Impresi Harian All New Honda PCX 150 (3) : Performa mesin, konsumsi BBM dan penerangan

Pagi masbro..

Melanjutkan impresi riding All New Honda PCX 150 nih. Sambil jajal jalan, bisa tergapai sekaligus 2 tujuan saat mereview Honda PCX 150 keluaran 2018 ini. Eksplorasi mesin dan juga sekalian mengukur konsumsi BBM-nya.

Akselerasi yang halus, memang sangat bersahabat. Kalem nih tarikannya, sesuai dengan karakter body yang elegan :mrgreen: Macam jaim gitu :mrgreen:  Meski begitu, untuk jalan jauh ataupun diajak bejek-bejek gas rada spontan, ternyata masih bejaban juga. Sempat saia ukur akselerasinya dengan basis GPS melalui aplikasi android di handphone, Ulyyses. Jajal akselerasi  Dari kondisi diam hingga kecepatan hampir menyentuh 60 kpj, mampu mencatat angka 16 detik. Memang sih nggak seakurat alat lain yang memang spesialis mengukur akselerasi dan kecepatan, tapi lumayan sebagai acuan.

Lewat angka itu, tenaga memang masih terasa ngisi terus hingga kisaran angka 80 kpj. Ajibnya, getaran mesin sangat minim alias halus. Baru ketika merambah  angka 3 digit, mulai ada vibrasi meski nggak berlebihan sampai bikin biji geter kalo istilah teman-teman komunitas 😆 . Kecepatan maksimal yang sempat saia dapat ada di angka 122 kpj.

Seperti biasa, setiap unit kendaraan yang saia review, saia sempatkan untuk melakukan tes dyno. Dari pengukuran ini, kita bisa  mendapatkan data yang lebih akurat karena performa mesin bisa dilihat dengan data yang ditampilkan. Lagi-lagi, bengkel  yang jadi rujukan uji dyno PCX 150 ini adalah AHASS Asia Motor Malang.

Nggak banyak cakap, usai dari jajal jalan di area pinggiran kabupaten Malang, pulangnya saia mampir ke AHASS tersebut untuk tes dyno. Kebetulan, sang pemilik yang juga chief mechanic juga ada yang bisa memberikan pencerahan tentang mesin nih skutik. PCX 150 naik mesin dyno, lalu jajal run beberapa kali. Dan berapa hasilnya? Apakah sesuai dengan klaim pabrikan Honda sebagai mana tercantum dalam spesifikasi resmi Honda PCX 150 di angka 14,7 PS/8500 RPM atau 14,4 HP dan punya torsi 13,2 Nm/6500 RPM?

Hasil bacaan mesin dyno menunjukkan angka yang justru diatas klaim pabrikan, yaitu 15,79 HP/9076 RPM. Sementara torsi maksimalnya terbaca 12,02 Nm/7354 RPM. Beda? Lebih besar yang ini ya dayanya ketimbang spek pabrikan meski torsinya malah lebih rendah? Hal ini bisa jadi antara lain karena pengukuran dilakukan dengan mesin dyno yang berbeda, demikian juga dengan perangkat lunaknya. Makanya bisa ada selisih. Namun selisih ini kalau saia pribadi merasa sih nggak ada masalah, yang jelas cukup mencerminkan tenaga PCX 150 yang sesungguhnya. Yah semacam yang dulu terjadi pada si ciput, CB150R kepunyaan saia, dimana powernya saat kondisi standart dan limiter RPM-nya juga berbeda dengan spek pabrikan, hehehe. OCB lain limiter di 12.000 rpm, punya saia tembus 12.600 rpm.

Sementara, untuk konsumsi BBM, saia ukur dengan metode paling mudah, yaitu full to full. Isi BBM jenis pertamax hingga penuh dan luber, lalu mereset tripmeter. Bawa jalan deh, dengan beragam rute dan mode berkendara seperti biasanya. Bukan eco riding jelasnya :mrgreen: ya kadang jalan santai, kadang ngebut juga, persis seperti sehari-hari saia lakukan. Setelah selang beberapa lama, isi kembali BBM hingga penuh kembali seperti kondisi awal. Dengan angka tripmeter menunjukkan  angka 113 km, untuk mengisi penuh BBM di tangki diperlukan Pertamax sebanyak 2,4 liter seharga IDR 21.700. Kalau dihitung secara simpel, ketemu angka 47,08 km/liter BBM.

Widih, ternyata bisa sama persis dengan angka bacaan panel dasbor di AVG/konsumsi BBM rata-rata mesin yang juga menunjukkan angka 47,1 km/liter. Dengan spek tester alias saia di angka 183cm/80 kg.

Hmm..lumayan irit juga skutik bongsor ini. Memang sih, saia masih belum jajal dengan gaya berkendara eco riding yang siapa tahu bisa membuktikan klaim pabrikan kalau konsumsi BBMnya bisa tembus 50 km/liter. Salah satu faktor penyumbang irit antara lain sistem injeksi yang didukung setting ECM akurat berikut beragam sensor, dan fitur Idling Stop System yang bekerja maksimal.

Saat jajal, saia juga sempatkan uji lampu depan PCX 150. Maklum, dengan tampilan mewahnya dan punya ukuran lebih besar, serta pemakaian LED yang menurut informasi berbeda tipe dengan Vario dan sejenisnya, cukup membuat penasaran. Saia jajal dalam 2 kondisi jalan yang sepertinya paling sering dilalui, yaitu jalan remang-remang yang masih ada penerangan lampu jalan serta jalan yang gelap total karena nggak ada cahaya lain. Hasilnya? Kondisi jalan masih ada cahaya kayak gini nih sorotan lampu PCX 150

Sementara kalau lokasi gelap total seperti ini

Saia acung 2 jempol deh buat headlamp LED Honda PCX 150. Terang maksimal, fokusnya dapat dan juga sebaran sinarnya ke sisi samping juga bagus. Sinar nggak pecah atau buyar, namun lebih fokus ke area depan motor. Lampu high-beam atau pass-beam, juga menyorot lebih tinggi dan luas areanya. Selain memang dari tipe LED yang berbeda alias punya daya lebih besar, hal lain yang menunjang adalah desain dual reflector yang punya bentuk cekung yang bisa mengumpulkan sinar LED lebih baik. Maka hasilnya adalah pancaran sinar yang oke punya.

Nah, dengan selesainya sesi 3 ini, merupakan penutup dari impresi harian saia terhadap All New Honda PCX 150 selama hampir seminggu. Terima kasih atas dukungan MPM Basuki Rahmat Malang yang telah mengakomodir motor untuk saia lakukan testride. Semoga berguna

 

Advertisements

3 comments on “Impresi Harian All New Honda PCX 150 (3) : Performa mesin, konsumsi BBM dan penerangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s