Bayi ditemukan di kawasan perkantoran Pemkot Malang

Pagi masbro. Berita miris, semalam saia peroleh dari kawan-kawan yang lagi lembur kerja di perkantoran terpadu Pemerintah kota Malang alias Block Office. Sekitar pukul 20.00 malam, satpam yang sedang patroli, menemukan sesosok bayi berjenis kelamin perempuan, tergeletak di atas kursi panjang, di kawasan tersebut. Yang membuat miris lagi, tanpa dilengkapi kain ataupun pakaian lain, bayi sehat ini hanya dibungkus handuk seadanya. Jian…tega sekali orang tua yang menelantarkan 👿

IMG-20160328-WA0058

IMG-20160328-WA0057

Akhirnya, tanpa membuang waktu, segera diselamatkan ke RS terdekat, yaitu RS Refa Husada. Bayi yang dalam kondisi kedinginan, hingga tangannya membiru itu, diperkirakan berbobot 3,2 kg. Saat ditemukan, kemungkinan besar baru saja dilahirkan, karena posisi tali pusat masih menempel, belum terpotong.

IMG-20160329-WA0003Informasi terakhir, kondisi bayi ini sehat, dan sedang dirawat intensif. Hingga pagi ini, masih diselidiki, orang tua si bayi. Namun halnya, sudah banyak sekali warga yang iba dan siap mengadopsi bayi yang jelas, tak mengerti, apa salahnya hingga ditelantarkan :-(.

Semoga sehat ya nak…dan semoga dibuka pintu hati orang tuamua yang tega menelantarkanmu,

 

Waspada! “Pemaksaan” asuransi di tes kesehatan SIM

Masih berkaitan dengan postingan yang disini, disitu dan disiti eeh, disini juga…..saat mengurus perpanjangan SIM di Satpas SIM Polres Malang.

Saat hendak ke bagian tes kesehatan, karena lokasi berada di luar area Satpas, sekitar 300 meteran, saia parkir si ciput di parkiran dekat situ. Lalu, beranjak ke ibu-ibu, kayaknya sih bagian pendaftaran tes kesehatan. Nah, ada 2 meja didepan tempat tes kesehatan. 1 meja ada seorang ibu-ibu, meja satunya ditempati 2 orang ibu-ibu. Tanpa ada keterangan dan petunjuk jelas, dijamin siapapun pasti rada kebingungan. Nah, yang jelas terlihat, pada 2 meja itu terlihat tumpukan formulir dan entah dokumen apa saja diatasnya. Ibu di meja kedua, memberikan isyarat untuk mendekat sambil menanyakan, “Mau daftar kesehatan ta mas?” Saya jawab iya. Diambillah selembar formulir oleh ibu tadi, sekilas saia lihat semacam form isian data diri.

asu4 Continue reading

Pasang ban tubeless di velg CW non tubeless

Beberapa hari yang lalu, disambati adik saia. Ngeluh kalo Honda Blade-nya, sering banget kempes, jadi gak enak buat wira-wiri kerja. Emang sih, standart abis. Gak ada cerita modifikasi apapun 😆 Ukuran ban bawaan depan 70/90-17 sedangkan ban belakang 80/90-17. Belum pernah diapa-apain sejak beli 2011 lalu. Nah, akhirnya tuh Blade ditinggal di rumah, dia kerja pakai Vario nyonyah. Rencana, mau saia ganti sekalian ban depan-belakang si Blade ini, mau diperbesar ukurannya. Memang sih, untuk ukuran aman memperbesar ukuran ban, maksimal adalah 2 step/tingkat diatas sebelumnya. Nah, ini pingin saia maksimalkan aja, hehehe

bladeTiba-tiba Continue reading

Akhirnya jadi juga

Di artikel yang lalu, saat saia mengurus perpanjangan SIM C di Satpas SIM Polres Malang , memang dijanjikan, eh, diinformasikan sih tepatnya, kalau 2 minggu ke depan, baru bisa diambil SIM-nya. Memang ada keterlambatan material bahan, infonya. Nah, tanggal 23 Maret kemarin, saia baru sempat kesitu, ambil SIM. Dan?

satpas

Continue reading

Secuil eksplorasi daya Satria F150FI, 175 kpj

Sebagaimana termuat dalam pasal, eeeh, artikel lalu disini dan disini , saia masih berkesempatan nyobain alias testride Suzuki Satria FU150 FI. Usai soal fisik, sekarang yang paling krusial. Tenaga alias power yang dikeluarkan mesin DOHC 150cc Suzuki ini.

jelajahMeski gak nemu posisi riding yang paling nyaman karena kesalahan bukan pada motor, tapi memang ukuran badan saia 😆 Berangkat, mampir SPBU, menuhin tangki, meski info awal, sudah dipenuhi. Tapi, secara pribadi, kalo mau tes konsumsi BBM, enaknya full to full biar gampang. Maklum, gak pake metode dan alat ukur yang spesifik sih. . Eh, ternyata beneran penuh. Isi ron 92 gak sampe 1/2 liter, dah luber 😆 Oke lanjut riding. Kala diam, dan mainkan throttle gas, rasanya lebih responsif Satria F150 versi injeksi ini daripada versi karburator. Yo jelaslah…menurut salah satu mekanik Suzuki SMG Singosari, yang minjemin unit ini nih 😆 , versi karburator rada ada jeda tenaganya, mungkin karena sistem vakum CMIIW. Yang injeksi ini, lebih merata, gak ada gejala ngempos atau kosong.  Tarikan, khas enjin yang fokus di rpm atas, santai di rpm bawah hingga 6000an. Tapi, diatas itu, hmm, nyosss luar biasa, sampe limiter mencekik di 13.000. Tenaga terus terasa naik, tak terasa ada jeda sedikitpun, seperti yang pernah saia temui di Satria FU150 versi karburator. Sempat menyasarkan diri sebentar di jalan rada sepi, tes kecepatan. Sementara, hanya sampai gigi 3, karena kondisi jalan dan feeling pribadi yang sudah kurang pede  dengan ban standar yang imut. Dapat berapa? Continue reading

Stiker untuk mobil barang

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, yaitu tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan Raya,  Pasal 303 jo Pasal 137, sebenarnya telah diatur tentang mobil barang dilarang untuk mengangkut orang tanpa alasan. Selain memang bukan peruntukannya, resiko dan bahaya yang timbul, berpeluang menimbulkan kecelakaan yang merugikan, bukan saja pengemudi dan penumpang, tapi juga pengguna jalan lain.

Awalnya, ide pemasangan stiker khusus mobil barang ini, diprakarsai oleh Satlantas Polres Malang. Namun, kemudian didukung penuh oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Malang. Caranya? Dengan memasang stiker “Dilarang mengangkut orang” pada kendaraan barang yang lulus uji kir. Stiker besar dengan warna dasar kuning mencolok ini, paling sering terpasang di bagian belakang mobil barang, entah itu mobil barang terbuka/pick-up dan sejenisnya, atau mobil barang tertutup/box. Ini yang sempat saia jepret di seputaran Malangkota

stiker2Nah, beberapa kali, ketemu stiker serupa, tapi merupakan plesetan alias dibuat sekedar untuk humor. Nah, baru tadi siang ketemu dan bisa ambil gambar. Monggo disimak

stiker 1Jelasnya, itu bukan stiker resmi yang dikeluarkan Dinas Perhubungan. Bercanda aja kok isinya, minimal, orang kurang kerjaan di belakang mobil ber-stiker ini, bisa baca hingga senyum. Contohnya, ya saia ini 😆 😆 Yang jelas, saia kira sih tujuannya baik :mrgreen: :mrgreen:

Semoga menghibur

 

Cekcok dengan supeltas, miris

Sabtu, weekend. Alamat, jalanan pasti padat. Situasi yang selalu berusaha saia nikmati saat riding berangkat dan pulang kerja, gimana lagi, wong semua pengguna jalan juga merasakan hal yang sama? Nah, pagi tadi,  jalanan seperti biasa padat. Sebelum TL Karanglo a.k.a Bentoel, didepan SDN Banjararum 1, ada lokasi U-turn alias putar balik, khusus untuk kendaraan dari arah utara alias arah dari Surabaya untuk balik arah. 2 orang supeltas biasanya siaga disitu, mengatur lalin, untuk membantu beberapa pengguna jalan yang hendak putar balik, dengan menghentikan secara aman beberapa kendaraan dari arah selatan.

putar-balik-566adafc92fdfdd008f9ffcaKarena rada Continue reading

Cermati bukti PKB, ada yang janggal ya?

Siang masbro..

Artikel ringan siang ini. Nemu postingan di salah satu grup komunitas, yaitu berupa foto PKB sepeda motor yang diposting salah satu member. Motornya, Vespa tipe Sprint, keluaran tahun 1977. Waduh, saia aja belom lahir, hehehehe… Lihat pajak, keterangan fisik dan lain-lain gak ada yang aneh. Pajaknya murah pake banget, lha wong sepeda motor tergolong lawas. Cuma IDR 67.000 dengan kapasitas silinder 150cc.

pajakApa yang aneh alias janggal coba? Nah, pas iseng saia perbesar, di kolom keterangan bahan bakar, tertulis campur 😆

pajak lagiYah, mungkin maksudnya, secara resmi, bahan bakarnya adalah bensin campur, alias bensin dengan campuran oli samping. Tahun segitu, untuk motor Vespa, memang belum terpisah, tangki oli sampingnya. Jadi harus mencampurkan oli kedalam tangki bensin.

Tapi, istilah “campur” saja, tanpa embel-embel lain, rada unik dan janggal menurut saia. Misal ditambahkan “bensin campur” , atau malah cuma ditulis “bensin” saja, sepertinya lebih pas dan cocok CMIIW Toh, perbandingan pemakaian oli samping pada bensin cuma sedikit, bensin yang lebih dominan.

Hanya sekedar opini pribadi 😉

Modifikasi 50 %

Siang habis istirahat sambil makan siang di kantor, saia dapat tugas tambahan, ngecek kamera CCTV di parkiran depan. Sang operator laporan, kalo sensor infrared di CCTv rusak, sehingga tampilan saat malam gak maksimal. Ya wis, daripada ribet, saia copot aja, siap dikirim ke rekanan bagian maintenance. Sambil membereskan tangga bekas naik dinding gedung, eh, kok mata ini, yang suka jelalatan nyari penampakan aneh, nemu penampakan sosok motor berwarna putih dengan tampilan gak lazim. Opo kuwi yo?

kerudung Continue reading

BBM Non subsidi turun harga (lagi)

Per 15 Maret 2016 hari ini, pukul 00.00 WIB tadi malam, Pertamina secara resmi, kembali mengumumkan penurunan harga BBM produksi mereka. Lho? Turun lagi?

bbm turunYuk, simak rinciannya. Penurunan harga ini, kalo dikalkulasi, lha kok kebetulan, sama semua. Yaitu senilai IDR 200/liter. Harga Pertalite yang sebelumnya IDR 7.500 turun menjadi IDR 7.300.

Demikian juga Pertamax dari IDR 7.950 menjadi IDR 7.750/liter, sedangkan Pertamax Plus dari IDR 8.850 menjadi IDR 8.650/liter. Pertamina DEX, semula di harga IDR 8.800 menjadi IDR 8.600/liter. Semua turun, kecuali Premium dan Bio Solar.

Faktor penyebab turunnya harga BBM secara umum saat ini masih sama. “Terkait dengan harga minyak dunia,” jelas Pihak Pertamina.

Nah, melihat  semakin dekatnya harga pertalite dengan premium, Pertamina mengaku tidak ada masalah. Karena, memang tujuan awal “diadakan” Pertalite, merupakan BBM transisi alias peralihan, dari pengguna Premium ke Pertamax. Menurut rencana, pada akhirnya, Premium dengan RON 88 akan dihapus. Nah lo…secara, memang cuma di negara kita ini, ada BBM dengan RON terendah.

Yuk, segera isi tangki BBM masbro…. Semoga berguna