Manajemen emosi saat berkendara

Pagi masbro..

Saat berkendara, terutama nunggang sepeda motor nih, banyak faktor yang berkaitan dengan keselamatan. Mulai dari faktor kondisi sepeda motor, pengendara hingga kondisi jalan.

Dari sisi pengendara pun bisa dibagi 2, fisik dan psikis. Kalau fisik sih jelas. Kelelahan, hingga kurang bisa mengontrol anggota badan adalah contohnya. Demikian pula dengan mata minus yang memerlukan kacamata spesial, agar bisa maksimal penglihatan di jalan

Yang rada susah terlihat secara kasat mata adalah psikis. Contoh paling gampang, adalah emosi. Pernah nggak, saat berkendara dalam posisi lagi emosi atau marah-marah? Yakin deh pernah. Akibatnya, bila nggak dimanajemen dengan baik, akan berpengaruh pada temperamen saat riding. Cenderung agresif, maunya ngegas jalan kencang, kurang waspada dengan kendaraan lain adalah beberapa akibat emosi

Psikis lain, adalah panik. Rasa khawatir, entah takut terlambat atau sebab lain, memicu tindakan terburu-buru. Alhasil, nyaris mirip dengan emosi, kontrol pengendara pada motor menghilang. Parahnya, bisa jadi penyebab kecelakaan

Psikis ini beda lho ya dengan microsleep, karena microsleep lebih kepada kelalaian karena kehilangan kesadaran/ngantuk/tertidur.

Mengatasi emosi dan panik saat hendak berkendara bagaimana? Manajemen adalah jawabannya. Saat emosi memuncak, baiknya memang tidak berkendara dahulu. Namun, apabila memang harus, ada beberapa trik yang bisa masbro coba

  1. Pejamkan mata dan menarik napas dalam.
  2. Ambil jeda waktu beberapa detik untuk menenangkan diri
  3. Mendengarkan musik beberapa saat

Setelah terasa agak tenang, monggo, silakan mulai nunggang si kuda besi ya, dan tetap fokus pada situasi jalan raya

Kalau panik, bagaimana solusinya? Panik, biasanya banyak disebabkan kesalahan kita sendiri. Seperti misalnya, lupa nggak bawa surat kendaraan, atau terburu-buru karena jam masuk kerja sudah mepet. Solusinya, ya memang kudu tenang. Supaya nggak terburu-buru, atur jam keberangkatan lebih awal. Sebelum berangkat, juga selalu cek kondisi kendaraan berikut surat-surat yang biasanya sih melekat didalam dompet

Kalau terlanjur, dan sudah di jalan? Tips dari pakar, adalah berusaha tetap tenang. Menepi sejenak, tarik nafas rileks, dan buang pikiran buruk. Soal surat ketinggalan, ya sudahlah, kudu diikhlaskan kalau kena razia dan ditilang, kan memang kesalahan kia 😆 Demikian pula kalau terlambat masuk kerja, ya memang konsekuensi. Lha daripada ngebut, nggak fokus dan terburu-buru, malah bisa berakibat fatal kan, karena kita “menghalalkan segala cara” supaya sampai lebih cepat?

Nah, kalau sudah merasa lebih tenang, dan berdamai dengan pikiran tadi, baru deh silakan berkendara lagi, tetap dengan hati-hati dan patuh peraturan

Yuk, berkendara dengan aman, aman bagi diri sendiri dan pengguna jalan lain

Semoga berguna

One comment on “Manajemen emosi saat berkendara

  1. Pingback: Manajemen emosi saat berkendara | sekedar coretan - Jatimotoblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s