Kawasan Singosari – Malang marak balap liar

Pagi masbro..

Balap liar,  memang suatu “acara” yang selalu bikin heboh. Heboh dalam tanda kutip nih, maksudnya, heboh saat digelar karena pasti rame dengan peserta , juga heboh suasana yang mengganggu ketertiban dan keamanan sekitar lokasi.

Termasuk di Malang nih. Area jalan Sukarno-Hatta kota Malang, sudah jamak jadi langganan balap liar, yaitu adu kebut trek lurus alias dragrace ilegal. Ya mobil (R4) maupun sepeda motor (R2). Aparat terkait, mulai kepolisian hingga militer, nggak bosan terus melakukan berbagai cara mengikis balap liar ini. Eh, ternyata, entah karena memang bosan dirazia atau kebanyakan saingan peserta, para pembalap liar ini mulai bergeser ke daerah sebelah nih, kabupaten Malang. Menurut informasi, sudah ada 3 lokasi yang sering dijadikan arena balap liar. Mumetnya, yang dipakai adalah jalan raya poros, alias jalur provinsi. Selain daerah “lama” yaitu di Bedali-Lawang yang sudah pernah saia saksikan sendiri, Continue reading

Advertisements

Isi Nitrogen murni langsung dari tabung

Beberapa waktu lalu, sempat marak broadcast message di beberapa sosmed, tentang pengisian nitrogen di beberapa SPBU dan layanan ganti ban. Saia sendiri juga dapat soalnya. Di beberapa SOBU dan tempat ganti ban, yang nggak usah saia sebutkan detil lokasi dan nama tempatnya, sempat dicurigai, kalau yang diisikan bukan nitrogen, tetapi hanya angin biasa, layaknya di tukang tambal ban biasa. Dari pompa kompresor maksudnya. Lha sebabnya dicurigai, karena di beberapa tempat tersebut, pengisian nitrogen mengunakan pompa kompresor.

nitrogennitrogen2

Secara detil teknis, Continue reading

Bakso krikil Singosari, nah lho…

 

Judulnya rada serem ya? Masak iya baksonya sekeras batu kerikil? Atau malah dicampur kerikil? Hehehehehe…nggak lah masbro, itu cuma istilah lokal, untuk menamai penampakan bakso ini. Dulu banget, sekitar 10 tahun yang lalu lebih, sudah ada warung bakso bertitel sama, didaerah yang sama juga. Nggak tahu, sekarang masih ada atau nggak, soalnya saia lupa lokasi persisnya, hehehe, maaf :mrgreen:

Nah, kalo warung ini, lokasinya di Jl Tumapel, Singosari-Malang. Bertempat tepat di pinggir jalan, sebelah barat lapangan Tumapel. Jadi arahnya, ke desa Klampok, Singosari. Dengan tenda terpal sederhana, warung kecil semi permanen ini, rutin buka mulai siang hingga dagangan habis.

P_20151114_155908

Menunya? Ya Bakso Krikil itu 😆 Sebutan “krikil” untuk menyebut bakso yang dibuat dalam ukuran kecil-kecil, hampir mirip cilok. Yang jelas, telaten saat membuatnya, kata ibu penjual sambil senyum.

Saia pesan seporsi bakso campur. Weleh…minimalis nih porsinya, kalo buat saia 😆 Semangkuk bakso krikil campur berisi sekitar 10 biji bakso krikil (kalau nggak salah hitung), kemudian sebiji bakso kasar berukuran sedikit lebih besar, siomay basah/kukus, siomay goreng, tahu dan bihun. Karena sepintas merasa porsinya tergolong kecil, saia mencomot sebuah lontong. Lontong disiapkan dalam sebuah baki, pembeli tinggal ambil sendiri, baru deh nanti dihitung semua.

P_20151114_160019Soal rasa, biasa saja menurut saia. Karena, menurut saia, daya tarik yang utama adalah ukuran baksonya :mrgreen: Yang jelas, aroma asap, karena proses memasak menggunakan arang/kayu khas pedesaan, melekat di baksonya. Jadi ya..gimana gitu, beda lah dengan bakso lain di perkotaan. Skip–skip, segera tandas semangkuk bakso krikil plus lontong. Saatnya membayar. Selembar sepuluhribuan, ternyata masih ada kembalian IDR 3000. Nah, murah to? Seporsi bakso krikil IDR 6000, lontongnya seribu. Lumayan, untuk mengganjal perut, toh sampe rumah, jelas langsung makan lagi :mrgreen:

Monggo, yang penasaran silakan mencoba…yang jelas, ini bukan cilok/aci dicolok, asli bakso..bakso imut dan minimalis.

Atasi macet Jl Raya Singosari, kemarin diterapkan contra flow

Pagi masbro, masih pada rame yak bahas MotoGP ala touring kemarin?? :mrgreen:

Minggu sore kemarin, rombongan bersama keluarga, ada acara di pusat kota. Seperti biasa, rute sejak Lawang, Singosari, Karanglo merupakan rute langganan macet parah. Baik itu arah ke Malang, maupun sebaliknya. Sebabnya? Hemm..sudah basi kalau dibahas 😆

imagesNah, kemarin itu, prediksi saia pribadi, arah masuk Malang pasti relatif lancar, karena arus yang pasti padat, adalah yang keluar Malang, entah dari kota ataupun arah Batu. Maklum, Minggu sore, biasanya orang luar kota kan pada balik, besoknya kerja 😉 Eh, ternyata, prediksi saia salah. Sejak masuk jalan raya, baru jalan 200 meter, sudah terjadi antrian, alias kemacetan 👿 Tumben nih, ada apa, pikir saia. Dengan kesabaran ekstra, karena bawa keluarga, laju tersendat pun dilakoni. 1 km, 2km…Hingga akhirnya, setelah pasar Singosari, baru tahu keadaan sebenarnya. Ya, 2 lajur arah masuk Malang, tersisa hanya 1 lajur, karena lajur paling kanan, dipergunakan untuk arah ke Utara/keluar Malang. Whaaa….Terhitung, sejak sebelum perlintasan KA, sudah terlihat jajaran petugas kepolisian yang mengarahkan kendaraan untuk memberi jalan contra flow

P_20151108_164843Ternyata, tidak terlalu panjang kok, area yang dipakai contra flow. Terhitung didepan Satpas Polres Malang, masing-masing lajur sudah kembali ke habitat masing-masing, alias sudha normal kembali. Mungkin sekitar 400-500 meteran, panjang jalan yang dipakai contra flow. Selepas itu, hingga masuk Malang, terhitung lancar jaya.

contraHemm…kayaknya, Unit Rekayasa Lalin Polres, sedang mencoba alternatif solusi kemacetan yang kian hari kian parah di ruas Lawang-Singosari-Karanglo ini. Monggo, masbro yang berakhir pekan ke Malang, mewaspadai rekayasa jalur yang sangat mungkin kondisional, alias bisa berubah sewaktu-waktu. Tetap berkendara dengan aman, selamat sampai tujuan.

Semoga berguna

Siap-siap Macet di Lawang Sabtu besok, 29 Agustus 2015

Sekedar info aja masbro. Yang hendak melewati ruas Jl Raya Malang – Surabaya, terutama sekitar Singosari dan Lawang, memang sudah terbiasa menemui kemacetan, apalagi weekend. Nah, khusus Sabtu besok, bakalan ada “tambahan” menu, menambah kemacetan. 😆

Ya, karena Sabtu 29 Agustus 2015, digelar lomba baris berbaris tingkat sekolah se-kecamatan Lawang. Even tahunan ini, seperti biasa, “mengambil sedikit’ ruas jalan raya Malang – Surabaya untuk dilewati. Untuk panduan rute acara, start dari Stadion Lawang, masuk jalan raya Malang – Surabaya sekitar 500 meteran, baru kemudian berbelok ke kiri masuk ke jalan Diponegoro. Lebih lengkap, monggo disimak coretan gambar saia di bawah 😉

petaMeskipun hanya menggunakan jalan raya sedikit, namun jelas, kemacetan bakalan terjadi, karena tidak hanya peserta, dipastikan masyarakat penonton juga akan memenuhi tepi dan badan jalan 😦

Monggo, silakan diantisipasi. Estimasi mulai acara sekitar pukul 13.00 WIB, yah kurang lebihnya  segitu sih , dari bocoran kawan-kawan panitia :mrgreen:

Semoga berguna, dan selamat menikmati akhir minggu.