Mata kucing alias reflektor, susah banget ya dicari

Pagi masbro..

Pada paham kan benda yang namanya ‘mata kucing’? Benda kecil dengan beberapa macam variasi bentuk, yang berfungsi sebagai perangkat keamanan, sebagai pemantul cahaya. Ada yang bilang mata kucing, ada juga yang bilang reflektor. Kalau reflektor sih, saia rasa kurang pas ya, karena reflektor relevan dengan lampu depan. Mata kucing ini, paling sering berkelir merah dan terdapat di sisi belakang motor.

Dari modelnya, secara garis besar ada 2 jenis mata kucing. Yaitu yang jadi satu dengan lampu belakang, dan model terpisah . Model terpisah, paling banyak terpasang pada sepatbor belakang atau dibawah lampu belakang. Dengan warna merah yang bisa memantulkan cahaya , memastikan bila tersorot lampu menimbulkan efek seolah-olah menyala. Jadi,memang menambah keamanan meskipun saat kondisi lampu  belakang mati, posisi motor bisa terpantau oleh kendaraan lain dari belakang.

Masih berkaitan dengan nih dengan ‘kreasi’ modifikasi saia tempo hari, yaitu memasang spatbor belakang Yamaha MT25 ke si bleki. Disini nih artikelnya…Sepatbor MT25 yang saia beli, kondisinya kosongan. Ya spatbor aja, nggak ada pelengkap lain seperti lampu nopol, mata kucing ataupun lampu sein. Maklum, paket hemat dan ngirit. Lagian, tersedia semua kok pelengkapnya, kudu beli 😆

Mencoba menutupi kekosongan , sementara saia jajal mencari mata kucing, yang posisinya diatas plat nopol. Kalau kosong, kok ya rada jelek ternyata 😆 . Coba ke dealer Yamaha, walah, nggak sedia barang itu meski di katalog tersedia. Jajal dengan mata kucing motor lain, sesama Yamaha sih, juga nggak ada. Pindah ke toko aksesoris dan bengkel biasa, coba tanyakan mata kucing yang sama, lagi-lagi nihl. Wah, susah amat ya cari barang beginian?

Akhirnya, melipir ke sebuah bengkel kecil pinggir jalan daerah Blimbing, Malang. Sekalian jalan pulang soalnya. Bengkel kecil yang terlihat sering sepi, pemiliknya, bapak-bapak rada sepuh. Saia sampaikan, cari barang mungil itu. Berpikir sejenak, lalu beliau menuju ke salah satu rak onderdil dan mengobok-obok salah satu sudutnya. Sebungkus plastik kecil lalu diangsurkan ke saia. Sudah lusuh, rada berdebu dengan isi sepasang mata kucing. “Mas, yang ada warna oranye/kuning. Mau?” sambungnya. Saia amati sejenak, sepasang mata kucing kotak persegi panjang dengan kelir kuning-oranye dalam plastik lusuh itu. Kondisinya baru gres sih, dengan label produksi bukan orisinal. Entah KW berapa.

“Nggih pak, ndak apa-apa. Saia beli ini saja” jawab saia. Dan tebak, berapa harganya? Hanya goceng, alias  IDR 5.000 saja. Langsung dibayar dan saia kantongi lalu beranjak pulang.

Sampai di rumah, meski dengan sedikit spekulasi tentang ukuran si mata kuding tadi, saia coba pasang ke sepatbor MT25. Weladalah, ternyata pas dan plek. PnP alias langsung masuk plek. Lubang baut sama persis, termasuk juga sisi nok/tonjolannya.

Tinggal menambahkan sebuah mur ukuran 8 sebagai pengikat, si mata kucing terpasang mantap. Hmm..asik nih, nggak kelewat bolong-bolong melompong spatbor ini, dan yang unik, kesan jadul dengan mata kucing oranye-kuning. Biasanya, motor modern kan merah nih mata kucingnya.

Saat itu juga, baru terpikir, kok gak nyari di toko sepeda angin ya? Biasanya, kan banyak, hehehehe. ya sudahlah, memang jalannya kudu gitu. Sekarang tinggal nyari lampu plat nomor yang masih belum nemu. Kalau punya orisinal MT25 jelas ada, harganya IDR 47.000. Pingin nyoba ngakali deh, cari yang lain siapa tahu pas

Semoga berguna

Advertisements

One comment on “Mata kucing alias reflektor, susah banget ya dicari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s