Melanjutkan cerita kemarin, ngalas bareng Yamaha WR155R. Etape kedua, setelah checkpoint di Alas Mbahgor, adalah menuju checkpoint 2 di Wisata Paralayang Sidoluhur. Yang ini, masuk daerah kecamatan Lawang. Weh, sudah lintas perbatasan nih, Singosari – Malang
Lepas dari Alas Mbahgor, trek lumpur masih mendominasi. Apalagi, jalur bekas truk tebu, yang meski cukup lebar, namun terendam air dan lumpur yang kalau diterjang, bisa sedalam hingga mesin motor. Lumayan serem kan?
Makanya, saia pribadi, karena masih pemula banget, cari
Gelaran kompetisi Yamaha Maxi Journey yang telah dimulai sejak 1 Juni 2021 lalu ternyata memberikan dampak positif terutama bagi pemilik dan juga komunitas motor MAXI. Motor MAXI sendiri adalah sebutan kategori motor skuter matic premium Yamaha yang memiliki body bongsor atau gambot, meliputi Lexi, Aerox, NMAX, XMAX dan TMAX. XMAX sendiri menjadi kategori motor Yamaha matic premium dengan kapasitas mesin 250cc dan tampilan lebih prestige dan garang.
Dampak positifnya apa nih? Salah satunya, yang dirasakan oleh komunitas XMAX ialah, kompetisi ini bertepatan dengan aktivitas reguler komunitas XMAX se Jawa Timur yakni Kopdargab 7 yang dilaksanakan pada 19- 20 Juni kemarin, justru menambah semangat para anggota karena telah memberikan nuansa yang berbeda dibanding kopdargab sebelumnya.
Akhir pekan lalu, persisnya Sabtu 19/06/2021, saia berkesempatan menjajal Yamaha WR155R di habitat sesungguhnya. Yes, area offroad yang merupakan tempat yang pas buat menerjunkan si jangkung WR155 ini. Dan saat itu, berbarengan pula ada beberapa kepala desa di wilayah kecamatan Jabung, Malang yang turut nyemplung.
Agenda ngalas bareng WR155R ini, dihelat oleh Yamaha Jatim, dengan menggandeng beberapa media dan kepala desa di wilayah kecamatan Jabung. Antara lain kades Kemiri, kades Ngadirejo dan Taji serta beberapa desa lain yang saia lupa.
Mengambil titik tikum di Yamaha Pakis, area ruko di dekat pasar Pakis, saia bersama beberapa blogger Malang antara lain motogokil.com, motomaxone.com, munivmotoblog serta bikersoak
Bila membahas tentang motor gede, pasti yang hadir dalam benak kita adalah sebuah motor yang punya tampilan gahar dan kekar, dibekali dengan mesin besar yang pasti sangat bertenaga, bunyi knalpot yang menggelegar, dan kebanyakan, nggak semua sih, kurang pas dipakai harian.
Namun, salah satu moge Honda, bisa membalik semua itu. Adalah Honda NC750, moge yang bisa dibilang sangat akomodir kepada penunggangnya. Lha gimana nggak? Dibalik sosok besarnya, khas motor laki/batangan dengan tangki dan half fairing motor penjelajah, dengan mesin besarnya berkapasitas 750cc, ternyata sangat ‘memanjakan’ penggunanya.
Anak motor, nggak hanya identik dengan turing, kumpul-kumpul, dan nongkrong. Banyak kegiatan lain yang positif dan bisa dilakukan bareng komunitas. Paling dekat sih, ya sering berbagi info dan trik atasi masalah dengan motor masing-masing, ataupun saling info peluang usaha dengan rekan setongkrongan dan mengadakan kegiatan bakti sosial ke masyarakat.
Kali ini, komunitas Yamaha Lexi di Mojokerto dan Sidoarjo Jawa Timur yang berbagi dengan sesama. Adalah sebuah panti jompo di Mojokerto yang disambangi dalam kegiatan peduli lansia.
Komunitas itu terdiri dari Maximo (Yamaha Lexi Mojokerto) & FLC (Falcon Lexi Community) Sidoarjo melakukan bakti sosial di panti jompo UPT Pesanggrahan PMKS Mojopahit, Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto pada 13 Juni 2021 lalu. Aktivitas ini disupport oleh Yamaha Indo Perkasa sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama terutama kaum lansia.
Ada kabar nih dari AHM. Honda CB150R Verza , disegarkan tampilannya. Motorsport entry level 150cc ini, hadir dengan komposisi warna dan desain stripe teranyar yang semakin menguatkan karakter tangguh pengendara.
New CB150 Verza sekarang punya grafis stripe baru berdesain Neo Classic dengan goresan garis yang tegas. Penyematan desain stripe baru disempatkan pada
Akhir pekan kemarin, Sabtu 12/06/2021, PT. Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) selaku main dealer Yamaha Jatim, ajak konsumen dan awak media ngalas bareng WR 155 di wilayah kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Istilah ngalas, jadi istilah paten nih, ketika bertualang mengendarai motor masuk hutan (alas : Jawa). Dan nih motor, Yamaha WR 155, adalah sarana yang pas
Setelah ganti ban beberapa waktu lalu, sekarang giliran girset nih, alias rantai dan gir si Bleki, Honda New CB150R saia yang dapat jatah pembaharuan. Sebenarnya, sudah bulan lalu direncanakan karena rantai sudah molor sangat dan bunyi berisik meski rajin dilumasi. Apa daya, covid menyerang tak kenal ampun, sehingga pengeluaran kudu diatur supaya dapur tetap ngebul
Umur si bleki, menginjak tahun keempat 2021 ini. Kalau catatan odometer sih, nyaris 50.000 kilometer sudah saia tempuh bersama. Jadi, kalau girset memang minta diganti, ya wajar sih, hehehehe. Lha wong setelan rantai sudah mepet dengan batas maksimal, dan suara berisik yang sudah tak tertangani dengan hanya pelumas rantai rutin. Memang sudah molor si rantai, meskipun kondisi gir depan dan belakang tidak kelewat lancip
Saat mau ganti, kok teringat, dulu banget pernah menyimpan 1 set ranti beserta gir, kepunyaan Old CB150R, alias OCB. Tunggangan saia sebelumnya memang OCB, yang kemudian pindah tangan ke adik ipar. Geledah gudang penyimpanan, yess….ternyata masih utuh 1 paket girset OCB, keluaran merk RK. Kok disimpan? Ceritanya, ini barang saia pesan untuk persediaan/cadangan buat si ciput, OCB. Lha karena sudah pindah tangan dan dirawat adik, si girset ini ya tetap duduk manis di gudang 😆 Lumayan..bisa ngirit nih
Satu set RK Takasago Chain lansiran Malaysia ini, terdiri dari gir depan ukuran 15T, gir belakang ukuran 45 dan rantai ukran 428HSB-124 mata.
Pertanyaannya, apakah bakal PnP, girset yang diperuntukkan untuk OCB dipasang ke NCB? Secara fisik, memang ada beda, terutama panjang rantai dan ukuran gir belakang. Bisa nggak nih dipasang di bleki, NCB saia??
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi konsumen yang senang mengganti oli sendiri di rumah. Meskipun terkadang kita sudah memahami bahwa secara standar oli dapat diganti setiap satu bulan atau telah mencapai jarak tempuh sebesar 2000-3000 km, terkadang pengguna tidak menyadari atau bahkan lupa jika waktunya ganti oli.
Bagi konsumen yang tidak memiliki aplikasi Y-connect sebagai pengingat oli secara instan, PT. Surya Timur Sakti Jatim atau Yamaha Jatim memberikan informasi bagaimana ciri-ciri oli yang harus diganti dan belum waktunya diganti.
Dwi Suwanto selaku instruktur servis Yamaha Jatim menyampaikan,
Era modern jaman sekarang, aplikasi yang terinstall dalam gadget kita masing-masing adalah menjadi sebuah kebutuhan. Jauh lebih memudahkan, dan menyingkat waktu. Salah satunya aplikasi Brompit, lansiran PT. Mitra Pinasthika Mulia ( MPM Honda Jatim ) distributor sepeda motor dan suku cadang Honda wilayah Jatim & NTT. Layanan digital tersebut memudahkan konsumen sepeda motor Honda di Jatim & NTT untuk mendapatkan kemudahan layanan seperti booking service tanpa antre, gratis perlindungan asuransi kecelakaan bagi pengendara dan penumpang dan layanan Honda Care. Konsumen juga bisa mencari lokasi AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) terdekat apabila sedang mengalami kendala di perjalanan dan tersedia pula layanan Honda Care.
Selain dapat menemukan lokasi AHASS terdekat konsumen juga dapat melihat-lihat katalog motor, apparel, aksesoris, dan kebutuhan sparepart sepeda motor Honda. Yang terpenting, setiap melakukan transaksi dengan menggunakan Brompit , konsumen akan mendapatkan point yang dapat