Masbro, hujan yang mengguyur wilayah Malang dan sekitarnya kemarin siang-sore 30/11/2015, “berhasil” menimbulkan kemacetan parah di beberapa titik. Antara lain Jl Letjen S Parman, daerah Karangbesuki, Jl Karya Barat, dan daerah Bareng. Saia sendiri terjebak banjir saat pulang kerja di Jl Letjen S Parman Blimbing, dan akhirnya bisa lewat dengan menerjang banjir setinggi betis, hampir selutut ding :roll:Berhubung hujan, konsen dengan jalanan yang terendam air, gambar saia comot dari media massa 🙂
Genangan air yang berarus lumayan deras, berasal dari sungai kecil di barat jalan, saia belum tahu nama sungainya. Karena saluran yang mengalami pendangkalan dan penyempitan, akhirnya meluber ke jalan raya, menggenang hingga separuh jalan. Syukurlah, si ciput bisa lewat banjir yang mencapai bak mesin 🙂 Sementara, motor matik dan bebek, dengan terpaksa harus melipir ke tengah jalan, dekat median jalan untuk menghindari genangan air yang dalam di sisi kiri jalan. Nah, yang ini saia jepret sendiri setelah “sukses” melewati banjir
Nampaklah pemandangan, yang biasa kita lihat di televisi kala banjir menerjang di beberapa daerah di Indonesia. Yaitu motor mogok. Ya, beberapa motor bebek maupun matik, yang tergolong rendah bila dibandingkan motor batangan/sport, memaksakan diri melewati genangan air sebetis orang dewasa. Alhasil, mogok. Entah busi yang terendam air, atau malah air yang tersedot masuk ke mesin, yang jelas, beberapa orang menuntun motornya melewati banjir, dan berupaya memperbaiki di pinggir jalan
Di Bareng-Klojen, malah seorang warga hanyut terseret banjir sungai didepan rumahnya, hingga kini masih belum ditemukan. Menurut info dari kawan BPBD Kota Malang, saat itu korban sedang membuang bongkaran berupa batu-batu dan kerikil didalam glangsi/karung plastik ke sungai kecil didepan rumah. Diduga terpeleset, saat membuang untuk ketiga kalinya, korban malah terseret derasnya arus sungai didepan rumahnya itu. Hingga siang ini, pencarian terus dilakukan tim SAR dan BPBD Kota Malang.
Semoga saja, pemerintah kota Malang, segera dapat menemukan solusi banjir, yang menurut pengalaman saia nih, selalu berulang setiap tahun. Memang, di beberapa lokasi langganan banjir parah, seperti Jl Galunggung, sudah jauh berkurang, kemarin menurut rekan yang lewat situ juga sudah tidak banjir, karena sudah ada drainase beru segede gaban yang biasa disebut jacking.
Semoga berguna, dan tetap waspada di jalan


malang banjir ? dataran tinggi kok banjir ?……. pasti Hoax… 😆
LikeLike
wasyembb 😆
gelut yuh??
LikeLike
ayoooo…. ngopi aee… 😆
LikeLike
buseet kena banjir juga http://macantua.com/2015/12/01/all-new-cb150r-with-cbr500-tails/
LikeLike
Jogja malah durung udan…
LikeLike
mosok Yug?? blas?? Malang sekitar 5-6 kali..rentangnya jauh sih
LikeLike
malah puanas… ga udan udan…
LikeLike
Mosook…? *eh…
LikeLike
Tenan kang..slulup 😆
LikeLike
Sekitaran pasar Klojen gimana kang?
LikeLike
Pingback: Sungai kecil ini ternyata.. | andhi's blog
Just because an organic tag is contained by a
product is not any assurance the pets are raised on the pure
grass-fed diet.
LikeLike
Pingback: Kala Vario 110 FI menerjang banjir | sekedar coretan