Si Bleki ganti girset, pakai girset OCB. Hasilnya?

Pagi masbro..

Setelah ganti ban beberapa waktu lalu, sekarang giliran girset nih, alias rantai dan gir si Bleki, Honda New CB150R saia yang dapat jatah pembaharuan. Sebenarnya, sudah bulan lalu direncanakan karena rantai sudah molor sangat dan bunyi berisik meski rajin dilumasi. Apa daya, covid menyerang tak kenal ampun, sehingga pengeluaran kudu diatur supaya dapur tetap ngebul

Umur si bleki, menginjak tahun keempat 2021 ini. Kalau catatan odometer sih, nyaris 50.000 kilometer sudah saia tempuh bersama. Jadi, kalau girset memang minta diganti, ya wajar sih, hehehehe. Lha wong setelan rantai sudah mepet dengan batas maksimal, dan suara berisik yang sudah tak tertangani dengan hanya pelumas rantai rutin. Memang sudah molor si rantai, meskipun kondisi gir depan dan belakang tidak kelewat lancip

Saat mau ganti, kok teringat, dulu banget pernah menyimpan 1 set ranti beserta gir, kepunyaan Old CB150R, alias OCB. Tunggangan saia sebelumnya memang OCB, yang kemudian pindah tangan ke adik ipar. Geledah gudang penyimpanan, yess….ternyata masih utuh 1 paket girset OCB, keluaran merk RK. Kok disimpan? Ceritanya, ini barang saia pesan untuk persediaan/cadangan buat si ciput, OCB. Lha karena sudah pindah tangan dan dirawat adik, si girset ini ya tetap duduk manis di gudang 😆 Lumayan..bisa ngirit nih

Satu set RK Takasago Chain lansiran Malaysia ini, terdiri dari gir depan ukuran 15T, gir belakang ukuran 45 dan rantai ukran 428HSB-124 mata.

Pertanyaannya, apakah bakal PnP, girset yang diperuntukkan untuk OCB dipasang ke NCB? Secara fisik, memang ada beda, terutama panjang rantai dan ukuran gir belakang. Bisa nggak nih dipasang di bleki, NCB saia??

Girset

RK buat OCB, spesifikasinya untuk gir belakang lebih kecil, yaitu 45 mata, sementara gir depan sama saja, yaitu 15 mata. Lalu, rantainya yang juga beda. OCB pakai rantai 124 sementara NCB 128 dengan tipe sama sebenarnya, 428

Ah, sambil langsung bongkar saja, toh kalau gak bisa tinggal lepas saja, ” pikir saia. Waktu luang weekend, saia manfaatkan buat bongkar roda si bleki. Pasang standar tengah, dan sebagai pengaman, ganjal lengan ayun dengan batangan kayu. Lanjut lepas roda belakang dengan kendurkan mur as roda. Eh, sebelumnya, lepas sambungan rantai dulu ya, pakai tang lancip. Sekalian juga , sebelum melepas rantai, kendurkan 4 baut 12mm pengunci gir belakang ya

Rantai lepas, lanjut buka penutup gir depan. Covernya, dibuka pakai kunci sok 8mm. Sabar ya, karena bautnya panjang nih, jadi rada lama bukanya

Lepas gir depan dengan kendurkan 2 baut pengikat 8mm juga, dan melepas ring pengunci dengan digeser berlawanan arah. Lalu, pasang deh gir baru RK yang sama persis ukurannya, juga dudukannya.

Beres gir depan, lanjut ke gir belakang. Lepas 4 baut pengunci gir belakang ke teromol. Enaknya, mengendurkan baut gir belakang ini, pas roda masih terpasang, jadi ada penahannya. Usai lepas baut gir belakang, turunkan roda belakang. Roda lepas, jadi lebih mudah mencopot gir belakang NCB. Tinggal cabut saja dari dudukan, dan pasang gir baru.

Wah, mak plung, pas banget. Ternyata, dudukan gir belakang sama persis antara OCB dan NCB. Nggak ada ubahan dan nggak ada kesulitan sama sekali.

Langsung sekalian pasang baut gir hingga rapat. Biasanya, bakal susah mengencangkan baut maksimal, karena nggak ada penahan. Nanti saja saat roda dipasang. Beres gir belakang, naik dan pasang roda belakang. Silakan, baut setelan rantai dikendorkan, alias dibuat mentok kedepan itu setelan rantai.

Roda masuk, tinggal pasang rantai. Disini nih, yang perlu sedikit ketelitian, karena beda panjang rantai dan beda ukuran gir. Gir kepunyaan OCB lebih kecil 1 mata, serta rantai juga lebih pendek. Triknya, adalah mentokin si setelan rantai hingga maksimal. Maksudnya, posisi as roda mentok kedepan. Lanjut pasang rantai ke gir depan dulu, baru deh cantolin ke gir belakang pelan-pelan. Memang rada susah, karena dikerjain seorang diri, tapi ternyata bisa.

Masuk deh, rantai dan girset OCB ke NCB. Ketegangan rantai? Sedikit rada tegang, namun masih aman dan saia rasa masih toleransi kok, nggak kelewat tegang yang dikhawatirkan bisa putus. Tapi ya memang, kudu mentokin setelan rantai ke setelan paling dalam, alias menggeser as roda ke setelan paling dalam.

Usai rantai terpasang, tinggal kencangkan baut-baut pengikat gir belakang dan juga gir belakang. Lalu, langkah akhir, kencangkan baut setelan rantai, dan baut as roda

Beres deh, si bleki gagah dengan girset baru. Suara berisik, minggat jauh.. Tampilan lebih resik dengan gir mengkilap, dan rantai hitam. Lalu, rasanya??

Hmm..karena gir belakang lebih kecil 1 mata, saia pikir pasti tarikan jadi rada ngeden, atau lemot. Ternyata, nyaris nggak berubah kok. Hal ini karena panjang rantai yang lebih pendek, plus setelan roda yang maju maksimal. Alhasil, sumbu roda memendek, dan pengaruh ke akselerasi meski gir belakang lebih kecil 1 mata

Jadinya, rasanya ya hampir sama saja dengan sebelumnya. Yang pasti beda jauh adalah senyap, nggak lagi bunyi gemericik rantai dan gir, hehehehe

Oh iya, girset RK yang saia pakai ini memang dagangan kawan lama di komunitas, yang masih built-up dari Malaysia. Kalau nanya harga, dulu banget pas beli sekitar 2018, sekitar IDR 300 ribuan. Nggak tahu sih sekarang, hehehehe..

Semoga berguna

One comment on “Si Bleki ganti girset, pakai girset OCB. Hasilnya?

  1. Pingback: Si Bleki ganti girset, pakai girset OCB. Hasilnya? | Jatimotoblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s