Kala Vario 110 FI menerjang banjir

Pagi masbro..

Selasa sore, penghujung Pebruari 2017 kemarin, salah satu tanggal yang berkesan buat saia. Kenapa? Iya, karena pertama kalinya, HOnda Vario110FI marun kepunyaan nyonyah, terpaksa saia ajak berendam di banjir dadakan 😉 Jadi, ceritanya, CB150R saia kandangkan di rumah, sengaja minjem matic nyonyah karena akhir-akhir ini jarang banget dipake.  Enak bener nongkrong doang 😆   2 hari saia pakai, jangankan hujan, gerimis aja jarang-jarang. Lha kok hari itu, sejak siang hujan deras melanda kota Malang hingga saat pulang kerja.  Alhasil, hujan deras trabas deh..

Lalu lintas kota lumayan padat, hingga masuk Jl S Parman dan A Yani Blimbing, macet parah. Terlihat, aliran air di sisi kiri jalan lumayan deras. Meski banyak motor yang berupaya terabas air, salip dari sisi kiri, tapi perasaan saia gak enak, soalnya bawa motor matic pendek (rendah). Ikut antri, sabar sampai sekitar 200 meteran. Setelah itu, nampaklah pemandangan luar biasa.

banjirneh2

Luapan air berwarna coklat, persis di lokasi yang saia share di artikel ini nih, menggenangi seluruh jalur jalan sisi kiri, yaitu arah ke utara/Blimbing. Lajur kiri, kedalaman air kira-kira sepaha orang dewasa, sementara lajur sisi tengah yaitu hingga median jalan, sampai betis. Waaaa… Mobil aja mencapai bumper bagian atas jeee

banjir5Mau putar balik, sudah jelas nggak bisa, kemacetan di belakang sudah terlalu panjang dan padat. Sambil berpikir amannya, saia giring si variyem mulai melintasi “genangan” air yang mulai dalam. Saia ambil sisi kanan, semepet mungkin dengan median jalan, karena luapan air deras dari sisi kiri. Panteng gas agak besar, perlahan mulai menenggelamkan roda. Waduh, belum separuh jalan kok makin dalam? Air mencapai dek. Terdengar gemuruh air yang diputar oleh kipas CVT. Waduh (lagi)….

banjir3Pikir pendek, amannya saia matikan mesin saja. Saia turun dan menuntun motor dibantu beberapa pemuda sekitar. Berat ternyata ya, nuntun motor matic yang tenggelam di air 😉 Mana gak ada yang jepret-jepret ambil gambar pula 😆 Kira-kira, ilustrasi kayak gini deh..

gambar : google

gambar : google

Akhirnya sampai juga di ujung genangan banjir. Saia menepi, lalu meminggirkan motor dan tunggu sesaat.  Air menetes-netes dari kolong motor. Lalu saia coba starter, langsung jreng…mesin nyala normal. Coba buat jalan, lhooo, kok selip? Gas ditambah, mesin meraung tapi nggak jalan laju? Ah, semoga hanya karena belt di CVT yang basah.  Coba cara instan, buang air melalui slang pembuangan di bagian bawah CVT.

banjirnehSedikit air keluar, tetap saia buka sambil mesin nyala. Sayang lupa ambil foto 😦 Setelah sudah nggak ada air keluar, saia tutup lagi dengan karet penutupnya, lalu coba jalan. Akhirnya, mulai jalan normal deh. Bertahap, hingga terasa gak ada selip lagi, hingga akhirnya selamat sampai di rumah.

banjirneh1Nah, kalau menyimak dari artikelnya kang PB disini, soal motor yang habis kena banjir, kudunya bongkar CVT nih, sekalian service dan ganti oli mesin serta oli girboks di CVT. Dikhawatirkan, ada air nakal yang menyusup di CVT, dan yang parah, masuk ke ruang bakar dan bak mesin. Bahaya water hammer, yang fatal, hancur nih mesin karena mengkompresi air didalam. Karena diuber kerjaan, sementara saia tangguhkan ke bengkel meski nggak ada keluhan. Besok deh, hehehehe…

Ada beberapa poin penting yang saia ambil sebagai hikmah.

  • Pastikan ketinggian air sebelum dilewati, kalau masih sebatas bawah mesin, masih aman lah. Kalau lebih dalam, lebih baik berhenti, cari jalan lain atau tunggu hingga mereda. Jangan memaksakan diri (dan motor) karena bisa fatal
  • Motor kondisi standar pabrik, lebih aman. Kenapa? Iya, karena kalau modifikasi, kan sudah diubah entah dikurangi atau ditambahi. Filter udara dilepas, CVT dibuka, itu akan memperparah kondisi saat melewati banjir
  • Pastikan kondisi busi, cop busi, koil dan kelistrikan lain di area bawah aman
  • Bila terpaksa harus terabas banjir agak dalam, lebih baik matikan mesin dan tuntun motor. Kondisi mesin menyala, ada kemungkinan air terhisap masuk ke mesin melalui saluran udara, efeknya bisa ditebak kan?
  • Setelah melalui banjir, cek dulu bagian mesin, apakah ada yang masih tergenang air. Buka pembuangan air di bawah CVT untuk matic. Nyalakan mesin dengan starter kaki, bila menyala biarkan langsam beberapa saat sebelum mulai jalan
  • Sambil jalan, tekan rem beberapa kali untuk memanaskan kampas rem yang masih basah. Kampas rem basah, biasanya bikin rem gak pakem dan berefek bunyi mendecit

Oke, demikian sedikit pengalaman saia berbanjir-ria dengan Honda Vario 110 FI. Semoga tidak terulang lagi dan masbro serta mbaksis tidak ada yang mengalami. Semoga berguna

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s