuan, ternyata masih ada kembalian IDR 3000. Nah, murah to? Seporsi bakso krikil IDR 6000, lontongnya seribu. Lumayan, untuk mengganjal perut, toh sampe rumah, jelas langsung makan lagi :mrgreen:

Monggo, yang penasaran silakan mencoba…yang jelas, ini bukan cilok/aci dicolok, asli bakso..bakso imut dan minimalis.

Minim perawatan, cakram belakang Honda CB150R bisa jadi gelang

Semangat Senin…

Dapet gambar via teman-teman grup, share aja disini. Kayaknya, dulu banget, dah pernah rame soal cakram yang hancur karena gak diganti-ganti kampasnya. Ini ada lagi, di Honda CB150R. Cakram belakangnya, sampe protol alias lepas, kemungkinan besar juga karena minim perawatan, kampas rem habis gak diganti-ganti. Alhasil, pad yang tinggal besi doang, beradu dengan piringan cakram, yang besi pula. Bagus deh hasilnya…

IMG-20151115-WA0119Bagus yak, sampe habis gitu ๐Ÿ˜† Kalo lihat kondisi cakram dan motor, komentar macam-macam sih. Kebanyakan, ya menuding karena kurang perawatan, sampe dekil gitu ๐Ÿ˜‰ . Terbayang, ganti cakram belakang deh, belum lagi kalo kondisi kaliper juga rusak.

Selalu cek kondisi motor Anda ya masbro. Dekil, kotor itu biasa, asal semua perangkat masih berfungsi normal dan kondisinya layak pakai. Ya menjamin keamanan saat berkendara, juga bisa sedikit berhemat. Yah, minimal lihat sekilas kondisi kembangan ban, ketebalan kampas rem depan-belakang, ketegangan rantai dan volume oli mesin. Paling mudah sebenarnya, cek ketebalan kampas rem,lewat ketinggian cairan minyak rem di tabungnya. Bila volume minyak rem terlihat menurun, perlu dicurigai kampas rem mulai tipis, karena minyak rem, pada ngendon alias terkumpul di bawah. Tepatnya, di kaliper, karena piston kaliper terus nongol, mendorong kampas rem yang menipis. Simpel aja kan?? Asal tidak ada kebocoran saja di jalur slang rem, tips ringan ini lumayan akurat kok.

Semoga berguna

Yamaha MT-15 masspro Januari 2016???

Gonjang-ganjing si Yamaha MT-15 semakin santer. Setelah kang macantua membahas penampakan di pantura, kemudian yang paling baru videonya di mas iwb . Dikabarkan, kalo sudah melalui N1000. Dari mas IWB sih, N1000 adalah produksi beberapa part si MT-15 sudah mencapai 1000 pc/buah. Nah, diperkirakan, awal tahun 2016 sudah bisa launching. Wiihhh…

wpid-spyshoot-mt15-pantura-macantua-com_-jpg-01Nah, pas chatting di grup wasap dengan teman se-almamater jaman kuliah dulu, saia baru nyadar, kalo ada yang sekarang ngendon, eh, kerja di pabrikan garputala alias Yamaha. Iseng aja, saia pancing-pancing..eh teryata kena dikit masbro ๐Ÿ˜† Saia buka obrolan di grup, mancing beliau. Yamaha, sport-nya keok nih dilibas Honda ๐Ÿ˜† Eh, Continue reading

Kawasaki, sudah aplikasi ESP juga yaa??

Jum’at, postingan yang ringan dan menghibur saja ya masbro. Masih dari even Suryanation Motorland diย Malang beberapa waktu lalu. Ada sesosok Kawasaki Ninja 250 yang dimodifikasi ganteng, arahnya sih klasik cafe racer.

DSC_0280Berubah total, hanya mesin yang masih dikenali kalo merupakan produk dua silinder Kawasaki. Sementara, tidak membahas modifikasinya, tapi perhatikan label ESP yang nempel di radiator. Beneran tuh, mengaplikasi teknologi ESP yang nempel di Vario-nya AHM??

DSC_0281Sekedar intermezo ya masbro, jangan dianggapย  serius…itu cuman tempelan, kreatifitas pemiliknya saja :mrgreen:

Semoga menghibur…

Soto Ayam Lonceng, sedjak 1965

Biar yang lain masih rame membahas MotoGP, bahas makan-makan aja yuk disini ๐Ÿ˜†

Siang-siang nan panas, habis dari setor kerjaan, saia balik kantor. Mlipir dari arah Depo Arsip Jl Bingkil, perut minta diisi. Akhirnya, nyobain soto ayam legendaris Malang, di area timur Pasar Besar Malang.
Warung Soto Ayam Lonceng ini letaknya persis kawasan Kyai Tamin, Kota Malang. Terkenal dengan nama “Soto Lonceng”, karena memang tempatnya tidak jauh dari monumen lonceng atau jam kuno yang hingga kini masih ada di kawasan itu. Untuk menemukannya, gampang. Karena letaknya di pinggir jalan besar sebelah timur Pasar Besar, Kota Malang. Cuma, meski di pinggir jalan, kalau tidak jeli, sangat mungkin terlewat, karena ukuran bangunan yang tergolong kecil, bila dibandingkan dengan bangunan lain di sekitarnya.

soto1Bangunannya terkesan kuno. Bagian luar, dicat warna putih, dengan kusen pintu dan jendela berwarna biru. Petunjuk, hanya ada papan nama kayu dengan warna dasar putih kekuningan dan ditulis dengan cat warna hitam. Tulisannya juga sangat sederhana. Hanya tertulis Soto Ayam Lonceng saja. Masuk kedalam, nuansa jaman dulu, sangat terlihat. Yakni, masih menggunakan ubin khas zaman dulu yang berwarna krem. Pada bagian atas pintu masuk juga masih ada izin dagang dari plakat kayu yang masih menggunakan ejaan lama.

Di bagian pojok-pojok ruangan, terdapat papan yang difungsikan sebagai meja. Sementara untuk meja makan, hanya ada dua meja dengan ukuran sedang. Sementara pada bagian pojok ruangan sebelah timur, terdapat semacam rombong berwarna coklat mengkilap yang digunakan oleh pemilik warung. Ya, mungkin mempertahankan nuansa aslinya, agar orang yang mampir tidak hanya nostalgia dengan menyantap masakannya, namun juga merasakan keaslian lokasinya CMIIW

soto4Lanjut, langsung pesan saja. Di menu, hanya ada 1 menu makanan, ya soto ayam itu :lol:, lha kalo minuman, ada beberapa macam seperti teh panas/es, kopi, jeruk panas/es.
Gak berapa lama dirakit, eeh, diracik, seporsi soto ayam Lamongan jadul, sudah tersaji dimeja saia. Nasi, dengan taburan suwiran/potongan daging ayam, bihun/soun, serutan kubis, dan irisan telur rebus, diguyur kuah soto yang sedikit keruh/butek..hemm, sempat gak sabar, pingin cepat disikat, padahal belum difoto ๐Ÿ˜†

soto2Rasanya, berasa balik ke jaman dulu. Serius masbro, semasa kecil, kalo pas ke kota (karena rumah di desa), diajak bapak-ibu, pulangnya pasti mampir ke soto ini. Rasanya, seingat memori saia, tetap. Tidak terlalu gurih kayak soto jaman sekarang, ada khas kuah keruhnya. Ditemani sedikit kecap manis dan sambal, makin nendang. Hemm…bener-bener nostalgia jaman kecil, hikss..hikss
Berangkat naik oplet, ganti bemo di kota, jalannya ke alun-alun, sebelum pulang makan soto dulu disini. Walah…OOT
Jelasnya, ini soto jadul, wajib dicoba pemburu kuliner. Meski sangat sederhana, tapi, buat yang punya kenangan dengan tempo dulu alias jaman dulu, sangat layak dicoba. Kalo gak salah, warung soto ini juga sempat masuk di buku 50 Tempat Jajanan dan Oleh-oleh khas Malang serta buku 100 tempat makan legendaris di Malang 20-70 tahun CMIIW, lha bukunya ada tuh di tempat kerja saia ๐Ÿ˜‰

soto 5Dengan harga yang masih sangat terjangkau, seporsi soto ayam Lamongan ini dibanderol IDR 12.000, sementara untuk minuman teh, cukup IDR 3.000.
Monggo dicoba dulur…

Update. Informasi Hoax, Jalur Malang-Ngantang diberitakan terputus karena longsor

Beberapa saat lalu dikabari kawan, kalo jalur Malang – Ngantang, kembali longsor diterjang air bah. Busyet..padahal, kayaknya, baru aja hujan mulai turun, belum masuk musim hujan kata BMG ๐Ÿ˜‰ Kayak gini keadaannya via sosmed

IMG-20151110-WA0066Lihat foto, kok gak meyakinkan yak? Saia coba kontak kawan lain di Bina Marga, dan katanya memang iya. Informasi titik longsor sementara belum diupdate.ย  Tetap waspada karena hujan mulai mengguyur, jalan banyak tikungan dan licin, serta rawan longsor. Colek kang Tarom ๐Ÿ˜‰

Update! Semalam memperoleh update info dari rekan BPBD Kab Malang, kemudian pagi ini dah rame disini

Dipastikan, informasi yang beredar di medsos berikut foto/gambar adalah TIDAK BENAR alias HOAX. Merupakan pembelajaran, bahwa setiap informasi perlu dipastikan kebenarannya. Semoga berguna dan mohon maaf

By andhi_125 Posted in safety

Atasi macet Jl Raya Singosari, kemarin diterapkan contra flow

Pagi masbro, masih pada rame yak bahas MotoGP ala touring kemarin?? :mrgreen:

Minggu sore kemarin, rombongan bersama keluarga, ada acara di pusat kota. Seperti biasa, rute sejak Lawang, Singosari, Karanglo merupakan rute langganan macet parah. Baik itu arah ke Malang, maupun sebaliknya. Sebabnya? Hemm..sudah basi kalau dibahas ๐Ÿ˜†

imagesNah, kemarin itu, prediksi saia pribadi, arah masuk Malang pasti relatif lancar, karena arus yang pasti padat, adalah yang keluar Malang, entah dari kota ataupun arah Batu. Maklum, Minggu sore, biasanya orang luar kota kan pada balik, besoknya kerja ๐Ÿ˜‰ Eh, ternyata, prediksi saia salah. Sejak masuk jalan raya, baru jalan 200 meter, sudah terjadi antrian, alias kemacetan ๐Ÿ‘ฟ Tumben nih, ada apa, pikir saia. Dengan kesabaran ekstra, karena bawa keluarga, laju tersendat pun dilakoni. 1 km, 2km…Hingga akhirnya, setelah pasar Singosari, baru tahu keadaan sebenarnya. Ya, 2 lajur arah masuk Malang, tersisa hanya 1 lajur, karena lajur paling kanan, dipergunakan untuk arah ke Utara/keluar Malang. Whaaa….Terhitung, sejak sebelum perlintasan KA, sudah terlihat jajaran petugas kepolisian yang mengarahkan kendaraan untuk memberi jalan contra flow

P_20151108_164843Ternyata, tidak terlalu panjang kok, area yang dipakai contra flow. Terhitung didepan Satpas Polres Malang, masing-masing lajur sudah kembali ke habitat masing-masing, alias sudha normal kembali. Mungkin sekitar 400-500 meteran, panjang jalan yang dipakai contra flow. Selepas itu, hingga masuk Malang, terhitung lancar jaya.

contraHemm…kayaknya, Unit Rekayasa Lalin Polres, sedang mencoba alternatif solusi kemacetan yang kian hari kian parah di ruas Lawang-Singosari-Karanglo ini. Monggo, masbro yang berakhir pekan ke Malang, mewaspadai rekayasa jalur yang sangat mungkin kondisional, alias bisa berubah sewaktu-waktu. Tetap berkendara dengan aman, selamat sampai tujuan.

Semoga berguna

Supeltas versus ‘polisi cepek’

Ya, siapa sih yang nggak tahu istilah ini? Sukarelawan pengatur lalu lintas. Jangan disamakan dengan ‘polisi cepek’ lho ya. Mereka ini beda. Selain mempunyai atribut khusus, antara lain kaos lengan panjang dengan identitas supeltas dan kepolisian wilayah tertentu, yang membedakan adalah mereka ini mempunyai keterampilan khusus di bidang pengaturan lalu lintas. Lho, kok bisa? Lha iya, supeltas mendapatkan ilmu dan pengetahuan pengaturan lalu lintas dari pihak kepolisian setempat, entah itu Polsek ataupun Polres. Jadi, keberadaan mereka memang diakui dan legal. Tujuannya jelas, untuk membantu pihak kepolisian, dalam pengaturan lalu lintas, dimana, kadang di titik-titik tertentu, tidak tertangani oleh Polantas, karena berbagai hal, misalnya keterbatasan personil dan akses ke lokasi.

logo supeltas solo

logo supeltas solo

Saia merasakan sendiri, betapa Continue reading

Icon Suryanation Motorland 2015

Masih dari even Suryanation Motorland di Malang. Ada 2 unit motor, yang dijadikan ikon pada tahun 2015 ini. Yang pertama, Triumph Truxton, dengan kapasitas mesin 900 cc. Sebenarnya, sudah sangat ganteng, berisi dan kesan gede-nya sangat menonjol, terutama dari tampilan tangki, buritan dan mesin, yang meski sangat klasik, tapi padat.

Sedangkan motor satunya, Ducati Monster 795. Wis, ndak perlu dibahas lagi, tampilan kekar rangka tubular dan mesin L-nya, mampu membuat jakun turun naik ๐Ÿ˜†

Nah, di tangan builder, dua motor yang sudah ganteng dari lahir ini, masih Continue reading

Suryanation Motorland 2015 @ Malang

Hai masbro…

Sabtu, 31 Oktober 2015 kemarin, saia berkesempatan melongok hajatan modifikasi kelas wahid, yang digelar oleh salah satu pabrikan rokok di Indonesia. Titelnya, Suryanation Motorland 2015. Acara yang digelar sejak 19 September 2015 lalu di kota Medan, berlanjut 26 September 2015 di Lampung, Makassar dan Surabaya 10 Oktober 2015, Palembang dan Cirebon 24 Oktober 2015, dan di Malang, merupakan penutup seluruh rangkaian

suryaKonsepย SURYANATION MOTORLAND 2015ย adalah dengan mengangkat tema KUSTOM BIKE SHOW yang merupakan acara yang menggabungkan beberapa kegiatan. The Passion & Pride of Kustom Culture akan ditampilkan dalam beberapa konten seperti Kustom Contest, Kustom Exhibition, Bike Rendezvous, Stunt Show, Moto Clinic, Wing Bikers Ceremony, Pinstripe Demo, Scooter Show, Bikers Apparels, Continue reading