Sekitar akhir tahun 2013, si ciput saia rubah sedikit kaki-kakinya, roda saia “downgrade” ke spoke, alias jari-jari. Lah, kenapa??
Niat awal, pingin tampilan supermoto, jadi pake velg jari-jari, ban agak gedean, plus sepatbor depan supermoto. Seiring berjalan waktu dan duit , itu sepatbor depan gak kebeli-beli…padahal velg udah, ban juga udah. Karena saia pengen-nya make punya dtracker150, sementara barangnya langka, alias kudu inden di kawasaki.
Sementara sepatbor depan belom kebeli, eh, musim berganti…datanglah musim hujan. semakin galau deh,maklum kalo nantinya jadi pake sepatbor tinggi itu, kebayang muncratan air dari roda depan, hahahahaha..wong sepatbor standar cb150r aja kalo gak dipakein kepet, muncratnya kemana-mana..

Balik ke topik…untuk modifikasi roda menjadi jari-jari alias SW, hampir semua saia kerjakan sendiri, mulai belanja sampe pemasangan…kecuali pas mbubut en ngebor, nah, itu yang gak bisa dan gak punya alatnya..
Detilnya, saia mulai dari tromol depan ya. Continue reading
Monthly Archives: May 2014
Pede aja meski nopol resmi belum (nggak) jadi-jadi
Bakal banyak lagi kendaraan tanpa nopol lalu-lalang di jalanan. Waduh, kenapa eh kenapa???
Simak gambar di bawah masbro…
Jelas kan? Sekarang, untuk pengurusan STNK (surat tanda nomor kendaraan) dan tnkb (tanda nomor kendaraan bermotor) alias nopol bisa memakan waktu 6 bulan, bahkan lebih. Mak jleb!!
Informasi yang saia dapat dari hasil nongkrong di salahsatu dealer kemarin membenarkan hal itu. Secara kasak kusuk sih, sudah agak lama beredar informasi soal lamanya pengurusan identitas kendaraan, baik baru ataupun perpanjangan 5 tahunan. Ada yang sampai 2 bulan, ada yang lebih. Katanya sih, berkaitan dengan kekosongan bahan di pihak kepolisian CMIIW
Jadi, untuk kendaraan baru, surat resmi untuk kendaraan yang diperoleh sementara (berkisar 1-2 mingguan) adalah notice/bukti pajak aja. Lainnya??? Sabar ya masbro, bisa diatas 6 bulan untuk STNK dan nopol.
Yang lebih parah, pas ketemu seorang pembuat plat nomor variasi, si mas bilang, beberapa waktu lalu pernah ada yang hampir 8 bulan, baru keluar plat nomornya. Itu cerita salah satu klien, yang dengan terpaksa memesan/membuat plat nomor aspal/abal-abal pada beliau. Lha mau gimana lagi coba, wong motor sudah dibeli mahal-mahal, mau segera dipakai, eh, nopol gak jadi-jadi. Sementara notice pajak sudah ada, dengan dilengkapi dengan stempel seperti gambar yang saia jepret diatas.
Solusi untuk amannya ya seperti itu. Bukan bermaksud ngajari bikin identitas palsu kendaraan lho ya…walaupun sebenarnya, ekstrem-nya, kita berhak lho memakai kendaraan tanpa nopol. Kan berbekal notice pajak plus stempel keterangan yang menjelaskan kalo notice pajak dengan stempel ini berlaku sebagai TNKB sementara…betul nggak???
Cuma, kondisi di lapangan, pakai kendaraan tanpa nopol mencolok sekali kelihatannya, jadi nggak umum. Jadi, alangkah lebih sopannya, buat pemilik kendaraan baru yang sudah “gatal” pingin wira-wiri di jalan, pesan plat nopol dengan model standar, ukuran standar dan angka/huruf standar, disesuaikan dengan identitas kendaraan yang tercantum di notice pajak atau STNK (kalo udah jadi). Lebih aman dan elegan 😆
Trus, kalo “apes” kena razia??? Pakai ajian ilmu ngotot..tapi gak pake urat leher alias woles saja. Tunjukkan saja bukti pajak dengan stempel keterangan tadi, beres kan?? Tapi ya itu, harus sedikit lebih pede hehehehe..
Kalo pihak aparat masih mempersoalkan, minta saja supaya TNKB segera dikasihkan ke kita, langsung pasang di tempat. Toh, kita sudah melaksanakan kewajiban kita?? Kita beli motor, sudah melengkapi persyaratan, sudah bayar pajak. Trus, hak kita mendapatkan surat-surat kendaraan beserta nopol kok gak dipenuhi? Betul nggak???
Sekian artikel nggak penting, bukan mengajari mengakali peraturan, tapi sedikit solusi dengan berdasarkan dokumen yang kita punya
Monggo sharingnya masbro…
Honda BeAT baru sudah ready di Malang dan sekitarnya
Dikabari mbak kenalan di salah satu dealer Honda, kalo unit BeAT terbaru sudah ready di tempatnya. Yah, sambil main-main, sekalian silaturahmi sama kenalan disitu, tadi saia mampir ke situ. Gak mau beli lho ya…
Ada beberapa unit BeAT baru yang tampaknya baru saja diturunkan dari truk pengangkut. Gak ada perubahan sama sekali kecuali striping saja, sekilas saia lihat. Yang lumayan eye catching memang si hitam dengan strip kuning…
Untuk harga, kata si mbak, terpaut IDR 70.000 ajah dengan BeAT sebelumnya. Hemm..lumayan kan, itung-itung beli striping seharga 70 ribu rupiah..ori lagi, hehehehe
Selain BeAT, yang juga terlihat dah ready ada Vario 110 FI dan Blade 125. Soal harga??
Nih…
Vario 110 FI IDR 16.170.000
BeAT FI IDR 14.750.000
BeAT FI-CBS IDR 15.180.000
Blade 125 IDR 16.290.000
Monggo merapat di Kopdar Jatimotoblog di Altar Suci Sunan Giri
Menyambung postingan official jatimotoblog yang diposting kemarin (disini) bahwa kopdar resmi caturwulanan akan di gelar sabtu-minggu, tanggal 17-18 Mei 2014 di Kota Gresik. Mengutip postingan diatas secara sekilas berikut agendanya :
View original post 204 more words
Impresi lanjutan Vario 110 FI, fisik (2)
Oke, lanjut ke impresi fisik ya. Dari spek teknis, dimensi Vario 110 FI sekilas pandang, sedikit lebih besar/panjang dibanding Beat, tapi masih lebih kecil dibanding Vario 125. Detil ukurannya pxlxt 1.888 x 679 x 1.091 mm. Jarak terendah ke tanah 140 mm, sedikit lebih tinggi dibanding Beat, tapi tinggi jok 734 mm, malah lebih rendah dibanding Beat 😉
Kalo buat ukuran saia, yang rada kelebihan tinggi badan (183cm), posisi duduk, kaki jelas napak ke tanah, malah nekuk alias sisa

Pas riding, yah, harus sedikit mundur, kalo gak gitu dengkul mentok dek
Bener-bener cocok nih buat rata-rata kaum hawa, yang punya dimensi dibawah 170 cm. Kaki napak sempurna ke tanah, kayak nyonyah saia. Apalagi, ini skutik juga relatif ringan, berat kosong 95 kg. Jauh-lah dibanding kakaknya, Vario 125 yang kalo gak salah kutip, 112 kg.

Sekian ulasan singkat soal fisik, artikel soal performa dan konsumsi BBM menyusul ya…
Bonus nih, hasil foto via hape, sorotan sinar headlamp LED-nya, yang atas low , yang bawah hi-beam. Gimana??

sorot lampu low
Impresi awal Vario 110 FI, ABS-nya (1)
Oke, dari fitur-fitur dulu ya masbro. Salah satu yang bikin skutik ini saia nilai cukup sebanding dengan duit yang kita keluarkan buat nebus adalah fitur. Setau saia, setidaknya AHM menancapkan lampu LED sebagai headlight, Side Stand Switch (SSS), Combi Brake System (CBS) dan Answer Back System (ABS).
SSS dan CBS mungkin dah jamak dibahas di blogsphere, juga LED headlight. Nah, kali ini saia bahas ABS-nya ajah alias sistem pencari posisi motor.
Sistem ini, kalo saia pikir-pikir, adalah versi downgrade dari alarm+remote Honda PCX. Kenapa downgrade?? Lah yang diambil cuma fungsi ABS-nya ajah, fungsi alarm-nya disunat. Ya iya-lah, wong kakaknya yang lebih mahal Vario 125 ajah gak pake kok, hehehe..

kayak gini nih remote punya Honda PCX
Secara fungsi, lumayan membantu kayaknya, kalo pas di parkiran nan padat. Mungkin antisipasi juga kali, sapa tahu ini skutik booming, laris manis, trus banyak yang make di parkiran. Kan susah bedain tuh, jadi bingung. Nah, kalo pake fitur ini, gampang cari punya sendiri, hehehehe IMHO lho
Tinggal dipencet, ada suara buzzer dan sein berkedip dua kali dari motor. Hemm, kalo yang gak tau, mungkin dipikir ada alarm-nya nih motor.

Untuk setting remote ini, ada beberapa pengaturan. Pengaturan mode senyap/silent, pengaturan volume dan pengaturan jenis bunyi. Jalan pintas ke mode silent, sangat mudah. Tinggal pencet dan tahan tombol di remote selama 2 detik, ditandai dengan berubahnya warna LED di remote, dari hijau ke merah. Kalo berubah hijau ke merah, masuk mode silent. Demikian sebaliknya.
Nah sekarang, pengaturan volume buzzer. Dari yang saia coba, ada 3 tingkat volume kalo gak salah ingat. Keras, sedang, dan pelan. Terakhir gak bunyi alias senyap. Cara penyetelan/setting : Putar kunci kontak ke ON, kemudian tekan tombol di remote 2 kali. Lalu OFF-kan kunci kontak lagi. Ulangi langkah ini 3 kali. Jangan sampai salah putar kunci ke posisi SEAT, karena dekat banget tuh, posisi OFF dan SEAT.
Oke, setelah selesai mengulangi langkah diatas selama tiga kali, kembali ON-kan kontak. Tekan-tekan tombol remote untuk mencari volume yang sesuai keinginan.
Masuk ke pengaturan jenis bunyi. Langkahnya hampir sama, diulangi 3 kali Tapi, bedanya, pas menekan tombol remote 3 kali. Jadi detilnya, ON kunci kontak, tombol remote dipencet 3 kali, OFF-kan kontak. Prosedur diulang 3 kali. Setelahnya, kembali tekan-tekan tombol remote untuk mencari mode bunyi yang diinginkan. Kalo tidak salah ingat, ada 3 mode bunyi, beep-beep panjang, beep-beep pendek dan beep-beep-beep 3 kali.
Sudah mudeng?? Monggo, dicoba dulu, sesuai keinginan para pemilik Vario 110 FI… dan semoga berguna
maaf, gambar dari google, lupa ambil gambar. Jadi gambar nanti diganti kalo udah ada
(Segera) Test ride Honda Vario 110 FI

Kemarin, 1 unit Honda Vario 110 FI warna merah marun (kalo kata AHM sih warnanya glamour red) mendarat di teras rumah saia, siyap untuk dijajal semua fitur dan kemampuannya. Yah, kayaknya sih harus bertahap, gak mungkin langsung saia perkosa habis-habisan.
Report-nya segera disiapkan ya masbro…masih nunggu berbagai macam hal. Mohon maaf bila nanti hasil report-nya gak ajib dan lengkap kayak blogger-blogger top yang udah nyicipin via test-ride pabrikan, maklum-lah, blogger KW yang bondo nekat sak-ana-ne







