Siang masbro..
Ijin share siang-siang, penampakan ciput saia yang ganti bohlam depan, hehehehe. Beginilah kalo modal gak kuat. Maksud hati pingin pasang projie LED, duit yang gak sampe Akhirnya, ini-lah yang terbeli
Siang masbro..
Ijin share siang-siang, penampakan ciput saia yang ganti bohlam depan, hehehehe. Beginilah kalo modal gak kuat. Maksud hati pingin pasang projie LED, duit yang gak sampe Akhirnya, ini-lah yang terbeli
Hai, masbro, apa kabar??
Kembali bahas si ciput, kuda besi saia. Setelah ganti komstir di edisi kemarin, sekarang ganti gearset, alias paket gir depan-belakang plus rantai. Maunya sih ganti sendiri, kan tinggal lepas roda belakang, lepas klip rantai dan lepas gir. Itu saja. Nah, kok feeling saia gak enak ya, akhirnya saia bawa deh ke bengkel langganan 😆
Seperti yang banyak dibahas di forum maupun komunitas, kalo rantai si cibi nih emang gampang molor. Setel hari ini, hitungan minggu/bulan dah kendor-kencang lagi. Akhirnya capek deh bolak-balik setel rantai. Padahal, kondisi gir bawaan malah masih bagus, menurut penglihatan saia. Gak tau, apa memang kualitas rantai bawaan yang kurang sip atau cara riding saia yang salah, atau malah power si cibi yang gila-gilaan Mohon poin terakhir diabaikan saza ya masbro..just kidding 😆
Kemarin, ada orderan uji kir buat pikap box punya kantor. Sebenarnya, dah 2 bulanan nih pikap wira-wiri tanpa ada peneng-stiker kir dari Dishub 😆 Meluncur ke UPT Pelaksana Teknis LLAJ Malang, di jalan raya Karanglo-Malang. Eh, ternyata dan ternyata, di tempat uji kir ini, merupakan kerja gabungan antara Dinas Perhubungan Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Nah, rame kan? Itu aja, untuk Kabupaten Malang, khusus wilayah utara saja, kalo Kab Malang bagian selatan ada di Talangagung-Kepanjen.
Continue reading
Hem, oskab…jajanan khas ngalam iki. Kabeh mesthi wis itreng lontep daging sing asaib diarani oskab ngalam. Lha lucune, lek umak golek nggen utowo wong dodolan sing dijenengi “oskab ngalam”..waduh, kadit nemu sam. Gak bakalan onok…
Malah sing ono oskab olos, oskab cak man, oskab rakab….heka pokoke sing di-lod nggawe jeneng oskab. Lha trade-mark oskab ngalam, biasane digawe nek sing lodod ndek malang coret alias ndek jobone ngalam, misal ayabarus, jekardah dkk.
Lek jare ayas, sing asli ngalam, yo oskab kampung iku, nggawe rombong disorong, karo oskab sing lawas, alias suwe onok ndek ngalam. Contone? Cak Man osi, oskab Jumaju (mek rombong sorong), trus ono maneh sing legendaris, oskab President. Continue reading
Masuk umur 2 tahun lebih dikit dan 30 ribu lebih di odometer, gejala komstir aus mulai terasa di kemudi cb150 saia ini. Setiap kena jalan gak rata, bahkan di jalan halus pun, kala direm dan sokbreker depan main, terasa sedikit oblak/kocak dan ada bunyi cetak-cetok. Handling sih rada terganggu, yang jelas gak nyaman aja pas sok depan main meredam guncangan.
pict : alonrider 😉
Kalo disetel kenceng, ilang Continue reading
Bengkel ini, awalnya direkomen oleh salah satu sedulur saia. Sebelumnya, kalo service AC Kijang bapak, saia bawa ke salah satu bengkel AC, di seputar Jl Mahakam. Kok, dah Lama gak dipake, beberapa waktu lalu, sama sekali gak dingin, cuman semilir aja (isis-Jawa). Wah, harus cek semua nih. Apalagi kalo pas hujan deres pas kapan hari, muatan penuh nganter rombongan manten, waduh…alhasil mengembunlah itu kaca depan. Untung ada asisten yang bantuin ngelap, si kecil 😆

Dateng ke bengkel sekitar jam 9 pagi, setelah sebelumya kontak dengan pemilik, mas Agus via sms. Agak susah pas nyari, karena tempatnya nyempil, meski di tepi jalan raya Malang-Dau-Batu.
Pas sampe, ternyata masih sepi karena baru buka. Langsung masuk, dicek segala macem, akhirnya divonis ada bocor halus. Berhubung gak ngeh sama begituan, saia iyakan aja. Evaporator, blower sampe kompresor kemudian dilepas untuk dicek, dimana kebocorannya. Kalo kompresor, emang dibongkar karena setelah diukur, kompresi-nya turun.
Akhirnya, ketemulah biang keladinya. Yakni pipa ke evaporator CMIIW yang bocor halus. Rada heran sih, soalnya kan bahan alumunium, yang secara teori susah korosi. Padahal kenyataan, setelah dibersihkan pipanya, ketahuan bintik-bintik halus yang ternyata berlubang. Akhirnya ditambal deh…daripada ganti utuh 1 unit, alamakkkk
Sembari perbaiki bocornya, mekanik lain ngerjakan kompresor dan blower depan-belakang. Wis, pokok-e service total, sampe ketiduran nungguin. Supaya gak ngantuk, sekalian saia preteli klakson yang kemarin sempat ngadat, ganti baru pake Denso-keong. Eh, disamperin pemilik,malah dibantuin…sambil iseng katanya, yang ternyata, gak kena ongkos 😆
Akhirnya, sekitar jam 4 sore, sudah mulai dirakit semua bagian AC-nya. Setel sana-sini, isi freon, cek segala macem, baru beres sekitar jam 5 sore lebih. Wah, jian maknyus ternyata hasilnya. AC dingin, blower lebih kencang, baik depan-belakang. Yang jelas, gak lagi ribet ngelap kaca depan yang berembun kala hujan 😆
Mau tahu total biayanya? Kena di IDR 855k, buat semua pekerjaan seharian ini. Bongkar/turun peralatan AC semuanya. Kalo menurut saia sih, sangat sepadan, malah rada murah deh. Sekedar info, service ringan AC double blower Avanza punya kantor aja kemarin, di bengkel resmi Denso kena 1,6 juta, dengan penggantian clutch kompresor seharga 600 ribuan.
Monggo, yang berminat service AC, bisa dicoba bengkel ini. Eh, benernya, gak cuma AC. Teryata, beliau juga ngerjakan kelistrikan, audio, alarm dan central lock, hanya lebih spesial di AC.
Semua pasti sudah paham bin mahfum, kalo jas hujan model ponco/jubah/batman sebenarnya tidak direkomen untuk riding naik motor. Paling aman dan nyaman memang model 2 pieces, alias setelan jaket+celana, bukan 2 pieces bikini loh 😆
Nah, tadi ada rekan yang baru beli jas hujan ponco, nah, di pembungkusnya, kok ndilalah nemu petunjuk ginian.
Gimana pendapat masbro sekalian?? 😉
Semalam, saia dapat kabar duka dari tetangga. Yaitu seorang ustad, yang kebetulan rumahnya di belakang rumah saia. Beliau mengalami kecelakaan 2 hari yang lalu, dan sedang dirawat instensif di ICU RSSA Malang dengan kondisi masih tidak sadar. Eh, malam pas pulang lembur, dicegat kawan-kawan nongkrong di sebelah rumah, kalo ternyata, sekitar habis Maghrib, Cak Imron, demikian beliau akrab saia sapa, meninggal, di usia kalo gak salah 42 tahunan.
Akhirnya, tadi pagi, dimakamkan di TPU setempat. Nah, sambil melayat dan ngobrol dengan beberapa kerabat Cak Imron, saia tanya kronologis kecelakaannya bagaimana. Soalnya, masih simpang siur, ada yang bilang ditabrak, nabrak dsb.
Salah satu kerabat menceritakan, kalo sebenarnya yang terjadi adalah tabrakan “pelan” antara motor Jupiter MX Cak Imron dengan motor matic yang ditunggangi seorang wanita pekerja pabrikan di daerah Randuagung, Singosari. Kronologisnya, Cak Imron melaju dari arah utara (Lawang) menuju selatan. Pas di pertigaan Coca-cola (nama daerah situ), ada wanita yang hendak menyeberang, masuk ke jalan perusahaan, dari arah selatan menuju timur. Posisi keduanya sama-sama mengerem dan berhenti beberapa saat. Karena saling menunggu dan sangat dimungkinkan salah paham, keduanya lalu sama-sama maju. Walhasil, kedua motor berbenturan, dengan kecepatan yang sangat rendah,kalo saia bilang. Lha wong kan baru saja berhenti…
Kedua pengemudi jatuh dari kendaraan masing-masing, meskipun, yang sangat disyukuri, kondisi lalu lintas pas rada sepi. Si wanita jatuh, dan mengalami luka ringan, sementara Cak Imron, pas jatuh, helm yang dikenakan, entah kenapa lepas, sehingga sepertinya kepala membentur aspal. Meskipun tidak ada luka berarti, kondisinya waktu itu tidak sadar dan darah keluar dari mulut. DIbawa ke RS dekat situ (Lawang Medika) dan akhirnya karena kondisi dan peralatan yang tidak memadai, dirujuk ke RSSA hingga akhirnya beliau meninggal.
Terlepas dari insiden helm yang terlepas, belum diketahui, apakah memang tidak terkunci/klik atau pengunci terlepas. Namun, yang saia amati, seringnya kita sebagai pengendara tidak berkomunikasi dengan pengguna jalan lain, misal pengemudi mobil, pengendara motor dan penyeberang jalan. Lho, gimana komunikasinya coba? Ngobrol??
Ya nggak-lah, alat komunikasi antar kendaraan di jalan ya lampu-lampu dan klakson. Ya, itu adalah sarana yang sekilas remeh. Memang, untuk motor, lampu depan siang wajib nyala. Tapi, alangkah baiknya, selalu gunakan lampu dekat, dan lampu jauh/dim/passing untuk memberi isyarat pada kendaraan lain. Misal, kita hendak menyalip, silakan pantau kondisi depan-belakang lewat spion, nyalakan sein, beri isyarat lampu jauh/dim lalu baru salip. Kalo perlu, bunyikan klakson, cukup sekali atau 2 kali, jangan pencet terus…berisik.
Nah, saia sendiri pernah mengalami kejadian hampir serupa dengan korban, sama-sama sempat mengerem. Akhirnya, dalam waktu singkat, saia inisiatif mengklakson 2 kali, lalu mendahului jalan,setelah sebelumnya saia pastikan kendaraan lawan memahami isyarat klakson saia. Tentunya, selain klakson atau lampu dim/passing, isyarat tangan juga bisa kok. Dalam posisi kendaraan sama kayak ilustrasi, keduanya berhenti, kita bisa persilakan kendaraan lawan jalan dulu dengan isyarat tangan. Sayang, gak nemu gambar yang pas nih, tapi pasti pada paham kan, cara memberi isyarat “silakan duluan” ??
Yah, sekedar pemikiran pribadi saia, terkait kasus kecelakaan ini. Semoga beliau dilapangkan jalannya, sesuai amal ibadahnya, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan korban yang sakit segera sembuh. Tetap berkendara dengan aman dan tertib berlalu lintas. Semoga berguna dan silakan dikomentari lho…
gambar :yudhadeep, google
Yup, Selasa kemarin pas ngantor, baru ngeh kalo di ruko Karanglo, yang biasanya terpajang beberapa motor trail Diablo, ternyata sudah berganti wajah menjadi distributor AHRS. Dah pada ngeh kan sama brand ini? Ini merupakan usaha milik Asep Hendro, salahsatu pembalap kawakan Indonesia, yah era 90-2000an 😉
Usut punya usut dan cari info, ternyata, launching distributor AHRS ini dilakukan Minggu kemarin, 25/01/2015 dengan sang bos AHRS sendiri. Sekilas lihat sih, gede juga, secara 3 blok ruko dijadikan 1 usaha. Ntar deh, kalo ada waktu mau mampir kesono, sekalian mau ada yang dicari 😉
Ulasan menyusul ya…
Saia posting artikel ini untuk sekalian menjawab komen masbro riezal https://aslimalang.wordpress.com/2011/01/31/urus-perpanjangan-sim-di-satpas-sim-polres-malang-1/#comment-2711, yang kemarin menginformasikan, kalau saat beliau hendak memperpanjang SIM yang masa berlakunya masih 4 bulan lagi, ternyata ditolak oleh petugas di Satpas SIM Polres Malang.
Saia copas disini
“Saya tadi (20 januari 2015). Diajak ruwet sama petugas ketika mau perpanjang sim a. Karena sim a saya masa aktifnya masih juni 2015. Perpanjangan sim saya ditolak dengan dalih kartu untuk sim nya limit. Padahal saya sudah tanya dulu sebelum daftar. dibolehin dan disuruh tes kesehatan + foto copi. Saya perpanjang bulan ini (januari 2015) karena saya mau pergi merantau ke batam. Mengecewakan lah intinya. Pak polisinya (petugas) ga membantu sama sekali, ga ada pengertian. *meso mezo nang njero ati 😀 ”

Jadi, sebenarnya, Continue reading