Mencicipi Soto Betawi Djayakarta di Malang

Pagi masbro..

Duh, sudah lama banget yak gak pernah posting artikel kuliner? Hehehehe, padahal benernya ya masih sering nyicipin beberapa makanan, terutama pas ngelayap dan mbolang. Kali ini, nyicip Soto khas Betawi yang berjumpa di Malang. Malah, lokasinya nggak jauh dari tempat kerjaan.

Judulnya, Soto Betawi Djayakarta. Nama Djayakarta atau Jayakarta,kalau menelisik dari buku sejarah dan wikipedia,  adalah nama lama dari Jakarta pada perubahan dari nama sebelumnya yaitu Sunda Kelapa, sebelum menjadi Jakarta. Nama ini diberikan oleh pasukan pimpinan Fatahillah dari Kesultanan Demak bagi Sunda Kelapa setelah mengusir tentara Portugis dari pelabuhan itu pada tahun 1527. Supaya makin kental nuansa Betawi, empunya kedai makan ini memberi nama tempatnya dengan Djayakarta. Berlokasi di Jl B.S. Riadi, atau dikenal dengan daerah Oro-oro Dowo di kota Malang, menempati semacam bangunan ruko yang berdempetan dengan toko bahan kue yang sering banget disambangi nyonya. Makanya, mampir kesitu, hehehehe

Ada beberapa menu yang ditawarkan warung makan sederhana ini. Yaitu beberapa varian soto betawi dan soto mie bogor. Kalau menu soto betawi ada 5 pilihan, yaitu soto ayam betawi, soto paru, soto babat, soto daging serta soto betawi spesial. Yang saia jajal kali ini adalah pilihan standar, jangan yang modifikasi dulu, biar tahu dan kenal lebih :mrgreen:  Pesan soto ayam betawi berikut nasi dan minuman standar, es teh. Nggak berapa lama nunggu, sudah nongol sepaket soto ayam betawi. Dihidangkan di meja, semangkuk soto berkuah kental berwarna kuning kecoklatan keruh, sepiring nasi putih, acar dalam mangkuk kecil, segelas es teh manis dan pelengkap kecap serta sambal. Masih mengepul kuah sotonya…nyosss

Seperti biasa, awalnya mencicipi kuahnya. Keruh alias butek dan kental. Usut punya usut, beda dengan soto pada umumnya yang kuahnya adalah kaldu alias rebusan daging, kuah soto betawi bahan dasarnya santan. Makanya, bisa kental gitu. Malah ada juga varian yang menggunakan susu sebagai kuahnya, meski disini nggak ada.

Coba aduk, pingin tahu isinya. ada suwiran daging ayam yang lumayan banyak, lalu cacahan kol/kubis dan penyegar berupa potongan tomat segar. Wih, kok jadi ngiler nih, kebayang segernya. Ditambah topping berupa emping melinjo, jadi salah satu ciri khasnya. Nggak sabar, langsung sruput sesendok kuah. Hemm,  enyak… Berbumbu banget nih, namun sedap. Rasa rempahnya kuat banget, nggak enteng-ringan macam soto ayam biasa. Langsung deh, santap dengan sepiring nasi yang ternyata, nggak butuh lama untuk menghabiskannya. Makin terasa segar, bila ditambah dengan mencampurkan potongan acar timun dan wortel saat menyuapkan soto ini ke mulut. Seger…ada rasa asam segar berpadu di mulut, mengurangi rasa kental keruh si kuah soto betawi ini.

Usai menandaskan seporsi soto ayam betawi ini, tinggal mendorong isi segelas es teh manis sebagai penutup. Berdiam sejenak, sambil membuka beberapa pesan di handphone, sebelum akhirnya beranjak ke kasir, membayar makanan siang itu. Total jenderal, saia bayar IDR 20.000. Yaitu IDR 16.000 untuk seporsi soto ayam betawi dan IDR 4.000 untuk es teh manisnya. Lumayan murah kan? Menilik rasa dan harganya, kayaknya bisa diagendakan nih, acara makan di kedai satu ini, hehehehe.

Yuk, yang mau coba rasa soto betawi di Malang, bisa merapat ke Jl BS Riadi Malang. Semoga kepingin

Advertisements

One comment on “Mencicipi Soto Betawi Djayakarta di Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s