Mudahnya daftar BPJS online

BPJS, siapa sih yang gak kenal badan ini? Namanya makin meroket tatkala banyak kasus kesehatan yang katanya ruwet. Tapi ya sudahlah, kita nggak bahas itu, semua ada mekanisme-nya. Kali ini saia bahas soal daftar BPJS secara online.

Alkisah, bapak mertua dan adik keponakan selama ini memang belum tercover oleh fasilitas kesehatan apapun, atau asuransi dan semacamnya. Memang, siapa sih yang mau sakit??

Nah, akhirnya, saia daftarkan keduanya ke BPJS. Sedia payung sebelum sakit, sekedar jaga-jaga kalau sewaktu-waktu membutuhkan layanan kesehatan. Awalnya, mau daftar langsung ke BPJS Malang, di Jl. Bengawan Solo. Waiks…berkali-kali lewat, entah pagi-siang, gak pernah sepi antrean manusia disitu. Eh, ada kang Fauzi http://www.fncounter.com yang ngasi info sangat juos, yakni daftar online. Akhirnya, tadi pagi saia praktekan deh. Klik di http://bpjs-kesehatan.go.id/index.php, trus pilih pendaftaran online http://bpjs-kesehatan.go.id/index.php/pages/detail/2014/15. Silakan diisi sesuai identitas yang mau daftar

bpjs daftarIsi semua kolom dengan lengkap sesuai data. Kalau NPWP gak punya, boleh dikosongi kok. Mulai tab identitas, alamat, faskes tingkat I, sampai rekening bank. Nah, khusus ini, memang hanya 3 bank saja yang melayani, yaitu BNI, BRI dan Mandiri. Pakai rekening siapa saja gak ada masalah. Eit, jangan lupa pilih kelas perawatan ya..mulai kelas 3 sampai kelas 1. tentu beda fasilitas, kan bayar iuran per bulan juga beda 😉

Selesai diisi lengkap, masukkan alamat email dan klik simpan. SIlakan buka email, nanti ada konfirmasi dari BPJS terkait pendaftaran dan nomor virtual account pendaftar. Silakan didownload dan dicetak bila tidak ingin lupa.

Selanjutnya, tinggal bayar ke bank, pilih yang Anda suka ;-). Datang saja, membawa print-out nomor virtual account dan fotokopi identitas KTP, sampaikan mau bayar pendaftaran BPJS. Selain setor langsung, bisa juga lewat transfer ATM.

Kalo lewat ATM, saia contohkan pake Mandiri, alurnya seperti ini :

1. Pilih menu bayar

2. Pilih BPJS kesehatan

3. Pilih individu

4. Masukkan nomor virtual account

5. Isi bulan yang mau dibayar, jadi misal bayar untuk 1 bulan dulu, diisi angka 1, kalo mau dobel, ya silakan 2 dan seterusnya

6. Konfirmasi ulang nama pendaftar BPJS

7. Bayar dan selesai. Bukti pembayaran akan langsung tercetak

Nah, selesai pembayaran, silakan dilanjutkan pendaftarannya. Buka link terkait, yang dikirim via email tadi. Silakan direfresh, dan pilih download e-ID BPJS. Lho, apaan tuh??

bpjs Iya, kartu keanggotaan BPJS bisa dicetak sendiri, gak perlu ke kantor BPJS buat cetak kartu. Wah, mantap kan? Selesai didownload, file PDF ini bisa masbro cetak sesuka hati. Mau berwarna boleh, hitam-putih juga gak masalah. Pas punya adik dan mertua ini, saia cetak warna plus di kertas PVC. Maksud saia biar lebih awet, kan terlaminating semacam KTP, lebih keras dan kaku, jadi ketika masuk dompet lebih kuat.

IMG02230-20141208-1300Beres. Daftar selesai. Kartu BPJS sudah bisa digunakan-kah?? Ternyata belum saudara-saudara. Saia baru ngeh, kalo nih kartu baru aktif 7 hari kerja setelah pendaftaran. Tahunya, pas lihat kartu, kok tercetaknya tanggal 15-12-2014? Padahal, hari ini 8-12-2014 daftarnya. Saia konfirmasi ke BPJS, memang, prosedurnya sebenarnya langsung aktif dan bisa dipergunakan. Karena beberapa pertimbangan, maka sementara diberlakukan 7 hari kerja, baru aktif itu kartu. Mungkin, untuk proses konfirmasi, check en re-chek bla..bla..bla…

Ya wislah, pokoknya sudah selesai proses pendaftaran dan resmi jadi peserta BPJS.

Semoga berguna informasi yang mungkin sudah banyak yang tahu ini 😉

 

 

Perhatian-kah anda dengan motor tunggangan?

Hai masbro, apa kabar di cuaca mendung menjelang hujan ini? Semoga sehat, gak kayak saia yang udah 3 harian didera batuk dan kawan karibnya, pilek 😆

Lagi-lagi bahas motor yak..jangan bosan :mrgreen:
Apa sih arti sebenarnya biker sejati? Apa yang tiap hari turing? Atau yang tiap hari aktifitasnya dilakukan diatas dan bareng motornya? Atau malah yang sangat peduli sama motor tunggangannya???
Kali ini saia gak mbahas soal itu. Yang saia soroti adalah hal tersirat di gambar.
Ada yang kenal sama biker satu ini? Beliau biasa disapa kang Soleh, salah satu member KSC, Komunitas Streetfire Surabaya. Gambar saia ambil di salahsatu cek poin saat fun touring Jatimotoblog dan MPM Honda.
CIMG1607
Gak keliatan? Nih saia zoom + crop 😉
soleh zoom
Tampak, salah satu RC (Road Captain) yang mengawal rombongan, sedang ‘ngopeni’ motornya, CB150R SF. Padahal, waktu itu, yang lain habis makan, pada istirahat dan ngobrol-jagongan. Eh, beliau dengan asyik malah ngambil kain lap lebar, seukuran handuk kecil, trus mengelap motornya. Mulai dari visor, lampu depan, tangki, shroud sampe bodi belakang. Wuiih..padahal, itu motor baru menempuh perjalanan jauh, dari Papuma Jember, sampe saat saia ambil gambar, di wilayah Probolinggo. Bisa dibayangkan dengan kondisi jalan yang berdebu tho?? Ckckckk..jian mas iki open tenan karo sepeda-ne (jian, mas ini sangat perhatian sama motornya). Sayang, saia gak sempat lanjut ambil gambar lagi pas sampai Sidoarjo.
CIMG1607
Motor, memang bak istri bagi biker, diperlakukan dan disayangi. Selain fisik yang terawat, bersih, juga keadaan selalu laik jalan, karena selalu dicek, baik fungsi mesin maupun perangkat lainnya. Dengan membersihkan saja, kayak mas Soleh ini, kita sudah bisa sambil mengecek keadaan motor kita, agar selalu siap dan laik jalan. Eh, siapa tahu, ternyata ada baut bodi yang kendor, lampu sein mati, atau malah kampas rem yang mulai tipis. Jadi, lebih cepat kita tahu, lebih cepat mengambil tindakan, seperti perbaikan/penggantian, sehingga aman dan selamat di jalan.
Gimana, sudahkah dirawat motormu hari ini??

Proyek median jalan belum selesai, dimanfaatkan deh

Masbro, Kota Malang memang terus membenahi jalan-jalan protokol. Selain menambah lampu PJU, median jalan juga dipercantik dengan mengganti isian median jalan. Bila sebelumnya, cukup diisi beton cor, sekarang dirubah, diisi dengan tanaman. Diharapkan, selain menambah segar karena bertambahnya tanaman hijau, juga bermaksud untuk bisa menekan polusi di jalanan, karena menurut informasi, tanaman yang dipasang di median jalan juga menyerap polutan CMIIW

kayak gini nih taman median yang sudah jadi

kayak gini nih taman median yang sudah jadi

Tahun 2014 ini, yang sudah “ditamankan” adalah area median jalan J.A. Suprapto, dan Jl. S. Parman. Nah, akhir 2014 ini, direncanakan sampai Jl. A. Yani hingga ujung flyover Arjosari. Masalahnya, ternyata, tahap terakhir ini terlihat mangkrak. Ya, yang jelas terlihat adalah median jalan lama sudah dibongkar, namun dibiarkan terbengkalai dan tidak dilanjutkan dengan pemasangan beton median baru beserta tanamannya. Akhirnya, di sela-sela bongkaran ini, dimanfaatkan pengendara R2 untuk putar arah ataupun menyeberang

IMG02163-20141111-0719

Sepintas memang sepele kelihatannya, tapi ada dua efek samping yang berbahaya. Pertama, menimbulkan kemacetan. Karena, kadang pengendara yang hendak “memanfaaatkan’ celah ini juga ternyata banyak. Karena celahnya sempit, hanya cukup untuk 1 motor, otomatis mereka antri. Dengan 3 motor aja, sudah ada antrian, sehingga kendaraan lain secara reflek mengurangi kecepatan sehingga kendaraan belakangnya  juga mengikuti. Macet-lah yang terjadi…

Kedua, sangat beresiko kecelakaan. Karena posisi pengguna celah ini berada di tengah jalan, sementara tidak ada rambu atau apapun, dikhawatirkan, pengendara lain tidak ngeh alias tidak menyadari kalo di jalur tengah ada pengendara yang hendak putarbalik atau menyeberang. Lha memang bukan tempatnya, ya toh?? Kalaupun terjadi kecelakaan, sangat besar kemungkinan, pihak yang disalahkan adalah yang memutar arah/menyeberang, karena bukan tempatnya..

IMG02165-20141111-0720

Kalo pas lewat sini, hati-hati ya masbro..siapa tahu ada pengendara nekat yang nyempil di celah bongkaran median jalan. Lagipula, entah sampai kapan ini kerjaan selesai, mengingat sekarang sudah akhir tahun..bisa jadi mangkrak nih 👿

Hujan t’lah tiba, hore..hore

Masbro sekalian, apa kabar semua? Sehat??
Yup, antara “suka dan derita” kala hujan mulai mendera..cieee, kesambet opo kie, pagi-pagi udah puitis 😆
Sudah 2 harian ini, Malang mulai diguyur hujan, dengan intensitas sedang. Meski menurut BMG, secara umum negara kita baru memasuki musim penghujan di akhir November atau awal Desember, namun di beberapa daerah sudah mulai turun hujan, meski dengan skala lokal.
hujan
Kenapa suka ?? Lha kebetulan, entah perasaan saia aja, kayaknya kemarau tahun ini terasa banget panasnya, apalagi sekitar bulan September-awal November, buset tenan panasnya..jadilah, kipas angin di rumah kerja keras mendinginkan penghuninya. Begitu turun hujan, mak sleppp…hawa segar, seperti aslinya daerah Malang, kembali terasa. Debu menghilang, suhu udara turun, tanaman pun segar menghijau
Kenapa Continue reading

Raya Malang-Surabaya macet (lagi)

Hai masbro.. Posting singkat aja pagi ini. Sekedar menginformasikan, kalo masbro yang hendak ke Surabaya dari arah Malang dan sebaliknya, waspada dan bersiap menghadapi kemacetan tepat di Raya Ardimulyo, (depan rumah saia nih). Dnihari tadi, terjadi kecelakaan, sebuah truk tronton bermuatan kertas CMIIW, terguling tepat di jalur barat, arah ke Surabaya. Badan truk yang panjang, beserta muatannya yang tumpah, memenuhi badan jalan, sehingga arus lalu lintas arah ke utara (Surabaya) macet total, dan terpaksa dialihkan melalui jalur sisi timur. Jadi, macet tak terhindarkan, karena jalur timur yang hanya dua lajur searah, dipaksa dipakai dua arah. Jalur barat ditutup mulai depan Markas Divisi 2 Kostrad sampai pertigaan ojek Ardimulyo/Song-song. Setelah itu, jalur ke utara relatif lancar. Kalau pantauan tadi pagi, arah ke selatan/Malang, macet hingga sekitar 3km, mulai SPBU Gondang-Randuagung hingga TKP. Sedang arah utara macet hingga jembatan timbang, sekitar 1,5 km. IMG02156-20141108-0704 Hingga pukul 08.00 tadi, truk belum bisa dievakuasi, menunggu alat derek, sementara muatannya yang tumpah sudah dipindahkan forklift ke truk dari perusahaan yang sama. Mungkin, berita lengkapnya diposting mbah Wiro, lha tadi ketemu pas sama-sama ambil gambar :mrgreen: Semoga berguna dan tetap berhati-hati di jalan IMG02155-20141108-0703 IMG02158-20141108-0708

Jalur Malang-Surabaya macet di Lawang hari ini

Hai masbro, mau update informasi aja nih
Bagi masbro yang hendak melintasi daerah Lawang, baik dari arah Malang menuju Surabaya maupun sebaliknya, mohon menambah kewaspadaan dan kesabaran, karena, mulai tadi pagi, kemacetan panjang menghadang. Hal ini dikarenakan adanya proyek pembuatan sudetan saluran air dari sisi barat jalan, menyeberang ke sisi timur jalan
Proyeknya sih, kayaknya dikerjakan mulai malam tadi, karena banyaknya material dan lebar jalan serta saluran, jadinya pagi ini, separuh jalan pun masih belum selesai. Jadi, untuk sementara, jalur sisi barat yaitu arah ke utara ke Surabaya, dipakai untuk 2 arah, yakni sekalian arah ke selatan/Malang.
Untuk antrian kendaraan sendiri, dari arah Malang sudah mencapai sekitar 3 km, yakni sampai sekitar SPBU Gondang perbatasan Lawang – Singosari. Sementara dari arah utara, saia belum memantau, lha ikutan kejebak macet nih 😆
Monggo disimak foto terlampir. Hati-hati dan tetap berkendara dengan aman ya..
IMG02119-20141028-0653
IMG02114-20141028-0650
IMG02117-20141028-0651
IMG02118-20141028-0653
IMG02115-20141028-0650

Icip Honda Verza

Hemm..ning Verza, kalo rekan-rekan lain bikin nickname motor batangan ini. Diluncurkan AHM sebagai motor sport entry level, dibuat “batu loncatan” dari pemakai matic, bebek/cub sebelum ke sport yang “beneran” kayak CB150R dan CBR series. Dengan harga yang hanya sedikit diatas harga bebek varian tertinggi dan matik, secara hitungan, bisa jadi “pelarian” 😆 Eits, meski tergolong entry level, Verza ini menawarkan sisi lainnya. Dengan mesin 150 cc 2 katup SOHC injeksi, meski soal speed memang dibawah kakak-kakaknya, tapiii..torsi Verza, sangat bisa diandalkan.
IMG_1551
Yup, tanpa harus bejek gas dalam-dalam, buat akselerasi, bawa beban dan tanjakan, terasa sangat cukup. Opini pribadi saia lho ya IMHO. Belum lagi, posisi riding, yang dulu sangat terkenal diunggulkan Honda, yaitu segitiga kenyamanan CMIIW, terbukti lagi pada Verza. Ya, sangat mirip kenyamanan yang didapat pada New Megapro dan NMP (monosok). Setang lumayan tinggi, footstep mirip posisi bebek, terbukti nyaman untuk dipakai dalam jarak jauh atau waktu tempuh lama.

perbandingan spek verza-cb150r

perbandingan spek verza-cb150r

Saia kebagian nunggang Verza 2 kali dalam fun touring ke Jember beberapa waktu lalu. Yakni, sekejap, dari minimarket ke Rambipuji dan saat perjalanan pulang, dari Tongas (Bromo Asri) sampai MPM Sedati-Sidoarjo. Rasanya, kayak reuni dengan si Meggy, kuda besi saia 2007 lalu. Posisi nyaman, cenderung tegak-santai karena setang tinggi.
Akselerasi awal lumayan kerasa, karena torsi didapat pada rpm tidak terlalu tinggi. Dipadu knalpot standar yang menurut saia, berwibawa suaranya, ulem (opo iki terjemahan-e), tapi kalo dibetot, ilang deh ngebas-nya 😆
Tapi, di sisi lain, sesuai dengan bandrol entry level-nya, tenaga pun terbatas, alias napas cepet abis. Karena gak ada tachometer, susah tahu putaran mesin alias cuma pake feeling dan kira-kira. Abis melewati kecepatan 90 kpj, kecepatan sudah susah untuk naik lagi, sementara mesin sudah teriak kenceng dan posisi gir persneling sudah topgear alias 5 😆
Alhasil, ya sudah, harus pasrah, gak bisa tarik-tarikan sama kang ndas yang nunggang CBR :mrgreen:
CIMG1617 - Copy
Overall, kalau untuk akselerasi, lebih dari cukuplah, kalo selap-selip di kemacetan, Verza termasuk enteng meliuk, padahal bodi gede.
Kerja suspensi depan enak, kalo belakang, sedikit rada keras. Mungkin, dipersiapkan untuk kuda beban juga nih sama AHM, kalo buat boncengan nggak ambles/keempukan.
Kalo penilaian akhir saia pribadi, buat di , maap nih, pedesaan yang banyak tanjakan, jalan gak rata dan antar lokasi rada jauh, sangat cocok. Juga kalo bawa beban, entah barang atau manusia, torsinya cukup…
Mau ke sawah, angkut rumput atau ngojek, hayuuukkk 😆
IMG_1532
Tapi jangan salah, di perkotaan juga handal kok, terutama di sela kemacetan. Buktinya, teman kantor saia juga milih nih motor. Katanya sih, enak…murah, irit dan lincah, hehehehe..penuturan beliau loh. Gak percaya? Coba tanya kang Rio http://motorrio.com/ …tiap hari gak bosen-bosen nunggang Verza pp rumah-kantor, hehehehe :mrgreen:

Ternyata, trik nyetut motor mogok jadi cara membawa motor curian

Dapet info disini https://id.berita.yahoo.com/tiga-pemuda-lamongan-spesialis-curi-motor-suzuki-satria-081317487.html, pas dibaca lebih lanjut, ternyata cara dia membawa motor curian, sempat saia ulas disini https://aslimalang.wordpress.com/2013/09/26/motor-mogok-bawanya-gimana/
maling
Yup, nyetut adalah salah satu cara membawa motor mogok yang sering dilakukan. Yakni motor yang mogok, didorong pake kaki, oleh orang yang menaiki motor sehat.
nyetut motor
Pada kasus pencurian diatas, ya masuk akal juga sih, kalo masyarakat sekitar lokasi tidak curiga dengan aksi pelaku. Lha dipikir, kan, lagi nolong temannya yang motornya pas mogok, mana tahu ternyata yang disetut itu motor curian 👿 Haduuh…makin beragam ya trik-nya..
Tetep jaga keselamatan di jalan dan perhatikan keamanan kendaraan anda

Icip New Honda SupraX125 FI

Sebenarnya, nih bebek saia tunggangi pas perjalanan pulang dari Papuma Jember. Sebelumnya, dari cekpoin 2 Rambipuji ke Papuma, saia nunggang matic BeAT FI. Impresi-nya gak usah saia ceritakan deh, rasanya remek/badan capek, karena nunggang motor metik nan imut ini, persis yang dirasakan kang Tarom
Fisik si New SupraX125 FI, saia lihat sekilas, kok lebih kecil dan pendek ya dibanding Supra X 125 lawas? Terutama melihat dari jok. Ternyata memang iya, ada sedikit perbedaan dengan versi sebelumnya. Spek si New PxLxT 1.918 x 709 x 1.101 mm, dengan jarak terendah ke tanah 136.5 mm, sedang SupraX125 lawas PxLxT 1.889 x 702x 1094 mm, dengan jarak terendah ke tanah 138 mm. Meski sedikit, tetap terlihat dan terasa pas ditunggangi.
new suprax125
Dengan mesin yang identik plus sistem injeksi, yang sangat saia rasakan adalah tenaga yang lebih ngisi di tiap gigi persneling. Begitu oper gigi, gak ada gejala tenaga sedikit drop, seperti generasi sebelumnya. Di jalan yang rada rusak, terasa banget, suspensi belakang yang lumayan keras. Bantingan rada menghantam badan. Tapi, dengan performa mesin yang enak menurut saia, jadi terkompensasi, hehehe..
Akselerasi yang saia rasakan, berbeda dengan Revo FI, meski sama-sama menggunakan sistem injeksi step 5. Ya iyalah, wong kubikasi aja beda, belum perbandingan transmisi/persneling, berat dan lain sebagainya. Akselerasi lebih bertenaga, dan mantap.
Secara body, mirip versi lawas yang disuruh diet, lebih ramping, apalagi bagasi yang gak helm-in. Ada tambahan fitur yang sempat dijajal teman-teman Jatimotoblog, yaitu port untuk charger gadget di bagasi. Ya, sangat membantu kala HP dan kawan-kawannya kekurangan daya, sementara colokan listrik tak ada. Dengan car charger yang ditancapkan ke soket/port di bagasi New Supra X125 FI, bisa menolong.
CIMG1507
Cuma, dengan catatan, untuk mengaktifkan, semua kelistrikan harus nyala, alias kunci kontak ON. Rekomen pas dijalan, sambil ngecas HP di bagasi. Tapii..sebaiknya, tambahkan alas atau apa-lah, mungkin tas untuk menjaga posisi gadget tetap aman, tidak terbanting-banting selama perjalanan.
Oh iya, saia sedikit bingung pas buka jok, ternyata, tidak ada tombol khusus pembuka jok layaknya Beat FI atau Vario 125 FI. Jadi, setelah kunci kontak posisi OFF, ada space buat buka jok dengan menekan kunci kedalam. Ctek…jokpun terbuka, hehehehe…ndeso yo saia? 😆

gambar minjem pertamax7.com :lol:

gambar minjem pertamax7.com 😆

Hem, bebek yang cocok untuk komuter rumah tangga nih, enteng, tenaga cukup. Cuma, desain knalpot, saia lebih suka versi lawas, lebih sporty meski minus pelindung panas.
Oke, sekian review singkat saia, semoga bermanfaat

Icip New Honda CBR150R dual keen eyes

maap, modelnya bukan espege :lol:

maap, modelnya bukan espege 😆

Nah, lanjut. Di cek poin 1 Tongas, abis ngisi bbm ridernya alias makan, motor juga diisi pertamax, lanjut menuju cekpoin 2 di Rambipuji-Jember.
CIMG1503
Abis nunggang Revo FI disini, langsung loncat kasta, joki CBR150R 😆
Lha hampir semua dah milih motor masing-masing dalam sesi tagteam (kayak gulat gaya bebas aja), yang terlihat ngejogrok diparkiran malah si Continue reading