Cekcok dengan supeltas, miris

Sabtu, weekend. Alamat, jalanan pasti padat. Situasi yang selalu berusaha saia nikmati saat riding berangkat dan pulang kerja, gimana lagi, wong semua pengguna jalan juga merasakan hal yang sama? Nah, pagi tadi,  jalanan seperti biasa padat. Sebelum TL Karanglo a.k.a Bentoel, didepan SDN Banjararum 1, ada lokasi U-turn alias putar balik, khusus untuk kendaraan dari arah utara alias arah dari Surabaya untuk balik arah. 2 orang supeltas biasanya siaga disitu, mengatur lalin, untuk membantu beberapa pengguna jalan yang hendak putar balik, dengan menghentikan secara aman beberapa kendaraan dari arah selatan.

putar-balik-566adafc92fdfdd008f9ffcaKarena rada padat dan terhalang kendaraan, saia gak bisa lihat persis. Ternyata, ada kejadian, seorang supeltas yang sedang adu argumen/adu mulut dengan seorang biker. Secara persis saia nggak lihat kejadiannya, cuma, pas minggir dan tanya seorang bapak-bapak pesepeda angin yang juga berhenti dan tahu kejadiannya, ternyata, salah paham.

Si biker, yang hendak putar balik ke utara, merasa kalau supeltas, kelewat lambat menghentikan kendaraan lain dari arah selatan, sehingga tercipta antrian di arah ke selatan dekat putar balik/U-turn. Nah, si supeltas sendiri, punya argumen lain, tentang menghentikan lalu lintas. Kalau situasi tidak memungkinkan, supeltas memilih menahan dulu, sampai situasi aman. Pernah saia tulis soal supeltas disini.

bertengkarNah, kalo dari pendapat saia pribadi sih, gak seharusnya terjadi kesalah pahaman seperti itu, karena terlihat, si biker cenderung menyalahkan supeltas yang tidak secepatnya menghentikan lalu lintas agar para pengguna jalan yang hendak putar balik bisa cepat menyeberang. Pasti ada alasan di balik tindakan supeltas, menahan dulu rombongan yang akan putar balik. Kebanyakan sih, karena arus lalu lintas dari arah berlawanan sedang padat, sehingga tidak memungkinkan dihentikan sementara, memberi jalan yang hendak putar balik. Lha kalo mendadak dihentikan? Bisa terjadi kecelakaan tuh…Sudah dibekali ilmu kok, mas supeltas-nya , ada pelatihan dari pihak kepolisian setempat. Resmi. Makanya, kalo diomeli pengguna jalan, yah, bisa jadi kurang sabaran dan kuran pemahaman. Padahal, kalo dipikir-pikir, misal gak ada supeltas, pengguna jalan juga rada kerepotan lho. Petugas kepolisian terbatas, sementara yang harus terjun ke lapangan mengatur lalu lintas butuh banyak personil.

ilustrasi macet putar balik ; sumber : autobild

ilustrasi macet putar balik ; sumber : autobild

Nah, kembali kepada semua pengguna jalan. Dengan kondisi lalu lintas sekarang ini, macet dimana-mana, semua ingin diprioritaskan, kudu lebih sabar. Niscaya, perjalanan, meski macet, tidak akan terasa menjengkelkan. Artikel ini juga saia tujukan pada diri saia sendiri, yang seringkali kurang sabar menghadapi jalanan yang macet dan krodit. Monggo, saling introspeksi dan mawas diri. Semua pengguna jalan punya hak yang sama, saling menghargai itu jauh lebih baik. Terburu-buru? Pingin cepat sampai? Semua juga sama, jadi lebih baik, rencanakan dan hitung waktu serta jarak tempuh dengan baik, termasuk memperhitungkan waktu lebih karena kemacetan.

Semoga berguna, mohon maaf bila ada salah kata.

Advertisements

3 comments on “Cekcok dengan supeltas, miris

  1. Ada juga supeltas yang jengkelin,tau2 langsung nyetop tampa ngeliat keadaan kendaraan yang di suruh berenti,ane pernah ngalamin di perempatan setelahnya araya,dulu di sana sebelum ada TL.dia mendahulukan mobil karena ngeliat duit yang di sodorin sopir,langsung pluit di tiup n bendera di turunin tampa ngeliat ane yang udah deket,ane banting kiri eh ternyata ada orang naek sepeda,kena sikat dah…..si pengendara sepeda tak ksi duit biar diem,setelah beres si supeltas ane ajak ribut ,waktu itu masih agak alay om😀tpi di pisah sama orang.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s