Kawasan Singosari – Malang marak balap liar

Pagi masbro..

Balap liar,  memang suatu “acara” yang selalu bikin heboh. Heboh dalam tanda kutip nih, maksudnya, heboh saat digelar karena pasti rame dengan peserta , juga heboh suasana yang mengganggu ketertiban dan keamanan sekitar lokasi.

Termasuk di Malang nih. Area jalan Sukarno-Hatta kota Malang, sudah jamak jadi langganan balap liar, yaitu adu kebut trek lurus alias dragrace ilegal. Ya mobil (R4) maupun sepeda motor (R2). Aparat terkait, mulai kepolisian hingga militer, nggak bosan terus melakukan berbagai cara mengikis balap liar ini. Eh, ternyata, entah karena memang bosan dirazia atau kebanyakan saingan peserta, para pembalap liar ini mulai bergeser ke daerah sebelah nih, kabupaten Malang. Menurut informasi, sudah ada 3 lokasi yang sering dijadikan arena balap liar. Mumetnya, yang dipakai adalah jalan raya poros, alias jalur provinsi. Selain daerah “lama” yaitu di Bedali-Lawang yang sudah pernah saia saksikan sendiri, ada 2 tempat lagi yang kini jadi favorit para boytrek , demikian para pelaku balap liar biasa disebut. Yaitu daerah Jalan Raya Banjararum dan Jalan Raya Perusahaan-Karangploso.

Sudah banyak keluhan warga yang terganggu para boytrek ini. Mulai suara knalpot yang super berisik, hingga pemblokiran jalan termasuk beberapa kecelakaan yang terjadi saat balap liar yang biasa digelar Sabtu malam hingga Minggu dinihari. Akhirnya, aparat kepolisian setempat bertindak tegas, merazia pembalap liar. Sabtu malam 24/11/2018 razia dadakan digelar bersama Polsek Singosari, Koramil berikut petugas Polres Malang di kawasan Jl Raya Perusahaan Karangploso. Dan hasilnya? Weleh..puluhan boytrek berhasil diamankan berikut motornya yang rata-rata pretelan, khas balap liar. Nggak tanggung-tanggung, ada sekitar 28 sepeda motor berbagai merk dan tipe yang diamankan polisi karena nggak dilengkapi surat-surat serta kondisinya mencurigakan.

Yang terbukti mempunyai dokumen, langsung dikenakan tilang ditempat tersebut. Sementara yang bodong, nggak ada bukti kepemilikan sah, langsung diangkut ke markas. Sementara para boytrek yang tertangkap tangan, dikumpulkan dan diberikan pembinaan deh. Nggak bisan ya, padahal seringkali dihimbau secara halus, hingga teguran lisan. Bahkan, menurut info lagi, bila masih bandel, hukuman lebih berat siap diterapkan pada anak-anak muda yang masih berusia 15-20 tahunan ini.

Menurut keterangan para pelaku balap liar ini, memang awalnya sekedar iseng mengisi libur malam Minggu. Karena di lokasi SuHat kota Malang sudah kelewat padat, mereka ini bergeser mencari lokasi lain ke arah kabupaten Malang. Mengisi libur boleh saja sih, asal nggak berbahaya dan mengganggu ketertiban umum. Berisiko kecelakaan dengan pengguna jalan lain, karena itu jalan umum, bukan jalur balap resmi lho rek. Belum lagi seringnya digunakan untuk ajang judi alias taruhan. Hal yang jamak di balap liar, taruhan duit. Kalau disini, taruhan hingga mencapai angka jutaan rupiah. Makanya, peserta balap liar makin menjamur. Haduu…

Last, semoga kedepan, perilaku semacam ini bisa beralih ke ajang resmi. Kepedulian semua pihak juga sih, kadang anak-anak muda perlu wadah untuk menyalurkan hobi nge-gas ini. Nggak membela juga, wong pernah juga dipaksa berhenti di jalan gara-gara mau start si boytrek :mrgreen: Misal Malang punya tempat penghobi otomotif, lebih asyik nih. Kalau yang bandel masih balap liar, dikandangin aja saia setuju banget, biar jera.

Semoga berguna

Advertisements

2 comments on “Kawasan Singosari – Malang marak balap liar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s