Oke, lanjut ke impresi fisik ya. Dari spek teknis, dimensi Vario 110 FI sekilas pandang, sedikit lebih besar/panjang dibanding Beat, tapi masih lebih kecil dibanding Vario 125. Detil ukurannya pxlxt 1.888 x 679 x 1.091 mm. Jarak terendah ke tanah 140 mm, sedikit lebih tinggi dibanding Beat, tapi tinggi jok 734 mm, malah lebih rendah dibanding Beat 😉
Kalo buat ukuran saia, yang rada kelebihan tinggi badan (183cm), posisi duduk, kaki jelas napak ke tanah, malah nekuk alias sisa

Pas riding, yah, harus sedikit mundur, kalo gak gitu dengkul mentok dek
Bener-bener cocok nih buat rata-rata kaum hawa, yang punya dimensi dibawah 170 cm. Kaki napak sempurna ke tanah, kayak nyonyah saia. Apalagi, ini skutik juga relatif ringan, berat kosong 95 kg. Jauh-lah dibanding kakaknya, Vario 125 yang kalo gak salah kutip, 112 kg.

Sekian ulasan singkat soal fisik, artikel soal performa dan konsumsi BBM menyusul ya…
Bonus nih, hasil foto via hape, sorotan sinar headlamp LED-nya, yang atas low , yang bawah hi-beam. Gimana??

sorot lampu low
Category Uncategorized
Impresi awal Vario 110 FI, ABS-nya (1)
Oke, dari fitur-fitur dulu ya masbro. Salah satu yang bikin skutik ini saia nilai cukup sebanding dengan duit yang kita keluarkan buat nebus adalah fitur. Setau saia, setidaknya AHM menancapkan lampu LED sebagai headlight, Side Stand Switch (SSS), Combi Brake System (CBS) dan Answer Back System (ABS).
SSS dan CBS mungkin dah jamak dibahas di blogsphere, juga LED headlight. Nah, kali ini saia bahas ABS-nya ajah alias sistem pencari posisi motor.
Sistem ini, kalo saia pikir-pikir, adalah versi downgrade dari alarm+remote Honda PCX. Kenapa downgrade?? Lah yang diambil cuma fungsi ABS-nya ajah, fungsi alarm-nya disunat. Ya iya-lah, wong kakaknya yang lebih mahal Vario 125 ajah gak pake kok, hehehe..

kayak gini nih remote punya Honda PCX
Secara fungsi, lumayan membantu kayaknya, kalo pas di parkiran nan padat. Mungkin antisipasi juga kali, sapa tahu ini skutik booming, laris manis, trus banyak yang make di parkiran. Kan susah bedain tuh, jadi bingung. Nah, kalo pake fitur ini, gampang cari punya sendiri, hehehehe IMHO lho
Tinggal dipencet, ada suara buzzer dan sein berkedip dua kali dari motor. Hemm, kalo yang gak tau, mungkin dipikir ada alarm-nya nih motor.

Untuk setting remote ini, ada beberapa pengaturan. Pengaturan mode senyap/silent, pengaturan volume dan pengaturan jenis bunyi. Jalan pintas ke mode silent, sangat mudah. Tinggal pencet dan tahan tombol di remote selama 2 detik, ditandai dengan berubahnya warna LED di remote, dari hijau ke merah. Kalo berubah hijau ke merah, masuk mode silent. Demikian sebaliknya.
Nah sekarang, pengaturan volume buzzer. Dari yang saia coba, ada 3 tingkat volume kalo gak salah ingat. Keras, sedang, dan pelan. Terakhir gak bunyi alias senyap. Cara penyetelan/setting : Putar kunci kontak ke ON, kemudian tekan tombol di remote 2 kali. Lalu OFF-kan kunci kontak lagi. Ulangi langkah ini 3 kali. Jangan sampai salah putar kunci ke posisi SEAT, karena dekat banget tuh, posisi OFF dan SEAT.
Oke, setelah selesai mengulangi langkah diatas selama tiga kali, kembali ON-kan kontak. Tekan-tekan tombol remote untuk mencari volume yang sesuai keinginan.
Masuk ke pengaturan jenis bunyi. Langkahnya hampir sama, diulangi 3 kali Tapi, bedanya, pas menekan tombol remote 3 kali. Jadi detilnya, ON kunci kontak, tombol remote dipencet 3 kali, OFF-kan kontak. Prosedur diulang 3 kali. Setelahnya, kembali tekan-tekan tombol remote untuk mencari mode bunyi yang diinginkan. Kalo tidak salah ingat, ada 3 mode bunyi, beep-beep panjang, beep-beep pendek dan beep-beep-beep 3 kali.
Sudah mudeng?? Monggo, dicoba dulu, sesuai keinginan para pemilik Vario 110 FI… dan semoga berguna
maaf, gambar dari google, lupa ambil gambar. Jadi gambar nanti diganti kalo udah ada
(Segera) Test ride Honda Vario 110 FI

Kemarin, 1 unit Honda Vario 110 FI warna merah marun (kalo kata AHM sih warnanya glamour red) mendarat di teras rumah saia, siyap untuk dijajal semua fitur dan kemampuannya. Yah, kayaknya sih harus bertahap, gak mungkin langsung saia perkosa habis-habisan.
Report-nya segera disiapkan ya masbro…masih nunggu berbagai macam hal. Mohon maaf bila nanti hasil report-nya gak ajib dan lengkap kayak blogger-blogger top yang udah nyicipin via test-ride pabrikan, maklum-lah, blogger KW yang bondo nekat sak-ana-ne

Kartu ATM Mandiri yang bermasalah sudah beres
Masih berkaitan sama keluh kesah saia di sini
Ternyata, saia tunggu sampe Senin pagi 28/04/2014 masih belum ada kabar apapun dari Bank Mandiri. Saia coba ini kartu juga masih tetep gak berfungsi.

Padahal, sebenarnya, ada Continue reading
Layanan Bank Mandiri Malang-Merdeka kali ini? Mengecewakan!
Dah pada tau kan bank bersimbol pita ini???

Kebetulan, saia dah lama jadi nasabahnya, yah, bukan apa-apa, buat nabung aja…kuatir kalo nabung di celengan ayam, ntar ayamnya kabur, berabe kan?? 😆
Dari sekian tahun, gak pernah ada masalah transaksi lewat teller maupun ATM. Lha kok, kemarin, 24/04/2014 saia kejeglong alias kena…
Awalnya, pagi sekitar 07.30 WIB, saia bermaksud setor tunai lewat ATM. Selama ini seringnya begitu, males aja antri di teller dan gak pernah ada trouble. Kalaupun ada, palingan mesin ATM yang bermasalah, dan pasti ada keterangan kan kalo lagi rusak alias main tenis/maintenance.
Masukin kartu ATM, proses seperti biasa, trus masukin duit yang mau saia setor. Seerrrr, jalan seperti biasa, lha pas proses duit dah masuk, tiba-tiba si ATM macet. Layar tetep nyala, tapi ada keterangan, kalo ATM tidak berfungsi dan dana yang saia setor kemungkinan tidak masuk ke rekening. Walah….setelah itu, keluar print-out keterangan tadi itu. Tampilan layar berganti, AMBIL ATM ANDA! Lha gimana mau diambil, wong ketelan semua, ya duit, ya ATM> Busyet tenan!!! Continue reading
Akhirnya beli mini tankbag 7gear
Selang beberapa hari setelah tas pinggang mini saia yang abis masa berlakunya alias jebol, saia sempat bingung, mo pake tas apa nih? Maklum, meski kecil, tas pinggang mini-yang juga tas paha- itu sangat menunjang aktifitas sehari-hari. Isinya mulai kumpulan kabel data, flashdisk, HDD eksternal, buku primbon, catatan sampe nota-nota dan kupon BBM armada di kantor.

Iseng-iseng, pas sempat browsing liat-liat referensi tas mungil kayak punya saia lawas itu. Akhirnya, hati pun tertambat ke 7gear mini tankbag setelah nengok blog-nya Aa’ Ikhwan
Di website resmi 7gear, mini tankbag dibanderol IDR 165,000, belum termasuk ongkir ke Malang. Wah, nambah lagi nih sekitar 25ribuan buat ongkir.
Eh, ndilalah, ternyata ada reseller regional Malang, meski cuman tertera nope-nya. Saia kontak, nyambung trus janjian ketemuan di tempat beliau. Jadilah, sore kemarin sepulang kerja, mampir ke daerah Kidul Pasar. Meski sedikit rada mbulet, saia yang kurang paham daerah situ soalnya 😆
Sellernya bernama mas Dharma. Pas jagongan, whoalah, ternyata anak klub juga, Thunder Club-Malang register duaribu sekian. Wah, nyambung wis, sambil ngobrol, saia juga liat-liat dagangan lainnya. Selain mini tankbag, juga ada firefox dan patrol tankbag.
Pilihan jatuh ke mini tankbag, karena saia pikir dah cukup besar kok mengakomodir bawaan harian saia, juga gak terlalu besar pas dislempangkan dan….pas harganya sama duit yang sisa di kantong

Deal, akhirnya dikasi diskon gara-gara ngobrol en sesama biker ngalam….wah, rejeki tenan nih. Makasih ya mas Dharma, kapan-kapan ada rejeki lebih tak main lagi ke situ.

Eh, masbro ini juga piawai juga di bidang besi lho. Dia juga bikin dudukan top-box sampe sidebox. Barangnya lumayan bagus kok, monggo yang minat boleh kontak saia, ntar tak temuin sama orang-e 😆
TPS di “kandang” PMK
Sedikit sisa cerita dari Pemilu Legislatif 9 April yang lalu.
Bila lazimnya TPS berada di area terbuka, berbekal tenda atau cukup di ruangan dilengkapi meja-kursi, nah TPS di wilayah kelurahan Ciptomulyo, Malang ini sedikit beda. Meski suasana dan “aksesoris” khas sama dengan TPS lain, alias gak begitu aneh dan neko-neko, tapi posisinya yang unik. Yaitu menempati garasi mobil PMK Kota Malang. Yak, ruangan besar mirip aula, dengan sekat-sekat khusus untuk kendaraan Pemadam Kebakaran, disulap menjadi TPS untuk warga sekitar. Saia kurang tahu persis, apakah di Pemilu sebelumnya, tempat ini juga dipakai untuk TPS. Yang jelas, memang nuansanya beda. Jadi, buat yang sepintas lewat dan tidak tahu, bisa menduga macam-macam. Wow..ada TPS dijaga mobil PMK, banyak pula. Ada apa ya? 😆

Ya, karena ruangannya dipakai, sementara ya mobil PMK diparkir berjajar di depan-nya. Ada total 8 unit, termasuk mobil ‘ikon’ PMK Kota Malang, yaitu truk Isuzu buatan 1948 dan Isuzu buatan 1960, yang masih berfungsi maksimal hingga sekarang.

Jadilah, warga yang habis mencoblos alias menyalurkan hak pilihnya, bergantian narsis di kendaraan dinas PMK itu. Kapan lagi bisa nampang di mobil PMK??? Lha mau foto-foto pas hari biasa di garasi, jelas bakalan ditanya macam-macam sama petugas jaga, bener nggak??
Buat melengkapi, si thole juga ikut narsis di mobil PMK

Sekian artikel gak penting
Pawai kendaraan hias Seabad Kota Malang
Malang Kucecwara, Tuhan menghancurkan yang bathil. Ya, itulah semboyan yang tertanam dalam logo kota Malang.
Tepat kemarin, 1 April 2014, Kota Malang merayakan hati jadinya yang ke-100 alias 1 abad. Terlepas dari berbagai polemik soal tanggal lahir Kota Malang, momen satu abad ini merupakan ajang yang pas untuk melakukan evaluasi, refleksi untuk mengambil langkah kedepan dalam rangka memajukan Kota Malang, demikian sedikit kutipan dari Walikota Malang, H. Moch. Anton kemarin dalam sambutannya ditengah upacara 1 April 2014.
Pemerintah Kota Malang, dalam rangka ulang tahun seabad ini, selain menggelar tradisi doa dan pengajian pada malam sebelumnya, juga menggelar pawai kendaraan hias pada 1 April kemarin. Start dari depan Balaikota sekitar pukul 14.30 WIB, pawai diikuti seluruh instansi di bawah naungan Pemkot Malang, termasuk sekolah-sekolah di Kota Malang. Tidak kurang 150an kendaraan hias berbagai bentuk dan tema memenuhi jalanan sekitar Tugu Kota Malang, menunggu untuk diberangkatkan Walikota Malang yang akrab disapa Abah Anton ini, termasuk kendaraan dari kantor saia 😆

Kebetulan, saia bareng seorang rekan diserahi tugas untuk mengikuti pawai ini. Tema dari tiap instansi adalah sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Karena kantor saia Perpustakaan dan Arsip, tema ya diusung ya seputar buku dan informasi arsip di Kota Malang. Jadilah Toyota Hi-Ace 2013 didandani sederhana, dengan hiasan beberapa alat peraga mainan anak, miniatur buku, arsip dan sebagainya. Sayang, baru berjalan saat, hujan deras menerjang. Walhasil, penonton di sepanjang jalan yang awalnya memenuhi badan jalan untuk menyaksikan dari dekat, berhamburan berteduh. Saia bareng rekan juga sedikit khawatir, karena selain hiasan yang terpasang di atap dan sisi kendaraan, pintu samping juga kondisi dibuka, untuk menayangkan dokumentasi video sejarah kota Malang. Akhirnya, Sambil tetap jalan pelan-pelan, rekan saia mematikan LED TV yang masih menyala, kemudian melipat breket kedalam dan menutup pintu samping. Tepat beberapa saat kemudian, hujan menggila, dibarengi angin kencang.
Semakin ke arah utara, hujan semakin deras, dan angin kencang. Herannya, masih ada lho penonton yang nekat entah berbekal payung, jas hujan atau berteduh di emperan toko…saking pinginnya lihat kali ya…
Rute awal pawai ini adalah ke arah utara, sampe ke pertigaan Masjid Sabilillah, kemudian belok ke jalan Borobudur, Sukarno-Hatta, Panjaitan, Ijen kemudian lanjut ke arah Kacuk-Gadang hingga finish di lapangan Rampal. Berhubung keadaan cuaca yang tidak memungkinkan, saia putuskan pas lewat jalan Ijen, balik kucing ke kantor 😆
Gak brani ambil resiko nih, mana mobil masih kinyis-kinyis, juga aneka hiasan yang berpotensi rusak berat kena hujan angin.
Monggo disimak galeri beberapa kendaraan hias yang sempat saia jepret sebelum berangkat plus bonus putri-putri cantik khas kera ngalam 😉 Continue reading
Pengen “jualanmu” dilirik instansi pemerintah??
Artikel ini bisa jadi saia dedikasikan untuk marketing alias pemasaran, ujung tombak produsen kendaraan bermotor di Indonesia, baik itu roda 2 maupun lebih.
Tertarik pas mbaca artikel-nya si Irfan kalo Yamaha, baru aja “menang” tender pengadaan kendaraan operasional TNI dengan jumlah dan nila yang cukup fantastis disini.
Kemudian, rekan-rekan Satuan Polisi Pamong Praja di Kota Malang, juga barusan menunggang kendaraan dinas anyar 2013, yaitu Yamaha New Vixion alias NVL.

New Vixion Lightning Satpol PP Kota Malang
Nah, pas ketemu sama beberapa rekan yang kebagian mengurus pengadaan, terutama kendaraan dinas, beberapa instansi, bulan Maret 2014 ini juga melakukan pengadaan dengan merujuk merk garpu tala. Wow..ada apa ini??
Terlepas
Gertak saja…
Eh, nemu kaitan nih sama arikel lama. Masih berkaitan dengan tulisan name tag dulu

Tadi pas istirahat makan siang, sempat ngobrol santai bareng salah satu atasan saia. Ndilalah topik yang dibahas masih soal lalu lintas. Mulai kendaraan, kemacetan sampe soal tilang. Beliau cerita, sebuah kejadian nyata, juga masih di Malang aja. Waktu itu, di daerah seputaran DikJur (dekat lap Rampal). Ada sebuah tempat putar balik / U turn. Dari arah selatan boleh (ada rambu biru) sedang dari arah sebaliknya tidak boleh (ada rambu merah). Pak B (bos saia) sudah tahu benernya kalo dari selatan gak boleh muter disitu. Berhubung keburu ada keperluan, beliau ambil jalan pintas, muter disitu. Kok ya kebetulan, di depan mobil pak B, ada Range Rover militer, juga putar balik dengan arah yang sama. Sang jip sukses putar balik, terus melesat pergi. Pak B dibelakangnya juga sukses putar balik, lha kok ndilalah…ada silup (polisi) yang tahu-tahu sudah mendekat, mepet ke mobil pak B. “wah, tilang nih ayas, batin pak B. Seperti biasa, ditanyakan kelengkapan surat-surat, sama pak B dikasih-lah STNK. Lalu digiring ke sebuah pos polisi.
Ini dialog-nya :
Silup (S) : SIM-nya mana pak??
Pak B (B) : Gak ada pak, ketinggalan ( agak pelupa nih si bapak )
S : Lah, kok bisa Anda nyetir gak bawa SIM?? Pelanggaran dobel ini..
B : Namanya saja lupa pak..dobel gimana maksudnya??
S : Sudah gak bawa SIM, melanggar larangan putar balik pula
B : Soal SIM, saya emang salah pak. Tapi bapak yang adil dong…
S : Adil gimana? Salah, masih ngotot
B : Kalo saia dianggap melanggar, trus ditilang, tilang juga dong Range Rover di depan saya tadi!!
S : diem sebentar
B : Kenapa pak, gak berani ya sama militer??? (Gak boleh ditiru nih :lol:)
S : Anda jangan sembarangan ngomong. Malah bisa kena pasal berlapis, termasuk melawan petugas!
B : Pokoknya saia gak mau ditilang kalo Bapak gak nilang mobil tadi
Debat panjang terjadi…Akhirnya, karena pak B juga diburu waktu, capek debat panjang, ngomong juga :
B : Udah deh Pak, buat aja surat tilang buat saya. Silakan masukkan pasal apa saja pelanggaran saya sesuka Bapak deh..
S : Dasar!! (sambil mengumpat si polisi ngeluarin surat tilang)
B : Sekalian tulis pak, nama lengkap bapak ****** plus pangkat dan NRP sampeyan
S : Heh..buat apa bawa-bawa nama-pangkat saya?? (sambil menggebrak meja)
B : Buat bukti laporan, kalo ada oknum macam Bapak!!!
Busyet, sang polisi merah padam mukanya. Beberapa saat kemudian beliau melemparkan STNK kendaraan pak B ke meja, sambil lagi-lagi mengumpat marah :
S : Dasar!! Mau ditilang aja susah!! Pergi sana…jalan!!!
B : Lho, gak jadi ditilang saya pak?? (sambil pasang senyum kemenangan)
S : ndang minggat-o…timbangane tak-kamplengi ndek kene…marai ruwet ae…..di****k (terjemahan : cepet pergi, mumpung belum takhajar disini…bikin ruwet saja)
Akhirnya, pak B pun melenggang, langsung tancap gas ke kantor..
Saia geleng-geleng kepala, kadang emang nekat orang satu ini. Tapi bener juga sih, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Tuh kan, ada gunanya bisa mbaca nama petugas???
Dilarang menirukan adegan dan tindakan diatas, resiko silakan ditanggung sendiri
Tulisan ini dibuat dengan melalui proses editing, namun tidak merubah substansi isi yang nyata adanya.
Gambar : Google
