Impresi Harian Honda Supra GTR 150 (2), Tes Jalan dan Penerangan

Pagi masbro..

Melanjutkan artikel lalu , tentang impresi harian Honda Supra GTR 150. Secara ergonomi, saat saia duduk di jok dan meraih setang, terasa rileks alias santai. Berasa bawa motor bebek memang auranya. Setang dekat dengan rider, sehingga mudah dijangkau. Posisinya pun nyaman, malah pas saia jejerkan dengan Honda Supra X 125, bisa dibilang mirip. Bedanya tifis, sedikit lebih tinggi setang Supra GTR 150.

Jok, dengan busa tebal punya ketinggian 78 cm dari tanah ini, mudah dijangkau buat saia, yang 183 cm. Ya iyalah..malah masih sisa, alias kaki masih nekuk. Napak sempurna ke tanah pokoke. Ada kawan yang jajal, postur 165 cm juga masih nggak jinjit. Hmm..Duduk, stel spion, siap nyalakan mesin. Kerasa rada keras nih joknya, padahal termasuk tebal. Kalau punya OCB sih, wajar rada keras, kan tipis.

Panel dashboard digital lumayan lengkap. Panel LCD dengan backlight warna oranye kemerahan ini mudah dipantau. Indikator takometer alias penunjuk putaran mesin menguasai lebih dari separuh spidometer. Lalu, indikator dalam layar LCD antara lain odometer, sebuah tripmeter, indikator BBM berbentuk bar/batang, penunjuk kecepatan digital, serta posisi gear/percepatan. Indikator lain didekat tachometer adalah lampu MIL berwarna oranye dan lampu indikator pendingin mesin/radiator berwarna merah. Saat pertama dinyalakan, komplit tersaji tentang deskripsi singkat Supra GTR 150. Kapasitas mesin 150 cc, DOHC, 6 speed, muncul semua di layar dasbor menyapa pengguna. Aseeek..

Starter elektrik, persis sama dengan CB150 series, demikian juga kick starternya. Perlu sedikit ekstra tendangan kalau mau pake kick starter, plus mengepaskan posisi. Tendangan balik karena kompresi tinggi memang cukup terasa, buat yang biasa nendang kick starter bebek.

Cukup sekali tendang kick starter, mesin nyala menderu. Kalau yang biasa nunggang bebek, pasti merasa rada keras suara mesinnya. Wajarlah, kubikasi 150 cc, plus setelan langsam pabrikan di angka 1500-1600 rpm. Beda dengan bebek kebanyakan yang halus mesinnya, apalagi langsamnya distel agak rendah. Raih tuas kopling, injak tuas persneling, masukkan gigi 1. Lepas kopling, wusss. Terasa tenaganya lebih nendang di putaran bawah nih. Yang terasa pasti, suara saat pindah persneling, halus. Kembali, rasa bebek terasa. Biasanya, sport kayak ciput, masuk gigi 1 saja sudah terasa dan terdengar suara “cklekkk” Nah, di Supra GTR 150, suaranya macam Supra X 125, “ceklik–ceklik’, halus. Sama saat downshift alias menurunkan persneling, gak ada suara keras sama sekali.

Masuk jalan raya, langsung ketemu lalu lintas padat berbumbu macet. Maklum, weekend, Malang sudah berasa kota besar nih masbro..macet. Setang GTR ternyata impresinya sama kayak bebek, enteng bin ringan. Tekuk kanan kiri, enteng banget. Handlingnya enak, sedikit meliuk-liuk hindari tumpukan mobil. tetap safety lho ya…lihat situasi dulu. Persneling gigi 1 dan 2 berasa nyundul-nyundul kala di kemacetan, padahal rpm rendah aja, gak sampe 5000 rpm.

Kerja sokbreker depan lumayan mantap. Enggak kelewat empuk, tapi anteb. Sementara belakang, monosok rada kaku sih. Karakter mirip kakaknya, CB150R meski beda di link. GTR, dudukan monosok langsung terpasang pada jembatan/tengah swing-arm, sementara CB150R sudah memakai link. Yang terasa, kala dipakai menikung, anteng alias stabil. Nggak kerasa geol-geol, efek rada membuang gitu.

Istimewa dan saia acungkan jempol, kinerja rem GTR 150 ini. Pakem dan mantap. Meski hanya dihentikan oleh masing-masing 1 kaliper Nissin, tapi ukuran kaliper lebih besar. Lebih dari cukup untuk menghentikan akselerasi mesin 150 cc, apalagi kalo kombinasi porsi rem depan lebih.

Dari tagline Honda Supra GTR 150, kan ada bau-bau touring tuh. Jajal ah, habis jalan di aspal, saia giring ke non aspal. Kebetulan, gak jauh-jauh, masih di Malang aja. Daerah tambang batu dan pasir, dengan jalan tanah berbatu, ada kombinasi melewati ilalang segala. Halah, lebayy 😆 Masuk jalanan berbatu, terasalah bantingan sokbreker depan-belakang.

Namanya jalan berbatu, off road ringan, cocoknya ya sedikit saja bertumpu pada jok, supaya handling enak dan tidak terbanting-banting. Setang ringan GTR 150 terasa banget disini, karena kudu pilih-pilih jalur yang bisa dilewati. Sementara, cengkraman ban, lumayan. Meski beberapa kali terpeleset batu dan kerikil, wajarlah, wong ban aspal 😆

Saat posisi riding setengah berdiri dengan kaki di footstep dan angkat badan dari jok, handling GTR 150 masih stabil,  Ya karena setang enteng itu tadi, malah kadang jadi agak liar. Saat turun, alias balik dari area tambang batu, sengaja cari jalan yang rada beda. Jalan setapak, menembus rerumputan tinggi plus kombinasi  tanah becek eks tegalan yang habis diguyur hujan, sukses memacul nih. Kembangan ban belakang yang rada dalam, lumayan juga, meski lagi-lagi, selip dan tergelincir. Gumpalan lumpur pun sukses memenuhi roda dan swing-arm. Hehehehehe…

Puas jajal, pulang dulu deh, sambil berencana, mau diapain lagi besok si Supra GTR 150 ini.  Sambil nyuci nih, udah kayak motor bajak sawah tampang kaki si GTR. Sore hari, sambil menemani bocah main di teras rumah, memandang muka GTR, kayaknya ada yang lupa deh. Tepok jidat, belum nyoba dan dokumentasikan, bagaimana sinar lampu depannya yang sudah LED. Secara nih, motor sekarang kan sudah LED semua di headlampnya. Oke deh, tunggu gelap, supaya lebih maksimal. Uji pertama, cukup di teras rumah, dengan sasaran dinding yang jaraknya sekitar 4  meteran. Persis di lokasi dan jarak yang sama saat saia membuat perbandingan bohlam depan CB150R di artikel lalu.

Masih kurang puas, sekarang uji nyala headlamp di jalan. Ini yang saia rasa paling pas, karena kan bakalan dipakai di jalan nih motor. Ada 2 kondisi yang saia coba, yaitu kondisi gelap total di sebuah jalan kampung, serta kondisi di jalan raya yang masih ada penerangan lampu jalan. Monggo disimak hasilnya.

Nah, ternyata, oke juga pancaran sinar LED milik Supra GTR 150 ini.  Yang jelas, rekomen lah kalau dibuat jalan jauh malam-malam, hehehe. Sayang, belum sempat membandingkan dengan varian Honda lain yang sudah pakai LED di headlamp. Oke, sekian artikel kali ini, tunggu lanjutannya ya masbro..

Semoga berguna

 

 

Advertisements

11 comments on “Impresi Harian Honda Supra GTR 150 (2), Tes Jalan dan Penerangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s