Hai masbro.. Posting singkat aja pagi ini. Sekedar menginformasikan, kalo masbro yang hendak ke Surabaya dari arah Malang dan sebaliknya, waspada dan bersiap menghadapi kemacetan tepat di Raya Ardimulyo, (depan rumah saia nih). Dnihari tadi, terjadi kecelakaan, sebuah truk tronton bermuatan kertas CMIIW, terguling tepat di jalur barat, arah ke Surabaya. Badan truk yang panjang, beserta muatannya yang tumpah, memenuhi badan jalan, sehingga arus lalu lintas arah ke utara (Surabaya) macet total, dan terpaksa dialihkan melalui jalur sisi timur. Jadi, macet tak terhindarkan, karena jalur timur yang hanya dua lajur searah, dipaksa dipakai dua arah. Jalur barat ditutup mulai depan Markas Divisi 2 Kostrad sampai pertigaan ojek Ardimulyo/Song-song. Setelah itu, jalur ke utara relatif lancar. Kalau pantauan tadi pagi, arah ke selatan/Malang, macet hingga sekitar 3km, mulai SPBU Gondang-Randuagung hingga TKP. Sedang arah utara macet hingga jembatan timbang, sekitar 1,5 km.
Hingga pukul 08.00 tadi, truk belum bisa dievakuasi, menunggu alat derek, sementara muatannya yang tumpah sudah dipindahkan forklift ke truk dari perusahaan yang sama. Mungkin, berita lengkapnya diposting mbah Wiro, lha tadi ketemu pas sama-sama ambil gambar Semoga berguna dan tetap berhati-hati di jalan

Cerita urus SIM C baru di Satpas Polres Malang plus bocoran denah uji praktek
Ini cerita pas nganter keponakan membuat SIM C baru di Satpas Polres Malang yang berlokasi di Jalan Raya Singosari. Kalo prosedur-nya, tertera seperti di banner dibawah ini..sebelumnya siapkan fotokopi KTP, minimal 3 lembar ya..

Tes kesehatan dulu, di luar area Satpas, persisnya didekat parkiran luar. Daftar sambil menyerahkan fotokopi KTP 1 lembar, antri deh, nunggu giliran, eh bukan ding, nunggu dokternya datang dulu. Meski sudah jam 8 lewat 15 menit, belum juga nampak, padahal saia dan ponakan dah nunggu mulai pukul 07.30. Akhirnya, beberapa saat kemudian muncul deh, gak perlu lama nunggu, lha wong tes-nya sama persis kayak pas saia ngurus perpanjangan SIM, tes mata doang, cerita ponakan saia. Bayar deh IDR 20.000.
Sekedar trik, Continue reading
Es Teler Durian Mondoroko
Hemm…panas-panas gini mbahas yang seger yuks?? Salah satu minuman segar adalah es teler. Nah, di daerah Mondoroko-Singosari, ada kedai es teler durian yang bujubuset ramenya, sampe ada nomer antrian segala. Sebenarnya, disebut kedai juga bukan, lha wong lokasinya di pinggir jalan raya Malang-Surabaya, dengan bermodal tenda dan beberapa meja+kursi plastik. Sudah lama pingin nyobain benernya, tapi kendalanya soal waktu. Pas pulang kantor sudah tutup, sementara, pernah siang-siang pas ada kerjaan melewati situ, mau mampir, busyet deh, antrian sudah nyampe 50an…
AKhirnya, diniati juga meski antri. Oalah, pas tau proses pembuatan, ternyata sangat sederhana saudara-saudara. Dalam 1 porsi, berisi alpukat, sedikit degan/kelapa muda, susu kental manis dan…daging durian sebagai maskotnya. Makanya dinamakan Es Teler Durian. Kemudian ditambahkan serutan es batu, taraa…dah siap disantap.
Untuk menu, ada beberapa macam, yang ternyata bedanya cuma volume isian duriannya aja, lebih banyak….tentunya dengan bandrol harga yang lebih mahal, hehehehe..
Untuk harga, 1 porsi es teler durian original dihargai IDR 7.000, sementara, yang dobel extra IDR 15.000
Silakan dicoba….nih, “barangnya” terlampir

Jalur Malang-Surabaya macet di Lawang hari ini
Hai masbro, mau update informasi aja nih
Bagi masbro yang hendak melintasi daerah Lawang, baik dari arah Malang menuju Surabaya maupun sebaliknya, mohon menambah kewaspadaan dan kesabaran, karena, mulai tadi pagi, kemacetan panjang menghadang. Hal ini dikarenakan adanya proyek pembuatan sudetan saluran air dari sisi barat jalan, menyeberang ke sisi timur jalan
Proyeknya sih, kayaknya dikerjakan mulai malam tadi, karena banyaknya material dan lebar jalan serta saluran, jadinya pagi ini, separuh jalan pun masih belum selesai. Jadi, untuk sementara, jalur sisi barat yaitu arah ke utara ke Surabaya, dipakai untuk 2 arah, yakni sekalian arah ke selatan/Malang.
Untuk antrian kendaraan sendiri, dari arah Malang sudah mencapai sekitar 3 km, yakni sampai sekitar SPBU Gondang perbatasan Lawang – Singosari. Sementara dari arah utara, saia belum memantau, lha ikutan kejebak macet nih 😆
Monggo disimak foto terlampir. Hati-hati dan tetap berkendara dengan aman ya..





Icip Honda Verza
Hemm..ning Verza, kalo rekan-rekan lain bikin nickname motor batangan ini. Diluncurkan AHM sebagai motor sport entry level, dibuat “batu loncatan” dari pemakai matic, bebek/cub sebelum ke sport yang “beneran” kayak CB150R dan CBR series. Dengan harga yang hanya sedikit diatas harga bebek varian tertinggi dan matik, secara hitungan, bisa jadi “pelarian” 😆 Eits, meski tergolong entry level, Verza ini menawarkan sisi lainnya. Dengan mesin 150 cc 2 katup SOHC injeksi, meski soal speed memang dibawah kakak-kakaknya, tapiii..torsi Verza, sangat bisa diandalkan.

Yup, tanpa harus bejek gas dalam-dalam, buat akselerasi, bawa beban dan tanjakan, terasa sangat cukup. Opini pribadi saia lho ya IMHO. Belum lagi, posisi riding, yang dulu sangat terkenal diunggulkan Honda, yaitu segitiga kenyamanan CMIIW, terbukti lagi pada Verza. Ya, sangat mirip kenyamanan yang didapat pada New Megapro dan NMP (monosok). Setang lumayan tinggi, footstep mirip posisi bebek, terbukti nyaman untuk dipakai dalam jarak jauh atau waktu tempuh lama.
Saia kebagian nunggang Verza 2 kali dalam fun touring ke Jember beberapa waktu lalu. Yakni, sekejap, dari minimarket ke Rambipuji dan saat perjalanan pulang, dari Tongas (Bromo Asri) sampai MPM Sedati-Sidoarjo. Rasanya, kayak reuni dengan si Meggy, kuda besi saia 2007 lalu. Posisi nyaman, cenderung tegak-santai karena setang tinggi.
Akselerasi awal lumayan kerasa, karena torsi didapat pada rpm tidak terlalu tinggi. Dipadu knalpot standar yang menurut saia, berwibawa suaranya, ulem (opo iki terjemahan-e), tapi kalo dibetot, ilang deh ngebas-nya 😆
Tapi, di sisi lain, sesuai dengan bandrol entry level-nya, tenaga pun terbatas, alias napas cepet abis. Karena gak ada tachometer, susah tahu putaran mesin alias cuma pake feeling dan kira-kira. Abis melewati kecepatan 90 kpj, kecepatan sudah susah untuk naik lagi, sementara mesin sudah teriak kenceng dan posisi gir persneling sudah topgear alias 5 😆
Alhasil, ya sudah, harus pasrah, gak bisa tarik-tarikan sama kang ndas yang nunggang CBR

Overall, kalau untuk akselerasi, lebih dari cukuplah, kalo selap-selip di kemacetan, Verza termasuk enteng meliuk, padahal bodi gede.
Kerja suspensi depan enak, kalo belakang, sedikit rada keras. Mungkin, dipersiapkan untuk kuda beban juga nih sama AHM, kalo buat boncengan nggak ambles/keempukan.
Kalo penilaian akhir saia pribadi, buat di , maap nih, pedesaan yang banyak tanjakan, jalan gak rata dan antar lokasi rada jauh, sangat cocok. Juga kalo bawa beban, entah barang atau manusia, torsinya cukup…
Mau ke sawah, angkut rumput atau ngojek, hayuuukkk 😆

Tapi jangan salah, di perkotaan juga handal kok, terutama di sela kemacetan. Buktinya, teman kantor saia juga milih nih motor. Katanya sih, enak…murah, irit dan lincah, hehehehe..penuturan beliau loh. Gak percaya? Coba tanya kang Rio http://motorrio.com/ …tiap hari gak bosen-bosen nunggang Verza pp rumah-kantor, hehehehe
Ternyata, trik nyetut motor mogok jadi cara membawa motor curian
Dapet info disini https://id.berita.yahoo.com/tiga-pemuda-lamongan-spesialis-curi-motor-suzuki-satria-081317487.html, pas dibaca lebih lanjut, ternyata cara dia membawa motor curian, sempat saia ulas disini https://aslimalang.wordpress.com/2013/09/26/motor-mogok-bawanya-gimana/

Yup, nyetut adalah salah satu cara membawa motor mogok yang sering dilakukan. Yakni motor yang mogok, didorong pake kaki, oleh orang yang menaiki motor sehat.

Pada kasus pencurian diatas, ya masuk akal juga sih, kalo masyarakat sekitar lokasi tidak curiga dengan aksi pelaku. Lha dipikir, kan, lagi nolong temannya yang motornya pas mogok, mana tahu ternyata yang disetut itu motor curian 👿 Haduuh…makin beragam ya trik-nya..
Tetep jaga keselamatan di jalan dan perhatikan keamanan kendaraan anda
Icip New Honda SupraX125 FI
Sebenarnya, nih bebek saia tunggangi pas perjalanan pulang dari Papuma Jember. Sebelumnya, dari cekpoin 2 Rambipuji ke Papuma, saia nunggang matic BeAT FI. Impresi-nya gak usah saia ceritakan deh, rasanya remek/badan capek, karena nunggang motor metik nan imut ini, persis yang dirasakan kang Tarom
Fisik si New SupraX125 FI, saia lihat sekilas, kok lebih kecil dan pendek ya dibanding Supra X 125 lawas? Terutama melihat dari jok. Ternyata memang iya, ada sedikit perbedaan dengan versi sebelumnya. Spek si New PxLxT 1.918 x 709 x 1.101 mm, dengan jarak terendah ke tanah 136.5 mm, sedang SupraX125 lawas PxLxT 1.889 x 702x 1094 mm, dengan jarak terendah ke tanah 138 mm. Meski sedikit, tetap terlihat dan terasa pas ditunggangi.

Dengan mesin yang identik plus sistem injeksi, yang sangat saia rasakan adalah tenaga yang lebih ngisi di tiap gigi persneling. Begitu oper gigi, gak ada gejala tenaga sedikit drop, seperti generasi sebelumnya. Di jalan yang rada rusak, terasa banget, suspensi belakang yang lumayan keras. Bantingan rada menghantam badan. Tapi, dengan performa mesin yang enak menurut saia, jadi terkompensasi, hehehe..
Akselerasi yang saia rasakan, berbeda dengan Revo FI, meski sama-sama menggunakan sistem injeksi step 5. Ya iyalah, wong kubikasi aja beda, belum perbandingan transmisi/persneling, berat dan lain sebagainya. Akselerasi lebih bertenaga, dan mantap.
Secara body, mirip versi lawas yang disuruh diet, lebih ramping, apalagi bagasi yang gak helm-in. Ada tambahan fitur yang sempat dijajal teman-teman Jatimotoblog, yaitu port untuk charger gadget di bagasi. Ya, sangat membantu kala HP dan kawan-kawannya kekurangan daya, sementara colokan listrik tak ada. Dengan car charger yang ditancapkan ke soket/port di bagasi New Supra X125 FI, bisa menolong.

Cuma, dengan catatan, untuk mengaktifkan, semua kelistrikan harus nyala, alias kunci kontak ON. Rekomen pas dijalan, sambil ngecas HP di bagasi. Tapii..sebaiknya, tambahkan alas atau apa-lah, mungkin tas untuk menjaga posisi gadget tetap aman, tidak terbanting-banting selama perjalanan.
Oh iya, saia sedikit bingung pas buka jok, ternyata, tidak ada tombol khusus pembuka jok layaknya Beat FI atau Vario 125 FI. Jadi, setelah kunci kontak posisi OFF, ada space buat buka jok dengan menekan kunci kedalam. Ctek…jokpun terbuka, hehehehe…ndeso yo saia? 😆
Hem, bebek yang cocok untuk komuter rumah tangga nih, enteng, tenaga cukup. Cuma, desain knalpot, saia lebih suka versi lawas, lebih sporty meski minus pelindung panas.
Oke, sekian review singkat saia, semoga bermanfaat
Icip New Honda CBR150R dual keen eyes
Nah, lanjut. Di cek poin 1 Tongas, abis ngisi bbm ridernya alias makan, motor juga diisi pertamax, lanjut menuju cekpoin 2 di Rambipuji-Jember.

Abis nunggang Revo FI disini, langsung loncat kasta, joki CBR150R 😆
Lha hampir semua dah milih motor masing-masing dalam sesi tagteam (kayak gulat gaya bebas aja), yang terlihat ngejogrok diparkiran malah si Continue reading
Icip Honda Revo FI
Yup, etape pertama fun toring ke Papuma-Jember, saia lakoni dengan bebek entry level Honda, Revo FI.

Hiya, gara-gara keasyikan mengamati dan ambil gambar new CBR150R, jadi kabagian “sisa” aja, hehehehe..
Odometer saia jepret masih 50an kilo, emang masih seger nih bebek.

Impresi pertama pas nunggang, emang termasuk rendah nih motor, maklum, biasa nunggang motor batangan tinggi. Menyesuaikan posisi sebentar, nyalakan mesin, jreng..starter masih khas, sama kayak bebek Honda lainnya. Mulai jalan, masuk gigi 1, hem, lumayan empuk. Tarikan biasa aja, malah tergolong halus. Lalulintas merayap, maksimal cuma pake gigi 2. Lanjut masuk area lancar, sedikit bisa rada nambah kecepatan.
Akhirnya, abis wilayah Bangil, nemu jalan lumayan lebar dan mulus, bisa sedikit ekplore tenaga si Revo. Ambil jarak dengan teman-teman di depan, geber deh sampai top gear. Sedikit menyelami karakter mesin, akhirnya kecepatan mentok di 110 kpj on spido. Posisi gas dah mentok 😆
Akhirnya, sampe juga di cek point 1 di Tongas Asri jam 10.30. Keluhan? Perkiraan awal, bakalan pegel naik bebek jarak jauh, tapiii malah gak pegel nih. Kalo pendapat saia pribadi sih, posisi riding Revo FI ini tergolong nyaman, meski postur saia sedikit diatas normal, 183/79. Diakali posisi duduk rada mundur, akhirnya nemu posisi yang lumayan ideal buat saia. Sedikit yang mengganggu, yakni pas menurunkan gigi persneling, terasa keras banget, sampe perlu rada kasar nginjaknya, lha kalo gak gitu gak mau turun gigi. Apa pas unit ini aja, ato gara-gara masih baru ya? Gak paham saia, soalnya nyoba Revo karbu lawas punya teman, enak-enak aja naik-turun gigi.
Kesimpulan akhir soal Revo FI, khas bebek pekerja 😆 Murah, tenaga sedang, tergolong irit, posisi duduk juga nyaman. Kok irit? Iya, dipake geber-geberan Sidoarjo-Tongas, indikator BBM cuma geser sedikit. Maaf kalo gak spesifik, susah kalo mau ngetes konsumsi BBM, lha ganti-ganti motor 🙂
Silakan dikomentari
210 km pergi pulang (pp) ++ (bagian 2)
Kelar istirahat dan bersih-bersih, jam 19.00 kami balik ke tempat pertemuan, untuk makan malam dan ramah-tamah dengan rekan-rekan lain. Acara bebas, baru kemudian disambung acara api unggun dan acara permainan, dipandu tim dari Papuma Adventure. Baru sekitar pukul 10 lebih, kami bersiap istirahat malam, di penginapan, yang dibagi dalam beberapa kelompok. Sebelumnya, kami sempatkan briefing singkat internal Jatimotoblog, membahas beberapa hal yang perlu dibahas 😆

Esok paginya, masih bersama tim Papuma Adventure, kami berolahraga pagi, mengelilingi seputar Papuma, melihat beberapa spot view, termasuk melihat kelincahan simon(yet)
Puas keliling dan foto-foto, kami melakukan misi bakti sosial, yaitu menyerahkan bantuan berupa tempat sampah dan sekaligus mencari isinya Maksudnya, aksi bersih-bersih sampah non organik di sekitar pantai Papuma. Ya, ini merupakan salah satu wujud nyata perhatian Jatimotoblog dan AHM-MPM kepada lingkungan. Memang, peduli lingkungan tidak harus selalu muluk-muluk, misalnya harus gabung dengan green peace 😉 , tapi bisa dimulai dari yang paling sederhana, tidak membuang sampah sembarangan. Maka dari itu, supaya lingkungan pantai Papuma tetap terjaga, semoga sedikit bantuan dari Jatimotoblog-AHM, bisa mengetuk hati pengunjung, supaya selalu membuang sampah pada tempatnya. Wih, jadi ingat pelajaran anak saia yang masih SD nih, hehehehe

Selesai baksos, kembali ke penginapan, untuk prepare masing-masing, persiapan kembali riding balik ke Sidoarjo. Kembali dilakukan rolling motor. Kali ini saia kebagian SupraX125FI. Wah, kebetulan belom pernah nyoba cub satu ini….
Sesuai rencana saia, yang tidak ingin saia tunggangi hanya CB150R ajah, lha wong tiap hari dah dinaikin kok..jadi kebetulan, beberapa rekan kayaknya lengket bener sama si cibi nih, hehehe…enjin nampol, posisi riding lumayan enak.
Start dari Papuma, sekitar pukul 09.30. Kali ini, RC diambil alih duo gondrong BeAT. Rencana awal, cek poin di SPBU Kedungjajang, akhirnya, beralih ke minimarket yang sebelumnya dipakai singgah saat proses “mencari anak yang hilang”, hehehehehe. Istirahat sebentar, rider-nya minum minuman dingin, beberapa motor juga minum pertamax dari tandon yang tersedia di mobil back-up.
Lanjut menuju cek poin kedua, yaitu di RM Bromo Asri, Probolinggo. Kembali ke jalanan, menikmati sedikit kemacetan di Lumajang, sampai dihadang bus pariwisata yang memakan jalur kami sampe habis!! Busyet tenan…memang ajib karakter kita ya, ada celah sedikit diantara kemacetan, langsung masuk aja, padahal itu bus segede gaban!!
Sekali lagi, salut sama RC kang Soleh, yang dengan “gagah berani”, membela yang benar, maksudnya, karena jalurnya memang jalur kami, ya diminta dong, tentunya dengan sopan, gak arogan. Akhirnya, sang sopir bus sambil cengengesan rada malu, balik kiri, berusaha kembali ke jalurnya sendiri di sebelah kanan.
Perjalanan kembali lancar. Lagi-lagi kami meleset dari jadwal. Dijadwalkan, pukul 13.30 tiba di RM Bromo Asri, waah, masih pukul 13.05, sudah pada nongkrong motor rombongan kami. Ya akhirnya, nunggu disiapkan dulu bahan pangan bagi kami

Cuci muka sudah, makan sudah, istirahat sebentar sudah. Terus?? Lanjut bejek gas. Rencana pingin nyoba Vario125, batal, karena unit yang memang semata wayang alias 1 doang. Akhirnya, gak mau kelamaan naik bebek/cub, saia ganti ke Verza. Hemmm, nyaman, serasa naek harleh, kata teman-teman, hahahahaha
Kembali riding teratur menuju Sidoarjo, jalanan relatif lancar. Baru mendekati Bangil dan masuk Sidoarjo, terasa rada padat lalu lintas hari Minggu. Sempat rombongan tercecer, karena beberapa spot sangat padat kendaraan, meski akhirnya, bisa kembali rada rapi berkat sweeper kang Soleh dan kang Waras yang trengginas 😆
Akhirnya, sekitar pukul 16.20 (susah mau nengok jam tangan, spido Verza gak ada jam-nya), rombongan memasuki gerbang MPM Sedati. Yaaa, akhirnya kami sampai kembali di titik start dengan selamat, semua anggota rombongan sehat, selamat, dengan zero accident, mengutip pernyataan pak Bondan 😉
Setelah koordinasi singkat, kami pun membubarkan diri ke rumah masing-masing, setelah sebelumnya kembali “ber-ramah-tamah” dengan semua anggota rombongan, RC, sweeper dan tim dari MPM.
Terima kasih AHM dan MPM, juga dulur-dulur Jatimotoblog, atas undangan acara yang sangat berkesan bagi saia pribadi, bener-bener fun touring!!!
Semoga di lain kesempatan, bisa terwujud acara yang lebih gayeng dan mantab!






