Cariaman, jaga jarak saat di belakang kendaraan besar

Pagi masbro..

Saat berkendara di jalanan, beragam model, tipe dan ukuran kendaraan bercampur menjadi satu. Padat karena sama-sama berbarengan memanfaatkan jalan raya untuk menjalankan aktifitas masing-masing.

Secara umum sih, mobil dan motor bisa dianggap punya ukuran lebih kecil daripada kendaraan lain macam truk dan bus yang jelas gede-gede fisiknya. Maka wajar, kadang terjadi , kendaraan kecil terutama sepeda motor nih,  luput dari pantauan sopir kendaraan besar. Pandangan terbatas adalah salah satu faktornya. Makin riskan, kala melintasi jalan yang kurang bagus atau medan tanjakan serta turunan.

Perlu antisipasi khusus nih, buat sepeda motor saat berbarengan dengan kendaraan besar. Selain berupaya memposisikan pada wilayah bukan blind spot sopir truk dan bus, menjaga jarak aman adalah hal mutlak. Fungsinya banyak dari jaga jarak aman ini. Antara lain :

  • Muatan tumpah. Truk, apalagi yang bak terbuka, seringkali tidak dilengkapi penutup. Apabila muatan penuh dan mudah tercecer macam pasir, kerikil, batu atau bahan lain, sangat beresiko terpental ke arah belakang dan mengenai pengendara sepeda motor. Kalau pas hanya serpihan halus dan bikers menggunakan helm fullface sih mending. Tapi bila volumenya lumayan besar, bahaya nih. Bisa mengganggu keseimbangan pengendara dan akibatnya  fatal. Terjadi kecelakaan
  • Rem blong. Truk besar, apalagi dengan muatan penuh, berpotensi mengalami penurunan kerja rem. Beban berat dan ditambah medan jalanan, membuat kerja rem dipaksa bekerja super keras. Alhasil, karena panas, bisa terjadi rem blong. Berbahaya banget , apalagi saat di tanjakan ataupun juga turunan ekstrem. Sudah banyak kasus, truk muatan berat rem blong dan gagal menanjak, dan mundur serta menimpa kendaraan di belakangnya. Bila ada jarak aman, setidaknya peluang untuk menghindar bisa dilakukan
  • Rem mendadak. Bila jarak aman tidak tercapai, pengereman mendadak bisa menjadi sumber masalah, apalagi pada kondisi cuaca hujan macam sekarang ini. Kendaraan besar didepan kita mengerem mendadak karena sesuatu hal, kita yang motoran di belakang, nggak punya cukup sela jarak untuk berhenti total. Sangat bisa jadi, benturan tidak dapat dihindarkan. Serem kan??

Nah, meski terlihat sepele, menjaga jarak aman sebisa mungkin kita lakukan. Kalau menurut instruktur safety sih, dihitung dengan jarak waktu, yaitu sekitar 3 detik. Yaitu jarak motor kita dengan kendaraan didepan. Meski susah karena kepadatan lalu lintas, setidaknya, bila berada didekat kendaraan besar macam truk dan bus, kita bisa atur jarak aman. Misal nggak cukup dengan jarak sampai 3 detik, setidaknya, nggak mepet-mepet banget lah dengan kendaraan lain, apalagi kendaraan besar.

Dengan adanya jarak tersebut, kita masih mampu bereaksi bila terjadi hal yang tidak diinginkan. Bisa menghindar, atau saat melakukan pengereman mendadak, bisa berhenti total secara aman sebelum terjadi benturan. Yang jelas, tetap berhati-hati saat berkendara dengan kendaraan apapun di jalan, perhatikan kondisi sekitar, cek perangkat keamanan pada kendaraan masing-masing, mengenakan piranti keselamatan seperti helm standar-jaket-celana panjang-sepatu serta jangan lupa, berdoa sebelum memulai perjalanan. Yuk, mulai dari diri sendiri dulu, #cariaman di jalan.

Semoga berguna

 

 

 

 

Advertisements

One comment on “Cariaman, jaga jarak saat di belakang kendaraan besar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s