Menikmati Baxo Serdadu

Pagi masbro..

Artikel kuliner bulan ramadhan, mohon tahan iman yak. Makanya sengaja diposting sore menjelang malam :mrgreen: Lagi-lagi tentang daging bulat, alias olahan daging menjadi bulatan-bulatan nan lezat. apalagi kalau bukan bakso

Di Malang, memang terkenal dengan baksonya. Tapi harap dicatet, kalau mau nyari bakso Malang, yakin susah. Justru bakso dengan label beraneka ragam dengan gampang ditemui. Salah satunya, yang baru saja beberapa saat dirilis, berlabel Baxo Serdadu. Ingat ya, pake huruf “X” di kata bakso-nya

Berlokasi di akses wisatawan, yaitu kompleks pertokoan dan oleh-oleh di wilayah Karanglo. Menempati ruko di sisi kiri jalan, yang pastinya dilewati wisatawan dari den ke Batu, merupakan trik mujarab mengenalkan bakso ini. Nggak ada tendensi ke militer dan sejenisnya, meski labelnya serdadu. Ternyata, ini adalah Continue reading

Advertisements

Rawon Brintik, salah satu kuliner lejen di Malang

Pagi masbro..

Kuliner dengan menu Rawon, merupakan salah satu makanan khas Jawa Timur. Pasti sudah pada paham dengan menu masakan berkuah hitam ini kan? Di Malang, ada beberapa tempat makan yang punya sajian khas rawon, yang cukup melegenda. Salah satunya adalah Rawon Brintik ini

Unik namanya? Nah, ada ceritanya nih. Ini pun gara-gara saia pas makan bareng keluarga disitu, penasaran juga sama namanya. Ternyata, Continue reading

Mencicipi Soto Betawi Djayakarta di Malang

Pagi masbro..

Duh, sudah lama banget yak gak pernah posting artikel kuliner? Hehehehe, padahal benernya ya masih sering nyicipin beberapa makanan, terutama pas ngelayap dan mbolang. Kali ini, nyicip Soto khas Betawi yang berjumpa di Malang. Malah, lokasinya nggak jauh dari tempat kerjaan.

Judulnya, Soto Betawi Djayakarta. Nama Djayakarta atau Jayakarta,kalau menelisik dari buku sejarah dan wikipedia,  adalah nama lama dari Jakarta pada perubahan dari nama sebelumnya yaitu Sunda Kelapa, sebelum menjadi Jakarta. Nama ini diberikan oleh pasukan pimpinan Fatahillah dari Kesultanan Demak bagi Sunda Kelapa setelah mengusir tentara Portugis dari pelabuhan itu pada tahun 1527. Supaya makin kental nuansa Betawi, empunya kedai makan ini memberi nama tempatnya dengan Djayakarta. Berlokasi di Jl B.S. Riadi, atau dikenal dengan daerah Oro-oro Dowo di kota Malang, menempati semacam bangunan ruko yang berdempetan dengan toko bahan kue yang sering banget disambangi nyonya. Makanya, mampir kesitu, hehehehe

Ada beberapa menu Continue reading

Warung Mbak Sri, warung masakan Jawa yang enyakk

Kuliner kali ini, adalah salah satu lokasi favorit saia dan keluarga. Semisal ada acara ke area utara Malang, entah ke Pasuruan, Mojokerto atau Surabaya, pulangnya bila perut masih minta diisi, solusinya adalah warung ini. Selain lokasinya yang strategis, persis di pinggir jalan raya poros Surabaya – Malang, menu masakan Jawa disini cocok dengan lidah. Mirip-mirip masakan rumahan

Nama warungnya adalah Warung Mbak Sri. Entah, berkali-kali makan disini, belum pernah ketemu nih dengan pemilik yang namanya Mbak Sri ini, hehehehe. Lokasi warung ini, di sebelah timur jalan raya Surabaya arah ke Malang. Tepatnya sih, setelah kebun raya Purwodadi Pasuruan.

Konsepnya sangat biasa, nggak menganut jaman now yang konsep tempat makannya kekinian. Cukup sebuah ruang luas, dengan setelan meja kursi pengunjung, dan sisi belakang tempat menyiapkan makanan. Luas, kalau diisi penuh, bisa menampung sekitar 50an tamu. Kursi dan meja pun standar dan terkesan natural biasa, berbahan kayu.

Langsung saja yuk, inti menu-nya. Menu Continue reading

Arbanat. Ada yang masih kenal jajanan jadul ini?

Pagi masbro..

Ini salah satu cerita yang saia peroleh saat riding ke salah satu daerah pinggiran Malang. Nggak jauh-jauh kok mainnya, takut mau main jauh, ntar ada yang nyulik, hehehehehe. Ceritanya, pas riding sama si bleki NCB150R, dan menelusuri jalan di pelosok sebuah desa di kabupaten Malang. Saat hendak istirahat sejenak di sebuah gubuk, persisnya sih semacam gubuk tanpa dinding di pertigaan jalan desa, eh, ndilalah kok ada penampakan seseorang yang sedang istirahat juga.

Didekatnya, tergeletak Continue reading

Mie Ayam pak Doel Dewandaru, maknyuss

Pagi masbro..

Yuk kuliner lagi. Masih berkutat dengan mie nih, salah satu makanan favorit saia. Apalagi yang namanya mie ayam, begh..maklum, biasa di jalan. Makanan ini paling gampang dijumpai, murah enak pula. Favorit banget makanya.

Kali ini, yang saia sambangi adalah salah satu mie ayam terkenal di Malang. Berjudul ‘mie ayam pak Doel’.  Coba deh searching di medsos, bakal nemu banyak review asik tentang kedai satu ini.  Nggak hanya mie ayam sih sebenarnya, karena di kedai ini juga menyediakan bakso Solo. Yups, kedai yang terletak di kawasan jalan Dewandaru ini memang menyediakan mie dan bakso dengan beberapa varian.

Kedai di Jl Dewandaru ini menempati sebuah tempat di deretan ruko berlantai 2, dan merupakan cabang dari ‘mie ayam pak Doel’  di   Jl Semanggi Timur yang merupakan kedai induknya. Karena pas kebetulan lewat sini saja, mampirlah saia ke Dewandaru. Menu yang tersedia adalah mie ayam biasa, mie ayam bakso dan bakso Solo. Ada juga pelengkap yang bisa dipilih adalah varian pelengkap mie ayamnya. Yups, ada tambahan telur, ceker, sayap dan kepala ayam yang sudah tersedia di dalam wadah di meja.

Saia pesan mie ayam bakso dan ternyata, layanannya asli cepet banget. Duduk menunggu sebentar sambil menyeruput es teh, sudah nongol semangkuk mie ayam bakso. Asap mengepul tipis dari gulungan mie putih kekuningan yang dihiasi warna hijau rebusan sayur sawi. Di tepinya, siraman daging ayam yang berbumbu kecoklatan serta masih ditambah taburan bawang goreng. Sebagai pelengkap, 2 butir bakso menambah penuhnya suasana mangkuk.

Nggak pake lama, segera bersiap menyantap, mengingat waktu makan siang sudah lama terlewati. Seperti biasa, supaya afdol, guyuran saus sambal dan sedikit sambal kudu melengkapi sensasi mie ayam ini.

Hmm..pas nih, rebusan mie-nya nggak kelewat matang sesuai kesukaan saia. Kalau kematangan, mie kelewat empuk, bahasa Jawanya ‘mblothong’. Sensasi kenyalnya jadi hilang, termasuk selera makannya jadi menurun. Aduk-aduk supaya campuran bumbu dan minyak dibagian bawah mangkuk tercampur rata. Sruput….Rasa kenyal mie-nya berpadu dengan tumisan daging ayam yang empuk dan menonjol banget citarasa manisnya. Mengingatkan citarasa makanan khas Solo dsk yang memang dominan manis. Cocok kan sama slogan, eh, judul warungnya yang mencolek nama Solo. Coba gigit bakso-nya, kenyal diluar dan empuk didalam. Nggak ada rasa serat karena jenis baksonya halus, bukan bakso urat.

Tak terasa, hanya butuh waktu beberapa menit saja untuk mengosongkan isi mangkuk mie ini. Tandas, disusul penutup minum es teh. Rasa kenyang menghampiri dan jadi malas berdiri, hehehehe. Siyap-siyap bayar, menuju ke mas-nya yang stand by di dekat gerobak. Semangkuk mie ayam bakso dibanderol IDR 10.500 saja, sementara es teh IDR 2.500. Total jenderal bayar IDR 13.000 untuk makan siang kali ini.

Untuk harga lainnya, bakso Solo dibanderol IDR 6.000, mie ayam biasa IDR 5.500 sementara pelengkapnya seperti telur, sayap, ceker dan kepala berkisar IDR 500 hingga IDR 2.000 saja. Murmer kan? Langsung ambil sendiri dan hitung ya..

Semoga berguna dan semoga kepingin

 

 

Rawon Kereng Karangploso

Pagi masbro..

Kuliner, alias makan-makan, biasanya agenda wajib saat jalan bareng keluarga. Entah itu sekedar ngebakso di pinggir jalan, atau apalah yang ditemui di jalan, dan kiranya aman untuk dimakan 😆 Nah, kali ini menu yang diserbu adalah Rawon.

Rawon, merupakan salah satu menu makanan khas Jawa Timur, dan salah satu menu favorit junior saia, sampe si kecil yang masih usia 2 tahunan. Gampangnya, ini adalah semacam semur daging dengan bumbu hitam dari kluwek. Kluwek itu apaan? Ini merupakan salah satu buah khas endemik Indonesia. Selain punya rasa khas, dari kluwek ini menghasilkan warna hitam yang membuat ciri khusus pada rawon.

Pulang dari main air di salah satu wisata di kota Batu, melalui jalur alternatif di Karangploso, ketemu dengan warung bernama unik ini. Warung Rawon Kereng. Kalau dari nama, bahasa Continue reading

Sego Goreng Resek, Ngalam kuliner

Menu nasi goreng, atau dalam bahasa Jawa ‘sego goreng’ , memang sudah jamak banget ditemui. Mulai tukang nasi goreng keliling, bahkan hingga resto ternama dan hotel berbintang, pasti menyediakan menu ini. Kali ini, saia mau ngajakin masbro dan mbaksis nyobain yang namanya Sego Goreng Resek, alias nasi goreng resek. Sebenarnya, ini nasi goreng sudah lama banget ada di Malang, saia sudah tak terhitung, menikmati rasanya yang maknyuss. Sayangnya, baru sempat kepikiran buat artikel ya tadi malam, pas habis beli, hehehehe.

pic : youtube

Resek, jangan dihubungkan dengan ‘resek=reseh’ dalam kamus bahasa anak muda itu. ‘Resek” dalam bahasa Jawa khas Malangan, artinya, maaf nih, kumpulan beberapa barang tak terpakai. Ditumpuk-tumpuk dan bercampur, alias sampah. Nah, idiom nasi goreng resek, gara-gara wujud alias tampilan khasnya hampir mirip dengan tumpukan resek. Berbagai bahan dicampur dan dimasak. Nah…penasaran kan? Continue reading

Mantapnya Pangsit Mie Pak Ri…porsi jumbo sodara-sodara

Pagi masbro..

Kuliner di kota Malang, memang nggak ada habisnya. Mulai makanan ringan, sedengan hingga makanan berat. Malah banyak yang unik, makanan ringan tapi bisa mengenyangkan. Walah…apaan tuh? :mrgreen: Salah satunya, makanan khas Malang, yang berbasis mi. Lebih dikenal dengan Pangsit Mie atau Cwi Mie di Malang. Kebetulan juga, merupakan salah satu makanan favorit saia nih, hehehehe.

Kali ini, saia menyambangi sebuah kedai pangsit mi di kawasan Jl Wilis. Jl Wilis ini, kini terkenal sebagai sentranya pasar buku di kota Malang, sejak digusurnya pasar buku murah area Jl Splendid. Nah, di selatan pasar buku Wilis ini, ada beberapa deretan warung dan kedai. Salah satunya, adalah Pangsit Mie Pak Ri.

Kedai pangsit mie ini, Continue reading

Puthu Lanang, jajanan lawas legendaris Malang

Kuliner lagi masbro…kali ini, tipis-tipis saja, gak usah yang berat-berat. Cemilan, tapi hanya dijumpai kala malam menjelang, dan sang surya mulai larut dalam kesendiriannya di peraduan. Halaah… :mrgreen:

Camilan, eh, jajanan kali ini tergolong jajan pasar. Tradisional sekali, dan asli, mengingatkan pada jaman saia masih kecil, yah, era tahun 80an. Widih…tua banget ya saia? 😆 😆 Dulu kala, jajan pasar seperti yang bakal saia ulas, gampang sekali dijumpai. Enak, murah, kenyang dan sehat, hehehe. Nah, soal tempat jualan jajanan ini, sebenarnya sudah tergolong uzur masbro. Puthu Lanang, demikian judulnya. putu-lanang

Jangan membayangkan, Continue reading