Impresi Harian Suzuki GSX-S 150 (3) : Ekplorasi mesin

Sembari merasakan handling di artikel lalu, pas-nya memang sekalian eksplorasi mesin si GSX-S 150 ini, jajal uji dynotest sekaligus mengukur seberapa konsumsi BBM-nya dipakai harian. Kan karakter Suzuki GSX-S 150 yang spesifikasinya overbore alias diameter piston lebih gede daripada langkahnya, memang digdaya di putaran mesin menengah dan tinggi.

Meski begitu, ternyata, saat dipakai harian riding dalam kota, cukup bertenaga meski tidak melulu panteng di rpm tinggi. Perpindahan gigi rendah nyaman, karena tidak terasa lonjakan tenaga yang dadakan di rpm rendah. Nah, kalau main di rpm menengah hingga tinggi, sejak mesin berputar di 6.000 rpm keatas, weh…sadis masbro. Njengat memang, terasa banget tenaga yang keluar pada poros roda belakang.

Untungnya, tenaga ganas sebesar 18,9 dk/10.500 rpm ini, sedikit diredam oleh roda belakang yang cukup besar, 130/70-17. Bisa dibayangkan kalo keluaran mesin ini disalurkan oleh ban seukuran Satria F150. Ngeri…

Sambil berangkat kerja, cari jalan yang rada lengang karena ingin menjajal topspeed pada gigi awal. Yah, minimal 1 – 3 lah, sambil lihat situasi jalan. Akhirnya nemu ruas jalan menuju sebuah kompleks militer yang rada sepi. Pastikan situasi aman, lalu saia jajal deh , sampe berapa sih kecepatan maksimal di tiap gigi. Patokan, bukan pada hasil bacaan speedometer, tapi via aplikasi Ullysse yang terpasang pada HP saia. Selain karena konsentrasi pada jalan, jadi nggak lirak-lirik spidometer, mudah-mudahan juga lebih presisi karena acuannya GPS. Dan berikut hasilnya…

Karena situasi yang nggak memungkinkan meskipun panjang trek masih tersisa, saia cuma berani sampai gigi persneling 3 saja nih, hehehe. Gigi 1 sanggup hingga 48 kpj, gigi 2 capai 72 kpj dan gigi 3 tembus 95 kpj saat  limiter tercekik di 13 ribuan, sementara saat ngintip spidometer sekilas saia lihat 105 kpj. Weeeh…

Usai jajal kecepatan, masih sekalian jalan berangkat kerja, seperti biasa, rutinitas setiap motor yang saia jajal alias testride, sebisa mungkin saia naikkan mesin dynotest. Iya, meskipun akurasi tiap mesin dyno berbeda, setidaknya ada gambaran grafik tenaga dan berapa tenaga maksimum yang dicapai si motor. Menuju salah satu bengkel resmi pabrikan sebelah, saia ijin ke pemilik bengkel untuk jajal GSX-S 150 ini dinaikkan mesin dyno. Gak pake lama, sudah siap ditest mekanik, hehehhe.

Nah, coba beberapa kali run di mesin dyno supaya lebih akurat. Sempat mengalami kendala di limiter pada aplikasi dyno ini, karena saat dicoba setting limiter pada 13.000 rpm, hasilnya  malah error alias nggak keluar. Coba beberapa kali, akhirnya yang bisa terbaca pada 11.000 rpm. Toh, kalo melihat spesifikasi dari pabrikan Suzuki, tenaga maksimum Suzuki GSX-S 150 ini dicapai pada 10,500 rpm.

Sebagai pengingat, satuan daya atau tenaga 14,1 kw sebanding dengan 18,9 HP. Geber GSX-S 150 hingga limiter beberapa kali, dan taraaa…inilah hasilnya

Menurut mesin dynotest , tenaga maksimum Suzuki GSX-S 150 yang odometernya menginjak 2.100 km ini adalah 15,63 HP/10.500 rpm. Sementara, torsinya adalah 11,01 Nm/4.234 rpm.

Heran kenapa angkanya beda dengan versi pabrik?   Klaim Suzuki 18,9 dk/10.500 rpm dan 14 Nm/9.000 rpm. Tentu saja karena pengukuran dilakukan di roda belakang, sementara kalau pabrik mengukurnya menggunakan dyno yang langsung diukur pada  mesin, bahasa kerennya on crank. Walhasil, wajar saja hasilnya pada pengetesan ini berbeda, karena ada tenaga yang hilang akibat slip dan juga gesekan. Dan satu lagi, beda mesin dyno bisa beda angka juga. Sempat gogling juga, berapa sih hasilnya si GSX ini di mesin lain. Kalau dari otomotif.com , dengan mesin dynotest milik Sportisi, diraih hasil 15,82 HP/10.000 rpm dan torsinya 12,04 Nm/8.800 rpm.

Weh, mirip-mirip yak, masih kisaran 15 HP tenaga GSX-S 150 ini? Mantap…

Lanjut ke konsumsi BBM yuks. Dengan keluaran tenaga yang nampol dan gahar, pasti banyak yang penasaran, per liter BBM sanggup menempuh berapa jauh sih? Pengukuran konsumsi bahan bakar ini seperti biasa , saia menggunakan metode full to full. BBM diisi penuh, lalu dipakai jalan ngider dengan berbagai kondisi jalan. Kemacetan hingga jalan semi offroad saat naik-naik ke puncak gunung :mrgreen:  Setelahnya, kembali diisi penuh, tentunya jangan lupa mereset tripmeter ke posisi nol. Saia gunakan tripmeter B.

Lanjut jalan, dengan berbagai kondisi mulai lancar – macet, gerimis – panas, naik – turun. Tak terasa,  tembus 100 km lebih perjalanan. Saat pulang, tripmeter menunjuk di angka 149 km ketika berada di spbu langganan tempat mengisi BBM sebelumnya. Kembali isi penuh seperti kondisi semua, minta print-out, lalu mlipir ke pinggir. Jepret tripmeter berikut nota pembelian BBM.

Diperoleh angka, 41,1 kpl. Yakni jarak tempuh 149,4 km dibagi dengan pengisian BBM sebanyak 3,63 liter pertamax. Wah…irit juga ya. Mantap tenan. Sebenarnya, di dashboard si Suzuki GSX ini, sudah ada tampilan konsumsi BBM rata-rata. Nah, saat saia jepret, terpantau konsumsi BBM rata-rata GSX-S ini adalah 2,7 liter/100 km, atau kalau dibalik, sekitar 37 kpl.

Beda tipis…sangat mungkin karena indikator pengukuran adalah tingkat penuhnya BBM hingga mulut tangki bisa jadi ada selisih saat pengisian awal dan akhir. Jelasnya, untuk ukuran motorsport 150 cc, konsumsi di kisaran 40 km per liter, saia pribadi menganggap irit, dengan pemakaian yang dominan rpm atas untuk tenaga yang maksimal.

Oke, sekian artikel eksplorasi mesin Suzuki GSX-S 150 yang saia jajal secara harian. Semoga berguna

Advertisements

9 comments on “Impresi Harian Suzuki GSX-S 150 (3) : Ekplorasi mesin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s