Pawai kendaraan hias Seabad Kota Malang

Malang Kucecwara, Tuhan menghancurkan yang bathil. Ya, itulah semboyan yang tertanam dalam logo kota Malang.
Tepat kemarin, 1 April 2014, Kota Malang merayakan hati jadinya yang ke-100 alias 1 abad. Terlepas dari berbagai polemik soal tanggal lahir Kota Malang, momen satu abad ini merupakan ajang yang pas untuk melakukan evaluasi, refleksi untuk mengambil langkah kedepan dalam rangka memajukan Kota Malang, demikian sedikit kutipan dari Walikota Malang, H. Moch. Anton kemarin dalam sambutannya ditengah upacara 1 April 2014.
Pemerintah Kota Malang, dalam rangka ulang tahun seabad ini, selain menggelar tradisi doa dan pengajian pada malam sebelumnya, juga menggelar pawai kendaraan hias pada 1 April kemarin. Start dari depan Balaikota sekitar pukul 14.30 WIB, pawai diikuti seluruh instansi di bawah naungan Pemkot Malang, termasuk sekolah-sekolah di Kota Malang. Tidak kurang 150an kendaraan hias berbagai bentuk dan tema memenuhi jalanan sekitar Tugu Kota Malang, menunggu untuk diberangkatkan Walikota Malang yang akrab disapa Abah Anton ini, termasuk kendaraan dari kantor saia 😆
DSC_0002
Kebetulan, saia bareng seorang rekan diserahi tugas untuk mengikuti pawai ini. Tema dari tiap instansi adalah sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Karena kantor saia Perpustakaan dan Arsip, tema ya diusung ya seputar buku dan informasi arsip di Kota Malang. Jadilah Toyota Hi-Ace 2013 didandani sederhana, dengan hiasan beberapa alat peraga mainan anak, miniatur buku, arsip dan sebagainya. Sayang, baru berjalan saat, hujan deras menerjang. Walhasil, penonton di sepanjang jalan yang awalnya memenuhi badan jalan untuk menyaksikan dari dekat, berhamburan berteduh. Saia bareng rekan juga sedikit khawatir, karena selain hiasan yang terpasang di atap dan sisi kendaraan, pintu samping juga kondisi dibuka, untuk menayangkan dokumentasi video sejarah kota Malang. Akhirnya, Sambil tetap jalan pelan-pelan, rekan saia mematikan LED TV yang masih menyala, kemudian melipat breket kedalam dan menutup pintu samping. Tepat beberapa saat kemudian, hujan menggila, dibarengi angin kencang.
Semakin ke arah utara, hujan semakin deras, dan angin kencang. Herannya, masih ada lho penonton yang nekat entah berbekal payung, jas hujan atau berteduh di emperan toko…saking pinginnya lihat kali ya…
Rute awal pawai ini adalah ke arah utara, sampe ke pertigaan Masjid Sabilillah, kemudian belok ke jalan Borobudur, Sukarno-Hatta, Panjaitan, Ijen kemudian lanjut ke arah Kacuk-Gadang hingga finish di lapangan Rampal. Berhubung keadaan cuaca yang tidak memungkinkan, saia putuskan pas lewat jalan Ijen, balik kucing ke kantor 😆
Gak brani ambil resiko nih, mana mobil masih kinyis-kinyis, juga aneka hiasan yang berpotensi rusak berat kena hujan angin.
Monggo disimak galeri beberapa kendaraan hias yang sempat saia jepret sebelum berangkat plus bonus putri-putri cantik khas kera ngalam 😉

DSC_0439
DSC_0005
DSC_0004
DSC_0012
DSC_0013
DSC_0007
DSC_0037
DSC_0021

Advertisements

15 comments on “Pawai kendaraan hias Seabad Kota Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s