Restorasi Honda Tiger Lawas, pelan-pelan saja

Pagi masbro..

Di artikel disini, saia pernah cerita kalau kedatangan tamu sosok motor lawas. Yaitu Honda Tiger lansiran 1996 kelir hitam yang dititipkan seorang kawan

Datang dalam kondisi nggak orisinal sepenuhnya, pesan sang pemilik hanya untuk ngerumat, alias merawat. Syukur-syukur bisa kinclong dengan tampilan ori alias standar, hehehehe. Yah, kepinginnya sih gitu, namun banyak kendala. Terutama perlu meluangkan waktu berburu suku cadang ori, entah bekas atau baru/NOS. Kalau kepepet sih, ya terpaksa andalkan yang non ori :mrgreen:

Saat ini, saia menyasar area buritan. Bodi terpasang adalah milik Tilam, alias Tiger Lama. Yaitu lansiran mulai 1999 hingga 2006. Cirinya adalah punya lekukan menyudut di dekat bawah jok dan lampu belakang ganda. Oh iya, ada lagi yaitu behel/pegangan belakang model menyatu berkelir silver.

Beruntung, ada teman lama yang kebetulan punya cover bodi belakang kepunyaan Tiger lawas, alias keluaran 1993-1998. warna juga pas, hitam. Ciri khasnya, polos menggembung, nggak ada lekukan sama sekali. Meskipun bukan orisinal, alias produk sukucadang aftermarket, kondisinya masih sangat mulus, berikut stripingnya warna merah kombinasi putih. Tinggal poles saja dengan pemoles cat bodi, sedikit ketekunan, dan hasilnya, bisa terpasang rapi itu bodi belakang, berikut lampu belakang Tilas yang model 1 lampu. Sayangnya, behel belakang masih dalam proses pencarian nih, hehehehe

Tampilan sudah mulai berubah kan ya? Target selanjutnya, adalah nyari behel belakang Tilas yaitu model terpisah kanan-kiri berbahan besi, serta mengembalikan roda ke velg orisinal jari-jari besi berdiameter 18 inchi berikut ban.

Saat ini, yang masih terpasang adalah velg variasi ber-merk Sprint diameter 17 inchi bertapak lebar, berikut cakram variasi di depan. Lebih lebar sih, namun kurang greget kalau nggak pakai orisinalnya, hehehehe

Semoga bisa segera terkumpul ya, suku cadang orisinalnya.

 

 

Honda Astrea Grand Red Maroon, langka nih

Pagi masbro..

Virus motor lawas, memang merebak di banyak daerah. Merambah banyak varian nih, baik basis mesin 2-tak maupun yang bermesin 4 langkah. Baik motor sport, hingga motor bebek. Dan di Malang pun demikian. Pelan tapi pasti, beberapa varian motor lawas, yah keluaran 1980 – 1990an mulai moncer, naik harga.

Salah satunya, ada nih Honda Astrea Grand lansiran tahun 1993. Tampil standar, alias orisinal pabrikan, nih motor jaman saia masih SMA 😆 , ternyata jadi barang buruan. Sebabnya? Karena varian yang ini, usut punya usut punya warna Limited Edition, yaitu merah marun.

Kalau umumnya motor tahun segitu rata-rata punya kelir hitam, biru, atau hijau, kalaupun ada sih merahnya cerah, atau red candy. Beda sama Grand LE ini yang punya cat asli red maroon. Jaman itu sih, warna beginian memang nggak begitu diminati pembeli alias nggak laku, Orang lebih milih warna “aman” seperti hitam.  Nah, justru karena nggak diminati itu, populasi motor ini nggak banyak dan relatif sangat sulit dicari.

Pemilik Grand ’93 ini, atau di kalangan Malang sering disebut Grand Mendol (makanan tempe yang dikepal-kepal_ gara-gara model buntut belakangnya), atau di tempat lain disebut juga Astrea Grand Bulus,  punya sebiji Continue reading