Impresi Harian Suzuki GSX-S 150 (1), Selayang pandang

Beberapa waktu lalu, saia mendapatkan kesempatan untuk menjajal Suzuki GSX-S 150 secara harian. Versi telanjang dari GSX-R 150 ini merupakan properti alias unit milik Suzuki SMG, main dealer Suzuki area Malang. Secara tampilan, sport naked keluaran Suzuki Indonesia ini, kalo boleh saia bilang unik. Lho?? Iya…kalo sekilas saja kita lihat, memang terlihat ada yang nggak sreg dengan bodynya. Bentuk headlamp, lalu shroudnya yang panjang diakhiri bentuk body belakang yang meninggi, kok kayaknya gimana gitu. Tapi, saat ketemu langsung dan mengamati lebih seksama dan tempo sepanjang-panjangnya, asyik ternyata. Unik karena tidak kelewat garang macam motor naked lain dan juga unsur sporty-nya masih kental. Bingung kan??

Jelasnya, model naked GSX-S ini tidak seperti pabrikan lain. Garis bodynya mengalir halus dan sempat meliuk di tengah lalu berakhir di body belakang yang sporty. Nggak kelewat runcing, tajam ala sporty gitu.

Headlamp yang berisi lampu LED dan sepasang lampu senja putih di kanan-kirinya, terlihat menonjol kedepan, karena memang desain lampu depan yang comot dari saudara kandungnya yang berfairing, GSX-R. Kalau GSX-R headlamp disambung dengan fairing, si GSX-S lampunya dibuatkan semacam kedok/cover. Alhasil, itulah hasilnya.

Area tangki dibuat tidak terlalu tinggi kayak model punuk unta di motor sport lain, dan justru malah termasuk rendah menurut saia. Ditambah coakan, eh, lekuk untuk kaki pengendara, sehingga, kalau kita naik dan memposisikan kaki di footstep depan, pas-nya, jepit tangki pakai paha. Yakin enak, pas. Saia sempat coba posisi riding kaki rada terbuka, eh, malah kurang nyaman.

Tangki, disambung dengan shroud yang memanjang ke bawah depan, sejajar dengan sokbreker depan. Shroud ini, ternyata juga ada sambungannya, dengan cover body hitam di bawah tangki, yang berlanjut ke cover body tengah bawah jok. Nampak kekar ya? Padahal, sebenarnya , area mesin tanpa ditutup pun sudah kekar, gede dan padat

Posisi footstep depan, nuansanya racy banget. Ala racing, karena letaknya yang mundur. Dibandingkan Ciput, footstep GSX-S ini jauh lebih mundur. Alhasil, butuh sedikit penyesuaian kebiasaan saat riding. Tuas persneling, alias operan gigi, Suzuki menyediakan opsi. Mau dicungkil ala sport bisa, mau diinjak juga bisa. Tuasnya jadi ala tuas persneling motor bebek, panjang dan punya 2 sisi, yang bisa diinjak, depan dan belakang.

Setang model pipa, lumayan lebar meski tak selebar fatbar ala motor naked lain. Posisinya, terpasang pada raiser/penyangga di segitiga atas yang lumayan tinggi. Posisi riding tidak membungkuk, jadi rada tegak. Enak buat harian maupun turing nih kayaknya…mirip-mirip Ciput saia, yang sudah saia tambah raiser.

Panel di setang standar saja, panel kiri ada switch sein, klakson, lampu dekat dan jauh, serta tombol passing/dim berdempetan dengan tuas kopling. Sementara di panel kanan, tombol elektrik starter dan engine kill.

Panel dashboard komplit, berwujud kotak, dengan hanya ada 2 tombol saja, adjust dan select. Mirip-mirip tampilan gadget nih, berlayar LCD warna putih dengan berbagai indikator. Sama dengan dashboard/spido Suzuki Satria F150 FI yang pernah juga saia lakukan testride diartikel ini. Indikator putaran mesin/rpm berbentuk bar, penunjuk kecepatan digital, indikator BBM, odometer, 2 set tripmeter A dan B, jam digital, indikator posisi gigi persneling, indikator waktu pergantian oli mesin, dan pengukur konsumsi BBM rata-rata. Masih ada lagi lampu indikator netral, engine check, temperatur, dan lampu shiftlight. Banyak ya?

Mesin basis Satria F150 FI yang nemplok di sasis GSX series, diklaim pabrikan mampu mengeluarkan tenaga maksimal ……HP/….rpm dan torsinya ……NM/…rpm. Dengan pasokan BBM sistem injeksi plus pendingin cairan yang tertanpung dalam radiator besar didepan mesin, transmisi 6 percepatan GSX mampu menyalurkan tenaga maksimal ke roda belakang.

Jok pengendara, lumayan lebar, meskipun terlihat lebih tipis lapisan busanya. Berakhir ke belakang, body belakang menukik ke atas, ditutup dengan jok boncenger yang mungil. Jok model terpisah, memang familiar untuk tampilan motorsport. Jok boncengan ini, bentuknya unik meski mungil, karena ada bagian di sisi depan yang menutup celah antara pengendara/rider dengan boncenger. Area ini ternyata berfungsi sebagai sandaran bagi punggung sisi bawah, area tulang ekor CMIIW pengendara supaya tidak cepat lelah. Nanti akan saia ulas di artikel selanjutnya ya..cerdik deh Suzuki šŸ˜‰

Area belakang, ditutup oleh lampu belakang yang modelnya meruncing dengan 3 coakan vertikal. Meski masih aplikasi bohlam, desain bagian belakang dipermanis sepatbor model gantung berikut lampu penerang plat nopol terpisah. Eh iya, sepatbor belakang, bisa dibuat 3 versi nih. Pertama, standar panjang, cocok untuk musim hujan. Kedua, sambungan ujungnya bisa dilepas jadi lebih pendek, lebih sporty. Ketiga, sepenuhnya dilepas, sehingga tanpa spatbor belakang. Gaya sporty pol kalo versi 3 ini,meski masih membutuhkan dudukan baru untuk plat nopol serta sein belakang tambahan. Maklum, sein-nya kan jadi satu alias nempel dengan sepatbor belakang.

Sokbreker depan teleskopik berdiameter …. sementara belakang monoshock dengan link. Roda gede depan belakang berpalang Y , mirip Satria F150. Bedanya ya di lebar, GSX-S jauh lebih lebar. Velg depan berukuran 2,15-17 sementara velg belakang 3,50-17. Dipasangkan dengan ban IRC Exato 90/80-17 didepan dan ukuran 130/70-17 di belakang. Untuk menghentikan putaran roda, cakram depan berdiameter gede ala gigadisc plus kaliper 2 piston, sementara belakang, cakramnya cukup dihentikan kaliper 1 piston saja.

Knalpot dengan silincer menggembung bulat, sedikit mirip knalpotĀ megaphone bentuknya menurut saia. Kecil di pangkal silincer, lalu membesar ke belakang, dengan bentuk moncong oval plus 2 lubang. Silincernya, kali ini minus cover pelindung panas.

Ah, kelamaan nih, bahas tampilan aja. Yuk, geber…ditunggu next artikel ya masbro. Semoga berguna

Advertisements

7 comments on “Impresi Harian Suzuki GSX-S 150 (1), Selayang pandang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s