Safety saat testride motor baru

Pagi masbro.

Beberapa kali, saia berkesempatan mengikuti testride motor baru, yang digelar salah satu pabrikan sepeda motor. Nah, dari hasil ikut, kemudian menyaksikan suasana saat testride, ada rasa yang beda di tiap even. Meskipun 1 pabrikan, karena mungkin penyelenggara berbeda-beda, kemudian masih juga di sub-kontrakkan kan lagi, itu merupakan penyebab beda atmosfer bagi pengunjung. Apalagi, beda daerah/lokasi.

test-rideMemang, namanya acara testride, Continue reading

Testride singkat All New Honda CBR250RR

Pagi masbro..beberapa hari ini blog vakum (lagi). Maaf banget yak

Oke, Sabtu 17/12/2016 lalu, saia mendapat kesempatan mencoba jagoan 2 silinder produksi AHM. Apalagi kalau bukan All New Honda CBR250RR. Meski sudah banyak diulas rekan-rekan blogger, ditestride, bahkan diuji personal, saia tetap nulis. Kan ini pengalaman pribadi yang saia rasakan, bukan yang orang lain rasakan 😉

Berlokasi di Grand Island Pakuwon City Surabaya, sudah sejak pagi, antrian peminat sesi testride motorsport ini sudah mengular. Saia datang bersama beberapa kawan Jatimotoblog agak siang sih, jadi, langsung deh ikutan antri.

antri Continue reading

Beruntung, konsumen Honda CBR250RR bisa jajal replika Honda RC213V-S

Masbro, seperti diketahui, bagi konsumen inden Honda CBR250RR, alias indener alias pemesan, bila beruntung bisa mendapatkan beberapa kesempatan menarik. Seperti antara lain touring ke Thailand, meet dan greet dengan pembalap MotoGP hingga bisa menjajal alias testride tunggangan MotoGP. Honda RC213V-S.

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

Senin 24/10/2016 kemarin , 71 pemesan yang beruntung, bisa Continue reading

Testride sejenak Happy MX200R

Sebenarnya, ini artikel yang telat banget postingnya. Dimulai kala ada seorang kawan jurnalis yang main ke Malang, dan hendak main ke pabrik perakitan motor di wilayah Malang. Saia ngikut aja, dengan sedikit memaksa 😆 . Waah, merk apaan tuh? Happy Motor. Merk ini sesungguhnya sudah cukup lama mengaspal di ganasnya pasar sepeda motor tanah air. Memang sih, dari segi nama, sedikit kurang “umum” , sampai jaman dulu ada iklan dari pabrikan ini sangat tagline-nya sangat mengena di masyarakat Malang dan sekitarnya. “Naik Happy pasti Happy” :mrgreen: Iya, karena bintang iklan versi video adalah bule/orang asing, yang medok banget saat mengucapkan jingle iklan tersebut.

Pabrik perakitan sepeda motor di kawasan Pakisaji ini, merakit berbagai tipe sepeda motor pada awalnya. Berbasiskan mesin CKD, kemudian dengan dirakit dengan sasis dan bodi yang disesuaikan dengan karakteristik motor yang diproduksi. Salah satunya adalah motor bergenre trail, dengan nama Happy MX200. Berbekal mesin berbasis kaizen, ya sejenis dengan tiger dan sebangsanya dengan kapasitas 200cc, dipasangkan ke sasis trail.

mx200Dilengkapi suspensi Continue reading

Sehari bersama Bajaj Pulsar P220

Yang lainnya testride motor baru, saia cukup motor lawas, hehehehe. Bajaj Pulsar P220, lawas kan? Ceritanya, adik ipar saia kan penunggang Pulsar 200. Karena waktunya service besar, sekalian dibuat proyek bore-up. Nah, karena makan waktu lama, mekanik cuma seorang diri, menginaplah si P200 sejak bulan lalu. Untuk sarana wira-wiri, dipinjamkan P220 empunya bengkel ke adik saia. Nah, karena penasaran sama si mini fairing ini, tadi pagi tukar guling dilakukan di rumah, si ciput dibawa adik, sementara saia bawa P220.

pulsar2Sekilas pandangan mata, nih motor kayak Continue reading

Testride (lagi) All New Honda CBR150R di Malang

Bosan yak, artikel testride melulu? Gak papa deh, adanya dan bisanya tes motor, belom bisa tes pesawat kayak blogger sebelah 😆 Masih berkaitan dengan CBR150R terbaru punya AHM.

cbr2

Seperti biasa daftar, isi formulir dan kupon undian, bla–bla-bla. Maaf, saat testride nggak ada foto saia ya, jangan pada kecewa 😆 😆 😆 Lha gak ada yang bantuin ambil gambar, hehehe.. Continue reading

Suzuki..belum launching, barang sudah bisa dicoba

Siang masbro…

Lembur di long weekend, emang sesuatu banget. Jalanan macet, lihat orang pada rekreasi, lha saia 😉 , tetap semangat mengejar rupiah 😆 > Eh, ndilalah, ditengah kemacetan area Singosari – Karanglo, ada sebuah penampakan. Apaan tuh? Tak pikir panjang, saia nyalakan sein kiri Variomerah, melipir deh. Emang rejeki, gak kemana-mana kok, meski bagi orang lain adalah hal yang gak begitu penting 😆

fufi4

Lupakan wajah model, karena, yang masih terbungkus plastik itu lah yang lebih penting 😆 Yup, Continue reading

Icip Honda Verza

Hemm..ning Verza, kalo rekan-rekan lain bikin nickname motor batangan ini. Diluncurkan AHM sebagai motor sport entry level, dibuat “batu loncatan” dari pemakai matic, bebek/cub sebelum ke sport yang “beneran” kayak CB150R dan CBR series. Dengan harga yang hanya sedikit diatas harga bebek varian tertinggi dan matik, secara hitungan, bisa jadi “pelarian” 😆 Eits, meski tergolong entry level, Verza ini menawarkan sisi lainnya. Dengan mesin 150 cc 2 katup SOHC injeksi, meski soal speed memang dibawah kakak-kakaknya, tapiii..torsi Verza, sangat bisa diandalkan.
IMG_1551
Yup, tanpa harus bejek gas dalam-dalam, buat akselerasi, bawa beban dan tanjakan, terasa sangat cukup. Opini pribadi saia lho ya IMHO. Belum lagi, posisi riding, yang dulu sangat terkenal diunggulkan Honda, yaitu segitiga kenyamanan CMIIW, terbukti lagi pada Verza. Ya, sangat mirip kenyamanan yang didapat pada New Megapro dan NMP (monosok). Setang lumayan tinggi, footstep mirip posisi bebek, terbukti nyaman untuk dipakai dalam jarak jauh atau waktu tempuh lama.

perbandingan spek verza-cb150r

perbandingan spek verza-cb150r

Saia kebagian nunggang Verza 2 kali dalam fun touring ke Jember beberapa waktu lalu. Yakni, sekejap, dari minimarket ke Rambipuji dan saat perjalanan pulang, dari Tongas (Bromo Asri) sampai MPM Sedati-Sidoarjo. Rasanya, kayak reuni dengan si Meggy, kuda besi saia 2007 lalu. Posisi nyaman, cenderung tegak-santai karena setang tinggi.
Akselerasi awal lumayan kerasa, karena torsi didapat pada rpm tidak terlalu tinggi. Dipadu knalpot standar yang menurut saia, berwibawa suaranya, ulem (opo iki terjemahan-e), tapi kalo dibetot, ilang deh ngebas-nya 😆
Tapi, di sisi lain, sesuai dengan bandrol entry level-nya, tenaga pun terbatas, alias napas cepet abis. Karena gak ada tachometer, susah tahu putaran mesin alias cuma pake feeling dan kira-kira. Abis melewati kecepatan 90 kpj, kecepatan sudah susah untuk naik lagi, sementara mesin sudah teriak kenceng dan posisi gir persneling sudah topgear alias 5 😆
Alhasil, ya sudah, harus pasrah, gak bisa tarik-tarikan sama kang ndas yang nunggang CBR :mrgreen:
CIMG1617 - Copy
Overall, kalau untuk akselerasi, lebih dari cukuplah, kalo selap-selip di kemacetan, Verza termasuk enteng meliuk, padahal bodi gede.
Kerja suspensi depan enak, kalo belakang, sedikit rada keras. Mungkin, dipersiapkan untuk kuda beban juga nih sama AHM, kalo buat boncengan nggak ambles/keempukan.
Kalo penilaian akhir saia pribadi, buat di , maap nih, pedesaan yang banyak tanjakan, jalan gak rata dan antar lokasi rada jauh, sangat cocok. Juga kalo bawa beban, entah barang atau manusia, torsinya cukup…
Mau ke sawah, angkut rumput atau ngojek, hayuuukkk 😆
IMG_1532
Tapi jangan salah, di perkotaan juga handal kok, terutama di sela kemacetan. Buktinya, teman kantor saia juga milih nih motor. Katanya sih, enak…murah, irit dan lincah, hehehehe..penuturan beliau loh. Gak percaya? Coba tanya kang Rio http://motorrio.com/ …tiap hari gak bosen-bosen nunggang Verza pp rumah-kantor, hehehehe :mrgreen:

Icip New Honda SupraX125 FI

Sebenarnya, nih bebek saia tunggangi pas perjalanan pulang dari Papuma Jember. Sebelumnya, dari cekpoin 2 Rambipuji ke Papuma, saia nunggang matic BeAT FI. Impresi-nya gak usah saia ceritakan deh, rasanya remek/badan capek, karena nunggang motor metik nan imut ini, persis yang dirasakan kang Tarom
Fisik si New SupraX125 FI, saia lihat sekilas, kok lebih kecil dan pendek ya dibanding Supra X 125 lawas? Terutama melihat dari jok. Ternyata memang iya, ada sedikit perbedaan dengan versi sebelumnya. Spek si New PxLxT 1.918 x 709 x 1.101 mm, dengan jarak terendah ke tanah 136.5 mm, sedang SupraX125 lawas PxLxT 1.889 x 702x 1094 mm, dengan jarak terendah ke tanah 138 mm. Meski sedikit, tetap terlihat dan terasa pas ditunggangi.
new suprax125
Dengan mesin yang identik plus sistem injeksi, yang sangat saia rasakan adalah tenaga yang lebih ngisi di tiap gigi persneling. Begitu oper gigi, gak ada gejala tenaga sedikit drop, seperti generasi sebelumnya. Di jalan yang rada rusak, terasa banget, suspensi belakang yang lumayan keras. Bantingan rada menghantam badan. Tapi, dengan performa mesin yang enak menurut saia, jadi terkompensasi, hehehe..
Akselerasi yang saia rasakan, berbeda dengan Revo FI, meski sama-sama menggunakan sistem injeksi step 5. Ya iyalah, wong kubikasi aja beda, belum perbandingan transmisi/persneling, berat dan lain sebagainya. Akselerasi lebih bertenaga, dan mantap.
Secara body, mirip versi lawas yang disuruh diet, lebih ramping, apalagi bagasi yang gak helm-in. Ada tambahan fitur yang sempat dijajal teman-teman Jatimotoblog, yaitu port untuk charger gadget di bagasi. Ya, sangat membantu kala HP dan kawan-kawannya kekurangan daya, sementara colokan listrik tak ada. Dengan car charger yang ditancapkan ke soket/port di bagasi New Supra X125 FI, bisa menolong.
CIMG1507
Cuma, dengan catatan, untuk mengaktifkan, semua kelistrikan harus nyala, alias kunci kontak ON. Rekomen pas dijalan, sambil ngecas HP di bagasi. Tapii..sebaiknya, tambahkan alas atau apa-lah, mungkin tas untuk menjaga posisi gadget tetap aman, tidak terbanting-banting selama perjalanan.
Oh iya, saia sedikit bingung pas buka jok, ternyata, tidak ada tombol khusus pembuka jok layaknya Beat FI atau Vario 125 FI. Jadi, setelah kunci kontak posisi OFF, ada space buat buka jok dengan menekan kunci kedalam. Ctek…jokpun terbuka, hehehehe…ndeso yo saia? 😆

gambar minjem pertamax7.com :lol:

gambar minjem pertamax7.com 😆

Hem, bebek yang cocok untuk komuter rumah tangga nih, enteng, tenaga cukup. Cuma, desain knalpot, saia lebih suka versi lawas, lebih sporty meski minus pelindung panas.
Oke, sekian review singkat saia, semoga bermanfaat