Malangnya nasib pohon beringin Alun-alun Malang

Yup. Itulah yang saia gambarkan melihat “perlakuan” yang dialami sebuah pohon beringin di Alun-alaun Kota Malang. Pohon beringin di sisi selatan alun-alun, dekat dengan wahana playground anak-anak. Berawal dari beberapa keluhan warga. Entah benar atau tidak, Dinas Kebersihan Kota Malang, menerima laporan beberapa warga, yang mengeluh, kalau anaknya, ketakutan melihat sosok pohon beringin besar tersebut. Nggak tahu, apakah sampai ada penampakan dan segala macamnya, yang jelas, katanya lho ya, itu pohon kok bikin seram. Nih pohonnya

beringin1Memang sih, pohon beringin yang ada di Alun-alun, rata-rata Continue reading

Soto Ayam Lonceng, sedjak 1965

Biar yang lain masih rame membahas MotoGP, bahas makan-makan aja yuk disini 😆

Siang-siang nan panas, habis dari setor kerjaan, saia balik kantor. Mlipir dari arah Depo Arsip Jl Bingkil, perut minta diisi. Akhirnya, nyobain soto ayam legendaris Malang, di area timur Pasar Besar Malang.
Warung Soto Ayam Lonceng ini letaknya persis kawasan Kyai Tamin, Kota Malang. Terkenal dengan nama “Soto Lonceng”, karena memang tempatnya tidak jauh dari monumen lonceng atau jam kuno yang hingga kini masih ada di kawasan itu. Untuk menemukannya, gampang. Karena letaknya di pinggir jalan besar sebelah timur Pasar Besar, Kota Malang. Cuma, meski di pinggir jalan, kalau tidak jeli, sangat mungkin terlewat, karena ukuran bangunan yang tergolong kecil, bila dibandingkan dengan bangunan lain di sekitarnya.

soto1Bangunannya terkesan kuno. Bagian luar, dicat warna putih, dengan kusen pintu dan jendela berwarna biru. Petunjuk, hanya ada papan nama kayu dengan warna dasar putih kekuningan dan ditulis dengan cat warna hitam. Tulisannya juga sangat sederhana. Hanya tertulis Soto Ayam Lonceng saja. Masuk kedalam, nuansa jaman dulu, sangat terlihat. Yakni, masih menggunakan ubin khas zaman dulu yang berwarna krem. Pada bagian atas pintu masuk juga masih ada izin dagang dari plakat kayu yang masih menggunakan ejaan lama.

Di bagian pojok-pojok ruangan, terdapat papan yang difungsikan sebagai meja. Sementara untuk meja makan, hanya ada dua meja dengan ukuran sedang. Sementara pada bagian pojok ruangan sebelah timur, terdapat semacam rombong berwarna coklat mengkilap yang digunakan oleh pemilik warung. Ya, mungkin mempertahankan nuansa aslinya, agar orang yang mampir tidak hanya nostalgia dengan menyantap masakannya, namun juga merasakan keaslian lokasinya CMIIW

soto4Lanjut, langsung pesan saja. Di menu, hanya ada 1 menu makanan, ya soto ayam itu :lol:, lha kalo minuman, ada beberapa macam seperti teh panas/es, kopi, jeruk panas/es.
Gak berapa lama dirakit, eeh, diracik, seporsi soto ayam Lamongan jadul, sudah tersaji dimeja saia. Nasi, dengan taburan suwiran/potongan daging ayam, bihun/soun, serutan kubis, dan irisan telur rebus, diguyur kuah soto yang sedikit keruh/butek..hemm, sempat gak sabar, pingin cepat disikat, padahal belum difoto 😆

soto2Rasanya, berasa balik ke jaman dulu. Serius masbro, semasa kecil, kalo pas ke kota (karena rumah di desa), diajak bapak-ibu, pulangnya pasti mampir ke soto ini. Rasanya, seingat memori saia, tetap. Tidak terlalu gurih kayak soto jaman sekarang, ada khas kuah keruhnya. Ditemani sedikit kecap manis dan sambal, makin nendang. Hemm…bener-bener nostalgia jaman kecil, hikss..hikss
Berangkat naik oplet, ganti bemo di kota, jalannya ke alun-alun, sebelum pulang makan soto dulu disini. Walah…OOT
Jelasnya, ini soto jadul, wajib dicoba pemburu kuliner. Meski sangat sederhana, tapi, buat yang punya kenangan dengan tempo dulu alias jaman dulu, sangat layak dicoba. Kalo gak salah, warung soto ini juga sempat masuk di buku 50 Tempat Jajanan dan Oleh-oleh khas Malang serta buku 100 tempat makan legendaris di Malang 20-70 tahun CMIIW, lha bukunya ada tuh di tempat kerja saia 😉

soto 5Dengan harga yang masih sangat terjangkau, seporsi soto ayam Lamongan ini dibanderol IDR 12.000, sementara untuk minuman teh, cukup IDR 3.000.
Monggo dicoba dulur…

Kirab Budaya Malang 2015

Tanggal 19 Agustus 2015 lalu, Kota Malang, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengelar Kirab Budaya 2015. Kirab Budaya tahunan ini, digelar beriringan dengan parade mobil hias dari instansi pemerintahan, pendidikan, universitas, pelaku usaha dan bisnis serta lembaga budaya.
DSC_0892Diawali oleh kirab budaya pejalan kaki, yang diikuti antara lain seniman Malang, pegiat kesenian, Duta Seni Kota Malang, Reog, Kakang-Mbakyu Malang, marching band dan lain-lain. Start dari Balaikota Malang Jl. Tugu, menyusuri jalan Kahuripan hingga finish di 2 lokasi berbeda. Lho?? Continue reading

Wisata di Kusuma Agro Wisata

Tanggal merah, pasti diincar si thole buat “memaksa” orang tuanya jalan-jalan alias keluar rumah. Biasanya, yang dekat-dekat, paling ke pasar hewan Splendid atau ke Alun-alun. Kemarin, akhirnya nyoba ke area Batu. Kusuma Agro Wisata tujuan kami. Yang ditarget utama, jelas kolam renang alias water park-nya. Anak saia ini kebetulan, senang banget yang namanya main air. Seharian pun betah, meski kurang mahir berenang (bapaknya malah parah, gak bisa berenang, apalagi nyelem 😆 )

2015-05-01 12.13.05Dengan tiket masuk Continue reading

Oskab President aseli Ngalam

Hem, oskab…jajanan khas ngalam iki. Kabeh mesthi wis itreng lontep daging sing asaib diarani oskab ngalam. Lha lucune, lek umak golek nggen utowo wong dodolan sing dijenengi “oskab ngalam”..waduh, kadit nemu sam. Gak bakalan onok…walikanMalah sing ono oskab olos, oskab cak man, oskab rakab….heka pokoke sing di-lod nggawe jeneng oskab. Lha trade-mark oskab ngalam, biasane digawe nek sing lodod ndek malang coret alias ndek jobone ngalam, misal ayabarus, jekardah dkk.
Lek jare ayas, sing asli ngalam, yo oskab kampung iku, nggawe rombong disorong, karo oskab sing lawas, alias suwe onok ndek ngalam. Contone? Cak Man osi, oskab Jumaju (mek rombong sorong), trus ono maneh sing legendaris, oskab President. Continue reading

Destinasi wisata kerajinan di Kota Malang..lek kadit itreng, kalem ae sam, ono terjemahane

Destinasi wisata kerajinan di Kota Malang
Masbro sekalian, postingan kali ini jangan dibuat susah ya, karena sengaja saia buat dalam format bahasa Jawa Malangan, yang emang rada kasar, campuran dann…ada khas walikan. Apaan tuh? Yup, ungkapan kata-kata yang dibalik, alias ditulis dari belakang, yang jadi ciri khas Malangan. Misal, Malang jadi Ngalam dan sebagainya.
Stay tune yak…
walikan
Wisata nang Ngalam, biasane uwong mikir-e mesti kota Utab, dudu kota Ngalam. Maklum ae, lha ancene nggen hiburan karo dulinan sing akeh ancen ndek Utab. Nah, saiki ayas katene sethithik mbagi info nggen wisata kerajinan ndek wilayah kota Ngalam.
Mulai teko lor dhisik yo, sing cedhek. Lek sampeyan uklam teko lor Continue reading