Kuras radiator Honda New CB150R, gampang dilakukan sendiri

Pagi masbro..

Si Bleki, Honda New CB150R tunggangan saia, di umurnya 2,5 tahunan ini, odometer tercatat di 33 ribuan kilometer. lebih sedikit malahan. Kalau menurut buku pedoman pemilik nih :mrgreen: , perlu dilakukan pengecekan dan penggantian cairan radiator, sebut saja coolant, rutin di angka 10-12.000 km.

Di hari libur yang cerah, lagi gak lembur, saia lakukan deh saran dari buku ajaib ini. Perkakasnya, nggak banyak kok. Cukup berbekal tekad baja, haishh…kunci ring ukuran 8mm, obeng plus, tang, kunci L bawaan toolkit CB150R dan tentunya sebotol coolant Honda. Yaitu cairan kelir hijau muda dalam botol putih

Langsung saja yuk. Dengan basis mesin sama dengan CBR150R series, termasuk Old CB150R kayak si putih, langkahnya juga nyaris sama saja. Menguras coolant dari radiator, tanpa perlu mempreteli radiator, yaitu cukup dari baut pembuangan di bak mesin kanan

Langsung saja, siapkan ember atau wadah penampungan serta perkakas yang saia sebut diatas. Lanjut dengan mempreteli shroud alias sayap si bleki dengan menggunakan kunci L bawaaan toolkit. Lho, ngapain preteli body? Iya karena untuk mengakses lubang pengisian radiator, perlu buka shroud. Perlu membuka lubang pengisian radiator, selain buat nantinya isi coolant, juga untuk membuang coolant lama.

lepas shroud supaya bisa mengakses tutup radiator

Lepas shroud supaya bisa mengakses tutup radiator. Nih motor lama, si ciput OCB150R

Gimana ceritanya buang coolant kok ribet pake akses tutup radiator? Simak dulu aja ya :mrgreen:

Usai melepas shroud dan persiapkan wadah penampung, buka baut pembuangan di bak mesin kanan. Pilih baut paling bawah, dicirikan dengan adanya ring tembaga. Ada 3 baut pengikat pompa radiator di bak mesin kanan Honda CB150R, yaitu baut kanan-kiri dan bawah. Jangan salah pilih, pastikan yang dibuka yang bawah. Dibuka dengan kunci ring ukuran 8mm ya, pelan-pelan saja dan jangan dipaksa.

Begitu nih baut kendor, bakal ada cairan yang merembes. Jangan panik, santai saja. Tempatkan wadah dibawahnya persis. Lalu lepas baut dengan tangan. Nggak bakal banyak coolant yang bakal keluar, karena ini nih, ada tekanan dalam radiator yang mengunci coolant. Tekanan ini perlu dilepas dengan membuka tutup radiator. Nah, paham kan, kalau membuang coolant juga perlu membuka tutup radiator??

Kendorkan dahulu sekrup pengunci tutup radiator dengan obeng plus. Lalu buka pelan-pelan berlawanan arah jarum jam. Seiring dibuka pelan-pelan, bakal muncrat tuh coolant dari lubang pembuangan bawah. Hati-hati, bukan berbahaya sih, tapi lebih ke basah kuyup dan licin. Dan terjadi pada saia, langsung saia lepas tutup radiator, walhasil, kaki ketumpahan coolant yang muncrat keluar dan tak tertampung wadah 😆

Lanjut…Biarkan coolant menetes sampai habis. Setelah dipastikan habis, dengan posisi lubang pembuangan serta tutup radiator terbuka semua. Proses kuras selesai deh. Sekarang, tinggal proses kebalikan, yaitu mengisi.

Tutup terlebih dahulu baut pembuangan di bak mesin kanan tadi. Kencangkan, dan jangan lupa, ring tembaga jangan sampai hilang, ,Harus terpasang karena benda kecil ini termasuk insulasi agar coolant nggak bocor lewat ulir baut. Kencangkan baut dengan kunci ring 8mm secukupnya. Kalau kelewat keras, takut slek atau jebol ulirnya karena ini bagian kena panas mesin juga.

Usai memasang baut pembuangan, tinggal mengisi coolant. Buka botol coolant yang dijual seharga 20 ribuan ini. Tuangkan ke lubang radiator, hingga penuh. Soal takaran sih, sebotol ini, pengalaman saia cukup kok. Malah sisa sedikit, bisa untuk nambah tangki cadangan alias reservoir.

Beres isi coolant penuh, kerjaan selesai deh. Jangan lupa ya, berberes menutup lubang radiator, dikencangkan dengan sekrup seperti semula. Juga memasang ulang shroud kanan CB150R dan terakhir, mengepel lantai yang kena cipratan atau tumpahan coolant.

Lebih lengkapnya, simak deh video berikut atau mampir ke channel saia, aselimalang. Nggak banyak sih videonya, tapi lumayan bermanfaat meski masih alakadarnya. Bukan vlogger, hanya sekedar dokumentasi saja.

Lha kok baru di odometer 33ribuan baru kuras radiator?? Weh, kelewatan dong? Nggak juga, karena kalau menurut saia sih, lebih ke durasi jam kerja mesin, bukan odometer. Kan, kondisi jalan macam-macam. Kena macet, motor nggak jalan tapi mesin berputar terus, contohnya. Betul nggak?

Karena sering saia cek meski kadang nggak rutin, kondisi cairan dan jumlahnya baik di radiator maupun di reservoir, bisa dipastikan kondisi coolant masih bagus. Kelir nggak keruh dan jumlah relatif tetap. Makanya, baru saia kuras sekarang ini.

Yuk ah, semoga berguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s