Impresi Harian All New Honda PCX 150 (2) : Ergonomi, tes jalan dan akomodasi

Pagi masbro..

Usai serah terima pinjam pakai si PCX 150, saia langsung geber si merah balik ke tempat kerja. Maklum pekerja, memanfaatkan jam istirahat, melipir ke dealer buat ambil motor, lalu ya balik kerja lagi. Pertama duduk di jok , kesan nyaman langsung terasa.

Jok yang lebar dan terbilang besar, terutama bagian depan untuk posisi pengendara, begitu diduduki pas. Lekukan bagian depan, juga pas dibagian paha. Model jok berundak, meski sedikit tersamar oleh pelapis jok yang rada kesat, nggak licin. Jok bagian depan lebih rendah ketimbang bagian belakang, dan ada bagian undakan yang jadi semacam batasnya. Area ini juga jadi semacam penyangga karena bila pengendara duduk dengan posisi tegak yang pas , daerah atas , maaf, bokong yaitu tulang ekor dan sekitarnya, bisa pas dengan undakan jok. Kalau soal busa jok, lumayan empuk dibanding si bleki šŸ˜†

Posisi riding sangat nyaman. Dengan tinggi jok di angka 764 mm , saia yang punya spek 183 cm ini, terbilang pas. Saat berdiri mengangkangi motor, bisa menapak sempurna ke tanah dengan maksimal, malah lutut masih menekuk sedikit.

Sementara saat duduk di jok, dengan posisi kedua kaki menapak ke dek,Ā  jarak lutut dengan bagian sayap depan cukup jauh. Sangat lega jaraknya, sehingga mudah untuk merubah posisi kaki ataupun membawa barang didepan. Saat memutar setang belok maksimal, juga nggak kepentok antara setang dan bagian kaki.

Tangan nggak perlu susah menjangkau setang karena posisi setang mendekati pengendara, alias rada menjorok ke belakang. Jadinya, badan nggak perlu condong atau membungkuk ke depan. Cukup duduk wajar saja, sudah bisa meraih setang dengan pas.

Putar tuas/knop di posisi kunci kontak ke posisi ON. Sebelumnya, pastikan si remote mungil yang punya 3 tombol berada di kantong atau saku. Kalau jauh, nggak bakalan bisa dibuka tuh knop pengunci stang stir. Jadi alurnya dari posisi setang terkunci, tekan kedalam knop sampai ada bunyiĀ bipp 2x.Ā Lalu putar ke atas hingga mentok ke posisi ON yang ada simbolĀ power.Ā 

Ada 4 posisi pada knop kontak PCX 150, yaitu posisi lockĀ mengunci stir, posisiĀ OFF yaitu kunci stir terbuka namun kelistrikan masih mati semua. Posisi ke 3 adalahĀ seat/fuelĀ yaitu membuka jok dan membuka tutup tangki. Terakhir posisi ON yaitu kelistrikan menyala semua, siap untuk menyalakan mesin.

Tarik tuas rem kiri maksimal, lalu tekan tombol starter. Tanpa bunyi starter apapun, mesin menyala dengan halus. Teknologi ACG pada starter yang sudah diterapkan sejak Honda Vario 125/150 ini memang sukses membuat sistem starter jadi senyap. Masuk jalan raya, putar gas si PCX rada dalam. Akselerasi mesin 150cc ini, kalau saia bilang tergolongĀ smooth alias halus. Nggak ada sentakan yang tiba-tiba saat tenaga memutar roda belakang.Ā  Angka di dasbor lekas berganti, terus bertambah.

SementaraĀ handling PCX ini, ternyata berbeda dengan bayangan saia.Ā Don’t judge the book by the cover.Ā  Yang terbersit saat melihat fisik PCX 150 adalah bodi besar pasti berat juga nih. Demikian pula denganĀ handling , pasti juga pengaruh. Ternyata, kesan yang kadung mampir ke otak tersebut kudu dibuang jauh-jauh. handling PCX sangat ringan. Dengan body gede yang punya bobot total 132 kg untuk versi non CBS yang saia jajal ini, saat sudah melaju, diajak bermanuver dan sesekali menyelip di kemacetan, lincah. Weleh..ajib deh

Hari berikutnya, karena pas libur kerja, saia sempatkan jajal PCX ke luar kota. Halah, bahasanya luar kota padahal ya ke kabupaten sebelah saja šŸ˜† Menembus kemacetan kota, lalu berjumpa dengan jalur lintas luar yang rada lengang namun keriting dan tak rata, ayunan suspensinya cukup meredam guncangan. Nggak kelewat keras dan juga sebaliknya, nggak kelewat empuk. Salah satu faktornya adalah aplikasi sokbreker depan yang punya ukuran diameter gede, setara motor sport yaitu 33 cm. sementara sokbreker ganda di belakang, memiliki desain per yang unik , menggabungkan 3 jenis pegas yang berbeda pada bagian atas, tengah dan bawah namun menjadi satu pegas.

Sementara, saat melibas tikungan parabolik, diajak rada miring stabil juga nih motor. Meski nggak sampai miring-miring maksimal layaknya pembalap atau anak-anak cornering, PCX juga anteng dipakai menikung. Weh, kalau di lintasan khusus beraspal, bisa maksimal nih tesnya, hehehhe. Demikian pula saat dipakai boncengan, masih nyaman redaman suspensinya. Yang jelas, nggak ada cerita ambles atau handling berubah drastis.

Akomodasi yang ditawarkan Honda PCX 150 ini adalah ruang bagasi yang ekstra luas. Dibawah jok, tersedia bagasi yang area depannya dalam dan lebar, namun sedikit menyempit di bagian belakang. Sebuah helm half face KYTĀ yang biasa saia pakai, masuk dengan mudah. masih pula menyisakan ruang yang lebih dari cukup menampung jas hujan, sarung tangan dan beberapa benda lain. Sebuah tas kecil juga masih muat.

Sementara saat jajal masukkan helmĀ full face , bisa masuk juga kok. Tapi, jok jadinya nggak bisa ditutup, hehehe. alias, nih bagasi PCX nggak bisa diisi helmĀ fullface.Ā Sudah coba beragam gaya, eh, posisi meletakkan si helm. Hadap depan, belakang, miring, dan tetap hasilnya nggak bisa menutup jok

Sementara bagian dek depan, masih bisa juga untuk memuat barang meskipun lantai dek nggak rata, tersita untuk tempat pengisian BBM. Jajal untuk membawa galon air mineral, bisa muat tuh di depan dengan posisi tegak. Bawa barang lain kayaknya juga masih bisa. Ada syarat khusus tetapi, yaitu pastikan BBM sudah terisi penuh. Ribet nanti kalau mau isi BBM, kudu buka tutup lubang pengisian dan bongkar barang deh jadinya.

Lalu, gimana performa mesin beserta konsumsi BBM dan sisi penerangan PCX 150 saat dipakai jalan malam? Sabar ya masbro..akan lanjut di artikel selanjutnya

Semoga berguna

Advertisements

One comment on “Impresi Harian All New Honda PCX 150 (2) : Ergonomi, tes jalan dan akomodasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s