Kenalan dengan aneka mesin pengaspal jalan

Pagi masbro..

Saban hari wira-wiri di jalanan, pasti sudah hafal ketika ketemu dengan perbaikan atau pengaspalan jalan, dan berjumpa dengan mesin-mesin besar yang biasanya berwarna kuning terang macam ini.

Sudah pada tahu belum, nama masing-masing mesin tersebut? Dan apa saja kegunaannya? Yuk, diulas satu-satu ya, untuk pengetahuan kita bersama.

Jalan raya aspal, awalnya dibuat dengan beragam pondasi. Tanah padat, batu kali, kerikil, ditata sedemikian rupa sebagai dasar kemudian ditambahkan pelapis sebagai penguat sekaligus perekat berupa aspal. Dari awal dulu, pasti sudah kenal dengan alat satu ini.

Buldozer

Setelah lahan dibersihkan, kemudian dilakukan pekerjaan perataan tanah. Disini peran si buldozer, yaitu meratakan sekaligus membawa material kedepan supaya tersebar.

Tandem roller

Penghamparan material pondasi bawah menggunakan truk besar yang disebut dump truk kemudian diratakan dan dipadatkan dengan menggunakan alat tandem roller ini. Selain saat awal pondasi, ekerjaan perataan dengan tandem roller dilakukan lagi pada saat penghamparan lapis pondasi atas, dan lapis permukaan.
Untuk menambah bobot dari wheel roller ini, maka roda silinder yang kosong diisi dengan zat cair (minyak atau air) atau kadang-kadang juga diisi dengan pasir. Pada umumnya beratnya bisa mencapai  6 – 12 ton. Penambahan bobot akibat pengisian zat cair pada roda silinder dapat meningkatkan beratnya 15% – 35%.

 

Asphalt sprayer

Fungsi mesin ini, buat nyemprotin aspal cair sebagai lapis pengikat. Dilengkapi pemanas sebagai pengencer aspal, kudu jaga jarak sama nih mesin ya. Lha wong yang disemprot adalah aspal cair yang pasti dalam kondisi panas. Kalau dingin kan mengeras tuh aspal

 

Asphalt finisher

Setelah lapisan pondasi bawah selesai dikerjakan, dan sudah disemprotkan aspal cair,  baru seh giliran material aspal padat yang sudah dicampur dengan material lain macam kerikil-pasir dan lainnya dengan komposisi campuran tertentu. Untuk menghamparkan campuran aspal nyaris padat ini,  digunakan alat asphalt finisher. Material aspal campuran, dituangkan dari dump truk ke moncong mesin ini. Lanjutnya, bakal diproses dan ditekan ke permukaan jalan dengan kepadatan dan tekanan tertentu yang sudah disetting.

Double drum roller

Setelah asphalt berhasil dihamparkan , pekerjaan selanjutnya adalah pemadatan dengan double drum roller hingga memenuhi kepadatan dan elevasi yang direncanakan.  Mesin ini nih yang paling tenar. Saia juga tahunya nama nih mesin, mesin giling – slender – mesin gilas 😆 Mesin pemadat, tapi bukan pemabuk

Pneumatic roller

Pekerjaan selanjutnya adalah finishing pemadatan dan perataan jalan raya dengan alat peneumatic roller. Mesin ini, biasanya dipakai di akhir proses pengaspalan, alias finishing. Bentuk macam double roller, namun rodanya dari karet bukan besi baja. Makanya, lebih lentur dan lembut, cocok sebagai pemoles akhir. Biasanya, berjulmah roda 5 didepan dan 5 dibelakang.

Nah, sudah pada tahu kan, mesin apa saja nih yang dipakai pas pengaspalan jalan? Meski nggak paham bener, minimal tahu lah, namanya hehehehe. Toh, tiap hari kita melintasi jalan aspal yang dihasilkan oleh mesin-mesin tersebut

Semoga berguna

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s