Rem cakram blong saat panas? Ini asal muasalnya

Pagi masbro..

Rem, merupakan salah satu perangkat yang sangat vital pada kendaraan, baik sepeda motor maupun kendaraan beroda lebih dari 3. Bisa menyangkut nyawa nih, persoalan tentang rem. Buat apa coba motor sekenceng apapun kalau ternyata rem-nya nggak berfungsi? Masa iya mau pakai rem tembok? Maksudnya, kudu ditabrakin tembok baru berhenti? Serem ih..

Sudah sering banget kan dengar kejadian kecelakaan akibat rem blong? Alias rem sama sekali nggak berfungsi untuk menghentikan roda? Penyebab rem blong memang beragam masbro. Pada rem cakram, sebagaimana rem pada kendaraan modern, rem tidak berfungsi bisa karena macet, kotor, selang terjepit, dan karena kelewat panas. Yuk kita ulas penyebab karena panas.

Rem cakram, dengan teknologi modern, menggunakan fluida alias cairan sebagai  perantara penekan kampas rem supaya menggesek cakram/piringan. Memang sempat ada rem cakram yang menggunakan seling/kawat, tapi era sekarang sudah berganti dengan cairan alias minyak rem. Contoh Honda GL100 tuh yang cakramnya masih menggunakan sistem sling.

Penggunaan minyak rem, memanfaatkan sistem tekanan. Jadi, minyak rem dalam tabung master, diberi tekanan oleh pencetan handel rem atau injakan tuas rem. Minyak rem yang termampatkan, akan mendorong piston kaliper, yang berada pada kaliper rem cakram. Si piston kaliper ini, selanjutnya akan mendorong kampas rem bergerak maju, menjepit cakram sehingga terjadi deselerasi atau penurunan kecepatan karena rem bekerja.

Saat rem cakram ini bekerja, gesekan antara kampas rem dengan piringan cakram, pasti menghasilkan panas. Namanya saja gesekan, pasti akan timbul kalor karena gaya gesek permukaan, apalagi ada logam disitu. Makanya, pada cakram, disiapkan lubang-lubang  kecil. Fungsi utamanya adalah melepaskan panas akibat gesekan dengan kampas rem. Seiring penggunaan, karena kondisi jalan serta situasi cuaca, pelepasan panas pada cakram kadang tidak berjalan maksimal. Contoh saja, saat melewati daerah pegunungan yang dominan tanjakan dan turunan, saat di turunan kita pasti memaksimalkan kerja rem, meski memang  masih dibantu dengan engine brake untuk motor non matik. Dalam jangka waktu agak lama rem bekerja, apalagi ditambah dengan beban berat pada motor, akan menimbulkan panas yang berlebih pada cakram.

Cakram yang panas dan terus bergesek dengan kampas rem, akan memindahkan  panas ke kampas rem,, dan berlanjut, piston kaliper juga ikutan panas. Coba saja masbro pegang bagian kaliper cakram sesaat setelah mengerem. Pasti deh maknyos, ada terasa panas. Nah, panas yang berlebihan ini adalah penyebab rem cakram blong alias tidak bekerja. Biang keladinya adalah, mendidihnya minyak rem. Lho, kok bisa. Iya, karena minyak rem sebagai cairan, punya ambang titik didih tertentu. Bila sudah  mencapai titik didih, dalam cairan  minyak rem, akan muncul gelembung-gelembung udara. Analoginya, seperti kalau kita memanaskan air. Bila mendidih, akan timbul gelembung-gelembung udara kan? Sama persis. Gelembung udara pada minyak rem inilah sumber rem blong. Karena, saat tuas rem ditekan dan menekan minyak rem,  ada angin palsu ya si gelembung tadi yang membuat tekanan pada piston kaliper tidak maksimal. Walhasil, piston  kaliper tidak mau bergerak maju dan rem tidak bekerja. Rem blong deh itu namanya..

 

Angin palsu dalam sistem pengereman memang berbahaya, karena membuat tekanan menurun drastis gara-gara tidak merata tekanannya, hingga gagal bekerja. Padahal, inti dari kerja rem adalah sistem tekanan. Makanya, suhu rem kelewat panas bisa membuat rem blong.

Lalu, bagaimana penanganannya? Kalau untuk motor selain matik, usahakan bila melewati turunan tajam dan panjang, tidak hanya mengandalkan kerja rem, bisa dibantu dengan engine break  dan menurunkan gigi persneling. Gunakan rem secara bertahap, tidak dipanteng, diinjak atau ditekan secara terus menerus. Lalu, usahakan juga untuk berhenti sesaat setelah merasa kerja rem sangat keras dan  maksimal. Selain mengistirahatkan rider alias penunggang motor, juga untuk memberi kesempatan sistem rem istirahat dan turun temperaturnya setelah diajak kerja keras sampai panas.

Kalau tidak memungkinkan? Pas ditengah jalan terasa rem blong, yang ditandai bila tuas rem terasa ringan saat ditekan/diinjak? Tetap tenang, dan jangan panik. Segera tutup gas, dan dibantu dengan mengocok tuas rem. Tekan lepas tekan lepas beberapa kali dengan harapan mampu melepas angin palsu akibat gelembung udara minyak rem. Arahkan motor ke sisi jalan, menepi dan cari lokasi aman. Ingat, trik tersebut darurat dan tidak bisa dilakukan pada rem yang  sudah menggunakan sistem ABS.

gambar ilustrasi

Last, kepedulian kita pada motor tunggangan adalah salah satu kunci keselamatan di jalan. Cek dan rawat sistem rem, ganti kampas rem dan kuras minyak rem secara teratur. Semua ada batasnya, jadi, jeda atau istirahat juga diperlukan oleh motor untuk dapat kembali pada performa terbaiknya.

Semoag berguna dan tetap berkendara dengan aman.

Advertisements

2 comments on “Rem cakram blong saat panas? Ini asal muasalnya

  1. Nah untuk motor matic gmana, sam? Kalau ngerem bergantian antara rem depan dan belakang bisa dilakukan apa ndak? Ini sering terjadi rem matic blong di turunan cangar-pacet. Bahaya tenan.

    Like

    • skutik, secara detail saia kurang paham mas, jarang pakai soale, apalagi medan berat kaya cangar-pacet yang memang ekstrim
      idealnya sih, perlu ada jeda untuk rem turunkan suhu

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s