CB150R oblak di komstir?? Akhirnya, kena juga…

Masuk umur 2 tahun lebih dikit dan 30 ribu lebih di odometer, gejala komstir aus mulai terasa di kemudi cb150 saia ini. Setiap kena jalan gak rata, bahkan di jalan halus pun, kala direm dan sokbreker depan main, terasa sedikit oblak/kocak dan ada bunyi cetak-cetok. Handling sih rada terganggu, yang jelas gak nyaman aja pas sok depan main meredam guncangan.

komstir-oblak-the-survey-okpict : alonrider πŸ˜‰
Kalo disetel kenceng, ilang Continue reading →

Eh, baru ngeh ada ginian

Semua pasti sudah paham bin mahfum, kalo jas hujan model ponco/jubah/batman sebenarnya tidak direkomen untuk riding naik motor. Paling aman dan nyaman memang model 2 pieces, alias setelan jaket+celana, bukan 2 pieces bikini loh πŸ˜†

Nah, tadi ada rekan yang baru beli jas hujan ponco, nah, di pembungkusnya, kok ndilalah nemu petunjuk ginian.

DSC_0707Gimana pendapat masbro sekalian?? πŸ˜‰

Ketemu Minerva-Sachs Madass 125 di jalanan Malang

Unit ini, kalo seingat saia, cuma pernah ketemu sekali, pas baru-baru launching. Setelah itu, blass…Minerva kayaknya konsen ke varian sportnya, kayak Meggelli 250, R150 (yang mirip CBR itu tuh..)
NIh motor resmi dilepas di Indonesia tahun 2008. Dengan model yang unik (artistik??), kalo bahasa marketingnya sporty dan futuristik, ditujukan untuk segmen pasar anak muda.
Dengan tampilan minimalisnya, kesan pertama yang nampak memang gahar. Apalagi dengan velg racing lebar, plus ban gede, rem cakram depan-belakang, knalpot undertail dan setang lebar.

madass orangeSayang, begitu turun ke area mesin, waksss…sebongkah mesin cub series tiduran disitu :mrgreen:
Kalo liat sekilas, emang mirip generasi mesin Honda C series, dengan kapasitas 125 cc.
Dengan harga resmi waktu itu IDR 13,5 jutaan (OTR DKI), rada berat juga nih pasarnya, meski katanya, nih motor pake teknologi Jerman dengan mengandeng kerjasama Sachs Jerman.
Tapiii…menurut kasak-kusuk di komunitas, sebenarnya, nih motor bulat dari RRT, CMIIW
Kembali ke topik deh..pas ketemu di seputaran Blimbing, Madass 125 yang saia buntuti emang eye catching banget. Gak cuma saia yang tertarik mepet, buat lebih dekat en tahu detil, ada beberapa biker lain yang sama πŸ˜†

IMG01796-20140903-1629Pas saia gugling, ternyata pihak Minerva masih menjual lho ini motor. Mau?? Siapkan IDR 15.600.000 buat nebusnya, itu OTR DKI, kalo daerah lain saia gak tahu πŸ˜†
Mahal??? Relatif masbro, kalo suka dan cocok, why not…
Maap, review cuma berdasar sumber gugling aja, belom pernah test ride karena emang gak pernah nemu unitnya di Malang, hehehe..

IMG01794-20140901-1626

Up-grade mesin CB150R

Hai masbro, kali ini mau bahas upgrade performa Honda CB150R. Telat?? Iya sih, dah banyak dibahas di blogsphere, forum maupun komunitas πŸ˜† Tapi biarin deh, sapa tahu ada yang masih mau mbaca πŸ˜†

Dapat info dari salah satu bengkel modif performa, ada paket bore-up khusus CB150R. Isinya lengkap nih :
Paket bore up 167cc, lengkap blok keramik, piston, ring, pen dkk. Katanya sih plug en play alias tinggal pasang. Masih info sumber yang sama,Β  bisa nembus 20 hp, belum kalo ditambah ganti ecu, koil, knalpot :wow:

paket bore up 167cc
Bandrol berapa nih?? Kata yang jualan, cukup ditebus 2 jutaan, tapi belom termasuk pasang :matabelo:
Ada yang minat?? monggo…nanti hasilnya info ke saia ya πŸ˜†
Selain paket bore-up, ada juga printilan buat jamu penambah tenaga, yaitu ECU, koil, dan knalpot. Kalau ECU ada beberapa merk dan macamnya. ECU RC1 (single map), RC Mini 8 map, aracer speedtek taiwan.

stand alone ecu rc mini

Sementara, untuk koil, ada ultraspeed, protec. Lha knalpot, waduh, bejibun sekarang. Mulai R9, NOB1, AHM sampe yang gak ber-merk πŸ˜†
Ada rekan di komunitas, empunya otowokz.com, mas Bayu nyoba kombinasi 3 part, yakni ECU, koil sama knalpot di pasang di cibi beliau. RInciannya : ECU stand alone rc mini, 8 map, koil ultra protec, knalpot free flow.

Abis pasang, coba dinaikin mesin dyno, dapat 17,15 hp. Lumayan kan, dengan printilan yang tinggal colok, tanpa bongkar mesin??

Kalo yang “ekstrem” bisa lirik modif si nogogeni, CB150R punya mas Senaponda. Nah, itu dah saia post di https://aslimalang.wordpress.com/2013/10/29/spek-mesin-honda-cb150r-maskot-dyno-challenge/ , setahun yang lalu :mrgreen:

Kalo versi sekarang, masih belum dapat kabar saia, soalnya denger-denger mau dipasang si cuiiitt…cusss a.k.a turbo :wow:

Tertarik? Siapkan dompetmu :mrgreen:

Cerita urus SIM C baru di Satpas Polres Malang plus bocoran denah uji praktek

Ini cerita pas nganter keponakan membuat SIM C baru di Satpas Polres Malang yang berlokasi di Jalan Raya Singosari. Kalo prosedur-nya, tertera seperti di banner dibawah ini..sebelumnya siapkan fotokopi KTP, minimal 3 lembar ya..
IMG01375-20140129-0853
Tes kesehatan dulu, di luar area Satpas, persisnya didekat parkiran luar. Daftar sambil menyerahkan fotokopi KTP 1 lembar, antri deh, nunggu giliran, eh bukan ding, nunggu dokternya datang dulu. Meski sudah jam 8 lewat 15 menit, belum juga nampak, padahal saia dan ponakan dah nunggu mulai pukul 07.30. Akhirnya, beberapa saat kemudian muncul deh, gak perlu lama nunggu, lha wong tes-nya sama persis kayak pas saia ngurus perpanjangan SIM, tes mata doang, cerita ponakan saia. Bayar deh IDR 20.000.
Sekedar trik, Continue reading →

Icip Honda Verza

Hemm..ning Verza, kalo rekan-rekan lain bikin nickname motor batangan ini. Diluncurkan AHM sebagai motor sport entry level, dibuat “batu loncatan” dari pemakai matic, bebek/cub sebelum ke sport yang “beneran” kayak CB150R dan CBR series. Dengan harga yang hanya sedikit diatas harga bebek varian tertinggi dan matik, secara hitungan, bisa jadi “pelarian” πŸ˜† Eits, meski tergolong entry level, Verza ini menawarkan sisi lainnya. Dengan mesin 150 cc 2 katup SOHC injeksi, meski soal speed memang dibawah kakak-kakaknya, tapiii..torsi Verza, sangat bisa diandalkan.
IMG_1551
Yup, tanpa harus bejek gas dalam-dalam, buat akselerasi, bawa beban dan tanjakan, terasa sangat cukup. Opini pribadi saia lho ya IMHO. Belum lagi, posisi riding, yang dulu sangat terkenal diunggulkan Honda, yaitu segitiga kenyamanan CMIIW, terbukti lagi pada Verza. Ya, sangat mirip kenyamanan yang didapat pada New Megapro dan NMP (monosok). Setang lumayan tinggi, footstep mirip posisi bebek, terbukti nyaman untuk dipakai dalam jarak jauh atau waktu tempuh lama.

perbandingan spek verza-cb150r

perbandingan spek verza-cb150r

Saia kebagian nunggang Verza 2 kali dalam fun touring ke Jember beberapa waktu lalu. Yakni, sekejap, dari minimarket ke Rambipuji dan saat perjalanan pulang, dari Tongas (Bromo Asri) sampai MPM Sedati-Sidoarjo. Rasanya, kayak reuni dengan si Meggy, kuda besi saia 2007 lalu. Posisi nyaman, cenderung tegak-santai karena setang tinggi.
Akselerasi awal lumayan kerasa, karena torsi didapat pada rpm tidak terlalu tinggi. Dipadu knalpot standar yang menurut saia, berwibawa suaranya, ulem (opo iki terjemahan-e), tapi kalo dibetot, ilang deh ngebas-nya πŸ˜†
Tapi, di sisi lain, sesuai dengan bandrol entry level-nya, tenaga pun terbatas, alias napas cepet abis. Karena gak ada tachometer, susah tahu putaran mesin alias cuma pake feeling dan kira-kira. Abis melewati kecepatan 90 kpj, kecepatan sudah susah untuk naik lagi, sementara mesin sudah teriak kenceng dan posisi gir persneling sudah topgear alias 5 πŸ˜†
Alhasil, ya sudah, harus pasrah, gak bisa tarik-tarikan sama kang ndas yang nunggang CBR :mrgreen:
CIMG1617 - Copy
Overall, kalau untuk akselerasi, lebih dari cukuplah, kalo selap-selip di kemacetan, Verza termasuk enteng meliuk, padahal bodi gede.
Kerja suspensi depan enak, kalo belakang, sedikit rada keras. Mungkin, dipersiapkan untuk kuda beban juga nih sama AHM, kalo buat boncengan nggak ambles/keempukan.
Kalo penilaian akhir saia pribadi, buat di , maap nih, pedesaan yang banyak tanjakan, jalan gak rata dan antar lokasi rada jauh, sangat cocok. Juga kalo bawa beban, entah barang atau manusia, torsinya cukup…
Mau ke sawah, angkut rumput atau ngojek, hayuuukkk πŸ˜†
IMG_1532
Tapi jangan salah, di perkotaan juga handal kok, terutama di sela kemacetan. Buktinya, teman kantor saia juga milih nih motor. Katanya sih, enak…murah, irit dan lincah, hehehehe..penuturan beliau loh. Gak percaya? Coba tanya kang Rio http://motorrio.com/ …tiap hari gak bosen-bosen nunggang Verza pp rumah-kantor, hehehehe :mrgreen:

Icip New Honda SupraX125 FI

Sebenarnya, nih bebek saia tunggangi pas perjalanan pulang dari Papuma Jember. Sebelumnya, dari cekpoin 2 Rambipuji ke Papuma, saia nunggang matic BeAT FI. Impresi-nya gak usah saia ceritakan deh, rasanya remek/badan capek, karena nunggang motor metik nan imut ini, persis yang dirasakan kang Tarom
Fisik si New SupraX125 FI, saia lihat sekilas, kok lebih kecil dan pendek ya dibanding Supra X 125 lawas? Terutama melihat dari jok. Ternyata memang iya, ada sedikit perbedaan dengan versi sebelumnya. Spek si New PxLxT 1.918 x 709 x 1.101 mm, dengan jarak terendah ke tanah 136.5 mm, sedang SupraX125 lawas PxLxT 1.889 x 702x 1094 mm, dengan jarak terendah ke tanah 138 mm. Meski sedikit, tetap terlihat dan terasa pas ditunggangi.
new suprax125
Dengan mesin yang identik plus sistem injeksi, yang sangat saia rasakan adalah tenaga yang lebih ngisi di tiap gigi persneling. Begitu oper gigi, gak ada gejala tenaga sedikit drop, seperti generasi sebelumnya. Di jalan yang rada rusak, terasa banget, suspensi belakang yang lumayan keras. Bantingan rada menghantam badan. Tapi, dengan performa mesin yang enak menurut saia, jadi terkompensasi, hehehe..
Akselerasi yang saia rasakan, berbeda dengan Revo FI, meski sama-sama menggunakan sistem injeksi step 5. Ya iyalah, wong kubikasi aja beda, belum perbandingan transmisi/persneling, berat dan lain sebagainya. Akselerasi lebih bertenaga, dan mantap.
Secara body, mirip versi lawas yang disuruh diet, lebih ramping, apalagi bagasi yang gak helm-in. Ada tambahan fitur yang sempat dijajal teman-teman Jatimotoblog, yaitu port untuk charger gadget di bagasi. Ya, sangat membantu kala HP dan kawan-kawannya kekurangan daya, sementara colokan listrik tak ada. Dengan car charger yang ditancapkan ke soket/port di bagasi New Supra X125 FI, bisa menolong.
CIMG1507
Cuma, dengan catatan, untuk mengaktifkan, semua kelistrikan harus nyala, alias kunci kontak ON. Rekomen pas dijalan, sambil ngecas HP di bagasi. Tapii..sebaiknya, tambahkan alas atau apa-lah, mungkin tas untuk menjaga posisi gadget tetap aman, tidak terbanting-banting selama perjalanan.
Oh iya, saia sedikit bingung pas buka jok, ternyata, tidak ada tombol khusus pembuka jok layaknya Beat FI atau Vario 125 FI. Jadi, setelah kunci kontak posisi OFF, ada space buat buka jok dengan menekan kunci kedalam. Ctek…jokpun terbuka, hehehehe…ndeso yo saia? πŸ˜†

gambar minjem pertamax7.com :lol:

gambar minjem pertamax7.com πŸ˜†

Hem, bebek yang cocok untuk komuter rumah tangga nih, enteng, tenaga cukup. Cuma, desain knalpot, saia lebih suka versi lawas, lebih sporty meski minus pelindung panas.
Oke, sekian review singkat saia, semoga bermanfaat

Icip New Honda CBR150R dual keen eyes

maap, modelnya bukan espege :lol:

maap, modelnya bukan espege πŸ˜†

Nah, lanjut. Di cek poin 1 Tongas, abis ngisi bbm ridernya alias makan, motor juga diisi pertamax, lanjut menuju cekpoin 2 di Rambipuji-Jember.
CIMG1503
Abis nunggang Revo FI disini, langsung loncat kasta, joki CBR150R πŸ˜†
Lha hampir semua dah milih motor masing-masing dalam sesi tagteam (kayak gulat gaya bebas aja), yang terlihat ngejogrok diparkiran malah si Continue reading →

Icip Honda Revo FI

Yup, etape pertama fun toring ke Papuma-Jember, saia lakoni dengan bebek entry level Honda, Revo FI.
CIMG1492
Hiya, gara-gara keasyikan mengamati dan ambil gambar new CBR150R, jadi kabagian “sisa” aja, hehehehe..
Odometer saia jepret masih 50an kilo, emang masih seger nih bebek.
CIMG1491
Impresi pertama pas nunggang, emang termasuk rendah nih motor, maklum, biasa nunggang motor batangan tinggi. Menyesuaikan posisi sebentar, nyalakan mesin, jreng..starter masih khas, sama kayak bebek Honda lainnya. Mulai jalan, masuk gigi 1, hem, lumayan empuk. Tarikan biasa aja, malah tergolong halus. Lalulintas merayap, maksimal cuma pake gigi 2. Lanjut masuk area lancar, sedikit bisa rada nambah kecepatan.
Akhirnya, abis wilayah Bangil, nemu jalan lumayan lebar dan mulus, bisa sedikit ekplore tenaga si Revo. Ambil jarak dengan teman-teman di depan, geber deh sampai top gear. Sedikit menyelami karakter mesin, akhirnya kecepatan mentok di 110 kpj on spido. Posisi gas dah mentok πŸ˜†
Akhirnya, sampe juga di cek point 1 di Tongas Asri jam 10.30. Keluhan? Perkiraan awal, bakalan pegel naik bebek jarak jauh, tapiii malah gak pegel nih. Kalo pendapat saia pribadi sih, posisi riding Revo FI ini tergolong nyaman, meski postur saia sedikit diatas normal, 183/79. Diakali posisi duduk rada mundur, akhirnya nemu posisi yang lumayan ideal buat saia. Sedikit yang mengganggu, yakni pas menurunkan gigi persneling, terasa keras banget, sampe perlu rada kasar nginjaknya, lha kalo gak gitu gak mau turun gigi. Apa pas unit ini aja, ato gara-gara masih baru ya? Gak paham saia, soalnya nyoba Revo karbu lawas punya teman, enak-enak aja naik-turun gigi.
Kesimpulan akhir soal Revo FI, khas bebek pekerja πŸ˜† Murah, tenaga sedang, tergolong irit, posisi duduk juga nyaman. Kok irit? Iya, dipake geber-geberan Sidoarjo-Tongas, indikator BBM cuma geser sedikit. Maaf kalo gak spesifik, susah kalo mau ngetes konsumsi BBM, lha ganti-ganti motor πŸ™‚
Silakan dikomentari