Impresi harian Yamaha Aerox 155 R-version (1)

Pagi masbro..

Beberapa hari lalu, saia berkesempatan merasakan impresi berkendara secara harian salah satu skutik Yamaha, yaitu Yamaha Aerox 155 VVA, R version. Meski waktu yang ada sangat terbatas, saia akan berusaha maksimal memberikan rasa berkendara dengan skutik bongsor ini yang merupakan unit testride  properti Yamaha Roda Sakti Surya Megah Malang.  Eits, yang bilang bongsor nih istri saia 😆 Maklum, di mata kaum hawa, apalagi yang biasa naik skutik imut macam BeAT, Mio atau sejenisnya, body si Aerox memang tergolong gede.

Body gede Yamaha Aerox ini, tergolong sporty dibanding saudaranya NMax yang lebih elegan. Depan  meruncing dengan headlamp sipit yang berisi lampu LED.

Bagian tengah, yaitu dek, meninggi tidak datar laiknya skutik lain. Ya karena difungsikan sebagai tangki BBM. Makanya, isi BBM lebih mudah, cukup pencet tuas pembuka penutup tutup tangki, lalu buka deh tutup tangkinya.

Tuas pembuka penutup tutup tangki dan pembuka jok, berada di balik tebeng sayap depan, persis bersebelahan dengan kunci kontak.

Sementara dibalik tebeng sayap depan sebelah kiri, yang agak menonjol, merupakan bagasi mungil yang bisa diisi gadget, HP dan teman-temannya. Cara membuka, nggak perlu pakai kunci. Cukup ditekan, akan terbuka dengan mudah. Asyiknya, selain tempat meletakkan gadget, juga bisa sekalian dicharge. Weleh, iya, karena sudah ada soket DC out yang siap ditancapkan charger beragam gadget.

Area body belakang masih lanjut meruncing, dengan efek rada terpotong. Iya, karena model sepatbor belakang ala sport yang rada menggantung modelnya. Ditutup dengan lampu belakang bermodel LED, tidak bakal ketemu dengan yang namanya behel belakang. Gantinya, ada coakan body di bawah jok, yang berfungsi sebagai penumpu tangan saat hendak memindah posisi motor atau memasang standar tengah.

Jok, nah, ini paling saia suka. Enak dan nyaman karena lebar banget, terutama untuk pengendara alias rider. Lebar dan panjang, sehingga bisa memilih posisi duduk yang pas. Karena postur saia yang lumayan jangkung, 180 lebih nih, pas agak mundur maksimal, sampai di batas undakan bagian jok pembonceng. Pas pula sebagai sedikit penumpu bagian atas bokong. Pas dan nyaman

This slideshow requires JavaScript.

Posisi riding, rada tegak sporty. Nggak menunduk sih, masih nyaman. Didukung posisi kaki yang bisa pilih rada mundur ala sporty atau posisi standar yang pas dengan posisi setang. Sayangnya,  untuk spek 183 cm, dengkul rada mepet dengan boks depan sisi kiri.

Saat buka jok, akan terhampar pemandangan bagasi tempat barang yang ekstra luas dan dalam. Bagasi luas ini, merupakan salah efek penempatan filter udara di sisi kiri luar, persis diatas CVT/ Kemudian, tangki BBM yang juga tidak di bawah jok tapi persis di dek bawah, diantara kaki pengendara. Nah, saat saia jajal dengan mengisi helm half face, mak plung, masuk tanpa kesulitan sama sekali. Bahkan, masih banyak ruang tersisa, bisa buat meletakkan jas hujan ataupun barang-barang lain. Sementara, saat dimuatkan helm fullface, hampir sama, masuk dengan mudah, dan masih menyisakan sedikit ruang. Jok pun tertutup dengan sempurna, tak terganjal.

This slideshow requires JavaScript.

Roda, Yamaha Aerox 155 R version ini, memang gambot dan kekar. Velg diameter 14 inchi depan belakang, dengan ukuran ban depan  bertipe tubeless  110/80-14 sedangkan ban belakang 140/70-14. Gede tenan kan? Seukuran roda motorsport 150cc nih, hanya diameter yang mengecil. Makanya, nampak lebih gede karena berdiameter mungil, 14 inci. Kayak donat ya, gemuk dan mantap 😆

This slideshow requires JavaScript.

Sokbreker teleskopik didepan macam skutik lain, sementara sokbreker ganda di belakang punya tabung oli terpisah, yang diklaim lebih maknyus. Lho, kok sokbreker tabung? Iya, karena ini tipe R. Kalau Aerox 155, yang pakai sokbreker belakang tabung adalah versi R , tipe standar sokbreker belakangnya biasa, non tabung.

Sedangkan rem cakram depan, lagi-lagi sebagai pembeda dengan Yamaha Aerox versi Standart , Aerox R-version cakarmnya bergaya dengan model bergelombang/wave. Gaul, sekaligus lebih cepat melepas panas karena tepian alias pinggirannya bergelombang nggak rata.

Lanjut impresi riding nih. Gimana rasanya riding Aerox? Sabar…Artikel selanjutnya yaa… Semoga berguna

 

 

Advertisements

4 comments on “Impresi harian Yamaha Aerox 155 R-version (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s