Honda CBR250RR jajal dyno

Pagi masbro..

Performa kuda besi 2 silinder 250cc keluaran PT AHM memang jos gandos. Topspeed bikin miris, dengan akselerasi yang tak kalah ganas. Bisa disimak di artikel lalu, tentang performanya. Bener-bener deh, si CBR250RR. Kalau dari spesifikasi resmi, baik brosur maupun spek resmi AHM, power ini motor adalah  36,4 HP/12.500 rpm sementara torsinya adalah 22,5 Nm/10.500 rpm. Angka ini adalah diukur pada mesin, bukan on wheel/keluaran pada roda. Diatas kertas,memang unggul dibanding dengan rival di kelas 250cc 2 silinder. dynocover

Nah, rasa penasaran yang timbul, betul nggak sih, klaim pabrikan tentang tenaganya?  Sebuah media otomotif pernah merilis hasil tes dyno mereka, dan hasilnya, power on wheel CBR250RR adalah di angka 31,8 HP. Daripada penasaran, saia bawa, eh, naikin ding, Honda CBR250RR ini ke bengkel AHASS Asia Motor di area Sulfat, Malang. Bengkel ini punya perangkat dyno, yang cukup relevan hasilnya, meski tergolong ringkas dan sederhana.

Kebetulan banget, ada pemilik bengkel, yang ada di lokasi. “Waduh mas, sebenarnya, kabari aja kalau mau dyno. Kita ada mesin dyno baru yang lebih lengkap dan akurat, pas kalau buat jajal yang powernya gede, ” ujar Mas Amar dengan nada sedikit menyesal. “Yah, gak apa-apa mas, penting bisa dites dulu aja, kapan-kapan bisa jajal lagi”

dynoOke, motor dinaikkan ke mesin dyno. Tak lupa, extra fan alias kipas besar disiapkan di depan unit, untuk menghalau panas mesin yang memang lumayan menyengat kalau motor posisi diam. Utak-atik sebentar setting aplikasi di laptop. Beres, gas deh. Posisi mode riding saat start ada di Sport, yang merupakan setting default Honda CBR250RR. Geber hingga maksimal..jeng–jeng…hasilnya pun keluar. Ternyata eh ternyata, angka 31,34 HP/14.218 rpm. Hmmm…

dynosportCoba lagi, kali ini pakai mode Sport ++. Maaf, untuk mode Comfort tidak sempat dilakukan nih, kelupaan 😆 Siap…gas. Mesin kembali meraung. Tidak cukup sekali, running di atas mesin dyno dilakukan 2 kali, untuk tiap mode. Dan hasilnya, untuk mode Sport++ , terpantau angka 31,8 HP/14.056 rpm. Weleh, kok signifikan hasilnya dengan tes dyno media otomotif nasional itu ya? 🙄

dynosportAkhirnya, terbayar sudah keingintahuan saia tentang tenaga maksimal Honda CBR250RR ini. Meski sebenarnya, seperti saia tulis di atas, perangkat dyno sederhana yang digunakan saat tes, sederhana dan masih berpotensi ada penyimpangan. Kalau unit dyno yang lengkap,menurut mas Amar, selain dilengkapi blower/extra fan, juga ada pengikat motor depan belakang, sehingga posisi motor stabil baik di semua putaran mesin. Saat melaju kencang diatas mesin dyno, bila motor tidak stabil, ada kemungkinan gejala flying/mengambang dialami roda belakang yang bersinggungan dengan roller. Nah, hasil akhirnya, pembacaan data dari mesin pasti juga terpengaruh. Kurang valid, katanya.

Yah, kapan-kapan lagi aja jajal mesin dyno yang lain, semoga saja ada lagi unit motor CBR250RR yang bisa ditest. Sekian artikel kali ini, semoga berguna

Advertisements

4 comments on “Honda CBR250RR jajal dyno

  1. Pingback: Kesimpulan akhir, riding harian Honda CBR250RR | sekedar coretan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s