Panik, refleks mengerem. Ini penjelasannya

Pagi masbro..

Berkendara di jalan raya, pastilah menemui beragam kondisi. Namanya juga jalan raya milik umum, semua orang berhak menggunakannya. Pernah nggak , masbro dan mbaksis menemui keadaan darurat, sehingga membuat kita panik dan secara refeks menghentikan kendaraan yang kita kendarai? Mengerem mendadak maksudnya..

Saia beberapa kali mengalami sendiri, dan syukurlah, berakhir damai, tanpa ada insiden apapun. Yang saia bahas kali ini, bukan soal cara pengereman atau sejenisnya. Tapi soal, bagaimana sih munculnya refleks kita mengerem saat misalnya, ada binatang yang menyeberang jalan secara tiba-tiba, tanpa tengok kanan-kiri karena mata sudah ada disamping kepala. Itu mah ayam, hehehehe :mrgreen: . Gerak refleks, adalah gerakan yang dilakukan tanpa sadar dan merupakan respon segera sesaat setelah adanya rangsang. Nah lho, apaan sih itu?

Secara biologi, ini berhubungan dengan pusat syaraf dan anggota gerak tubuh. Pusat syaraf manusia ada 2, yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Masing-masing bagian ini, akan menerima dan menghantarkan impuls atau masukan dari bagian tubuh yang berbeda-beda pula. Sebagai ujung tombak penerima impuls atau rangsang dari luar tubuh kita, adalah alat indera yang antara lain mata, kulit, hidung, telinga. Penerima rangsang ini biasa disebut reseptor, sedangkan anggota gerak yang diperintah disebut efektor. Jalur ‘normal’ penerimaan impuls atau rangsang oleh tubuh kita secara sederhana adalah Reseptor >> Sumsum Tulang Belakang >> Otak >> Efektor. Jadi, rangsang dari luar akan melewati sumsum tulang belakang dulu sebelum dikirim ke otak, untuk diolah sesuai keinginan kita dan selanjutnya memerintahkan anggota gerak untuk bekerja. Sebagai contoh, saat memegang grip gas, kan kadang beda tuh masing-masing motor, apalagi yang sudah pakai barang variasi. Kebiasaan pegang grip gas yang agak besar, motor sport contohnya, begitu pegang grip gas variasi yang lebih kecil diameternya, tentu akan beda genggaman kita. Itu karena saat memegangnya, kita rasakan ukuran grip gasnya, lalu, berpikir, ooh, ini lebih kecil ukurannya. Lalu kita pun mengurangi ukuran genggaman tangan kita. Menyesuaikan gitu…

Untuk gerak refleks, jalur informasi dari reseptor alias penerima rangsang beda lagi. Jauh lebih pendek karena ternyata tidak melewati otak. Wow… Secara sederhana, Reseptor >> Sumsum tulang belakang >> Efektor. Makanya, waktu yang dibutuhkan untuk gerak reflek juga lebih singkat. Contoh gampangnya, saat kaki tersentuh knalpot panas tanpa sengaja, dalam hitungan milidetik, kita akan langsung menjauhkan kaki dari sumber panas tersebut. Betul kan?? Refleks serupa, ternyata juga kita alami saat menemui kondisi darurat hingga mengerem mendadak. Lha kok bisa?  Iya, karena refleks seseorang sangat tergantung pada kebiasaannya. Sebagai contoh, refleks seorang petinju dan seorang pelari jelas sangat berbeda. Coba aja di tes, sulut petasan tanpa diketahui petinju dan pelari. Dijamin deh, saat meletus, sang petinju akan reflek memukul sementara si pelari ya akan berlari secepatnya 😆 Serupa dengan keadaan biker, kebiasaan berkendara yang pegang setang, mainkan grip gas serta menekan tuas rem, juga akan terbawa ke gerak refleksnya. Tanpa perlu berpikir yang jelas membutuhkan waktu beberapa detik, ketemu situasi darurat yang membahayakan, biasanya akan langsung menekan tuas rem, menghentikan motor untuk menghindari keadaan yang lebih buruk. Sebab, terbiasa dan sudah menjadi kebiasaan, menggunakan rem alias mengerem untuk menghentikan motor.

Sudah paham kan, kenapa saat refleks, seorang bikers biasanya mengerem? Yang perlu diperhatikan dan kita ingat, selalu berkonsentrasi dan antisipasi saat berkendara. Terbiasa tenang dan sabar, pasti akan sangat membantu gerak refleks kita yang sebisanya menyelamatkan, bukan malah membahayakan. Untuk baiknya, mengerem seperti apa, sudah ada banyak petunjuk dan share dari instruktur keselamatan berkendara. Silakan googling dan cek blog sebelah, hehehehehe… Jelasnya, kebiasaan berkendara dengan aman, perlu dilatih dan distimulasi secara periodik, karena akan terbawa dalam gerak refleks kita

Semoga berguna ya, artikel yang sedikit bikin kerut kening karena ada istilah medis dan biologi. Tetaplah berkendara dengan aman ya masbro dan mbaksis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s