Yang tersisa dari Exclusive Touring Honda CBR250RR Goes to Batu

Pagi masbro..

Event touring pemilik Honda New CBR250RR, dari Surabaya menuju Batu, Malang, memang sudah usai. Digelar Minggu lalu, 26 Maret 2017 oleh PT MPM Jawa Timur, dengan dukungan dan support beberapa dealer MPM lain yang dilewati.

Nah, di salah satu titik cek point sekaligus peristirahatan, peserta penunggang baby RR ini, berkesempatan Continue reading

Advertisements

All New Soul GT 125 yang (masih) berisik

Pagi masbro..

Lewat japri dan via email, bang Ryo, pemilik Yamaha All New Soul GT 125, disingkat ANSG aja yak, kembali kontak saia. Pertama kali, memang mesinnya kasar, nih artikelnya. Klaim ke be-res Yamaha, bongkar total , turun mesin dan ganti beberapa part dan hasilnya, saat itu, mesin kembali normal. Halus layaknya motor masih baru. Artikelnya disini nih.

Lha, setelah dipakai beberapa ratus kilometer, dengan pemakaian harian biasa, ternyata, bunyi berisik muncul lagi. Simak link video terlampir, yang didokumentasikan oleh pemilik.

Suara kasar sudah tak terlalu kentara, namun suara icik–icik kemericik terdengar nyata. Wah, sampe puyeng nih si pemilik. Udah ganti silinder berikut piston dan beberapa part lain, kok masih saja suara berisik terdengar. Meskipun tidak sekasar sebelumnya saat klaim pertama, tetap saja, namanya kuping nggak bisa dibohongi. Dengar mesin berisik, memang menciderai perasaan banget. Coba masbro, kita beli motor dengan duit yang susah payah dicari serta dikumpulin. Beli baru gressss hewes–hewes. Body mulus, cat dan stiker kinclong mengkilap, model keren, begitu mesin nyala, ambrol deh…berasa nunggangi motor lawas, kata bang Ryo ini. Busyett.. padahal, odometer baru 3 ribuan, persisnya 3.190 km saja.

Makin bikin nyesek, kala klaim ke be-res, dipingpong dengan berbagai alasan nggak jelas. Suruh tunggu ini itu, katanya suara normal blaa..bla.bla.. Hingga artikel ini ditulis, berdasar hasil ngobrol dengan pemilik, tidak ada iktikad baik dari pihak bengkel resmi Yamaha. Yamaha Niaga, bahkan Yamaha area Tangerang pun tidak merespon secara baik. Hanya dijawab saja, kalau keluhan sudah dilaporkan ke pusat dsb..tapi tidak ada tindak lanjutnya. Janjian mau didengarkan langsung suara mesinnya di bengkel resmipun, hingga saat ini, juga belum ter-realisasi.

Yah, sambil berharap, semoga segera ada tindak lanjut dari pabrikan terkait nih, sehingga ada solusi terbaik dari kedua belah pihak. Semoga lekas terselesaikan ya masalahnya mas bro

Bengkel resmi tangani rekondisi motor tarikan

Pagi masbro, apa kabar?? Semoga baik dan semangat di Senin ini.
Bengkel resmi, memang tidak melulu mengerjakan perawatan alias maintenance alias tune up motor pabrikan tertentu. Contoh paling gampang,  AHASS, bengkel resmi Honda, seringkali ketemu juga melayani service/tune up motor merk lain. Demikian juga bengkel resmi Yamaha, Suzuki, Kawasaki dan lain-lain. Entah itu di luar prosedur atau bagaimana, saia nggak tahu persis. Lha wong saia orang biasa kok, bukan orang pabrikan, jadi ya mana tahu SOP-nya 😆
Nah, pas service V110FI di be-res, yang akhirnya ketemu rangka misteriusdisini, ndilalah kok juga melihat beberapa mekanik, dibantu siswa PKL, sedang mempreteli dan memperbaiki beberapa matic Honda, Satria FU dan Yamaha Vixion. Saia dekati dan ngobrol-ngobrol jagongan, sambil nunggu motor diservice. Ada sebiji V125FI dan BeatFI yang sudah dalam kondisi pretelan body-nya, sedang dicuci.

Jpeg

Juga si FU, segelondong mesinnya raib, alias gak ada. Saia tanya, kok kondisinya protolan beberapa unit itu. Si mekanik, sambil kerja menjelaskan, kalo unit yang mereka kerjakan itu merupakan kendaraan tarikan leasing. Oooh..ternyata. Kendaraan tarikan leasing, yaitu dari hasil tarikan konsumen yang nakal-menunggak, direkondisi hingga keadaan fresh, siap pakai.
Biasanya, nih biasanya lho ya, kendaraan tarikan leasing kebanyakan dilelang atau dijual kembali, dengan keadaan seadanya. Kalo pas yang mulus, ya rejeki. Kalo yang nggak, kadang body mulus, tapi mesin oplosan, alias hancur 😆
Nah, unit yang direkondisi di be-res ini, menurut mekanik tadi, direkondisi semaksimal mungkin. Part body yang rusak diganti baru, sehingga utuh kembali, lengkap berikut stripingnya. Kemudian, untuk sektor mesin, sama juga, part yang rusak-entah dikanibal pemilik lama atau emang rusak-diganti baru, sehingga fungsinya normal dan maksimal. Pokok-e siap pakai, mirip-mirip motor baru lah 😆

V125FI 2015 :mrgreen:

V125FI 2015 :mrgreen:

Contoh diatas, Vario 125FI 2015 ini, mesin masih juos, cuma part body beberapa baret-baret, abis jatuh kayaknya.

Nah, trus kalo yang motor merk lain gimana? Ternyata, untuk mesin, dikirim ke bengkel resmi pabrikan yang bersangkutan. Kemudian, soal part body dan lain-lain, beli di be-res pabrikan sebelah, kemudian, baru saat perakitan dan pemasangan, bengkel ini yang melaksanakan. Wih, rada ribet yak? Nggak juga, wong kenalan banyak kok, kata si mekanik sambil cengengesan :mrgreen:
Iseng saia tanya, gini ini jualnya gimana? Apa lewat be-res, atau kembali ke leasing? Ternyata, kembali ke leasing, mereka hanya melakukan tugas rekondisi aja. Selesai. Hem, tanpa sebut nama leasing, saia rada terkesan juga dengan sistem mereka. Membuat kendaraan jadi 100% berfungsi, juga penampilan mulus. Gimana nggak, wong rata-rata masih keluaran baru. Tertua yang saia tanya, keluaran 2014 :mrgreen:
Semoga berguna.