Wisata edukasi di Bhakti Alam, Pasuruan

Pagi masbro..

Wisata, jaman sekarang memang nggak melulu hanya keliling-keliling dan melihat keindahan alam atau menikmatai berbagai wahana dan permainan di lokasi. Tapi, juga ada sisi edukasi alias pembelajaran pada pengunjungnya. Hal ini saia nikmati di salah satu destinasi wisata di Pasuruan, Jawa Timur. Tepatnya, di Ngembal nih, bertajuk Bhakti Alam

Beberapa waktu lalu, saia mengajak keluarga , hanya berempat sih yaitu istri dan 2 anak saia, dolan ke wisata ini. Terletak di salah satu sudut wilayah kabupaten Pasuruan, lokasi tempat ini memang cocok dibuat wisata. Jauh dari keramaian, sehingga sangat tenang dan keasrian lingkungannya sangat terjaga.

Ditempuh dengan waktu sekitar 1,5 jam dari pinggiran Malang, yaitu rumah saia, dengan jalan yang relatif mulus. Sebenarnya, ada 2 alternatif jalan yang bisa ditempuh untuk menuju Bhakti Alam. Yang pertama dan umum dipilih wisatawan, adalah dari sisi utara. Dari pertigaan Purwosari, lurus saja menuju arah Pasuruan. Kira-kira 2 km, akan ada pertigaan, silakan berbelok ke kanan arah timur. Ada petunjuk arah menuju Bhakti Alam. Sayangnya, di sekitar jalan masuk hingga sekitar 1,5 km, jalan aspal yang sebenarnya mulus, dihiasi lubang-lubang besar bekas hajaran truk pengangkut pasir. Setelah itu, lumayan mulus, melintasi desa dan hutan perbukitan hingga ke lokasi.

Kalau dari sisi selatan, yaitu sebelah selatan Kebun Raya Purwodadi. Ada pertigaan ke arah Nongkojajar, silakan belok kiri kalau dari arah Surabaya atau ke kanan ke arah timur kalau dari arah Malang. Jalannya, terbilang mulus dan sangat nyaman, hanya saja dihiasi banyak tikungan meliuk-liuk. Kalau sudah pernah menikmati tikungan ala Kasembon atau Batu dan Cangar, nah, kondisi mirip ada disini. Asyik nih kalau riding sendirian, bisa menikmati tikungan ala cornering kayak anak-anak muda penghobi sunmori :mrgreen:

Masuk lokasi, Continue reading

Advertisements

Wisata Telogo Sewu, Pandaan – Pasuruan

Pagi masbro…

Sudah lama nih , nggak nulis artikel wisata. Yah, salah satunya karena kurang piknik 😆 Mau jalan saat weekend, eeh, baru nyampe jalan raya sudah disambut macet, alias tidak bergerak arus lalu lintasnya. Walhasil, jarang deh pikniknya. Alasan klasik, hehehehe. Kebetulan, posisi tempat tinggal saia, memang di pinggiran Kabupaten Malang, persisnya sebelum masuk Kota Malang. Alhasil, saat weekend, ketika para wisatawan dari luar kota berduyun-duyun wisata ke Kota Batu maupun Malang, memenuhi jalan raya poros Surabaya-Malang. Salah satu imbasnya, warga Kab Malang sisi utara seperti saia, jelas kebagian macet karena jalan dipenuhi wisatawan dari luar daerah. Sementara, daerah tujuan wisata, rata-rata ya ke arah selatan, Kota Malang, Batu dan Kab Malang.

Nah, akhirnya ketemu sebuah solusi untuk menghindari terjebak macet. Yaitu, mengambil tujuan berlawanan arah. Kalau umumnya wisatawan menuju arah Malang-Batu alias arah ke selatan, saia ambil arah ke utara. Destinasinya ya ke daerah Pasuruan dan sekitarnya, supaya gak jauh-jauh (baca:hemat) 😆

Ada sebuah tempat wisata, yang dominasinya sih air. Namanya Telogo Sewu. Tempat ini saia tuju berdasar referensi dari mbah Uti yang sudah pernah kesana. Wisata Telogo Sewu ini berlokasi di Desa Duren Sewu, yang masuk daerah administratif Pandaan – Pasuruan.

Bagi yang Continue reading