Keberadaan sepeda motor sebagai sarana transportasi sekaligus sebagai alat untuk mencari nafkah , bagi hampir banyak bikers di beragam tempat memang sudah jadi semacam hal biasa. Selain sebagai piranti wira-wiri ke tempat kerja, sepeda motor juga sebagai sebagai obyek kerja. Seperti abang-abang ojek baik online maupun offline, hingga para wiraswasta. Yups, sudah jamak ditemu motor dimodifikasi sehingga menunjang kerja. Misal ditambah anhang/gerobak.
Termasuk salah satu yang sering banget saia temui di daerah saia. Motor dipasangi keranjang bawaan di sisi kiri dan kanan untuk bawa barang, hingga yang paten alias permanen untuk dipakai sebagai semacam etalase barang dagangan. Ini nih yang sering nongkrong dan berjualan ditepi jalan , dengan dagangan seperti kacamata hitam, beragam masker , sarung tangan dan pernak-pernik bikers.
Motor, ditambah dengan semacam papan dan kawat jaring, digunakan sebagai cantolan barang dagangan. Juga sebagai wadah barang juga. Efeknya, jelas, dimensi motor bertambah. Selain melar ke samping sisi kanan dan kiri, juga ke atas tuh, karena tinggi.
Pagi masbro..
Grafis atau livery motor pacuan balap, memang keren dan identik banget dengan kecepatan. Makanya, livery motor balap yang booming dan langganan jawara di ajang balap, apalagi balap level dunia, pasti jadi acuan. Paling gampang dijadikan contoh adalah balap motor prototype, apalagi kalau bukan MotoGP.
Tim di MotoGP, yang memang moncer dan jadi banyak idola anak muda, bukan lain ya tim balap dengan grafis khas oranye kuning. yaitu Repsol Honda. Grafis khas dari warna kemasan oli racing ini, yaitu kombinasi oranye, kuning dan hijau gelap/tosca, mampu membius imajinasi penggila modifikasi. “Peluang” ini pun tak luput dari lirikan pabrikan motor Honda di tanah air, yang sudah menelurkan produk motor domestik yang punya livery Repsol. Contohnya generasi Honda Blade lawas, Honda Blade baru, CBR150R hingga terbaru, CBR250RR
Kerennya tampilan resing ini, juga melebar, eh, menular pada yang lain. Maksudnya, motor Continue reading →
Balap liar, memang suatu “acara” yang selalu bikin heboh. Heboh dalam tanda kutip nih, maksudnya, heboh saat digelar karena pasti rame dengan peserta , juga heboh suasana yang mengganggu ketertiban dan keamanan sekitar lokasi.
Termasuk di Malang nih. Area jalan Sukarno-Hatta kota Malang, sudah jamak jadi langganan balap liar, yaitu adu kebut trek lurus alias dragrace ilegal. Ya mobil (R4) maupun sepeda motor (R2). Aparat terkait, mulai kepolisian hingga militer, nggak bosan terus melakukan berbagai cara mengikis balap liar ini. Eh, ternyata, entah karena memang bosan dirazia atau kebanyakan saingan peserta, para pembalap liar ini mulai bergeser ke daerah sebelah nih, kabupaten Malang. Menurut informasi, sudah ada 3 lokasi yang sering dijadikan arena balap liar. Mumetnya, yang dipakai adalah jalan raya poros, alias jalur provinsi. Selain daerah “lama” yaitu di Bedali-Lawang yang sudah pernah saia saksikan sendiri, Continue reading →
Revolusi dunia modifikasi memang terus berputar. Beragam trend dari beragam aliran modifikasi sepeda motor silih berganti menghiasi aneka motor yang dimodifikasi pemiliknya.
Kali ini, yang mau saia tampilkan, adalah ragam trend pada roda jari-jari alias ruji. Bila sebelumnya, penyuka roda model ini hanya berkutat pada tampilan warna dan lebar velg saja, kini yang kena sentuhan modifikasi adalah jari-jarinya.
Yang namanya berkendara, terutama yang naik motor nih, memang resiko di jalan tergolong tinggi. Jalan raya yang memang fasilitas umum, digunakan oleh semua kalangan. Hampir semua jenis kendaraan, tumplek blek di jalan. Mulai yang beroda 2, beroda 3, 4 bahkan lebih dan mencapai belasan, memenuhi jalan untuk menuju tujuan masing-masing.
Kehati-hatian dalam berkendara, memang mutlak dilakukan semua pengguna jalan. Nggak terkecuali biker skutik yang satu ini. Meski memang masih terlihat mengenakan celana pendek, sebagaimana terekam dalam kamera CCTV sepertinya, tapi si biker yang mengenakan helm ini nampaknya memang apes. Melaju dari sisi kiri jalan, dan melihat seorang wanita yang hendak menyeberang dengan skutik juga tanpa memberi tanda dan tanpa melihat situasi, si biker cowok ini berusaha mengerem mendadak dan menghindar, meskipun upayanya sia-sia. Skutiknya malah oleng dan roboh ke aspal serta tetap membentur skutik wanita penyeberang jalan, karena efek pengereman mendadak.
Jatuh dan terseret motor setelah membentur skutik wanita penyeberang jalan, biker cowok ini setelah kesadarannya pulih meski terlihat helmnya mencelat, tampak berupaya bangkit dengan kesakitan. Untungnya, situasi lalu lintas di jalanan yang nggak saia ketahui daerah mana ini sedang sepi.
Yang sumpah bikin jengkel, aksi wanita penunggang skutik ini. Sangat cuek, dengan tetap melanjutkan menyeberang jalan dan berputar arah, tanpa mempedulikan biker yang terkapar danakhirnya tertatih berusaha bangun sendiri. Sepintas hanya terlihat melirik saja dengan ekspresi yang susah digambarkan, tanpa reaksi ke biker yang masih terkapar di aspal. Sumpah, saia kok ikutan jengkel ya lihat cuplikan video ini. Nggak punya perasaan kali ya, asem bener.
Yak, pelajaran bagi kita semua. Meski sudah berusaha berhati-hati dalam berkendara, resiko di jalan tetap ada dan kadang berasal dari pengguna jalan lain. Tetap berhati-hati ya masbro dan mbaksis, serta tanamkan peduli pada orang lain di jalan. Meski rasa tepo sliro seperti ini sudah menipis di era modern, nggak ada salahnya kok kita pertahankan. Nggak muluk-muluk, dari diri sendiri dulu aja. Nggak perlu berpikir aneh-aneh, bahkan mengharapkan sesuatu. Bila kita berbuat baik pada sesama, rasanya, Tuhan nggak akan cuek dan merem kok. Suatu saat, kita akan mendapatkan hal baik sebagai balasannya.
Basis motor 150cc di negeri ini, memang banyak banget buat modifikasi. Nggak hanya bergaya sport fairing, gaya telanjang pun banyak dijumpai. Salah satunya adalah Yamaha V-ixion ini.
Bawaan pabrik, keluaran awal sport 150cc injeksi Yamaha ini, memang sudah dibekali dengan sasis deltabox yang kekar. Aseli kekar khas motorsport, meskipun di sisi kaki-kaki alias roda, tergolong cungkring. Makanya, pemilik V-ixion yang berdomisili di pulau Borneo ini merubah dengan fokus pada roda.
Memodifikasi kendaraan, memang tergantung selera dan kebutuhan pemilik. Makanya, kalau pemilik cocok dengan aliran atau gaya tertentu, ya berarti itu memang paling pas buat dia dan motornya. Nggak terkecuali dengan sebuah Kawasaki Versys X 250 ini. Motor berkelir hijau versi tourer ini, merupakan milik salah seorang WNA alias warga asing berkebangsaan Rusia.
Mister satu ini, selain memang penghobi touringi alias berkendara jauh dengan Versys-nya, ternyata berprofesi sebagai fotografer alam. Ya, macam yang di tivi-tivi itu, berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk mengabadikan momen alami, seperti binatang di habitatnya maupun penampakan alam lainnya. Nah, saat di Bali, mister ini ingin mendesain tampilan bodi Versys dengan balutan warna kamuflase, nama kerennya Camouflage. Yah, ala-ala kendaraan perang macam di film-film itu. Yang diinginkan adalah warna kamuflase coklat padang gurun/padang pasir. Ubek-ubek seantero Bali, nggak ada yang sreg, ndilalah, kenal admin penghobi turing dengan trail kang adventuriderz yang akhirnya merekomendasikan, lapak juragan desain wahid tanah air, motoblast. Nggak pakai lama, langsung bertandang deh ke lapak motoblast di bilangan Ungasan, Bali.
Yang ringan-ringan saza. Kali ini, saia mau berbagi hasil jepretan sendiri, mohon maaf kalo banyak yang gagal fokus, maklum, belum punya kamera yang bagus, masih mengandalkan kamera snsv keluaran lawas Kali ini, seputar plat nomor di motor.
Kejadian yang serupa, mungkin banyak ditemui kala kita riding, inipun sebagian saia temukan pas Continue reading →
Artikel ringan saja. Rabu lalu, saia mampir ke salah satu gerai penjual ban, itu lho, yang punya jaringan layaknya toko berlabel mart. Plan*t ban. Kepentingan sih, lagi nyari ban ukuran 16 inchi. Tahu sendiri, ban ukuran ini tergolong langka, rare item. Motor yang pake, setahu saia sih matic Suzuki. Karena, mengelilingi kota Malang, ke berbagai toko, gak nemu yang ukuran agak besar. Sekedar informasi, mau dipasang di motor roda 3, Kaisar box kepunyaan kantor. Ternyata, ada di toko ini, tubeless. Langsung beli sekalian pasang. Nah, sambil nunggu, lha kok mata yang jelalatan ini, melihat secarik kertas keterangan jenis ban, dilaminating, tertempel di rak ban.Hmm, ternyata, istilah ‘ban cacing’ tidak sekedar istilah dalam perbincangan. Sudah ‘diakui’ juga oleh ini toko, Buktinya, memasang keterangan menyediakan ban ukuran mini tersebut, juga disertai sedikit penjelasan tentang ban tersebut. Mantap kan?? Ra usah dipikir jeru-jeru, marai mumet… (nggak udah dipikir terlalu dalam, bikin pusing). Selera , tiap orang pasti beda-beda.
Pagi masbro…masih ingat kan dengan postingan yang ini? Honda Verza dengan braket ekstra di bagian belakangnya? Lha kok kemarin sore saat pulang kerja, ketemu dengan motor sejenis, hanya beda tipe. Kali ini, model bebek, Honda Revo lawas.
Nah, kalau yang ketemu ini, saia tidak perlu bingung menebak-nebak, buat apa ada braket ekstra dari besi ulir nan kokoh itu. Ternyata, memang difungsikan untuk mengangkut barang. Tampak dalam gambar, braket kokoh semacam sangkar itu digunakan untuk membawa tabung freon.
Rupanya, sang penunggang dan pemboncengnya, berprofesi sebagai tukang perbaikan AC. Tampak, selain bawa tabung freon dan box berisi alat-alat lain, juga ada sebuah tangga alumunium, turut bersandar pada bagian belakang motor. Wih, rada bahaya nih…kelebihan muatan 😆
Sedikit memberi pencerahan nih, tentang fungsi braket ekstar di belakang motor. Kalau mau ikut, bisa dipertimbangkan lagi nih, terutama soal safety, karena bisa mempengaruhi handling motor, dan ujungnya, keselamatan yang dipertaruhkan.