Bajaj Pulsar 220F gres NOS, banderol IDR 11 juta saja

Senin kemarin, saia bareng rekan ke bengkel sekaligus dealer salah satu mocin, Kaisar. Ngapain? Ceritanya mau service si roda 3 operasional kantor, Kaisar Triseda 150cc. Maklum, barang langka, mau service saja susah, meski basis mesin sebenarnya sama saja dengan motor sport 150cc lain, kayak gen mesin kaizen 😆

Sudah ganti bengkel 2 kali, part-nya susah. Sementara, maunya si bos, ya pakai part Kaisar. Akhirnya, meluncur deh ke bengkelnya, yang notabene masih sedia part-nya, meski rada mahal. Nah, pas habis konsultasi dengan mekanik, lalu ke bagian admin-nya, sekilas nampak jejeran 5 unit motor dengan mini fairing dan lampu proyektor di sisi kiri dealer. Sedikit tertutup oleh motor gerobak roda 3 dagangan dan tempat service. Tak asing, ini sama persis dengan yang saia coba seharian kapan hari, Bajaj Pulsar 220F. Saia mendekat, lalu ambil beberapa gambar.

nos1Setelah itu, Continue reading

Sehari bersama Bajaj Pulsar P220

Yang lainnya testride motor baru, saia cukup motor lawas, hehehehe. Bajaj Pulsar P220, lawas kan? Ceritanya, adik ipar saia kan penunggang Pulsar 200. Karena waktunya service besar, sekalian dibuat proyek bore-up. Nah, karena makan waktu lama, mekanik cuma seorang diri, menginaplah si P200 sejak bulan lalu. Untuk sarana wira-wiri, dipinjamkan P220 empunya bengkel ke adik saia. Nah, karena penasaran sama si mini fairing ini, tadi pagi tukar guling dilakukan di rumah, si ciput dibawa adik, sementara saia bawa P220.

pulsar2Sekilas pandangan mata, nih motor kayak Continue reading

Modifikasi roda Pulsar 135 LS

Dari hasil jagongan a.k.a ngobrol dengan Richard, pemilik Pulsar 135 LS, yang kapan hari kopdar alias ketemuan dengan saia disini nih, ternyata ada info menarik. Yaitu velg Honda CB 150 R, bisa PNP, masuk ke Pulsar 135. Gak percaya? Nih ceritanya…

pies1

Awalnya, Richard pingin mengupgrade Continue reading

Pulsar setang tinggi, kayaknya nyaman banget

Beberapa kali, saat berangkat kerja, ketemu dengan Bajaj Pulsar satu ini. Hitam, sepintas standaran saja. Yang jelas terlihat adalah top box di buritan, lampu depan diganti dengan bulat pesek ala modif Honda CB, penggantian roda dari CW ke SW alias ruji, lengkap dengan cakram belakang, daannn…setangnya masbro. Wuih…

pulsar santePertama saia lihat, tinggi amat yak?

pulsar sante2Itu pun, kayaknya masih ditambah raiser tegak…widih..

Lihat posisi riding si bapak, kayaknya nyaman bener ya….gak ada cerita membungkuk ataupun posisi badan yang dipaksa. Posisi lengan juga terlihat sangat santai, cenderung rata-rata air, alias datar. Gak ke bawah sama sekali. Yang jelas, kalo pake setang tinggi, kabel-kabel yang menyesuaikan. Mulai kabel gas, kabel kopling dan selang rem depan. Bapak pemilik Pulsar ini saia barengi mulai dari seputaran Lawang, hingga masuk kota Malang. Mau nyegat, kenalan en ngobrol-ngobrol, gak berani, kayaknya sih sama, keburu kerja 🙂

Ada yang kenal? Ato mungkin kang Heri kenal? Sesama Pulsarian niihh…penasaran, setang apa yang dipakai ya??