SIM TNI, ya hanya berlaku saat mengemudikan kendaraan militer

Pagi masbro..

Pagi habis ngantar anak sekolah, seperti biasa, ngobrol dengan beberapa orang tua siswa. Nah, salah satunya, ada pati (perwira tinggi) TNI nih. Kadang-kadang si bapak emang ngantar sendiri anaknya, sesekali aja kalo pas luang. Kalau nggak, ya sopirnya yang antar. Nah, ternyata ngobrol santai nambah wawasan juga. Berawal soal razia polisi di jalan, saia nanya ke bapaknya. Gitu itu, kalau pas bawa mobil sendiri, pernah dihentikan juga kah? Senyum si bapak, ‘Ya iya mas, sebagai warga yang baik, ya kudu sesuai peraturan lah. Kelengkapan saia ada semua kok, SIM STNK” Lalu beliau menunjukkan SIM komplit A & C . Kalau pas bawa mobil dinas militer, aman mas, gak pernah dihentikan.”

Saia balas jawab , “Iya tuh pak, polisi keder duluan kalo nyetop nopol militer”  Hahahaha..nggak gitu sih mas benernya, karena yang berwenang razia militer, ya PM (Polisi Militer) Kalau polisi mah, urusannya sama sipil alias warga biasa” si bapak jelasin.

“Terus mas, kalo untuk mengendarai kendaraan militer, SIM khusus juga harus ada”. Lanjut menjelaskan, bahwa untuk bisa mengendarai kendaraan militer berbentuk apapun, ada surat ijin mengemudi alias SIM khusus. Namanya SIM TNI.

gambar : google

SIM ini, bentuknya lebih sederhana sih, meskipun masih ada kemiripan dengan SIM keluaran Polri. Berbentuk lembaran yang lebih kecil daripada SIM biasa, dan sederhananya, hanya dilaminating. Ada beberapa jenis SIM TNI, dengan klasifikasi kendaraan berbeda. Ada jenis A juga, untuk bisa mengemudikan kendaraan dinas seperti mobil roda 4 seperti pada umumnya. Kemudian, ada klasifikasi C, untuk sepeda motor dinas militer.

gambar : google

Nah, uniknya, ada klasifikasi B dengan beberapa jenis juga, untuk kendaraan militer kelas berat. Macam truk angkut personil, truk barang hingga truk komunikasi radar…Yang asyik, juga ada klasifikasi untuk bisa nyetir tank dan panser masbro. Weleh..weleh tenan..Gak main-main  mengemudikan tank masbro, hehehehehe, meski jelas nggak boleh di jalan raya.

SIM TNI ini, juga sama saja, untuk bisa memperolehnya kudu melalui ujian teori/tulis dan praktek. Kalau nggak lulus? Ya nggak dapat deh itu SIMnya, karena dari penjelasan pak S tadi, ujiannya jauh lebih ketat dari ujian SIM sipil/biasa. Tahu sendiri kan militer katanya…

Masa berlaku SIM TNI juga sama ternyata dengan SIM biasa, yaitu 5 tahun. Bila sudah mau habis masa berlakunya, ya kudu dan harus perpanjangan. Kemana? Ada bagian khusus di Polisi Militer, yang menangani tentang SIM ini. Dan ajibnya, ada sanksi keras untuk aparat militer yang melanggar. Terberat, selain ada hukuman fisik 😉 , SIM TNI yang dimiliki bisa sampai dicabut dan parahnya, yang bersangkutan bisa diblokir alias tidak bisa mengajukan pembuatan SIM lagi. Mantap

Jadi, makanya, kalau pas razia oleh kepolisian ada aparat militer ngeloyor saja lewat tanpa dihentikan dengan memakai kendaraan militer, ya jangan heran dan ngiri ya masbro. Bukan perlakuan istimewa itu, karena memang beda. Kecuali aparat militer, dengan memakai kendaraan biasa/sipil, nah, itu baru akan distop dan diperiksa surat-suratnya. Kalau ada razia gabungan antara Polri dan TNI, biasanya ada juga Polisi Militer plus Provost Polri. Gunanya, ya PM dan Provost ini akan memeriksa anggotanya masing-masing yang terjaring razia saat itu. PM memeriksa anggota TNI dan Provost menangani anggota Polri . Ada tupoksi dan bidang masing-masing masbro.

Nah, sekian info tentang SIM TNI ya, semoga berguna

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s