Destinasi wisata kerajinan di Kota Malang
Masbro sekalian, postingan kali ini jangan dibuat susah ya, karena sengaja saia buat dalam format bahasa Jawa Malangan, yang emang rada kasar, campuran dann…ada khas walikan. Apaan tuh? Yup, ungkapan kata-kata yang dibalik, alias ditulis dari belakang, yang jadi ciri khas Malangan. Misal, Malang jadi Ngalam dan sebagainya.
Stay tune yak…

Wisata nang Ngalam, biasane uwong mikir-e mesti kota Utab, dudu kota Ngalam. Maklum ae, lha ancene nggen hiburan karo dulinan sing akeh ancen ndek Utab. Nah, saiki ayas katene sethithik mbagi info nggen wisata kerajinan ndek wilayah kota Ngalam.
Mulai teko lor dhisik yo, sing cedhek. Lek sampeyan uklam teko lor Continue reading
Perhatian-kah anda dengan motor tunggangan?
Hai masbro, apa kabar di cuaca mendung menjelang hujan ini? Semoga sehat, gak kayak saia yang udah 3 harian didera batuk dan kawan karibnya, pilek ๐
Lagi-lagi bahas motor yak..jangan bosan
Apa sih arti sebenarnya biker sejati? Apa yang tiap hari turing? Atau yang tiap hari aktifitasnya dilakukan diatas dan bareng motornya? Atau malah yang sangat peduli sama motor tunggangannya???
Kali ini saia gak mbahas soal itu. Yang saia soroti adalah hal tersirat di gambar.
Ada yang kenal sama biker satu ini? Beliau biasa disapa kang Soleh, salah satu member KSC, Komunitas Streetfire Surabaya. Gambar saia ambil di salahsatu cek poin saat fun touring Jatimotoblog dan MPM Honda.

Gak keliatan? Nih saia zoom + crop ๐

Tampak, salah satu RC (Road Captain) yang mengawal rombongan, sedang ‘ngopeni’ motornya, CB150R SF. Padahal, waktu itu, yang lain habis makan, pada istirahat dan ngobrol-jagongan. Eh, beliau dengan asyik malah ngambil kain lap lebar, seukuran handuk kecil, trus mengelap motornya. Mulai dari visor, lampu depan, tangki, shroud sampe bodi belakang. Wuiih..padahal, itu motor baru menempuh perjalanan jauh, dari Papuma Jember, sampe saat saia ambil gambar, di wilayah Probolinggo. Bisa dibayangkan dengan kondisi jalan yang berdebu tho?? Ckckckk..jian mas iki open tenan karo sepeda-ne (jian, mas ini sangat perhatian sama motornya). Sayang, saia gak sempat lanjut ambil gambar lagi pas sampai Sidoarjo.

Motor, memang bak istri bagi biker, diperlakukan dan disayangi. Selain fisik yang terawat, bersih, juga keadaan selalu laik jalan, karena selalu dicek, baik fungsi mesin maupun perangkat lainnya. Dengan membersihkan saja, kayak mas Soleh ini, kita sudah bisa sambil mengecek keadaan motor kita, agar selalu siap dan laik jalan. Eh, siapa tahu, ternyata ada baut bodi yang kendor, lampu sein mati, atau malah kampas rem yang mulai tipis. Jadi, lebih cepat kita tahu, lebih cepat mengambil tindakan, seperti perbaikan/penggantian, sehingga aman dan selamat di jalan.
Gimana, sudahkah dirawat motormu hari ini??
Proyek median jalan belum selesai, dimanfaatkan deh
Masbro, Kota Malang memang terus membenahi jalan-jalan protokol. Selain menambah lampu PJU, median jalan juga dipercantik dengan mengganti isian median jalan. Bila sebelumnya, cukup diisi beton cor, sekarang dirubah, diisi dengan tanaman. Diharapkan, selain menambah segar karena bertambahnya tanaman hijau, juga bermaksud untuk bisa menekan polusi di jalanan, karena menurut informasi, tanaman yang dipasang di median jalan juga menyerap polutan CMIIW
Tahun 2014 ini, yang sudah “ditamankan” adalah area median jalan J.A. Suprapto, dan Jl. S. Parman. Nah, akhir 2014 ini, direncanakan sampai Jl. A. Yani hingga ujung flyover Arjosari. Masalahnya, ternyata, tahap terakhir ini terlihat mangkrak. Ya, yang jelas terlihat adalah median jalan lama sudah dibongkar, namun dibiarkan terbengkalai dan tidak dilanjutkan dengan pemasangan beton median baru beserta tanamannya. Akhirnya, di sela-sela bongkaran ini, dimanfaatkan pengendara R2 untuk putar arah ataupun menyeberang
Sepintas memang sepele kelihatannya, tapi ada dua efek samping yang berbahaya. Pertama, menimbulkan kemacetan. Karena, kadang pengendara yang hendak “memanfaaatkan’ celah ini juga ternyata banyak. Karena celahnya sempit, hanya cukup untuk 1 motor, otomatis mereka antri. Dengan 3 motor aja, sudah ada antrian, sehingga kendaraan lain secara reflek mengurangi kecepatan sehingga kendaraan belakangnyaย juga mengikuti. Macet-lah yang terjadi…
Kedua, sangat beresiko kecelakaan. Karena posisi pengguna celah ini berada di tengah jalan, sementara tidak ada rambu atau apapun, dikhawatirkan, pengendara lain tidak ngeh alias tidak menyadari kalo di jalur tengah ada pengendara yang hendak putarbalik atau menyeberang. Lha memang bukan tempatnya, ya toh?? Kalaupun terjadi kecelakaan, sangat besar kemungkinan, pihak yang disalahkan adalah yang memutar arah/menyeberang, karena bukan tempatnya..
Kalo pas lewat sini, hati-hati ya masbro..siapa tahu ada pengendara nekat yang nyempil di celah bongkaran median jalan. Lagipula, entah sampai kapan ini kerjaan selesai, mengingat sekarang sudah akhir tahun..bisa jadi mangkrak nih ๐ฟ
Hujan t’lah tiba, hore..hore
Masbro sekalian, apa kabar semua? Sehat??
Yup, antara “suka dan derita” kala hujan mulai mendera..cieee, kesambet opo kie, pagi-pagi udah puitis ๐
Sudah 2 harian ini, Malang mulai diguyur hujan, dengan intensitas sedang. Meski menurut BMG, secara umum negara kita baru memasuki musim penghujan di akhir November atau awal Desember, namun di beberapa daerah sudah mulai turun hujan, meski dengan skala lokal.

Kenapa suka ?? Lha kebetulan, entah perasaan saia aja, kayaknya kemarau tahun ini terasa banget panasnya, apalagi sekitar bulan September-awal November, buset tenan panasnya..jadilah, kipas angin di rumah kerja keras mendinginkan penghuninya. Begitu turun hujan, mak sleppp…hawa segar, seperti aslinya daerah Malang, kembali terasa. Debu menghilang, suhu udara turun, tanaman pun segar menghijau
Kenapa Continue reading
Raya Malang-Surabaya macet (lagi)
Hai masbro.. Posting singkat aja pagi ini. Sekedar menginformasikan, kalo masbro yang hendak ke Surabaya dari arah Malang dan sebaliknya, waspada dan bersiap menghadapi kemacetan tepat di Raya Ardimulyo, (depan rumah saia nih). Dnihari tadi, terjadi kecelakaan, sebuah truk tronton bermuatan kertas CMIIW, terguling tepat di jalur barat, arah ke Surabaya. Badan truk yang panjang, beserta muatannya yang tumpah, memenuhi badan jalan, sehingga arus lalu lintas arah ke utara (Surabaya) macet total, dan terpaksa dialihkan melalui jalur sisi timur. Jadi, macet tak terhindarkan, karena jalur timur yang hanya dua lajur searah, dipaksa dipakai dua arah. Jalur barat ditutup mulai depan Markas Divisi 2 Kostrad sampai pertigaan ojek Ardimulyo/Song-song. Setelah itu, jalur ke utara relatif lancar. Kalau pantauan tadi pagi, arah ke selatan/Malang, macet hingga sekitar 3km, mulai SPBU Gondang-Randuagung hingga TKP. Sedang arah utara macet hingga jembatan timbang, sekitar 1,5 km.
Hingga pukul 08.00 tadi, truk belum bisa dievakuasi, menunggu alat derek, sementara muatannya yang tumpah sudah dipindahkan forklift ke truk dari perusahaan yang sama. Mungkin, berita lengkapnya diposting mbah Wiro, lha tadi ketemu pas sama-sama ambil gambar Semoga berguna dan tetap berhati-hati di jalan

Cerita urus SIM C baru di Satpas Polres Malang plus bocoran denah uji praktek
Ini cerita pas nganter keponakan membuat SIM C baru di Satpas Polres Malang yang berlokasi di Jalan Raya Singosari. Kalo prosedur-nya, tertera seperti di banner dibawah ini..sebelumnya siapkan fotokopi KTP, minimal 3 lembar ya..

Tes kesehatan dulu, di luar area Satpas, persisnya didekat parkiran luar. Daftar sambil menyerahkan fotokopi KTP 1 lembar, antri deh, nunggu giliran, eh bukan ding, nunggu dokternya datang dulu. Meski sudah jam 8 lewat 15 menit, belum juga nampak, padahal saia dan ponakan dah nunggu mulai pukul 07.30. Akhirnya, beberapa saat kemudian muncul deh, gak perlu lama nunggu, lha wong tes-nya sama persis kayak pas saia ngurus perpanjangan SIM, tes mata doang, cerita ponakan saia. Bayar deh IDR 20.000.
Sekedar trik, Continue reading
Es Teler Durian Mondoroko
Hemm…panas-panas gini mbahas yang seger yuks?? Salah satu minuman segar adalah es teler. Nah, di daerah Mondoroko-Singosari, ada kedai es teler durian yang bujubuset ramenya, sampe ada nomer antrian segala. Sebenarnya, disebut kedai juga bukan, lha wong lokasinya di pinggir jalan raya Malang-Surabaya, dengan bermodal tenda dan beberapa meja+kursi plastik. Sudah lama pingin nyobain benernya, tapi kendalanya soal waktu. Pas pulang kantor sudah tutup, sementara, pernah siang-siang pas ada kerjaan melewati situ, mau mampir, busyet deh, antrian sudah nyampe 50an…
AKhirnya, diniati juga meski antri. Oalah, pas tau proses pembuatan, ternyata sangat sederhana saudara-saudara. Dalam 1 porsi, berisi alpukat, sedikit degan/kelapa muda, susu kental manis dan…daging durian sebagai maskotnya. Makanya dinamakan Es Teler Durian. Kemudian ditambahkan serutan es batu, taraa…dah siap disantap.
Untuk menu, ada beberapa macam, yang ternyata bedanya cuma volume isian duriannya aja, lebih banyak….tentunya dengan bandrol harga yang lebih mahal, hehehehe..
Untuk harga, 1 porsi es teler durian original dihargai IDR 7.000, sementara, yang dobel extra IDR 15.000
Silakan dicoba….nih, “barangnya” terlampir

Jalur Malang-Surabaya macet di Lawang hari ini
Hai masbro, mau update informasi aja nih
Bagi masbro yang hendak melintasi daerah Lawang, baik dari arah Malang menuju Surabaya maupun sebaliknya, mohon menambah kewaspadaan dan kesabaran, karena, mulai tadi pagi, kemacetan panjang menghadang. Hal ini dikarenakan adanya proyek pembuatan sudetan saluran air dari sisi barat jalan, menyeberang ke sisi timur jalan
Proyeknya sih, kayaknya dikerjakan mulai malam tadi, karena banyaknya material dan lebar jalan serta saluran, jadinya pagi ini, separuh jalan pun masih belum selesai. Jadi, untuk sementara, jalur sisi barat yaitu arah ke utara ke Surabaya, dipakai untuk 2 arah, yakni sekalian arah ke selatan/Malang.
Untuk antrian kendaraan sendiri, dari arah Malang sudah mencapai sekitar 3 km, yakni sampai sekitar SPBU Gondang perbatasan Lawang – Singosari. Sementara dari arah utara, saia belum memantau, lha ikutan kejebak macet nih ๐
Monggo disimak foto terlampir. Hati-hati dan tetap berkendara dengan aman ya..





Icip Honda Verza
Hemm..ning Verza, kalo rekan-rekan lain bikin nickname motor batangan ini. Diluncurkan AHM sebagai motor sport entry level, dibuat “batu loncatan” dari pemakai matic, bebek/cub sebelum ke sport yang “beneran” kayak CB150R dan CBR series. Dengan harga yang hanya sedikit diatas harga bebek varian tertinggi dan matik, secara hitungan, bisa jadi “pelarian” ๐ Eits, meski tergolong entry level, Verza ini menawarkan sisi lainnya. Dengan mesin 150 cc 2 katup SOHC injeksi, meski soal speed memang dibawah kakak-kakaknya, tapiii..torsi Verza, sangat bisa diandalkan.

Yup, tanpa harus bejek gas dalam-dalam, buat akselerasi, bawa beban dan tanjakan, terasa sangat cukup. Opini pribadi saia lho ya IMHO. Belum lagi, posisi riding, yang dulu sangat terkenal diunggulkan Honda, yaitu segitiga kenyamanan CMIIW, terbukti lagi pada Verza. Ya, sangat mirip kenyamanan yang didapat pada New Megapro dan NMP (monosok). Setang lumayan tinggi, footstep mirip posisi bebek, terbukti nyaman untuk dipakai dalam jarak jauh atau waktu tempuh lama.
Saia kebagian nunggang Verza 2 kali dalam fun touring ke Jember beberapa waktu lalu. Yakni, sekejap, dari minimarket ke Rambipuji dan saat perjalanan pulang, dari Tongas (Bromo Asri) sampai MPM Sedati-Sidoarjo. Rasanya, kayak reuni dengan si Meggy, kuda besi saia 2007 lalu. Posisi nyaman, cenderung tegak-santai karena setang tinggi.
Akselerasi awal lumayan kerasa, karena torsi didapat pada rpm tidak terlalu tinggi. Dipadu knalpot standar yang menurut saia, berwibawa suaranya, ulem (opo iki terjemahan-e), tapi kalo dibetot, ilang deh ngebas-nya ๐
Tapi, di sisi lain, sesuai dengan bandrol entry level-nya, tenaga pun terbatas, alias napas cepet abis. Karena gak ada tachometer, susah tahu putaran mesin alias cuma pake feeling dan kira-kira. Abis melewati kecepatan 90 kpj, kecepatan sudah susah untuk naik lagi, sementara mesin sudah teriak kenceng dan posisi gir persneling sudah topgear alias 5 ๐
Alhasil, ya sudah, harus pasrah, gak bisa tarik-tarikan sama kang ndas yang nunggang CBR

Overall, kalau untuk akselerasi, lebih dari cukuplah, kalo selap-selip di kemacetan, Verza termasuk enteng meliuk, padahal bodi gede.
Kerja suspensi depan enak, kalo belakang, sedikit rada keras. Mungkin, dipersiapkan untuk kuda beban juga nih sama AHM, kalo buat boncengan nggak ambles/keempukan.
Kalo penilaian akhir saia pribadi, buat di , maap nih, pedesaan yang banyak tanjakan, jalan gak rata dan antar lokasi rada jauh, sangat cocok. Juga kalo bawa beban, entah barang atau manusia, torsinya cukup…
Mau ke sawah, angkut rumput atau ngojek, hayuuukkk ๐

Tapi jangan salah, di perkotaan juga handal kok, terutama di sela kemacetan. Buktinya, teman kantor saia juga milih nih motor. Katanya sih, enak…murah, irit dan lincah, hehehehe..penuturan beliau loh. Gak percaya? Coba tanya kang Rio http://motorrio.com/ …tiap hari gak bosen-bosen nunggang Verza pp rumah-kantor, hehehehe
Ternyata, trik nyetut motor mogok jadi cara membawa motor curian
Dapet info disini https://id.berita.yahoo.com/tiga-pemuda-lamongan-spesialis-curi-motor-suzuki-satria-081317487.html, pas dibaca lebih lanjut, ternyata cara dia membawa motor curian, sempat saia ulas disini https://aslimalang.wordpress.com/2013/09/26/motor-mogok-bawanya-gimana/

Yup, nyetut adalah salah satu cara membawa motor mogok yang sering dilakukan. Yakni motor yang mogok, didorong pake kaki, oleh orang yang menaiki motor sehat.

Pada kasus pencurian diatas, ya masuk akal juga sih, kalo masyarakat sekitar lokasi tidak curiga dengan aksi pelaku. Lha dipikir, kan, lagi nolong temannya yang motornya pas mogok, mana tahu ternyata yang disetut itu motor curian ๐ฟ Haduuh…makin beragam ya trik-nya..
Tetep jaga keselamatan di jalan dan perhatikan keamanan kendaraan anda






